وَإِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ
dan sesungguhnya bala tentara Kami, merekalah yang menang.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِنَّ جُنْدَنَاwa-inna jundanaadan sesungguhnya bala tentara Kami
- لَهُمُ الْغَالِبُونَlahumu l-ghaalibuunamerekalah yang menang
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- جُنْدَنَاjundanaabala tentara Kami
- لَهُمُlahumubagi mereka
- الْغَالِبُونَl-ghaalibuunaorang-orang yang menang
Inti bacaan
Bentuk (جُنْدَنَا, jundanaa) muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 37:173.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَإِنَّ, wa-inna) yang berarti "dan sesungguhnya". Huruf (وَ, wa) yang berarti "dan" menyambung ayat ini ke 37:172, yang dibuka dengan (إِنَّهُمْ, innahum) yang berarti "sesungguhnya mereka". Dua ayat berurutan memakai inna di awalnya, sehingga 37:173 terbaca sebagai pernyataan kedua dalam satu rangkaian. Kata (جُنْدَنَا, jundanaa) yang berarti "bala tentara Kami" tersusun dari jund yang berarti "bala tentara" dan akhiran (نَا, -naa) yang berarti "Kami". Bentuk persis (وَإِنَّ جُنْدَنَا, wa-inna jundanaa) hanya muncul di 37:173.
Akar jund adalah ج-ن-د. Kata (جُنْدٌ, jundun) dalam semua kedudukannya muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 19:75, 36:28, 36:75, 37:173, 38:11, 44:24, dan 67:20. Tiga dari ketujuhnya menyebut nasib atau fungsi bala tentara itu. Di 38:11, (جُنْدٌ مَا هُنَالِكَ مَهْزُومٌ, jundun maa hunaalika mahzuumun) berarti "suatu bala tentara di sana akan dikalahkan". Di 44:24, (إِنَّهُمْ جُنْدٌ مُغْرَقُونَ, innahum jundun mughraquuna) berarti "sesungguhnya mereka bala tentara yang akan ditenggelamkan". Di 67:20, (هُوَ جُنْدٌ لَكُمْ, huwa jundun lakum) berarti "dia menjadi bala tentara bagi kalian". Terjemahan memakai "bala tentara" di ketiganya dan di 37:173. Di 37:173 kata itu disusul kata untuk pihak yang menang, sedangkan di 38:11 disusul kekalahan dan di 44:24 penenggelaman.
Kata (الْغَالِبُونَ, al-ghaalibuuna) yang berarti "yang menang" berakar غ-ل-ب dan menunjuk pelaku jamak. Kata ghaalib dalam semua bentuknya muncul tiga belas kali di sembilan surah, yaitu 3:160, 5:23, 5:56, 7:113, 8:48, 12:21, 21:44, 26:40, 26:41, 26:44, 28:35, 37:116, dan 37:173. Bentuk persis al-ghaalibuuna muncul lima kali di lima surah, yaitu 5:56, 21:44, 26:44, 28:35, dan 37:173, dan terjemahan memakai "menang" di kelimanya. Contohnya (فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ, fa-inna hizba llaahi humu l-ghaalibuuna) di 5:56 yang berarti "maka sesungguhnya golongan Allah, merekalah yang menang", dan (أَفَهُمُ الْغَالِبُونَ, a-fahumu l-ghaalibuuna) di 21:44 yang berarti "apakah mereka yang menang?".
Kata (لَهُمُ, lahumu) tersusun dari huruf (لَ, la), kata ganti (هُمُ, humu) yang berarti "mereka", dan di sini disusul langsung oleh al-ghaalibuuna. Data morfologi menandai huruf la di 37:172 dan 37:173 sebagai huruf depan yang berarti "bagi", sedangkan la yang sama bunyinya di 26:44 dan 37:165 ditandai sebagai huruf penekan. Terjemahan memakai akhiran -lah pada "merekalah", yaitu menekankan kata ganti, dan 5:56 mendukung bacaan itu karena (هُمُ الْغَالِبُونَ, humu l-ghaalibuuna) di sana tanpa huruf la juga diterjemahkan "merekalah yang menang". Ayat sebelumnya memakai susunan yang sama, (لَهُمُ الْمَنْصُورُونَ, lahumu l-manshuuruuna) di 37:172 yang berarti "merekalah yang pasti akan ditolong", dan masing-masing susunan hanya muncul di ayatnya sendiri. Dua ayat berurutan itu memuat dua kata pelaku, "yang ditolong" lalu "yang menang".
Morfologi menandai jund sebagai bentuk tunggal dan kata ganti humu sebagai jamak, sehingga "merekalah" menunjuk banyak pihak di dalam satu sebutan bala tentara. Ayat 37:173 tidak menyebut siapa saja yang termasuk di dalamnya, dan terjemahan tidak menambahkan "para malaikat", "orang beriman", atau "para rasul", karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya. Bentuk jamak (جُنُودُ, junuudu) disandarkan pada Allah di 48:4, (وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, wa-li-llaahi junuudu s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "milik Allahlah bala tentara langit dan bumi", dan pada Tuhanmu di 74:31, (جُنُودَ رَبِّكَ, junuuda rabbika) yang berarti "bala tentara Tuhanmu". Di 37:173 sandarannya akhiran -naa.
Tafsiran
Ayat ini menambahkan pihak kedua pada jaminan yang dibuka di 37:171. Ayat 37:171 menyebut para rasul sebagai (الْمُرْسَلِينَ, al-mursaliina) yang berarti "para rasul", ayat 37:172 menyatakan bahwa mereka ditolong, dan ayat 37:173 menyatakan bahwa bala tentara Kami yang menang. Tiga ayat itu menjadi sela antara 37:170, yang berhenti pada "kelak mereka akan mengetahui", dan 37:174, yang mulai memerintahkan berpaling. Teks tidak menyatakan bahwa bala tentara itu sama dengan para rasul, dan tidak menyatakan bahwa keduanya berbeda. Ayat hanya menaruh keduanya berdampingan dengan susunan yang sama.
Urutan ditolong lalu menang terlihat di tempat lain. Di 37:116, (وَنَصَرْنَاهُمْ فَكَانُوا هُمُ الْغَالِبِينَ, wa-nasharnaahum fa-kaanuu humu l-ghaalibiina) berarti "dan Kami menolong mereka, sehingga merekalah orang-orang yang menang", dan di 3:160, (إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ, in yanshurkumu llaahu fa-laa ghaaliba lakum) berarti "jika Allah menolong kalian, maka tidak ada yang dapat mengalahkan kalian". Di kedua ayat itu pertolongan disebut lebih dulu. Di 37:172 dan 37:173 urutan itu terbagi ke dua ayat, dan 37:173 tidak memakai kata "jika" seperti 3:160, sehingga kemenangan di sini terbaca sebagai pernyataan, bukan syarat.
Pernyataan menang di tempat lain datang dengan syarat atau sandaran. Di 7:113 dan 26:41 para penyihir berbicara dalam kalimat "jika kami yang menang", di 26:44 mereka bersumpah (بِعِزَّةِ فِرْعَوْنَ, bi-'izzati fir'awna) yang berarti "demi kedigdayaan Firaun", dan di 5:23 dua orang menyatakan kemenangan bagi pihak yang memasuki gerbang. Di 37:173 tidak ada kata "jika" dan tidak ada sumpah, dan sandarannya hanya akhiran Kami pada bala tentara. Ayat ini juga tidak merinci bentuk kemenangan itu, tempatnya, atau waktunya. Perincian semacam itu ada di 37:114 sampai 37:116, tempat nikmat, penyelamatan, pertolongan, dan kemenangan disebut berurutan untuk satu kaum, sedangkan 37:173 menyebut hasil akhirnya saja.
Renungan dan Hikmah
- Di 48:4 bala tentara langit dan bumi disebut milik Allah, dan di 67:20 ada pertanyaan siapa gerangan yang menjadi bala tentara bagi kalian dan dapat menolong kalian selain Ar-Rahman. Ayat 37:173 menyebut bala tentara dengan akhiran Kami dan tidak memberi nama pemiliknya, dan dua ayat tadi berbicara dalam keadaan lain, sehingga tidak disamakan dengan 37:173. Dari ketiganya terlihat bahwa Al-Qur'an menyandarkan sebutan bala tentara kepada pemiliknya, dan 38:11 serta 44:24 memperlihatkan bala tentara lain yang dikalahkan dan ditenggelamkan. Pembaca yang menyebut sekelompok orang sebagai pendukungnya dapat bertanya kepada siapa sebutan itu sebenarnya disandarkan, dan apa yang terjadi pada kemenangan bila sandaran itu berpindah?
- Ayat 3:160 menyatakan bahwa jika Allah menolong kalian, tidak ada yang dapat mengalahkan kalian, dan jika Dia membiarkan kalian, tidak ada yang dapat menolong kalian setelah itu. Ayat 37:173 tidak memuat kata "jika", dan 3:160 ditujukan kepada orang-orang yang diajak bertawakal kepada Allah. Dari 3:160 terlihat bahwa kemenangan dapat dibaca sebagai akibat pertolongan. Pembaca yang merasa unggul dalam suatu bidang dapat bertanya apakah keunggulan itu dianggap hasil pertolongan atau milik sendiri, dan bagaimana penilaian itu berubah bila kalimat kedua di 3:160 menjadi kenyataan baginya?
- Para penyihir di 26:44 menyatakan kemenangan sambil bersumpah demi kedigdayaan Firaun, sedangkan 37:180, di dekat penutup surah yang sama, menyebut Tuhanmu sebagai Tuhan pemilik kedigdayaan. Kedua ayat menyangkut pihak yang berbeda, dan 37:173 sendiri tidak menyebut kedigdayaan, sehingga hubungan ketiganya terlihat dari kata yang sama. Kemenangan dapat dinyatakan dengan sandaran yang berlainan, dan Al-Qur'an mencatat dua sandaran itu di dua tempat. Pembaca yang pernah mengucapkan "pasti menang" dapat bertanya atas kedigdayaan siapa kalimat itu bersandar, dan apakah sandaran itu dapat disebutkannya sejelas 26:44 menyebut sandaran para penyihir?
- Bala tentara disebut dalam bentuk tunggal, tetapi pihak yang menang dirujuk dengan kata ganti jamak, merekalah. Satu sebutan mencakup banyak pihak, dan ayat tidak merinci siapa di antara mereka yang berperan paling besar. Di 2:249 kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah, dan ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar. Konteks 2:249 berbeda dari 37:173, dan yang disebut menang di sana juga sebuah kelompok. Pembaca yang bekerja dalam sebuah kelompok dapat bertanya bagian mana dari hasil kelompok itu yang biasa dihitungnya sebagai miliknya sendiri, dan apakah hitungan itu masih terasa tepat bila yang disebut ayat adalah kata ganti jamak?
- Ayat 37:173 menyebut kemenangan tanpa merinci medan, jumlah, atau waktunya. Di 37:114 sampai 37:116 urutannya nikmat, penyelamatan dari bencana yang agung, pertolongan, lalu menang, sehingga kemenangan di surah ini terbaca sebagai ujung sebuah rangkaian yang bagian awalnya berupa nikmat dan penyelamatan. Pembaca yang mengukur kemenangan dari hasil yang cepat dan terlihat dapat bertanya apa yang dihitungnya sebagai awal rangkaiannya, dan apakah penyelamatan atau pertolongan pernah ia masukkan ke dalam kata menang?
- Di 74:31 dinyatakan bahwa tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu selain Dia, dan ayat itu juga membicarakan bilangan para penjaga api. Dari kedua ayat itu daftar anggota bala tentara tidak tersedia bagi pembaca. Dari 37:173 pembaca tidak dapat memastikan bahwa dirinya termasuk dalam kata merekalah, dan tidak dapat memastikan bahwa dirinya tidak termasuk. Apa yang berubah dalam cara pembaca menilai dirinya dan orang lain bila daftar itu memang hanya diketahui oleh Dia?