وَأَبْصِرْ فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ
Dan lihatlah! Maka, kelak mereka akan melihat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَأَبْصِرْwa-abshirdan lihatlah
- فَسَوْفَ يُبْصِرُونَfa-sawfa yubshiruunamaka, kelak mereka akan melihat
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَأَبْصِرْwa-abshirdan lihatlah
- فَسَوْفَfa-sawfamaka kelak
- يُبْصِرُونَyubshiruunamelihat
Inti bacaan
Kata kerja perintah (أَبْصِرْ, abshir) muncul empat kali di Al-Qur'an (18:26, 19:38, 37:175, 37:179), dan di dua ayat terakhir kata itu berdiri tanpa pasangan (أَسْمِعْ, asmi').
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَأَبْصِرْ, wa-abshir) yang berarti "dan lihatlah". Kata kerja abshir berakar ب-ص-ر, berbentuk perintah untuk satu orang, dan tidak disertai akhiran yang menunjuk benda yang dilihat. Bentuk (أَبْصِرْ, abshir) muncul empat kali di tiga surah, yaitu 18:26, 19:38, 37:175, dan 37:179. Di 37:175 bunyinya (وَأَبْصِرْهُمْ, wa-abshirhum) yang berarti "dan lihatlah mereka", dengan akhiran -hum yang menunjuk pihak yang dilihat. Di 37:179 akhiran itu tidak ada, dan terjemahan tidak menambahkan benda atau pihak apa pun sesudah "lihatlah".
Dua kemunculan lainnya memasangkan kata ini dengan kata kerja mendengar. Di 18:26, (أَبْصِرْ بِهِ وَأَسْمِعْ, abshir bihi wa-asmi') berarti "alangkah tajam penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya", dan di 19:38, (أَسْمِعْ بِهِمْ وَأَبْصِرْ, asmi' bihim wa-abshir) berarti "alangkah tajam pendengaran dan penglihatan mereka". Di kedua ayat itu huruf bi- menyertai salah satu kata kerja dan menunjuk satu pihak lewat kata ganti. Di 37:175 dan 37:179 tidak ada asmi' dan tidak ada bi-, sehingga terjemahan memakai "lihatlah" sebagai perintah biasa dan tidak memakai "alangkah tajam".
Bagian kedua ayat ini, (فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ, fa-sawfa yubshiruuna), tersusun dari fa yang berarti "maka", (سَوْفَ, sawfa) yang menandai masa depan dan diterjemahkan "kelak", serta (يُبْصِرُونَ, yubshiruuna) yang berarti "mereka akan melihat". Kalimat itu berbunyi sama di 37:175 dan tidak ada di tempat lain. Kata yubshiruuna sendiri muncul dua belas kali di delapan surah. Enam di antaranya didahului kata tidak, yaitu 2:17, 7:179, 7:198, 10:43, 11:20, dan 36:9. Tiga berupa pertanyaan, yaitu 7:195, 32:27, dan 36:66. Tiga berupa pernyataan tentang masa depan, yaitu 37:175, 37:179, dan 68:5.
Di 68:5, (فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُونَ, fa-sa-tubshiru wa-yubshiruuna) yang berarti "kelak engkau akan melihat dan mereka pun akan melihat", pihak yang diajak bicara dan pihak yang disebut mereka sama-sama diberi kata kerja masa depan. Di 37:179 pembagiannya berbeda: pihak yang diajak bicara menerima perintah untuk melihat, dan kata kelak hanya dipasang pada mereka. Terjemahan menjaga pembagian itu dengan "Dan lihatlah!" untuk bagian pertama dan "Maka, kelak mereka akan melihat" untuk bagian kedua.
Pola fa dan sawfa dengan kata kerja jamak orang ketiga muncul juga di 37:170 dengan kata mengetahui, (فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ, fa-sawfa ya'lamuuna) yang berarti "maka, kelak mereka akan mengetahui". Frasa itu muncul enam kali di lima surah, yaitu 15:3, 15:96, 29:66, 37:170, 40:70, dan 43:89. Terjemahan memakai "mengetahui" untuk akar ع-ل-م dan "melihat" untuk akar ب-ص-ر, sehingga dua kata kerja itu tetap terbedakan di ayat-ayat surah ini. Tanda seru sesudah "lihatlah" memisahkan perintah dari pernyataan sesudahnya, seperti di 37:175.
Tafsiran
Ayat ini menutup deretan perintah di surah As-Saffat. Dari 37:174 sampai 37:179 ada empat kata kerja perintah kepada satu orang, yaitu 37:174, 37:175, 37:178, dan 37:179, dan sesudah ayat ini tidak ada lagi kata kerja perintah di surah ini. Keempatnya membentuk dua pasangan, berpaling lalu melihat, dengan pertanyaan di 37:176 dan gambaran kedatangan di 37:177 di antara pasangan pertama dan kedua.
Pasangan kedua berbeda dari yang pertama pada penyebutan pihak yang dilihat. Di 37:175 pihak yang dilihat disebut lewat -hum, sedangkan di 37:179 tidak disebut. Dapat dibaca bahwa 37:177 sudah menggambarkan apa yang dapat dilihat, yaitu azab turun di halaman mereka dan pagi yang buruk bagi orang yang telah diperingatkan, sehingga 37:179 tidak perlu mengulang penyebutannya. Pembacaan ini tidak dinyatakan oleh 37:179, yang tidak menyebut apa yang dilihat dan tidak menyebut kapan kelak itu tiba.
Kata kerja kelak di surah ini bergeser dari mengetahui ke melihat. Di 37:170 ayat memakai kata mengetahui, sesudah mencatat bahwa mereka kufur. Di 37:175 dan 37:179 ayat memakai kata melihat. Pergeseran itu searah dengan isi surah, sebab 37:176 membicarakan azab yang diminta disegerakan dan 37:177 membicarakan azab yang tiba di halaman. Dapat dibaca bahwa kata melihat dipilih karena yang dibicarakan sudah mendekat, tetapi 37:179 tidak menyatakan alasan pergeseran itu.
Dua bagian ayat ini mengatur waktu secara berlainan. Perintah melihat berlaku sekarang bagi yang diajak bicara, dan melihat oleh mereka ditunda ke kelak. Di antara keduanya tidak ada ayat yang menyatakan lama jarak itu. Sesudah ayat ini surah berpindah dari bahasa perintah dan kelak ke bahasa penyucian di 37:180.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini memberi dua waktu untuk satu kata kerja. Pihak yang diajak bicara disuruh melihat sekarang, dan mereka baru akan melihat kelak. Selama jarak itu belum selesai, ada satu pihak yang sudah memandang dan satu pihak yang belum. Pembaca dapat memikirkan keadaan ketika lebih dulu memandang sesuatu yang belum dilihat orang-orang di sekitarnya, dan apa yang dikerjakannya dengan pengetahuan itu selama menunggu mereka. Ayat ini tidak mencatat bahwa yang disuruh melihat harus menyampaikan sesuatu kepada mereka. Perintahnya berhenti pada melihat. Di 18:26 kata melihat yang berakar sama dipakai untuk penglihatan-Nya, yaitu penglihatan Allah yang memiliki segala yang tersembunyi di langit dan di bumi, dan ayat itu tidak dipakai untuk menafsirkan 37:179. Dari mana pembaca merasa berhak berbuat lebih dari yang diminta oleh sebuah perintah untuk melihat?
- Kata kerja melihat di 37:179 tidak diikuti benda apa pun, padahal di 37:175 benda itu disebut. Ruang kosong itu terbuka bagi pembaca, dan pembaca dapat mengisinya dengan apa yang paling ditakutinya atau paling diharapkannya. Ayat ini sendiri tidak mengisinya. Apa yang dipasang pembaca di tempat itu mengatakan sesuatu tentang pembaca sendiri. Pembaca yang menyebut isinya dengan cepat mungkin sedang berbicara tentang dirinya sendiri. Apa yang pertama kali terlintas di ruang kosong sesudah kata lihatlah, dan dari mana benda itu datang?
- Di 37:170 kata kerja kelak adalah mengetahui, dan di 37:175 serta 37:179 adalah melihat. Pembaca yang pernah diberi kabar tentang sesuatu lama sebelum melihatnya dapat membedakan dua keadaan itu dalam dirinya. Kabar bisa dipercaya atau diabaikan, dan sesuatu yang hadir di depan mata tidak lagi memberi pilihan itu. Ayat 37:176 menyebut azab milik Kami yang diminta disegerakan, dan 37:177 menyebut azab itu turun di halaman, dan dua ayat itu menaruh azab lebih dulu sebagai sesuatu yang diminta, lalu sebagai sesuatu yang turun. Apakah pembaca lebih banyak mempercayai kabar yang sudah ia dengar atau menunggu sampai kabar itu berada di depan matanya?
- Di 7:179 mereka memiliki mata yang tidak mereka pergunakan untuk melihat, dan di 2:17 Allah melenyapkan cahaya mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Dua ayat itu menyebut dua cara untuk tidak melihat, yaitu mata yang ada tetapi tidak dipakai dan cahaya yang dilenyapkan. Ayat 37:179 tidak menyebut sebab dari kata kelak, dan dua ayat tadi tidak dipakai untuk menafsirkan ayat ini. Ketika sesuatu sudah ada di depannya tetapi belum terlihat, apakah pembaca menyebut sebabnya cahaya yang tidak ada, atau mata yang belum dipakai?
- Di 32:27 pertanyaannya adalah apakah mereka tidak melihat, dan ayat yang sama menyebut Kami menggiring air ke bumi yang tandus lalu mengeluarkan tanam-tanaman darinya. Di 37:179 melihat berbentuk perintah kepada satu orang dan pernyataan tentang mereka. Ayat 32:27 menaruh sesuatu yang dapat dilihat setiap hari, dan 37:179 tidak menyebut benda yang dilihat, jadi keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat membedakan dua macam penglihatan, yaitu atas hal-hal yang sudah terhidang di sekelilingnya dan atas hal-hal yang baru terlihat kelak. Apakah pembaca sudah selesai memperhatikan yang pertama sebelum menunggu yang kedua?
- Ayat 37:179 memuat kata kerja perintah terakhir di surah ini, dan 37:180 sampai 37:182 tidak memuat satu pun. Sesudah perintah berpaling dan melihat, ayat yang menyusul adalah penyucian bagi Tuhanmu, salam atas para rasul, dan puji bagi Allah. Pembaca yang terbiasa menyusun hari dengan daftar tugas dapat memperhatikan bahwa surah ini berakhir pada bagian yang tidak memberinya tugas. Ayat-ayat penutup itu berbicara tentang Allah dan para rasul, dan tidak tentang apa yang harus dikerjakan. Apa yang tersisa bagi pembaca pada saat tidak ada lagi perintah berikutnya, dan ke arah mana pandangannya berpindah?