بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah, Ar-Rahman, Sang Pengasih.
ص ۚ وَالْقُرْآنِ ذِي الذِّكْرِ
Saad. Demi Al-Qur'an yang mengandung peringatan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- صshaadSad
- وَالْقُرْآنِ ذِي الذِّكْرِwa-l-qur'aani dzii dz-dzikridemi Al-Qur'an yang mengandung peringatan
Terjemahan per kata (4 kata)
- صshaadSaad
- وَالْقُرْآنِwa-l-qur'aanidemi Al-Qur'an
- ذِيdziipemilik
- الذِّكْرِdz-dzikriperingatan
Inti bacaan
Bentuk (ذِي الذِّكْرِ, dzii dz-dzikri) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:1.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan satu huruf, (ص, shaad), yang dalam terjemahan ditulis "Saad". Data morfologi menandai huruf ini sebagai huruf pembuka tanpa akar dan tanpa bentuk dasar, sehingga tidak ada kata Arab yang bisa ditelusuri ke sebuah arti, dan terjemahan hanya menuliskan bunyinya. Huruf yang sama menutup rangkaian di 7:1, yang diterjemahkan "Alif Laam Miim Saad", dan di 19:1, "Kaaf Haa Yaa Ain Saad". Di kedua ayat itu huruf ini berdampingan dengan huruf lain, sedangkan di 38:1 huruf ini berdiri sendiri. Ada tiga ayat yang dibuka satu huruf tunggal, yaitu 38:1, 50:1 dengan (ق, qaaf), dan 68:1 dengan (ن, nuun), dan di ketiganya huruf itu langsung disusul sumpah dalam ayat yang sama.
Kata (وَالْقُرْآنِ, wa-l-qur'aani) tersusun dari wa, kata sandang al-, dan qur'aan, nama kitab yang berakar ق-ر-أ. Bentuk persis ini muncul empat kali di empat surah, yaitu 9:111, 36:2, 38:1, dan 50:1. Di 9:111 bentuk ini menjadi nama ketiga dalam daftar kitab, (وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ, wa-l-injiili wa-l-qur'aani) sesudah Taurat, sehingga wa berarti "dan" dan ayatnya terbaca "Taurat, Injil, dan Al-Qur'an". Di 36:2, 38:1, dan 50:1 wa didahului huruf pembuka saja, tanpa kata yang bisa disambungnya, dan terjemahan memakai "demi", sama seperti 68:1 untuk "demi pena". Ayat ini tidak memuat kata kerja sumpah dan tidak menyebut siapa yang bersumpah. Tertulis wa dan benda yang dijadikan sumpah, tidak lebih.
Kata (ذِي, dzii) berarti "pemilik", dan terjemahan memakainya bila yang disebut Allah atau seorang manusia, misalnya (ذِي الْعَرْشِ, dzii l-'arsyi) di 17:42, "Pemilik Arasy", dan (ذِي الطَّوْلِ, dzii th-thawli) di 40:3, "Pemilik karunia". Bila yang disebut sebuah kitab atau benda, terjemahan memakai kata yang menunjuk isinya. Di 39:28, (غَيْرَ ذِي عِوَجٍ, ghayra dzii 'iwajin) menjadi "yang tidak ada kebengkokan di dalamnya" untuk Al-Qur'an, dan di 77:30, (ذِي ثَلَاثِ شُعَبٍ, dzii tsalaatsi syu'abin) menjadi "yang mempunyai tiga cabang" untuk naungan. Ayat ini mengikuti 39:28 dengan "yang mengandung peringatan". Bentuk (ذِي الذِّكْرِ, dzii dz-dzikri) hanya muncul di 38:1.
Kata (الذِّكْرِ, dz-dzikri) berakar ذ-ك-ر dan diterjemahkan "peringatan". Kata benda dari akar ini muncul delapan kali di tujuh ayat surah 38 sendiri, yaitu 38:1, 38:8 (dua kali), 38:32, 38:43, 38:46, 38:49, dan 38:87, dan terjemahan memakai tiga padanan menurut apa yang ditunjuknya. Di 38:8, (أَأُنْزِلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ مِنْ بَيْنِنَا, a-unzila 'alayhi dz-dzikru min bayninaa) berarti "Apakah peringatan diturunkan kepadanya, di antara kita?", dan di 38:49, (هَٰذَا ذِكْرٌ, haadzaa dzikrun) berarti "Ini adalah suatu peringatan". Di 38:8, 38:49, dan 38:87 kata ini menyebut sesuatu yang diturunkan, ditunjuk dengan "ini", atau ditujukan bagi seisi alam, yaitu benda yang diterima orang, dan "peringatan" cocok untuk benda semacam itu. Di 38:32, (عَنْ ذِكْرِ رَبِّي, 'an dzikri rabbii) berarti "mengingat Tuhanku", dan di 38:46, (ذِكْرَى الدَّارِ, dzikraa d-daari) berarti "mengingat negeri akhirat"; di dua ayat itu kata ini menyebut perbuatan mengingat sesuatu. Di 38:43, (وَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِ, wa-dzikraa li-ulii l-albaabi) berarti "dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat". Kata di 38:1 sama dengan yang di 38:8: sesuatu yang dimiliki Al-Qur'an dan yang kemudian dipersoalkan sebagai barang yang diturunkan. Karena itu terjemahan memilih "peringatan" dan tidak memilih "mengingat". Ayat 38:1 tidak menyebut kepada siapa peringatan itu ditujukan dan tidak merinci isinya.
Tafsiran
Ayat ini membuka surah dengan sumpah yang tidak menyebut siapa yang bersumpah, dan benda yang disumpahkan langsung diberi keterangan tentang isinya. Sesudah sumpah itu tidak ada kalimat yang menyatakan apa yang dikukuhkannya. Ayat 36:3 dan 68:2 memuat pernyataan sesudah sumpah pembukanya, sedangkan 38:2 dibuka dengan (بَلِ, bali) yang berarti "akan tetapi", lalu berbicara tentang orang-orang yang kufur. Ayat 50:1 sampai 50:2 memiliki susunan yang sama: satu huruf, sumpah demi Al-Qur'an, lalu kalimat berikutnya dibuka dengan bal dan berbicara tentang orang-orang yang heran. Selisihnya ada pada urutan isi. Di surah 38 kisah generasi yang dibinasakan disisipkan di 38:3 sebelum keheranan terhadap pemberi peringatan di 38:4, sedangkan di surah 50 keheranan itu langsung menyusul di 50:2 dan kisah generasi yang dibinasakan baru datang di 50:36. Teks tidak menyebut hubungan antara sumpah dan kalimat sesudahnya, sehingga hubungan itu dibiarkan terbuka.
Peringatan yang disumpahkan di sini kembali dalam bentuk yang dipersoalkan. Di 38:8 orang-orang itu bertanya apakah peringatan diturunkan kepada seseorang di antara mereka, dan 54:25 memuat pertanyaan yang hampir sama, (أَأُلْقِيَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِنْ بَيْنِنَا, a-ulqiya dz-dzikru 'alayhi min bayninaa) yang berarti "Apakah peringatan dilemparkan kepadanya di antara kita?". Kata "di antara kita" memberi peringatan itu satu lingkaran penerima. Di 38:87 lingkaran itu tidak ada, sebab ayat itu menyebut (ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ, dzikrun li-l-'aalamiina) yang berarti "peringatan bagi seisi alam", frasa yang juga ada di 12:104, 68:52, dan 81:27. Di antara dua titik itu akar yang sama muncul sebagai perintah (وَاذْكُرْ, wa-dzkur) yang berarti "dan ingatlah" di 38:17, 38:41, 38:45, dan 38:48, dan tiap perintah diikuti nama hamba-hamba yang diceritakan sesudahnya. Dapat dibaca bahwa perintah-perintah itu mengisi peringatan yang disumpahkan di 38:1 dengan contoh, tetapi tidak ada ayat yang menyatakan hubungan itu.
Sumpah demi Al-Qur'an ada tiga dengan tiga keterangan yang berbeda. Di 36:2 keterangannya (الْحَكِيمِ, l-hakiimi) yang berarti "yang penuh hikmah", di 50:1 (الْمَجِيدِ, l-majiidi) yang berarti "yang luhur", dan di 38:1 keterangannya menyebut apa yang dikandung kitab itu. Dua keterangan pertama berbicara tentang mutu kitab, dan keterangan di surah 38 berbicara tentang apa yang terjadi pada orang yang membacanya, yaitu diingatkan.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 38:1 membuka surah dengan huruf Saad tanpa keterangan, dan 38:2 langsung berbicara tentang orang-orang yang kufur tanpa menengok kembali ke huruf itu. Pembaca yang cenderung menutup setiap celah dengan dugaan mendapati sebuah celah yang dibiarkan terbuka oleh teksnya sendiri. Dugaan yang dipasang pada satu huruf akan terbawa ke ayat-ayat sesudahnya dan mewarnai cara membacanya, padahal teks tidak memberi pegangan bagi dugaan itu. Lamanya pembaca bertahan pada bagian yang tidak menjelaskan dirinya, sebelum meneruskan, bisa diperhatikan oleh pembaca sendiri. Apa yang dikerjakannya dengan ruang kosong yang ditinggalkan huruf pertama ini?
- Ayat 38:1 menaruh sebuah kitab di tempat benda sumpah, sehingga pembaca yang baru membuka halaman pertama surah sudah diminta menimbang bacaan yang sedang dipegangnya sebagai sesuatu yang disumpahkan. Sumpah itu tidak menyebut siapa yang mengucapkannya, jadi yang sampai kepada pembaca lebih dulu adalah bobot benda yang disebut, belum wajah pembicaranya. Orang yang membuka sebuah bacaan dengan niat mencari bahan kutipan akan mendapati ayat pembuka ini tidak menyediakan kalimat untuk dikutip. Apa yang berubah pada cara seseorang memegang bacaan sesudah bacaan itu disebut sebagai benda sumpah di ayat pertamanya?
- Ayat 7:63 menyebut peringatan sebagai sesuatu yang datang dari Tuhan kepada seorang laki-laki dari golongan yang diperingatkan, dan 38:1 menyebut kitab yang mengandung peringatan itu. Dua ayat itu menaruh peringatan di dua tempat yang berbeda: 7:63 pada asalnya, 38:1 pada isi kitab. Pembaca yang menimbang keduanya bersama dapat melihat sebuah peringatan sebagai kiriman yang diterima sebelum menjadi kesimpulan pembaca sendiri. Kiriman semacam itu mengundang pertanyaan yang berbeda dari kesimpulan: siapa pengirimnya, dan apa yang dikirimkannya? Ketika membaca kalimat-kalimat peringatan, siapa yang dianggap pembaca sedang berbicara kepadanya?
- Di 38:8 orang-orang itu bertanya, "Apakah peringatan diturunkan kepadanya, di antara kita?", dan pertanyaan itu membatasi penerima peringatan pada lingkaran yang mereka tetapkan sendiri. Di 38:87 kata yang sama disebut bagi seisi alam, tanpa lingkaran. Ayat 38:9 menjawab dengan pertanyaan lain, apakah di sisi mereka ada perbendaharaan rahmat Tuhanmu, Sang Digdaya, Sang Pemberi. Pembaca yang pernah merasa sebuah kebenaran seharusnya datang lewat orang yang lebih terkenal atau lebih sepadan dengan dirinya dapat mendengar pertanyaan 38:8 dalam suaranya sendiri. Siapa yang dianggap berhak memegang kunci perbendaharaan itu?
- Sumpah demi Al-Qur'an ada di tiga surah dengan tiga keterangan: "yang penuh hikmah" di 36:2, "yang mengandung peringatan" di 38:1, dan "yang luhur" di 50:1. Ayat 36:5 sesudah sumpah di 36:2 menyebut penurunan dari Sang Digdaya lagi Sang Pengasih, jadi keterangan tentang kitab itu disusul keterangan tentang Dia yang menurunkannya. Pembaca yang membuka surah 38 menerima keterangan yang menyangkut dirinya sendiri, sebab peringatan hanya bekerja pada orang yang diingatkan. Kitab yang disebut lewat peringatan meminta sesuatu dari pembacanya yang tidak diminta kitab yang disebut lewat kemuliaan. Apa yang diminta itu, dan kapan terakhir kali pembaca merasa diminta?
- Terjemahan "yang mengandung peringatan" menaruh peringatan di dalam kitab, seperti 39:28 menaruh ketiadaan kebengkokan di dalam Al-Qur'an. Bacaan yang disebut mengandung sesuatu dibaca dengan harapan menemukan sesuatu itu di dalamnya, jadi pembaca dapat memeriksa cara membacanya sendiri: mencari bagian yang enak dikutip, atau mencari bagian yang menegur dirinya sendiri. Surah ini sendiri memuat perintah "ingatlah" kepada hamba-hamba yang diceritakannya, dan salah satunya, di 38:41, menggambarkan hamba yang menyeru Tuhannya. Di halaman mana pembaca terakhir kali berhenti karena sebuah kalimat menegur dirinya?