فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ حِينٍ
Maka, berpalinglah dari mereka sampai suatu waktu,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَتَوَلَّ عَنْهُمْfa-tawalla 'anhummaka, berpalinglah dari mereka
- حَتَّىٰ حِينٍhattaa hiininsampai suatu waktu
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَتَوَلَّfa-tawallamaka berpalinglah
- عَنْهُمْ'anhumdari mereka
- حَتَّىٰhattaasampai
- حِينٍhiininwaktu tertentu
Inti bacaan
Frasa (حَتَّىٰ حِينٍ, hattaa hiinin) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 12:35, 23:25, 23:54, 37:174, 37:178, dan 51:43.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَتَوَلَّ, fa-tawalla) yang berarti "maka berpalinglah". Huruf (فَ, fa) yang berarti "maka" menyambung perintah ini ke 37:171 sampai 37:173, dan (تَوَلَّ, tawalla) adalah kata kerja perintah untuk satu orang dari akar و-ل-ي. Frasa (فَتَوَلَّ عَنْهُمْ, fa-tawalla 'anhum) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 37:174, 51:54, dan 54:6, dan terjemahan memakai "berpalinglah dari mereka" di ketiganya. Tanpa huruf pembuka, susunan (تَوَلَّ عَنْهُمْ, tawalla 'anhum) muncul lima kali di empat surah, yaitu 27:28, 37:174, 37:178, 51:54, dan 54:6, dengan (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian" di depannya pada 27:28 dan wa pada 37:178.
Kata kerja tawalla bergantung pada kata yang menyusulnya. Di 5:56, (وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ, wa-man yatawalla llaaha) langsung disusul pihak yang dipilih, dan terjemahan memakai "menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai pelindung". Di 53:29, (تَوَلَّىٰ عَنْ ذِكْرِنَا, tawallaa 'an dzikrinaa) disusul huruf (عَنْ, 'an) yang berarti "dari", dan terjemahan memakai "berpaling dari peringatan Kami". Ayat 37:174 mengikuti pola kedua karena kata kerjanya disusul 'an. Kata (عَنْهُمْ, 'anhum) tersusun dari 'an dan akhiran (هُمْ, -hum) yang berarti "mereka". Kata ganti hum berbentuk jamak laki-laki dan tidak disertai nama pihaknya, dan terjemahan tidak menambahkan "orang-orang kafir" atau "kaum yang menolak", karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya. Siapa yang dimaksud dibahas di tafsiran.
Kata (حَتَّىٰ, hattaa) yang berarti "sampai" menaruh batas pada perintah itu, dan (حِينٍ, hiinin) yang berarti "suatu waktu" berakar ح-ي-ن dan memakai akhiran -in yang menandai benda tak tentu. Frasa (حَتَّىٰ حِينٍ, hattaa hiinin) muncul enam kali di empat surah, yaitu 12:35, 23:25, 23:54, 37:174, 37:178, dan 51:43. Di 23:54, (فَذَرْهُمْ فِي غَمْرَتِهِمْ حَتَّىٰ حِينٍ, fa-dzarhum fii ghamratihim hattaa hiinin) berarti "maka biarkanlah mereka dalam kelalaian mereka sampai suatu waktu". Di 51:43, (تَمَتَّعُوا حَتَّىٰ حِينٍ, tamatta'uu hattaa hiinin) berarti "bersenang-senanglah sampai suatu waktu". Di 23:25, (فَتَرَبَّصُوا بِهِ حَتَّىٰ حِينٍ, fa-tarabbashuu bihi hattaa hiinin) berarti "maka tunggulah dia sampai suatu waktu". Di ketiga ayat itu waktunya tidak diberi angka dan tidak diberi nama, begitu pula di 37:174. Terjemahan memakai "suatu waktu" tanpa "singkat", "lama", atau "tertentu", karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya.
Perintah di 37:174 tidak memuat kata kerja untuk bersabar. Di 54:27, (فَارْتَقِبْهُمْ وَاصْطَبِرْ, fa-rtaqibhum wa-shthabir) yang berarti "maka, tunggulah mereka dan bersabarlah" memuat dua perintah, menunggu dan bersabar, sedangkan di 37:174 yang ada hanya perintah berpaling. Terjemahan karena itu memakai "berpalinglah" tanpa "dan bersabarlah". Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 37:175, yang dibuka dengan (وَأَبْصِرْهُمْ, wa-abshirhum) yang berarti "dan lihatlah mereka".
Tafsiran
Ayat ini mengubah arah rangkaian dari pernyataan ke perintah. Ayat 37:171 sampai 37:173 berbicara tentang para rasul dan bala tentara dengan kata ganti orang ketiga, lalu 37:174 memerintahkan satu orang untuk berpaling dari "mereka". Ayat 37:174 tidak menyebut siapa yang diperintah. Kata ganti untuk satu lawan bicara muncul lagi di 37:180, (سُبْحَانَ رَبِّكَ, subhaana rabbika) yang berarti "Mahasuci Tuhanmu", sehingga perintah di 37:174 dan 37:175 dapat dibaca ditujukan kepada penerima yang sama dengan sapaan di 37:180.
Kata ganti "mereka" juga tidak diberi nama. Di 37:167 sampai 37:170 ada pihak yang berkata bahwa seandainya di sisi mereka ada peringatan dari orang-orang terdahulu, mereka akan menjadi hamba-hamba Allah yang dimurnikan, lalu 37:170 menyatakan bahwa mereka kufur dan kelak akan mengetahui. Rumus (فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ, fa-sawfa ya'lamuuna) di 37:170 kembali sebagai (فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ, fa-sawfa yubshiruuna) di 37:175 dengan kata ganti jamak yang sama, sehingga pihak di 37:170 dapat dibaca sebagai acuan "mereka" di 37:174. Pembacaan ini bertumpu pada kesamaan rumus, dan 37:174 sendiri tidak menyatakannya.
Tiga ayat memuat perintah berpaling dengan bunyi yang sama, dan masing-masing menambahkan keterangan yang berlainan jenisnya. Di 51:54, (فَمَا أَنْتَ بِمَلُومٍ, fa-maa anta bi-maluumin) berarti "maka, engkau sama sekali bukan orang yang tercela", di 54:6, (يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ, yawma yad'u d-daa'i) berarti "pada hari penyeru menyeru", dan di 37:174 perintah itu disertai batas waktu tanpa nama. Di 15:3 dan 43:89 perintah membiarkan atau berpaling juga disusul (فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ, fa-sawfa ya'lamuuna), yaitu (ذَرْهُمْ, dzarhum) yang berarti "biarkanlah mereka" di 15:3 dan (فَاصْفَحْ عَنْهُمْ, fa-shfah 'anhum) yang berarti "maka, berpalinglah dari mereka" di 43:89. Susunan perintah menjauh lalu rumus kelak itu terlihat juga di 37:174 dan 37:175, dengan "melihat" menggantikan "mengetahui".
Perintah di 37:174 tidak disertai ucapan atau kata kerja lain, sehingga ayat ini memerintahkan satu gerak saja. Gerak yang sama diulang dengan wa di 37:178 sesudah dua ayat tentang azab, dan karena itu 37:176 dan 37:177 terletak di antara dua kali perintah berpaling.
Renungan dan Hikmah
- Perintah di 37:174 berdiri tanpa kata kerja untuk bersabar. Di 30:60 dan 40:77 perintah bersabar disertai alasan bahwa janji Allah itu benar, dan di 54:27 menunggu dan bersabar disebut berdampingan. Ayat 37:174 memuat satu gerak menjauh dan menyerahkan alasannya kepada ayat-ayat di sekelilingnya, yaitu jaminan di 37:171 sampai 37:173. Ayat-ayat lain tadi berbicara dalam keadaan yang berbeda, sehingga tidak dipakai untuk mengisi apa yang tidak tertulis di sini. Pembaca yang pernah menjauh dari suatu perselisihan dapat bertanya apakah penjauhan itu disertai janji yang dipercayainya, dan apa yang berubah pada jarak itu bila pegangannya berupa janji Allah seperti di 30:60 dan 40:77?
- Tiga ayat memuat perintah yang sama, fa-tawalla 'anhum, dan masing-masing menyertakan keterangan yang berlainan. Di 51:54 keterangannya ialah bahwa engkau bukan orang yang tercela, di 54:6 pada hari penyeru menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan, dan di 37:174 sampai suatu waktu. Keterangan pertama menyangkut perasaan orang yang menjauh, yang kedua hari yang akan datang, dan yang ketiga batas waktu tanpa nama. Pembaca yang pernah menjauh dari orang lain dapat memeriksa alasan apa yang diberikannya kepada diri sendiri pada waktu itu, lalu bertanya jenis alasan mana yang paling sering diucapkannya, apakah pembebasan dari celaan, penantian sebuah hari, atau batas yang tidak disebutkannya?
- Akar و-ل-ي dipakai di 5:56 untuk menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai pelindung, dan di 37:174 untuk berpaling dari "mereka". Kedua pemakaian itu berbeda arah dan tidak saling menafsirkan, karena 5:56 berbicara tentang pihak yang dipilih sebagai pelindung dan 37:174 tentang pihak yang ditinggalkan. Dalam keduanya pelaku bersikap terhadap pihak lain, menerimanya sebagai pelindung di 5:56 dan meninggalkannya di 37:174. Pembaca dapat bertanya, ketika menjauh dari sesuatu, kepada siapa pembaca mendekat, dan apakah menjauh dan mendekat terjadi bersamaan pada diri pembaca atau satu mendahului yang lain?
- Perintah di 37:174 memakai bentuk untuk satu orang, dan 37:180 menyebut Tuhanmu dengan akhiran untuk satu orang yang sama bentuknya: Mahasuci Tuhanmu, Tuhan pemilik kedigdayaan. Dua ayat itu mengapit perintah berpaling dan melihat, dan di antaranya jaminan kemenangan diucapkan tentang pihak lain. Penerima perintah tidak diberi nama, sehingga pembaca dapat menaruh dirinya di tempat itu atau tidak. Pembaca yang merasa disapa oleh ayat ini dapat bertanya apa yang berubah pada tugasnya bila yang disebut Tuhanmu di 37:180 dibaca sebagai Tuhan bagi penerima perintah berpaling, dan apakah perintah itu terasa lebih ringan atau lebih berat dengan sebutan itu?
- Frasa sampai suatu waktu dipakai di tempat lain untuk waktu yang diberikan kepada pihak lain. Di 23:54 mereka dibiarkan dalam kelalaiannya, dan di 51:43 dikatakan kepada Tsamud agar bersenang-senang. Di keduanya panjang waktu itu tidak disebut, dan di 37:174 yang disebut hanya bahwa batas itu ada. Waktu yang tidak bernama dapat dibaca sebagai waktu yang memang tidak diberitahukan kepada pembaca. Pembaca yang menunggu orang lain berubah dapat bertanya apakah batas yang dipegangnya berupa batas tanpa nama seperti di ayat ini atau batas yang dikarangnya sendiri, dan bagaimana keduanya dibedakan ketika waktu berjalan?
- Di 43:88 ada ucapan, "Tuhanku, sesungguhnya mereka ini kaum yang tidak beriman", lalu 43:89 memerintahkan berpaling dari mereka dan mengucapkan salam. Perintah berpaling di 37:174 tidak disertai ucapan apa pun, dan 43:89 membicarakan keadaan yang lain karena didahului seruan kepada Tuhan. Dari perbandingan itu terlihat bahwa menjauh dapat disertai perkataan atau tidak, tergantung ayatnya. Pembaca yang menjauh dari orang lain dapat bertanya kata terakhir apa yang ditinggalkannya di pintu, dan apakah ada seruan kepada Tuhan yang mendahuluinya seperti di 43:88?