كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ فَنَادَوْا وَلَاتَ حِينَ مَنَاصٍ

Betapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan; lalu, mereka berteriak, padahal bukanlah saat untuk melepaskan diri.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍkam ahlaknaa min qablihim min qarninbetapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan
  2. فَنَادَوْاfa-naadawlalu, mereka berteriak
  3. وَلَاتَ حِينَ مَنَاصٍwa-laata hiina manaashinpadahal bukanlah saat untuk melepaskan diri

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. كَمْkambetapa banyak
  2. أَهْلَكْنَاahlaknaaKami binasakan
  3. مِنْmindari
  4. قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
  5. مِنْmindari
  6. قَرْنٍqarningenerasi
  7. فَنَادَوْاfa-naadawlalu mereka berteriak
  8. وَلَاتَwa-laatadan tidaklah
  9. حِينَhiinaketika
  10. مَنَاصٍmanaashinmelepaskan diri

Inti bacaan

Bentuk (وَلَاتَ, wa-laata) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:3.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (كَمْ, kam) yang berarti "betapa banyak". Rangkaian (كَمْ أَهْلَكْنَا, kam ahlaknaa) muncul sepuluh kali di sembilan surah, yaitu 6:6, 17:17, 19:74, 19:98, 20:128, 28:58, 32:26, 36:31, 38:3, dan 50:36. Lima di antaranya dibuka (وَكَمْ, wa-kam), yaitu 17:17, 19:74, 19:98, 28:58, dan 50:36, dan empat lainnya, yaitu 6:6, 20:128, 32:26, dan 36:31, berada di dalam pertanyaan apakah mereka tidak melihat atau tidak mendapat petunjuk. Kam di 38:3 tidak didahului wa dan tidak didahului pertanyaan, sehingga ayat ini tersambung ke 38:2 tanpa kata sambung. Bila kam berada di dalam pertanyaan, terjemahan memakai "berapa banyak", misalnya di 6:6, 20:128, dan 36:31, dan bila kam berdiri sendiri, seperti di sini dan di 17:17, 19:74, 19:98, 28:58, dan 50:36, terjemahan memakai "betapa banyak". Karena Arabnya tidak memuat wa, terjemahan 38:3 tidak dibuka dengan "dan", berbeda dari 17:17, 19:74, 28:58, dan 50:36.

Kata (قَرْنٍ, qarnin) diterjemahkan "generasi" dan muncul tanpa kata sandang lima kali di empat surah, yaitu 6:6, 19:74, 19:98, 38:3, dan 50:36. Rangkaian (مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ, min qablihim min qarnin) hanya ada di 6:6 dan 38:3, dan di dua ayat itu (كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ, kam ahlaknaa min qablihim min qarnin) tertulis sama persis. Di 6:6, 19:74, dan 50:36 generasi itu diberi keterangan tentang keadaannya sebelum binasa: kedudukannya diteguhkan di bumi di 6:6, (هُمْ أَحْسَنُ أَثَاثًا وَرِئْيًا, hum ahsanu atsaatsan wa-ri'yan) yang berarti "lebih bagus perkakasnya dan penampilannya" di 19:74, dan (هُمْ أَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًا, hum asyaddu minhum bathsyan) yang berarti "lebih kuat kekuatannya daripada mereka" di 50:36. Di 19:98 ayat bertanya apakah engkau melihat salah seorang dari mereka. Di 38:3 yang menyusul adalah apa yang mereka lakukan, yaitu berteriak. Kata kerja (أَهْلَكْنَا, ahlaknaa) berakar ه-ل-ك dan diterjemahkan "Kami binasakan", dengan akhiran -naa sebagai pelaku. Ayat ini tidak menyebut cara kebinasaan itu terjadi.

Kata (فَنَادَوْا, fa-naadaw) tersusun dari fa yang berarti "lalu" dan naadaw yang berakar ن-د-ي. Bentuk persis ini muncul dua kali, yaitu di 38:3 dan 54:29. Di 54:29 kata kerja ini punya sasaran, (فَنَادَوْا صَاحِبَهُمْ, fa-naadaw shaahibahum), yang berarti "maka mereka memanggil kawan mereka", sedangkan di 38:3 tidak ada sasaran dan tidak ada isi seruan. Terjemahan memakai "memanggil" di 54:29 karena ada yang dipanggil, dan "berteriak" di 38:3 karena tidak ada, supaya ayat ini tidak mengisi sasaran yang tidak ditulis. Fa menandai bahwa seruan itu menyusul kebinasaan yang disebut di depannya, tetapi ayat tidak menyebut apa yang diserukan dan kepada siapa.

Kalimat penutup memuat dua kata yang masing-masing muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu (وَلَاتَ, wa-laata) dan (مَنَاصٍ, manaashin), keduanya di 38:3. Data morfologi mencatat akar ل-و-ت dan ن-و-ص hanya di ayat ini, sehingga arti kedua kata tidak bisa dicocokkan dengan pemakaian lain dan ditopang oleh susunan ayat saja: keduanya berada sesudah kebinasaan dan seruan, dan bersama (حِينَ, hiina) yang berarti "saat". Terjemahan memakai kata pelarian untuk kata lain, yaitu (مَحِيصٍ, mahiishin), "tempat pelarian" di 14:21, 41:48, 42:35, dan 50:36. Di 50:36 kata itu menutup ayat yang dibuka (وَكَمْ أَهْلَكْنَا, wa-kam ahlaknaa) seperti 38:3. Untuk manaashin terjemahan memakai "melepaskan diri" supaya dua kata Arab itu tidak dipadankan dengan frasa Indonesia yang sama, dan untuk hiina terjemahan memakai "saat" karena kata itu menyebut waktu. Wa di depan laata diterjemahkan "padahal" karena bagian ini menyebut keadaan yang berlangsung selama seruan, dan laata diterjemahkan "bukanlah" untuk menyangkal saat itu.

Tafsiran

Ayat ini menaruh contoh di depan orang-orang yang digambarkan di 38:2, dan contohnya berupa akibat tanpa nama: generasi sebelum mereka yang dibinasakan, yang berteriak ketika saat untuk melepaskan diri sudah tidak ada. Nama baru muncul di 38:12 dan 38:13. Ayat 38:12 dibuka (كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ, kadzdzabat qablahum) yang berarti "sebelum mereka ... telah mendustakan", lalu menyebut kaum Nuh, Ad, dan Firaun, 38:13 menambah Tsamud, kaum Lut, dan penduduk Aikah, dan 38:14 menyebut masing-masing mendustakan para rasul. Surah ini menaruh akibat lebih dulu di 38:3 dan sebab yang tertulis di 38:14, sebelas ayat kemudian.

Seruan di 38:3 ditutup dengan penilaian tentang waktu, tanpa isi. Ayat 40:84 dan 40:85 memuat susunan yang berdekatan. Ketika orang-orang melihat azab Kami, mereka berkata bahwa mereka beriman kepada Allah, tetapi iman mereka tidak berguna bagi mereka pada saat itu, sebagai sunah Allah yang telah berlalu pada hamba-hamba-Nya. Ayat 40:84 menyebut isi ucapan dan 40:85 menyebut penilaian atas ucapan itu, sedangkan 38:3 hanya menyebut bahwa saat untuk melepaskan diri sudah lewat. Konteks kedua ayat itu berbeda, sehingga keduanya tidak disamakan.

Teriakan muncul lagi di 38:15, (صَيْحَةً وَاحِدَةً, shayhatan waahidatan) yang berarti "satu teriakan", yang disebut ditunggu oleh "orang-orang ini", dan (مَا لَهَا مِنْ فَوَاقٍ, maa lahaa min fawaaqin) yang berarti "tidak ada selanya". Kata Indonesia "teriak" dipakai untuk dua kata Arab yang berbeda, naadaw di 38:3 dan shayhah di 38:15, dan ayat-ayat itu tidak menyatakan hubungan di antara keduanya. Di 38:16 orang-orang itu berkata (رَبَّنَا عَجِّلْ لَنَا قِطَّنَا, rabbanaa 'ajjil lanaa qiththanaa) yang berarti "Tuhan kami, segerakanlah untuk kami bagian kami". Seruan yang di 38:3 tidak memiliki alamat dan isi muncul di 38:16 dengan alamat dan isi, dan alamatnya "Tuhan kami".

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 38:3 membuka dengan betapa banyak dan tidak menyebut satu nama pun dari generasi yang dibinasakan, sehingga pembaca tidak punya satu tokoh yang bisa disisihkan sebagai kasus khusus. Nama-nama baru datang di 38:12 dan 38:13, dan sampai di sana daftar tanpa nama itu hanya memperlihatkan jumlah. Pembaca yang menimbang sebuah kebinasaan lewat nama tertentu dapat berkata bahwa dirinya lain dari nama itu, tetapi daftar tanpa nama tidak memberi tempat bagi perkataan semacam itu. Perbedaan apa yang biasa dipasang pembaca sebagai pagar antara dirinya dan generasi yang tidak bernama ini?
  • Seruan di 38:3 tidak menyebut kepada siapa seruan itu ditujukan dan tidak menyebut isinya. Di 38:16 orang-orang yang dibicarakan berkata, "Tuhan kami, segerakanlah untuk kami bagian kami sebelum hari perhitungan", dan di sana alamat serta isinya tertulis. Dua ayat itu menaruh dua keadaan berdampingan: seruan tanpa alamat yang datang terlambat, dan permintaan beralamat yang diucapkan sebelum hari perhitungan. Pembaca dapat memeriksa seruan-seruan di dalam hidupnya sendiri, apakah alamatnya sudah dikenal sebelum keadaan mendesak datang. Kepada siapa teriakan pertama pembaca akan ditujukan bila saat itu tiba?
  • Ayat 17:17 memuat kalimat yang serupa dengan 38:3, yaitu betapa banyak generasi yang Kami binasakan, lalu menyambungnya dengan "Dan cukuplah Tuhanmu sebagai yang waskita lagi melihat dosa-dosa hamba-Nya". Di 17:17 kebinasaan dan pengawasan atas dosa ditulis dalam satu ayat, sedangkan 38:3 berhenti pada seruan yang terlambat. Pembaca yang membaca daftar kebinasaan sebagai berita tentang orang lain dapat membacanya ulang bersama kalimat tentang Dia yang melihat dosa. Apa yang berubah pada daftar itu bila pembaca ikut berada di bawah penglihatan yang sama?
  • Ayat 40:84 dan 40:85 menuturkan orang-orang yang, ketika melihat azab, berkata bahwa mereka beriman kepada Allah, tetapi iman itu tidak berguna bagi mereka pada saat itu, sebagai sunah Allah yang telah berlalu pada hamba-hamba-Nya. Ayat 38:3 tidak menyebut isi seruan, jadi dua ayat itu tidak disamakan, tetapi keduanya menaruh penilaian pada waktu. Pembaca dapat mendaftar hal baik yang selama ini ditundanya dengan alasan saatnya belum mendesak. Kapan saat mendesak itu datang menurut ayat-ayat ini, dan apakah sesudahnya masih ada ruang untuk berbuat?
  • Ayat 38:3 meniadakan saat untuk melepaskan diri, sedangkan 14:21, 41:48, 42:35, dan 50:36 meniadakan tempat pelarian. Di 14:21 mereka semua berkumpul menghadap Allah, lalu sebagian dari mereka berkata bahwa tidak ada bagi kami tempat pelarian, dan di 50:36 generasi yang lebih kuat menjelajah berbagai negeri, lalu muncul pertanyaan adakah tempat pelarian. Dua ayat itu menyebut dua unsur pelarian, saat dan tempat, dan mencabut keduanya di dua tempat yang berbeda. Orang yang menyimpan rencana cadangan dapat memeriksa rencana itu: apakah ia bergantung pada tempat yang masih akan tersedia atau pada waktu yang masih akan tersisa?
  • Ayat 50:36 menyebut generasi yang dibinasakan lebih kuat kekuatannya daripada mereka, 19:74 menyebut mereka lebih bagus perkakasnya, dan 40:21 menyebut mereka lebih hebat kekuatan dan peninggalannya di bumi, lalu Allah mengazab mereka karena dosa-dosa mereka. Di 38:3 keterangan semacam itu tidak ada, dan yang tertulis adalah jumlah serta seruan. Ayat 38:2 baru saja menyebut kedigdayaan orang-orang yang kufur, sehingga 38:3 terbaca sebagai bayangan di belakang kedigdayaan itu. Pembaca dapat memikirkan ukuran yang dipakainya untuk menilai aman tidaknya sebuah kedudukan, entah harta, jabatan, atau jaringan, lalu menimbang nilai ukuran itu bagi generasi yang menurut ayat-ayat tadi lebih kuat.