أَجَعَلَ الْآلِهَةَ إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ

Apakah ia menjadikan tuhan-tuhan sebagai Tuhan yang satu? Sesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang mengherankan.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. أَجَعَلَ الْآلِهَةَ إِلَٰهًا وَاحِدًاa-ja'ala l-aaliha ilaahan waahidanapakah ia menjadikan tuhan-tuhan sebagai Tuhan yang satu
  2. إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌinna haadzaa la-shay'un ujaabunsesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang mengherankan
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar j-'-l, a-l-h, w-h-d, sh-y-a, '-j-b): a-ja'ala l-aalihata ilaahan waahidan diterjemahkan 'apakah ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu' (ilaah + akar w-h-d, musyrik terheran pada tauhid: banyak-tuhan menjadi Satu); ujaab diterjemahkan 'mengherankan' (akar '-j-b). Selaras.

Aplikasi

Keheranan naif 'apakah ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu?', kegagalan memahami tauhid dianggap 'mengherankan', padahal justru kesederhanaan konsep ini yang seharusnya masuk akal, bukan kerumitan politeisme yang dipertahankan tanpa dasar jelas.