وَانْطَلَقَ الْمَلَأُ مِنْهُمْ أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَىٰ آلِهَتِكُمْ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ يُرَادُ

Dan berangkatlah para pemuka di antara mereka, “Berjalanlah kalian dan bersabarlah pada tuhan-tuhan kalian; sesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang dikehendaki.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَانْطَلَقَ الْمَلَأُ مِنْهُمْwa-nthalaqa l-mala'u minhumdan berangkatlah para pemuka di antara mereka
  2. أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَىٰ آلِهَتِكُمْani msyuu wa-shbiruu 'alaa aalihatikumberjalanlah kalian dan bersabarlah pada tuhan-tuhan kalian
  3. إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ يُرَادُinna haadzaa la-syay'un yuraadusesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang dikehendaki

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَانْطَلَقَwa-nthalaqadan berangkatlah
  2. الْمَلَأُl-mala'upara pemuka
  3. مِنْهُمْminhumdari mereka
  4. أَنِaniyaitu
  5. امْشُواmsyuuberjalanlah kalian
  6. وَاصْبِرُواwa-shbiruudan bersabarlah kalian
  7. عَلَىٰ'alaaatas
  8. آلِهَتِكُمْaalihatikumtuhan-tuhan kalian
  9. إِنَّinnasesungguhnya
  10. هَٰذَاhaadzaaini
  11. لَشَيْءٌla-syay'unbenar-benar sesuatu
  12. يُرَادُyuraadudikehendaki

Inti bacaan

Bentuk (يُرَادُ, yuraadu) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:6.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَانْطَلَقَ, wa-nthalaqa) yang berarti "dan berangkatlah", kata kerja dari akar ن-ط-ل-ق. Bentuk persis dengan wa muncul satu kali, yaitu di 38:6. Kata ini, dengan akhiran yang berbeda, muncul enam kali di empat surah, yaitu di 18:71, 18:74, 18:77, 38:6, 48:15, dan 68:23, dan terjemahannya "berangkat" di 48:15 dan 68:23, sedangkan di 18:71 dan 18:74 gerak dua orang yang berjalan bersama diterjemahkan "berjalan". Terjemahan 38:6 memakai "berangkat" karena kata kerja ini mendahului ucapan dan tidak menyebut tujuan. Kata (امْشُوا, imsyuu) di tengah ayat berakar م-ش-ي, jadi dua kata kerja gerak dalam ayat ini berasal dari akar berbeda dan masing-masing diberi padanan sendiri.

Pelakunya disebut (الْمَلَأُ مِنْهُمْ, l-mala'u minhum) yang berarti "para pemuka di antara mereka". Kata (الْمَلَأُ, l-mala'u) muncul enam belas kali di tujuh surah, yaitu 7:60, 7:66, 7:75, 7:88, 7:90, 7:109, 7:127, 11:27, 12:43, 23:24, 23:33, 27:29, 27:32, 27:38, 28:38, dan 38:6. Rangkaian dengan (مِنْهُمْ, minhum) hanya ada di 38:6. Kata minhum yang sama dipakai di 38:4 untuk pemberi peringatan, (مُنْذِرٌ مِنْهُمْ, mundzirun minhum), sehingga ayat 38:4 dan 38:6 menyebut dua macam orang yang sama-sama berasal dari kalangan mereka, yang satu datang membawa peringatan dan yang lain berangkat membawa perintah.

Perintah pertama adalah (أَنِ امْشُوا, ani msyuu). Kata (أَنِ, ani) menandai bahwa yang menyusul adalah isi perintah, dan terjemahan memakai tanda kutip untuk itu. Bentuk (امْشُوا, imsyuu) muncul dua kali, yaitu di 38:6 dan 67:15, dan di 67:15 terjemahannya "berjalanlah" yang disusul tujuan, (فِي مَنَاكِبِهَا, fii manaakibihaa) "di penjuru-penjurunya". Di 38:6 tidak ada tujuan, sehingga terjemahannya tetap "berjalanlah" tanpa ditambah kata yang menunjuk arah.

Perintah kedua adalah (وَاصْبِرُوا عَلَىٰ آلِهَتِكُمْ, wa-shbiruu 'alaa aalihatikum), "dan bersabarlah pada tuhan-tuhan kalian". Rangkaian (وَاصْبِرُوا, wa-shbiruu) muncul tiga kali, yaitu di 7:128, 8:46, dan 38:6, dan bentuk (اصْبِرُوا, ishbiruu) tanpa wa muncul enam kali di lima surah, yaitu 3:200, 7:87, 7:128, 8:46, 38:6, dan 52:16. Semuanya diterjemahkan "bersabarlah", sehingga 38:6 tidak diberi padanan lain seperti "bertahanlah" atau "setialah". Sasaran kesabarannya berbeda: di 7:128 kata itu disusul permohonan pertolongan kepada Allah, di 8:46 disusul pernyataan bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar, dan di 38:6 disusul tuhan-tuhan milik pendengar. Rangkaian (لَوْلَا أَنْ صَبَرْنَا عَلَيْهَا, lawlaa an shabarnaa 'alayhaa) di 25:42 menyambung akar ص-ب-ر dengan sesembahan dan berarti "seandainya kami tidak bersabar atasnya", dan kata -haa di sana menunjuk pada (آلِهَتِنَا, aalihatinaa), "tuhan-tuhan kami".

Kalimat penutup, (إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ يُرَادُ, inna haadzaa la-syay'un yuraadu), memakai rangkaian yang sama dengan 38:5, yaitu (إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ, inna haadzaa la-syay'un), dan terjemahan memakai "sesuatu" di kedua ayat itu. Kata (يُرَادُ, yuraadu) adalah bentuk pasif dari akar ر-و-د dan muncul satu kali di Al-Qur'an. Pelaku yang menghendaki tidak disebut. Di dua tempat lain, ucapan para pemuka tentang orang yang mereka tolak menyebut pelaku dengan bentuk aktif, yaitu (يُرِيدُ أَنْ يُخْرِجَكُمْ, yuriidu an yukhrijakum) "ia hendak mengeluarkan kalian" di 7:110, dan (يُرِيدُ أَنْ يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ, yuriidu an yatafadhdhala 'alaykum) "dia ingin melebihkan dirinya atas kalian" di 23:24. Di 38:6 terjemahan memakai bentuk pasif "dikehendaki" dan tidak mengisi pelakunya.

Tafsiran

Ayat ini mengganti pembicara. Ayat 38:4 dan 38:5 memuat ucapan orang-orang kafir yang menyebut pemberi peringatan sebagai penyihir dan menyatakan heran pada seruannya. Ayat 38:6 menaruh para pemuka sebagai pihak yang bergerak, dan ucapan mereka tidak membantah atau menjawab apa yang dikatakan di 38:5. Isinya dua perintah, yaitu berjalan dan bersabar, dan satu pernyataan bahwa ini sesuatu yang dikehendaki.

Ucapan di 38:6 mengambil bentuk yang berbeda dari 38:5. Di 38:5 keberatan muncul sebagai rasa heran tanpa dalil. Di 38:6 pendengar diminta bersabar tanpa dalil juga, dan alasan yang diberikan berupa pernyataan bahwa ini dikehendaki, tanpa menyebut yang menghendaki. Dalam urutan 38:4 sampai 38:6, tidak ada kalimat yang menyebut isi ajakan pemberi peringatan, tidak ada yang menyebut alasan menolaknya selain rasa asing, dan tidak ada yang menyebut pihak yang menghendaki.

Ayat 38:7 menambahkan alasan yang berbeda: (مَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي الْمِلَّةِ الْآخِرَةِ, maa sami'naa bi-haadzaa fii l-millati l-aakhirati) "Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam millah yang terakhir", lalu menyebutnya rekaan. Ayat 38:8 menutup ucapan para pemuka itu dengan pertanyaan apakah peringatan diturunkan kepadanya di antara mereka. Urutan dari 38:4 sampai 38:8 dapat dibaca sebagai satu gerakan: heran pada pembawa peringatan, bertahan pada yang sudah ada, menyebut gagasan baru sebagai rekaan, lalu mempersoalkan siapa yang dipilih menerima peringatan. Ayat-ayat itu tidak menyatakan hubungan sebab antarlangkahnya.

Kata bersabar muncul lagi dengan pembicara yang berbeda. Di 14:21 orang-orang yang berkumpul menghadap Allah berkata bahwa sama saja bagi mereka apakah mengeluh ataukah bersabar, tidak ada tempat pelarian bagi mereka. Di 52:16 kalimat serupa diucapkan kepada orang yang diminta masuk: bersabarlah atau tidak bersabar, sama saja. Dua ayat itu menaruh kesabaran di depan akibat yang sudah ditetapkan, sedangkan 38:6 menaruhnya di depan tuhan-tuhan yang masih dipegang. Ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa orang-orang di 38:6 akan mengucapkan kalimat di 14:21.

Renungan dan Hikmah

  • Kata dari kalangan mereka dipakai dua kali dalam tiga ayat, untuk pemberi peringatan di 38:4 dan untuk para pemuka di 38:6. Keduanya berasal dari lingkungan yang sama, dan yang satu membawa peringatan sedangkan yang lain membawa perintah bertahan. Pembaca dapat bertanya kepada siapa kepercayaannya dititipkan ketika dua suara yang dikenalnya mengatakan hal berlawanan. Apa yang membuat salah satunya lebih mudah didengar, kedekatan, kedudukan, atau isi?
  • Kata bersabarlah di 7:128 disambung dengan permohonan pertolongan kepada Allah, di 8:46 dengan pernyataan bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar, dan di 38:6 dengan tuhan-tuhan milik pendengar. Kata yang sama berbeda bobotnya menurut sasaran yang disebut sesudahnya. Pembaca yang sedang diminta bersabar dapat menanyakan sabar kepada siapa dan sampai kapan. Ketika sabar disambung ke sesuatu yang bisa disebut milik kalian, ke mana arah kesabaran itu bila yang dipegang ternyata keliru?
  • Kalimat penutup 38:6 mengatakan bahwa ini sesuatu yang dikehendaki dan tidak menyebut siapa yang menghendaki. Kalimat tanpa pelaku seperti itu terdengar tegas karena tidak ada yang bisa dimintai keterangan. Pembaca dapat memeriksa kalimat sejenis dalam hidupnya: sudah diputuskan, sudah diatur, memang begitu. Bila pelakunya diminta disebut, apakah kalimat itu masih menenangkan, dan beranikah pembaca menyebutnya dengan nama di hadapan Tuhan?
  • Perintah berjalan di 67:15 disusul tujuan: di penjuru-penjurunya, dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya, karena Dialah yang menjadikan bumi mudah bagi kalian. Perintah yang sama di 38:6 tidak disusul tujuan apa pun dan langsung disambung perintah untuk bersabar. Dua perintah itu memakai kata yang sama dan memuat dua arah yang berbeda, satu menuju bumi yang dimudahkan Dia dan satu menuju tuhan-tuhan yang sudah dimiliki. Pembaca dapat melihat perintah berjalan dalam hidupnya dan menanyakan kepada apa perintah itu disambungkan.
  • Di 14:21 orang-orang yang berkumpul menghadap Allah berkata bahwa mengeluh dan bersabar sama saja bagi mereka, dan 52:16 mengucapkan kalimat yang serupa kepada orang yang diminta masuk. Dua ayat itu menaruh kesabaran dan keluhan setara karena akibatnya sudah ada. Ayat 38:6 menaruh kesabaran di tempat yang masih punya waktu. Pembaca dapat memikirkan bagian hidupnya yang sedang dipertahankan dengan sabar dan menimbang apakah arah kesabaran itu masih bisa diubah. Kepada Tuhan atau kepada yang lain arah itu kini menuju?
  • Ayat 38:6 menyebut keberangkatan para pemuka lebih dulu, baru kemudian ucapan mereka, dan tidak menyebut ke mana mereka berangkat atau siapa yang mereka temui. Ajakan bertahan sering datang dengan cara itu, dibawa oleh orang yang kedudukannya sudah dikenal. Pembaca yang pernah mengikuti ajakan semacam itu dapat menimbang apakah yang diikutinya isi ajakan atau kehadiran pembawanya. Seberapa sering ajakan itu diperiksa terhadap apa yang dibawa pemberi peringatan di 38:4, dan apa yang akan dikatakan Tuhan tentang pemeriksaan itu?