بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي عِزَّةٍ وَشِقَاقٍ

Akan tetapi, orang-orang yang kufur berada dalam kedigdayaan dan permusuhan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. بَلِ الَّذِينَ كَفَرُواbali lladziina kafaruuakan tetapi, orang-orang yang kufur
  2. فِي عِزَّةٍ وَشِقَاقٍfii 'izzatin wa-syiqaaqinberada dalam kedigdayaan dan permusuhan

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. بَلِbalibahkan
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. كَفَرُواkafaruukufur
  4. فِيfiidalam
  5. عِزَّةٍ'izzatinkesombongan
  6. وَشِقَاقٍwa-syiqaaqindan pertentangan

Inti bacaan

Diagnosis tajam terhadap penolakan: bukan karena kurang bukti, melainkan 'kedigdayaan (semu) dan permusuhan', akar penolakan diidentifikasi sebagai kesombongan dan sikap bermusuhan, bukan defisit informasi yang bisa diperbaiki lewat penjelasan tambahan.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(semu)' tidak dipakai: kata itu tidak ada padanan eksplisit dalam teks Arab; 'izzatin' dibiarkan bermakna netral tanpa kualifikasi tambahan.

Tafsiran

Ayat ini segera membalikkan nada sumpah pembuka, bukan menerima peringatan, orang-orang yang kufur justru bertahan dalam kesombongan dan perlawanan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut sebabnya kedigdayaan dan permusuhan. Bukan kekurangan bukti. Yang menghalangi bukan yang di kepala, melainkan yang di dada.
  • Kalimatnya dibuka dengan akan tetapi. Membelokkan. Sumpah tentang Al-Qur'an disusul keterangan bahwa ia tetap ditolak.
  • Allah menyebut dua sebab sekaligus. Kedigdayaan dan permusuhan. Yang satu tentang merasa tinggi, yang lain tentang melawan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

fii izzatin wa-shiqaaq diterjemahkan 'dalam kedigdayaan (semu) dan permusuhan', INDEF; gloss '(semu)' dari konteks (kufur), nomina tetap satu kata (terjemahan lain 'kesombongan'). Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.