وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ حِينٍ
Dan berpalinglah dari mereka sampai suatu waktu,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ حِينٍwa-tawalla 'anhum hattaa hiinindan berpalinglah dari mereka sampai suatu waktu
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَتَوَلَّwa-tawalladan berpalinglah
- عَنْهُمْ'anhumdari mereka
- حَتَّىٰhattaasampai
- حِينٍhiininwaktu tertentu
Inti bacaan
Susunan (تَوَلَّ عَنْهُمْ, tawalla 'anhum) muncul lima kali di empat surah (27:28, 37:174, 37:178, 51:54, 54:6), dan hanya 37:174 dan 37:178 yang menyambungnya dengan (حَتَّىٰ حِينٍ, hattaa hiinin).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَتَوَلَّ, wa-tawalla) yang berarti "dan berpalinglah". Kata kerjanya berakar و-ل-ي dan berbentuk perintah untuk satu orang yang diajak bicara. Bentuk perintah (تَوَلَّ, tawalla) muncul lima kali di empat surah, yaitu 27:28, 37:174, 37:178, 51:54, dan 54:6. Empat dari lima ayat itu membukanya dengan fa atau tsumma, yaitu (فَتَوَلَّ, fa-tawalla) di 37:174, 51:54, dan 54:6, serta (ثُمَّ تَوَلَّ, tsumma tawalla) di 27:28, sedangkan 37:178 membukanya dengan wa. Karena itu terjemahan memakai "dan" di sini dan "maka" di 37:174, sehingga dua ayat yang bunyinya sama selain huruf pertama tetap dapat dibedakan.
Kata kerja ini dipakai di surah yang sama dengan arah yang berlawanan. Di 37:90, (فَتَوَلَّوْا عَنْهُ, fa-tawallaw 'anhu) yang berarti "maka, mereka berpaling darinya" menyebut orang-orang yang tadi diajak bicara Ibrahim di 37:85 dan yang kini membelakanginya. Ayat itu menambahkan (مُدْبِرِينَ, mudbiriina) yang berarti "seraya meninggalkan". Akar و-ل-ي hanya muncul di tiga ayat surah ini, yaitu 37:90, 37:174, dan 37:178. Di 37:90 pelaku berpaling adalah orang banyak, sedangkan di dua ayat lainnya pelaku berpaling adalah satu orang yang menerima perintah, dan kata 'an di ketiganya menunjuk pihak yang ditinggalkan.
Kata (عَنْهُمْ, 'anhum) tersusun dari 'an yang berarti "dari" dan akhiran -hum yang berarti "mereka". Penyebutan jamak terdekat ada di 37:176, (يَسْتَعْجِلُونَ, yasta'jiluuna) yang berarti "mereka minta disegerakan", dan di 37:177, (بِسَاحَتِهِمْ, bi-saahatihim) yang berarti "di halaman mereka". Ayat 37:178 tidak memberi mereka nama baru. Susunan (تَوَلَّ عَنْهُمْ, tawalla 'anhum) di kelima tempatnya menunjuk pihak yang ditinggalkan lewat akhiran -hum tanpa nama. Terjemahan memakai "berpaling" dan tidak memakai "menolak" atau "membenci", karena ayat ini tidak memuat kata untuk perasaan terhadap mereka.
Kata (حَتَّىٰ, hattaa) yang berarti "sampai" menyambungkan perintah itu dengan batasnya. Kata (حِينٍ, hiinin) yang berarti "waktu" berakar ح-ي-ن dan berakhiran -in yang menandai benda tak tentu, sehingga terjemahan memakai "suatu waktu" dan tidak memakai "waktu itu". Frasa (حَتَّىٰ حِينٍ, hattaa hiinin) muncul enam kali di empat surah, yaitu 12:35, 23:25, 23:54, 37:174, 37:178, dan 51:43. Di 23:54, (فَذَرْهُمْ فِي غَمْرَتِهِمْ حَتَّىٰ حِينٍ, fa-dzarhum fii ghamratihim hattaa hiinin) berarti "maka biarkanlah mereka dalam kelalaian mereka sampai suatu waktu", dan di 51:43, (تَمَتَّعُوا حَتَّىٰ حِينٍ, tamatta'uu hattaa hiinin) berarti "bersenang-senanglah sampai suatu waktu". Terjemahan memakai "suatu waktu" di kedua ayat itu, dan di 23:25 serta 37:174 juga.
Bentuk hiinin yang berdiri sendiri muncul lima belas kali di dua belas surah, yaitu 2:36, 7:24, 10:98, 12:35, 14:25, 16:80, 21:111, 23:25, 23:54, 36:44, 37:148, 37:174, 37:178, 38:88, dan 51:43. Di 37:148, (فَمَتَّعْنَاهُمْ, fa-matta'naahum) yang berarti "maka, Kami beri mereka kenikmatan hidup" disusul hiinin sebagai batasnya, dan pihak yang memberi disebut lewat akhiran -naa, yaitu "Kami". Di 37:178 tidak ada pihak yang disebut bagi waktu itu, dan ayat ini tidak menyatakan kapan waktu itu berakhir atau siapa yang mengakhirinya.
Tanda koma di ujung terjemahan menyambungkan ayat ini dengan 37:179, yang dibuka dengan (وَأَبْصِرْ, wa-abshir) yang berarti "dan lihatlah".
Tafsiran
Ayat ini mengulang perintah 37:174 sesudah gambaran 37:177, dan alasan baru bagi pengulangan itu tidak dicantumkan. Perintah pertama berdiri sesudah jaminan pertolongan di 37:171 sampai 37:173. Perintah kedua berdiri sesudah pertanyaan di 37:176 tentang azab yang diminta disegerakan dan sesudah pernyataan di 37:177 bahwa apabila yang diminta itu turun di halaman mereka, pagi orang-orang yang telah diperingatkan menjadi sangat buruk. Pembaca menerima isi perintah yang sama dari dua keadaan yang berbeda, sementara kabar di sekelilingnya berganti.
Batas waktunya juga tidak bergeser. Frasa penutup kedua ayat itu sama, dan jaminan di 37:173 maupun gambaran di 37:177 tidak diberi tanggal. Dapat dibaca bahwa waktu itu berakhir pada kedatangan yang digambarkan 37:177, tetapi 37:178 tidak menghubungkan keduanya dengan kata penunjuk waktu, jadi hubungan itu tetap pembacaan.
Perintah berpaling di tempat lain disusul keterangan atau perintah lain. Di 32:30, (فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَانْتَظِرْ إِنَّهُمْ مُنْتَظِرُونَ, fa-a'ridh 'anhum wa-ntazhir innahum muntazhiruuna) yang berarti "maka, berpalinglah dari mereka dan tunggulah. Sesungguhnya mereka pun menunggu", alasannya adalah bahwa pihak yang ditinggalkan juga menunggu. Di 27:28 perintah berpaling disusul (فَانْظُرْ, fa-nzhur) yang berarti "lalu perhatikanlah", dan di 51:54 alasannya, (فَمَا أَنْتَ بِمَلُومٍ, fa-maa anta bi-maluumin), menyatakan bahwa orang yang diperintah bukan orang yang tercela. Di 37:178 ayat itu sendiri tidak memuat alasan. Alasan yang terdekat ada di ayat berikutnya, (فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ, fa-sawfa yubshiruuna) yang berarti "maka, kelak mereka akan melihat", dan 37:178 tidak menyatakan bahwa kalimat itu adalah alasannya.
Renungan dan Hikmah
- Perintah yang sama diterima dalam dua keadaan yang berlawanan, sesudah jaminan pertolongan dan sesudah gambaran azab, dan bunyinya tetap sama sampai ke batas waktunya. Orang yang terbiasa menunggu instruksi baru setiap kali keadaan berganti dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak memberinya apa-apa selain perintah yang lama. Di 37:180 muncul sebutan Tuhanmu, yang ditujukan kepada satu orang laki-laki seperti perintah di ayat ini. Kabar yang naik dan turun di sekeliling perintah itu tidak mengubah isinya. Ketika kabar menjadi lebih berat, apakah pembaca lebih dulu mencari perintah baru, atau memeriksa apakah perintah yang lama sudah dijalankan?
- Perintah ini punya batas, tetapi batasnya tidak diberi tanggal dan tidak disebut siapa yang mengakhirinya. Orang yang diperintah mendapat arah gerak tanpa mendapat jam. Pembaca yang pernah menunggu hasil sesuatu dapat memeriksa apakah tenggat buatannya sendiri sudah terpasang pada orang yang sedang ditinggalkannya. Di 51:43 frasa yang sama diucapkan kepada kaum Tsamud, dan 51:44 mencatat mereka bersikap angkuh terhadap perintah Tuhan mereka lalu disambar petir selagi mereka menyaksikan. Di sana waktu itu berujung pada sebuah peristiwa, sedangkan ayat 37:178 tidak mencatat peristiwa akhirnya. Apa yang dikerjakan pembaca dalam masa yang batasnya tertulis suatu waktu, dan siapa yang dianggapnya berwenang menutup masa itu?
- Di 37:168 dan 37:169 orang-orang berkata bahwa seandainya di sisi mereka ada peringatan dari orang-orang terdahulu, niscaya mereka menjadi hamba-hamba Allah yang dimurnikan, dan 37:170 mencatat bahwa mereka kufur ketika peringatan itu ada. Ucapan berandai-andai itu dicatat bersama jawaban mereka ketika peringatan datang. Ayat 37:178 tidak menyatakan apakah akhiran -hum menunjuk orang-orang itu, dan pembaca yang membaca keduanya berurutan dapat bertanya apakah mereka orang yang sama. Pembaca juga dapat mengingat kalimat sejenis yang pernah diucapkannya sendiri, yaitu pengandaian bahwa jika sesuatu ada, kebaikan pasti menyusul. Kapan terakhir kali pembaca memeriksa apa yang terjadi ketika sesuatu itu benar-benar datang?
- Di surah ini kata kerja berpaling pertama kali dipakai untuk orang banyak yang meninggalkan Ibrahim. Di 37:90 orang-orang itu berpaling tepat sesudah Ibrahim berkata bahwa dirinya sakit. Ayat 37:84 menyebut Ibrahim datang kepada Tuhannya dengan hati yang selamat, jadi yang dibelakangi di 37:90 adalah orang yang menurut ayat itu datang kepada Tuhannya. Di 37:174 dan 37:178 kata kerja yang sama muncul sebagai perintah bagi satu orang. Pembaca dapat berada di kedua sisi tindakan berpaling pada waktu yang berbeda, sebagai pihak yang membelakangi dan sebagai pihak yang dibelakangi. Apakah pembaca ingat bagaimana rasanya ditinggalkan orang yang masih diajaknya bicara, sebelum memutuskan kapan giliran berbalik tiba?
- Pihak yang ditinggalkan hanya dikenali dari apa yang mereka minta di 37:176 dan dari halaman tempat azab itu turun di 37:177. Orang yang pernah menjauhi seseorang dapat memeriksa julukan apa yang disematkannya pada orang itu selama menjauh. Perintah di ayat ini tidak membawa julukan, hanya arah dan batas waktu. Pembaca yang menyusun sebutan untuk orang yang ditinggalkannya mungkin mendapati sebutan itu lebih panjang daripada isi perintah yang diterimanya. Apa yang tersisa dari sebuah perintah berpaling, bila semua sebutan untuk pihak yang ditinggalkan dilepaskan?
- Perintah di ayat ini ditujukan kepada satu orang, sedangkan pihak yang ditinggalkan disebut dengan bentuk jamak. Pembaca yang membaca ayat ini sendirian dapat bertanya di sisi mana dirinya ditempatkan, apakah di sisi yang menerima perintah atau di sisi yang disebut sebagai mereka. Kedua tempat itu sama-sama ada dalam ayat, dan kalimatnya tidak memberi petunjuk tambahan tentang siapa yang duduk di tempat mana. Pembaca yang melewati perintah ini pertama kali di 37:174 bertemu tempat duduk yang sama untuk kedua kalinya sesudah tiga ayat di antaranya. Apakah pembaca memilih tempat duduk yang sama pada pertemuan kedua, atau pindah ke tempat lain ketika kabar di antaranya berubah?