وَعَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ ۖ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ

Dan mereka heran karena datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata, “Ini adalah penyihir yang banyak berdusta.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَعَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْwa-'ajibuu an jaa'ahum mundzirun minhumdan mereka heran karena datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari kalangan mereka
  2. وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌwa-qaala l-kaafiruuna haadzaa saahirun kadzdzaabundan orang-orang kafir berkata, ini adalah penyihir yang banyak berdusta

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَعَجِبُواwa-'ajibuudan mereka heran
  2. أَنْankarena
  3. جَاءَهُمْjaa'ahumdatang kepada mereka
  4. مُنْذِرٌmundzirunpemberi peringatan
  5. مِنْهُمْminhumdari mereka
  6. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  7. الْكَافِرُونَl-kaafiruunaorang-orang kafir
  8. هَٰذَاhaadzaaini
  9. سَاحِرٌsaahirunpenyihir
  10. كَذَّابٌkadzdzaabunpendusta besar

Inti bacaan

Keheranan atas kedatangan 'pemberi peringatan dari kalangan mereka sendiri' disertai tuduhan 'penyihir yang banyak berdusta', pola familiar menolak pesan dengan menyerang kredibilitas pembawa pesan, bahkan ketika ia dikenal baik sebagai bagian dari komunitas mereka sendiri.

Penjelasan pilihan kata

'Haadzaa' (demonstrativa dekat) benar diterjemahkan 'ini'.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan keheranan kaum musyrik terhadap wahyu yang datang dari kalangan mereka sendiri, disusul tuduhan klasik yang berulang di banyak kisah nabi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut keheranan mereka lebih dahulu, baru tuduhannya. Herannya karena ia orang dekat. Tuduhannya menyusul.
  • Dua tuduhan digabung dalam satu sebutan: penyihir dan pendusta. Yang satu soal kuasa. Yang lain soal jujur.
  • Yang datang disebut dari kalangan mereka sendiri. Allah menekankan kedekatan itu. Yang dikenal justru paling dicurigai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar '-j-b, j-y-a, n-dz-r, q-w-l, k-f-r, s-h-r, k-dz-b): ajibuu diterjemahkan 'heran' (akar '-j-b); mundhir minhum diterjemahkan 'pemberi peringatan dari mereka' (akar n-dz-r); saahir kadhdhaab diterjemahkan 'penyihir yang banyak berdusta' (akar s-h-r + akar k-dz-b). gloss '(rasul)' dibuang.