بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي عِزَّةٍ وَشِقَاقٍ

Akan tetapi, orang-orang yang kufur berada dalam kedigdayaan dan permusuhan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. بَلِ الَّذِينَ كَفَرُواbali lladziina kafaruuakan tetapi, orang-orang yang kufur
  2. فِي عِزَّةٍ وَشِقَاقٍfii izzatin wa-shiqaaqinberada dalam kedigdayaan dan permusuhan
Catatan pilihan kata (ringkas)

fii izzatin wa-shiqaaq diterjemahkan 'dalam kedigdayaan (semu) dan permusuhan', INDEF; gloss '(semu)' dari konteks (kufur), nomina tetap satu kata (terjemahan lain 'kesombongan'). Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). Lih.. Glos ilahi (Zajjaaj, 2032): al-'Aziiz = 'He who resists, or withstands, so that NOTHING OVERCOMES HIM'; jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.

Aplikasi

Diagnosis tajam terhadap penolakan: bukan karena kurang bukti, melainkan 'kedigdayaan (semu) dan permusuhan', akar penolakan diidentifikasi sebagai kesombongan dan sikap bermusuhan, bukan defisit informasi yang bisa diperbaiki lewat penjelasan tambahan.