أَجَعَلَ الْآلِهَةَ إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ
Apakah ia menjadikan tuhan-tuhan sebagai Tuhan yang satu? Sesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang mengherankan.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَجَعَلَ الْآلِهَةَ إِلَٰهًا وَاحِدًاa-ja'ala l-aaliha ilaahan waahidanapakah ia menjadikan tuhan-tuhan sebagai Tuhan yang satu
- إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌinna haadzaa la-syay'un 'ujaabunsesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang mengherankan
Terjemahan per kata (8 kata)
- أَجَعَلَa-ja'alaapakah ia menjadikan
- الْآلِهَةَl-aalihatuhan-tuhan
- إِلَٰهًاilaahantuhan
- وَاحِدًاwaahidansatu
- إِنَّinnasesungguhnya
- هَٰذَاhaadzaaini
- لَشَيْءٌla-syay'unbenar-benar sesuatu
- عُجَابٌ'ujaabunyang mengherankan
Inti bacaan
Keheranan naif 'apakah ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu?', kegagalan memahami tauhid dianggap 'mengherankan', padahal justru kesederhanaan konsep ini yang seharusnya masuk akal, bukan kerumitan politeisme yang dipertahankan tanpa dasar jelas.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kata 'itu' ('tuhan-tuhan itu') dihapus: tidak ada morfem demonstrativa, hanya partikel makrifat 'al-'; kata 'sebagai' ditambahkan sebagai penghubung tata bahasa yang diperlukan untuk struktur objek-ganda 'ja'ala X Y', bukan tambahan makna baru. Ayat ini menutup kutipan yang dibuka di 38:4.
Tafsiran
Ayat ini menutup tuduhan kaum kafir dengan inti keberatan mereka: penolakan terhadap gagasan satu Tuhan bagi seluruh berhala yang selama ini mereka sembah secara terpisah.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam keberatan mereka: menjadikan tuhan-tuhan sebagai Tuhan yang satu. Yang mereka anggap ganjil justru penyederhanaan. Menambah lebih mudah diterima daripada mengurangi.
- Keberatan mereka tidak menyebut satu pun alasan. Cuma menyatakan heran. Yang menahan bukan lemahnya dalil, melainkan bahwa hal itu tak biasa bagi mereka.
- Allah merekam mereka memakai kata mengherankan, bukan salah. Mereka tak menuduhnya keliru. Sesuatu bisa ditolak semata karena belum pernah terdengar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-'-l, a-l-h, w-h-d, sh-y-a, '-j-b): a-ja'ala l-aalihata ilaahan waahidan diterjemahkan 'apakah ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu' (ilaah + akar w-h-d, musyrik terheran pada tauhid: banyak-tuhan menjadi Satu); ujaab diterjemahkan 'mengherankan' (akar '-j-b). Selaras.