وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Segala puji bagi Allah, Tuhan seisi alam.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَالْحَمْدُ لِلَّهِwa-l-hamdu li-llaahidan segala puji bagi Allah
  2. رَبِّ الْعَالَمِينَrabbi l-'aalamiinaTuhan seisi alam

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَالْحَمْدُwa-l-hamdudan segala puji
  2. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  3. رَبِّrabbiTuhan
  4. الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam

Inti bacaan

Penutup surah 'segala puji bagi Allah, Tuhan seisi alam', pengakuan final kepada sumber tertinggi setelah seluruh rangkaian kisah dan argumen, menutup dengan keseimbangan menghormati perantara dan memuji sumber utama.

Penjelasan pilihan kata

Ayat penutup surah ini menggemakan pembukaan Surah Al-Fatihah ('al-hamdu lillaahi rabbi l-aalamiina'), sebuah doksologi yang menutup rangkaian panjang kisah dan polemik dengan pujian menyeluruh.

Tafsiran

Ayat ini menutup Surah As-Saffat dengan pujian universal: setelah seluruh kisah nabi, pembongkaran klaim, dan jaminan pertolongan, surah berakhir dengan pengakuan bahwa segala puji sesungguhnya kembali kepada Tuhan seisi alam.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menutup surah ini dengan segala puji bagi-Nya, Tuhan seisi alam. Bukan dengan ancaman. Uraian panjang tentang para nabi dan penolakan berakhir pada satu kalimat syukur.
  • Sebutan yang dipakai Tuhan seisi alam. Bukan Tuhan orang beriman. Pujian di penutup mencakup seluruh yang ada, termasuk yang menolak.
  • Allah menyusun tiga penutup: penyucian, salam atas para rasul, lalu pujian. Bertingkat. Dari menyucikan, ke menyapa, ke bersyukur.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'jenis-jenis makhluk yang diciptakan… bentuk jamak ini dipakai justru karena mencakup manusia'.