مَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي الْمِلَّةِ الْآخِرَةِ إِنْ هَٰذَا إِلَّا اخْتِلَاقٌ

Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam millah yang terakhir. Ini tidak lain hanyalah rekaan belaka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. مَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي الْمِلَّةِ الْآخِرَةِmaa sami'naa bi-haadzaa fii l-millati l-aakhiratikami tidak pernah mendengar hal ini dalam millah yang terakhir
  2. إِنْ هَٰذَا إِلَّا اخْتِلَاقٌin haadzaa illaa khtilaaqunini tidak lain hanyalah rekaan belaka

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. مَاmaatidaklah
  2. سَمِعْنَاsami'naakami mendengar
  3. بِهَٰذَاbi-haadzaadengan ini
  4. فِيfiidalam
  5. الْمِلَّةِl-millatiagama
  6. الْآخِرَةِl-aakhiratiakhirat
  7. إِنْinjika
  8. هَٰذَاhaadzaaini
  9. إِلَّاillaakecuali
  10. اخْتِلَاقٌkhtilaaqunkebohongan

Inti bacaan

Dalih familiar 'kami tidak pernah mendengar hal ini dalam millah yang terakhir', anggapan bahwa sesuatu yang baru pasti salah hanya karena belum pernah didengar sebelumnya, mengabaikan kemungkinan bahwa kebaruan bukan otomatis berarti kesalahan.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(Ajaran mengesakan Allah)' dan '(dusta)' tidak dipakai sepenuhnya: keduanya tidak ada padanan eksplisit dalam teks Arab; 'ikhtilaaqun' (akar khlq, bentuk verbal noun Bentuk kedelapan) diterjemahkan langsung 'rekaan belaka'.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan penolakan pemuka kaum: mengklaim gagasan tauhid sebagai sesuatu yang asing, tidak pernah didengar dari generasi terdekat sebelum mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam mereka berkata belum pernah mendengar hal ini dalam millah yang terakhir. Ukurannya kebiasaan. Yang baru ditolak karena baru, bukan karena salah.
  • Yang Allah rekam sebagai pembanding mereka millah yang terakhir. Bukan yang pertama. Perbandingan diambil dari yang paling dekat waktunya, dan itu yang paling mudah dijadikan ukuran.
  • Kesimpulan mereka: ini rekaan belaka. Dari premis belum pernah mendengar. Yang tak dikenali langsung dinamai buatan, sebab itu jalan terpendek menutup soalnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan millah sbg 'agama', menyamakannya dgn diin. terjemahan ini memisahkan keduanya utk menjaga presisi: 'millah' (kredo/jalan) ≠ 'pertanggungjawaban' (diin). Rollout millah (15 ayat akar m-l-l). Mempertahankan 'millah' menegakkan distingsi leksikal dari diin (Prinsip #1 konsistensi). PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn 'agama'(millah) diterjemahkan 'millah'. Millah (akar m-l-h, akar m-l-l; lemma corpus 'mil~ap'). Entri millah memang tipis krn م ada setelah qaaf, justru itu alasan kata serapan 'millah' dipertahankan. Diverifikasi corpus Leeds (root mll = 15 ayat millah, terpisah dari verba yumill 'mendiktekan' di 2:282). Konvensi terjemahan ini: millah DIPERTAHANKAN sbg kata Arab (kata serapan, spt 'salat'), DIBEDAKAN dari diin='pertanggungjawaban'. Millah = jalan/kredo keyakinan-praktik yg diikuti; diin = relasi/sistem pertanggungjawaban.