فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَاءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِينَ
Maka, apabila ia turun di halaman mereka, sangat buruklah pagi orang-orang yang telah diperingatkan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْfa-idzaa nazala bi-saahatihimmaka, apabila ia turun di halaman mereka
- فَسَاءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِينَfa-saa'a shabaahu l-mundzariinasangat buruklah pagi orang-orang yang telah diperingatkan
Terjemahan per kata (6 kata)
- فَإِذَاfa-idzaamaka apabila
- نَزَلَnazalaturun
- بِسَاحَتِهِمْbi-saahatihimdi halaman mereka
- فَسَاءَfa-saa'amaka seburuk-buruk
- صَبَاحُshabaahupagi
- الْمُنْذَرِينَl-mundzariinaorang-orang yang diperingatkan
Inti bacaan
Peringatan tajam: 'apabila azab itu turun. sangat buruklah pagi orang-orang yang telah diperingatkan', kontras antara kesombongan menantang konsekuensi dan kenyataan pahit saat konsekuensi itu benar-benar tiba.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(azab)' tidak dipakai: subjek 'nazala' ('ia turun') diterjemahkan dengan kata ganti netral 'ia', mengikuti bentuk kata kerja Arab yang sudah mengandung subjek tanpa perlu identifikasi eksplisit tambahan berkurung; rujukannya tersirat dari konteks 'adzaabinaa' pada 37:176.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan konsekuensi dari ketergesaan mereka: begitu azab benar-benar turun, penantian mereka berakhir dengan sebaik-buruk kedatangan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut ia turun di halaman mereka. Bukan di kejauhan. Yang datang sampai ke depan rumah, sedekat itu.
- Waktu yang Dia sebut pagi. Jam yang biasanya dimulai dengan harapan. Yang paling menakutkan digambarkan datang pada saat yang paling biasa.
- Yang tertimpa Dia sebut orang-orang yang telah diperingatkan. Bukan yang tak tahu. Yang memberatkan bahwa mereka sudah diberi tahu sebelumnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-z-l, s-w-h, s-w-a, s-b-h, n-dz-r): fa-idhaa nazala bi-saahatihim fa-saa'a sabaahu l-mundhariin diterjemahkan 'buruklah pagi yang diperingatkan' (akar n-z-l + akar s-b-h + akar n-dz-r, sabaah: metafora datangnya azab bak serbuan-fajar (cf. 100:3), setelah peringatan diabaikan). gloss '(siksaan)' dibuang.