أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ
Maka, apakah azab Kami yang mereka minta disegerakan?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَa-fa-bi-'adzaabinaa yasta'jiluunamaka, apakah azab Kami yang mereka minta disegerakan
Terjemahan per kata (2 kata)
- أَفَبِعَذَابِنَاa-fa-bi-'adzaabinaamaka apakah azab Kami
- يَسْتَعْجِلُونَyasta'jiluunamereka minta disegerakan
Inti bacaan
Frasa (أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ, a-fa-bi-'adzaabinaa yasta'jiluuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 26:204 dan 37:176.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (أَفَبِعَذَابِنَا, a-fa-bi-'adzaabinaa) yang berarti "maka apakah azab Kami". Bentuk ini tersusun dari lima bagian: huruf (أَ, a) yang menandai pertanyaan, (فَ, fa) yang berarti "maka", (بِ, bi) yang berarti "dengan", kata (عَذَابِ, 'adzaabi) yang berarti "azab", dan akhiran (نَا, -naa) yang berarti "Kami". Frasa utuh (أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ, a-fa-bi-'adzaabinaa yasta'jiluuna) hanya muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 26:204 dan 37:176, dan terjemahan kedua ayat itu sama.
Huruf bi pada kata azab menandai apa yang diminta disegerakan. Pola itu terlihat pada (يَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ, yasta'jiluunaka bi-l-'adzaabi) yang berarti "mereka meminta kepadamu agar azab disegerakan", yang muncul tiga kali di dua surah, yaitu 22:47, 29:53, dan 29:54, dan pada (بِالسَّيِّئَةِ, bi-s-sayyi'ati) yang berarti "keburukan" di 13:6 dan 27:46. Bentuk di 37:176 berbeda dari 22:47 dan 29:53 karena tidak memuat akhiran (كَ, -ka) yang berarti "kepadamu", sehingga ayat ini tidak menyebut kepada siapa mereka meminta. Terjemahan memakai "yang mereka minta disegerakan" dan tidak menambahkan "kepadamu".
Kata (يَسْتَعْجِلُونَ, yasta'jiluuna) yang berarti "mereka minta disegerakan" berakar ع-ج-ل. Akar yang sama dipakai di 21:37, (خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ, khuliqa l-insaanu min 'ajalin) yang berarti "manusia diciptakan tergesa-gesa", dan di ayat yang sama (فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ, fa-laa tasta'jiluuni) yang berarti "maka janganlah kalian meminta-Ku menyegerakannya". Kata kerja kedua itu memakai akhiran yang berarti "-Ku" dan menunjuk pihak yang dimintai, sehingga bentuknya memuat tiga unsur: yang meminta, yang dimintai, dan hal yang diminta disegerakan. Di 37:176 tertulis dua unsur saja, yaitu pihak yang meminta lewat akhiran -uuna dan hal yang diminta lewat bi-'adzaabinaa.
Akar ع-ج-ل pada yasta'jiluuna berbeda dari akar أ-ج-ل pada (أَجَلٌ مُسَمًّى, ajalun musamman) yang berarti "waktu yang telah ditetapkan" di 29:53. Huruf pertama kedua akar itu berbeda, dan di 29:53 keduanya berdekatan: mereka meminta azab disegerakan, dan ayat menyatakan bahwa azab itu sudah datang kepada mereka seandainya tidak ada waktu yang telah ditetapkan. Ayat 37:176 tidak memuat kata untuk waktu yang ditetapkan, sehingga terjemahan tidak menambahkan "sebelum waktunya".
Terjemahan memakai "apakah" untuk huruf tanya a dan mempertahankan "Maka," di awal untuk fa. Terjemahan tidak menambahkan "begitu cepat", "sekarang juga", atau "dengan sombong", karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya. Tanda tanya di ujung terjemahan mengikuti huruf tanya a di awal ayat.
Tafsiran
Ayat ini mengganti perintah kepada satu orang di 37:174 dan 37:175 dengan pertanyaan tentang "mereka". Pertanyaan hanya ada di 37:176 dari sepuluh ayat 37:171 sampai 37:180. Ayat 37:175 menyatakan bahwa kelak mereka akan melihat tanpa menyebut apa, dan 37:176 menyebut hal yang mereka minta, yaitu azab. Dari pertanyaan itu terlihat permintaan mereka sendiri: azab Kami yang mereka minta disegerakan.
Kalimat yang sama ada di 26:204, dan ayat sebelumnya, 26:203, memuat ucapan lain, (هَلْ نَحْنُ مُنْظَرُونَ, hal nahnu munzharuuna) yang berarti "apakah kami diberi penangguhan?". Di surah 26 pihak itu meminta penangguhan lalu ditanya tentang permintaan disegerakan, sedangkan di 37:176 pertanyaan itu datang sesudah perintah berpaling dan melihat. Ayat 26:205 sampai 26:207 melanjutkan dengan tahun-tahun kenikmatan lalu datangnya apa yang diancamkan, dan 37:177 melanjutkan dengan turunnya sesuatu di halaman mereka.
Permintaan serupa di tempat lain dijawab dengan alasan. Di 22:47, (وَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ وَعْدَهُ, wa-lan yukhlifa llaahu wa'dahu) yang berarti "padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya", disusul pernyataan bahwa sehari di sisi Tuhanmu seperti seribu tahun menurut hitungan kalian, dan di 29:53 jawabannya adalah waktu yang telah ditetapkan. Di 37:176 jawabannya berupa pertanyaan, dan pembicaraan tentang waktu tidak ada. Ayat 37:177 menjawab dari sisi lain, dengan menyebut apa yang terjadi bila azab itu turun. Ayat 37:176 juga tidak merinci dengan cara apa mereka meminta.
Renungan dan Hikmah
- Di 46:24 pihak yang melihat awan menuju lembah mereka berkata bahwa itu awan yang akan menurunkan hujan, lalu dijawab bahwa itu apa yang mereka minta disegerakan, yaitu angin yang mengandung azab yang pedih. Ayat 46:24 menyangkut kaum lain, dan siapa yang dimaksud di 37:176 tidak ditafsirkan lewat ayat itu. Dari ayat itu terlihat bahwa sesuatu yang diminta disegerakan dapat datang dalam rupa yang tidak dikenali oleh peminta. Pembaca dapat bertanya apa yang pernah diminta agar disegerakan, dan apakah rupa yang mungkin dibawa jawabannya sudah dikenali?
- Di 10:50 diajukan pertanyaan tentang azab-Nya yang datang kepada kalian pada waktu malam atau siang hari, lalu 10:51 bertanya apakah setelah azab itu terjadi kalian baru beriman kepadanya, padahal dahulu kalian selalu meminta agar azab itu disegerakan. Di 10:51 permintaan disegerakan dan keimanan yang datang terlambat ditaruh dalam satu pertanyaan. Ayat 37:176 tidak menyebut keimanan. Pembaca dapat bertanya sikap apa yang diambilnya terhadap sesuatu yang dahulu didesaknya, dan apakah desakan itu pernah berubah menjadi kesediaan menerima setelah sesuatu itu terjadi?
- Di 21:37 manusia disebut diciptakan tergesa-gesa dan dilarang meminta disegerakan, dan di 16:1 ketetapan Allah disebut telah datang sehingga kalian dilarang meminta agar dipercepat, disusul Mahasuci Dia dan tinggi jauh dari apa yang mereka persekutukan. Kedua ayat itu ditujukan kepada orang yang diajak bicara dengan kata kalian, dan keduanya menaruh larangan meminta disegerakan di dekat sebutan tentang manusia dan tentang Allah. Pembaca dapat bertanya apakah ketergesaan yang dikenalnya pada diri sendiri termasuk yang disebut di 21:37, dan apakah pernah ada permintaan agar sesuatu dipercepat tanpa menimbang siapa yang menentukannya?
- Di 22:47 permintaan agar azab disegerakan dijawab bahwa Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, dan bahwa sehari di sisi Tuhanmu seperti seribu tahun menurut hitungan kalian. Hitungan manusia dan hitungan di sisi Tuhanmu diletakkan berdampingan dalam satu kalimat. Ayat 37:176 tidak memuat hitungan apa pun, sehingga ukuran waktu di 22:47 tidak dipakai untuk menetapkan kapan azab di 37:177 turun. Pembaca yang menunggu sesuatu dapat bertanya dengan hitungan siapa lamanya diukur, dan apakah rasa lambat itu berasal dari hitungannya sendiri?
- Di 42:18 dua kelompok dibedakan dari sikapnya terhadap hari kiamat: satu kelompok mendesak agar hari itu segera datang, dan kelompok lain merasa takut kepadanya serta mengetahui bahwa hari itu benar. Ayat itu berbicara tentang hari kiamat dan tidak tentang azab di 37:176. Dari ayat itu terlihat dua sikap terhadap sesuatu yang dijanjikan, yaitu mendesak dan gentar, sedangkan 37:176 hanya mencatat sikap pertama. Pembaca dapat bertanya apakah desakannya pernah disertai rasa takut, dan apa yang dipelajarinya dari ketiadaan rasa takut itu?
- Di 6:57 penutur yang diminta menyegerakan menjawab tidak memiliki apa yang diminta disegerakan, dan bahwa putusan itu milik Allah, yang menerangkan kebenaran dan sebaik-baik pemberi keputusan. Di 37:176 pertanyaannya tidak diikuti jawaban dari pihak yang ditanya, dan kalimat berikutnya berpindah ke syarat, yaitu apabila azab itu turun. Pembaca ayat 37:176 ditinggalkan dengan pertanyaan yang ditujukan kepada mereka tetapi terdengar olehnya. Apa jawaban dalam hati pembaca sebelum kalimat di 37:177 dibaca, dan kepada siapa putusan dikembalikan, seperti 6:57 mengembalikannya kepada Allah?