وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ

dan kesejahteraan atas para rasul,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَwa-salaamun 'alaa l-mursaliinadan kesejahteraan atas para rasul

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَسَلَامٌwa-salaamundan kesejahteraan
  2. عَلَى'alaaatas
  3. الْمُرْسَلِينَl-mursaliinapara rasul

Inti bacaan

Susunan (سَلَامٌ عَلَى, salaamun 'alaa) muncul enam kali di Al-Qur'an (27:59, 37:79, 37:109, 37:120, 37:130, 37:181), dan di empat dari keenam ayat itu penerimanya adalah seorang atau dua orang bernama.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَسَلَامٌ, wa-salaamun) yang berarti "dan kesejahteraan". Kata (سَلَامٌ, salaamun) berakar س-ل-م dan berakhiran tanwin, tanda benda tak tentu, sehingga terjemahan memakai "kesejahteraan" tanpa "itu". Padanan itu sama dengan yang dipakai di 37:79, 37:109, 37:120, dan 37:130. Susunan (سَلَامٌ عَلَى, salaamun 'alaa) muncul enam kali di dua surah, yaitu 27:59, 37:79, 37:109, 37:120, 37:130, dan 37:181. Empat ayat surah ini memuatnya tanpa huruf pembuka, sedangkan (وَسَلَامٌ عَلَى, wa-salaamun 'alaa) hanya muncul dua kali, yaitu di 27:59 dan 37:181. Huruf wa diterjemahkan "dan" dan menyambungkan ayat ini dengan ayat sebelumnya.

Kata (عَلَى, 'alaa) yang berarti "atas" menunjuk penerima kesejahteraan. Di 37:79 penerimanya (نُوحٍ, nuuhin) dengan tambahan (فِي الْعَالَمِينَ, fii l-'aalamiina) yang berarti "di seisi alam". Di 37:109 penerimanya (إِبْرَاهِيمَ, ibraahiima), di 37:120 (مُوسَىٰ وَهَارُونَ, muusaa wa-haaruuna), dan di 37:130 yang bernama Ilyasin. Di keempat ayat itu penerimanya ditunjuk dengan nama. Di 37:181 penerimanya ditunjuk dengan (الْمُرْسَلِينَ, l-mursaliina) yang berarti "para rasul", tanpa nama dan tanpa tambahan "di seisi alam".

Kata mursaliina berakar ر-س-ل dan berbentuk jamak dengan kata sandang al-. Bentuk (الْمُرْسَلِينَ, l-mursaliina) muncul dua puluh empat kali di sepuluh surah, yaitu 2:252, 6:34, 6:48, 7:6, 7:77, 15:80, 18:56, 25:20, 26:21, 26:105, 26:123, 26:141, 26:160, 26:176, 28:7, 28:65, 36:3, 36:20, 37:37, 37:123, 37:133, 37:139, 37:171, dan 37:181. Enam di antaranya ada di surah ini, dan terjemahan memakai "para rasul" di keenamnya. Di 37:123, 37:133, dan 37:139 bunyinya (لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ, la-mina l-mursaliina) yang berarti "benar-benar termasuk para rasul", masing-masing untuk Ilyas, Lut, dan Yunus. Di 37:171 bunyinya (لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَ, li-'ibaadinaa l-mursaliina) yang berarti "bagi hamba-hamba Kami para rasul".

Dari sebaran itu terlihat siapa saja yang disebut dengan kata ini di surah ini. Lut di 37:133 dan Yunus di 37:139 disebut dengan (لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ, la-mina l-mursaliina), tetapi ayat-ayat tentang mereka tidak memuat kesejahteraan atas mereka. Nuh, Ibrahim, Musa, dan Harun menerima kesejahteraan dengan nama, dan tidak disebut dengan kata mursaliina di surah ini. Terjemahan menyebut hanya "para rasul" dan tidak menambahkan nama, karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.

Ayat ini tidak memuat kata kerja. Terjemahan karena itu tidak memakai "semoga" atau "dilimpahkan", yang menuntut pelaku dan permohonan, dan tetap memakai kata benda "kesejahteraan" seperti di empat ayat sebelumnya. Tanda koma di ujung terjemahan menyambungkan ayat ini dengan 37:182, yang dibuka dengan (وَالْحَمْدُ لِلَّهِ, wa-l-hamdu li-llaahi) yang berarti "dan segala puji bagi Allah".

Tafsiran

Ayat ini mempertahankan satu baris dari rumus empat baris yang berulang di tengah surah, dan membuang tiga baris lainnya. Rumus itu terdiri dari empat ayat berurutan untuk Nuh, Ibrahim, Musa dan Harun, serta Ilyasin. Baris pertama berbunyi bahwa Kami meninggalkan sesuatu di kalangan orang-orang yang datang kemudian, yaitu di 37:78, 37:108, 37:119, dan 37:129. Baris kedua adalah kesejahteraan atas penerimanya, di 37:79, 37:109, 37:120, dan 37:130. Baris ketiga menyatakan bahwa demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan, di 37:80, 37:110, 37:121, dan 37:131, dan baris keempat menyebut penerimanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman, di 37:81, 37:111, 37:122, dan 37:132. Di 37:181 hanya baris kedua yang muncul, dengan penerima yang berganti dari satu nama menjadi satu golongan.

Golongan itu sudah disebut di bagian penutup yang sama. Di 37:171 para rasul menjadi penerima janji bahwa perkataan Kami telah tetap bagi mereka, sedangkan di 37:181 mereka menjadi penerima kesejahteraan. Di antara kedua ayat itu ada janji pertolongan, perintah kepada satu orang, pertanyaan tentang azab, dan penyucian, yaitu 37:172 sampai 37:180, dan golongan yang sama membuka serta menutupnya.

Ayat ini juga melengkapi pembagian kesejahteraan di surah ini. Dapat dibaca bahwa 37:181 menjangkau Lut dan Yunus, yang menerima sebutan para rasul tetapi tidak menerima baris kesejahteraan dalam kisah mereka. Keanggotaan Nuh, Ibrahim, Musa, dan Harun dalam golongan itu tetap terbuka, karena surah ini tidak memakai kata tersebut untuk mereka dan ayat ini tidak menyebut nama.

Di 27:59 kesejahteraan atas hamba-hamba yang dipilih menyusul pujian bagi Allah dan didahului perintah mengucapkan, (قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسَلَامٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ, quli l-hamdu li-llaahi wa-salaamun 'alaa 'ibaadihi) yang berarti "Katakanlah, segala puji bagi Allah dan salam sejahtera atas hamba-hamba-Nya". Di 37:181 kesejahteraan itu menyusul penyucian di 37:180 dan mendahului pujian di 37:182, serta tidak didahului perintah mengucapkan. Ayat ini berdiri di antara dua ayat yang menyebut Tuhan, dan isinya tentang para rasul.

Renungan dan Hikmah

  • Nama-nama penerima di empat ayat sebelumnya hilang dari 37:181, dan yang tersisa adalah sebuah golongan. Pembaca yang terbiasa mengukur penghargaan dari disebutnya nama dapat memperhatikan bahwa surah ini menutup rangkaian penghargaannya tanpa satu nama pun. Di antara pekerjaan baik yang namanya tidak pernah tercatat, adakah yang pembaca kenal dari dekat dan belum pernah disebutnya?
  • Lut dan Yunus disebut termasuk para rasul di surah ini, tetapi kisah mereka berakhir tanpa baris kesejahteraan, sedangkan empat penerima lain mendapatkannya dengan nama. Kisah Lut berakhir dengan kebinasaan golongan lain di 37:136 dan kisah Yunus berakhir dengan kaumnya yang beriman di 37:148. Ayat 37:181 menaruh satu ucapan untuk seluruh golongan di ujung surah, lama sesudah kisah mereka selesai. Pembaca yang pernah menyelesaikan pekerjaan tanpa ada yang mengucapkan sesuatu pada saat selesai dapat membaca ayat ini sebagai ucapan yang datang terlambat. Ucapan terima kasih apa yang pernah tertunda lama sebelum sampai kepada orang yang berhak menerimanya?
  • Rumus empat ayat untuk tiap penerima menjadi satu ayat untuk seluruh golongan, lalu 37:182 langsung menyebut puji bagi Allah. Pembaca yang pernah bekerja bertahun-tahun mungkin mendapati sambutan akhirnya hanya sepanjang satu kalimat, dan ayat ini menunjukkan sebuah surah dapat berakhir seperti itu. Berapa panjang ucapan penutup yang pembaca harapkan atas pekerjaan panjangnya, dan apakah cukup baginya bila ucapan itu satu baris?
  • Dua ayat yang memuat kesejahteraan dan puji bagi Allah, yaitu 27:59 dan 37:181, mengurutkan keduanya secara berlawanan, dan keduanya tidak saling menafsirkan. Pembaca dapat memperhatikan urutan ucapannya sendiri ketika menyudahi sesuatu, apakah menyapa orang-orang yang bekerja lebih dulu atau memuji Tuhan lebih dulu. Apa yang pertama kali pembaca ucapkan sesudah sebuah perjalanan panjang berakhir?
  • Di 37:169 orang-orang berkata bahwa mereka akan menjadi hamba-hamba Allah yang dimurnikan seandainya ada peringatan, dan 37:170 mencatat bahwa mereka kufur. Di 37:171 para rasul disebut hamba-hamba Kami, dan di 27:59 hamba-hamba yang dipilih disebut milik-Nya. Dua tempat itu menaruh sebutan hamba di dua posisi, sebagai ucapan pihak yang berandai-andai di 37:169 dan sebagai sebutan dari pihak yang memilih di 27:59. Pembaca dapat menimbang sebutan apa yang pernah dipasangnya pada dirinya sendiri sebelum ada pihak yang memberikannya, dan apakah sebutan itu masih diucapkannya. Siapa yang menurut pembaca berhak memberi sebutan sebagai hamba yang dipilih?
  • Di 37:78, 37:108, 37:119, dan 37:129 ada pernyataan bahwa Kami meninggalkan sesuatu di kalangan orang-orang yang datang kemudian, dan tiap kali kesejahteraan atas penerimanya menyusul di ayat berikutnya. Pembaca termasuk orang yang datang kemudian bagi para rasul, dan kalimat di 37:181 sampai kepada pembaca sebagai bacaan, walau ditujukan kepada orang lain. Ayat ini tidak menyatakan bahwa kesejahteraan itu yang ditinggalkan, dan hubungan itu hanya pembacaan. Pembaca yang membuka sebuah kitab yang usianya jauh lebih tua dari dirinya dapat memperhatikan bahwa ucapan yang ditujukan kepada orang lain tetap terbaca olehnya. Ketika pembaca menyampaikan sesuatu kepada seseorang, siapa lagi yang akan membacanya sesudah waktu berlalu jauh?