أَأُنْزِلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ مِنْ بَيْنِنَا ۚ بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ مِنْ ذِكْرِي ۖ بَلْ لَمَّا يَذُوقُوا عَذَابِ

Apakah peringatan diturunkan kepadanya, di antara kita?” Bahkan, mereka dalam keraguan tentang peringatan-Ku; bahkan, mereka belum merasakan azab-Ku.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَأُنْزِلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ مِنْ بَيْنِنَاa-unzila 'alayhi dz-dzikru min bayninaaapakah peringatan diturunkan kepadanya, di antara kita
  2. بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ مِنْ ذِكْرِيbal hum fii syakkin min dzikriibahkan, mereka dalam keraguan tentang peringatan-Ku
  3. بَلْ لَمَّا يَذُوقُوا عَذَابِbal lammaa yadzuuquu 'adzaabibahkan, mereka belum merasakan azab-Ku

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. أَأُنْزِلَa-unzilaapakah diturunkan
  2. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  3. الذِّكْرُdz-dzikruperingatan
  4. مِنْmindari
  5. بَيْنِنَاbayninaadi antara kami
  6. بَلْbalbahkan
  7. هُمْhummereka
  8. فِيfiidalam
  9. شَكٍّsyakkinkeraguan
  10. مِنْmindari
  11. ذِكْرِيdzikriiperingatan-Ku
  12. بَلْbalbahkan
  13. لَمَّاlammaabelum
  14. يَذُوقُواyadzuuquumereka merasakan
  15. عَذَابِ'adzaabiazab

Inti bacaan

Kata (عَذَابِي, 'adzaabii) yang berarti "azab-Ku" muncul sembilan kali di empat surah, yaitu 7:156, 14:7, 15:50, 54:16, 54:18, 54:21, 54:30, 54:37, dan 54:39, dan 38:8 menulis kata yang sama tanpa huruf yaa.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَأُنْزِلَ, a-unzila) yang berarti "apakah diturunkan", sebuah pertanyaan yang kata kerjanya tidak menyebut siapa yang menurunkan. Bentuk (أُنْزِلَ عَلَيْهِ, unzila 'alayhi) yang berarti "diturunkan kepadanya" muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 6:8, 10:20, 11:12, 13:7, 13:27, 29:50, dan 38:8. Enam kemunculan pertama bersambung dengan (لَوْلَا, law-laa) yang berarti "mengapa tidak", sehingga yang dituntut adalah sesuatu yang belum diturunkan: malaikat di 6:8, tanda di 10:20, 13:7, 13:27, dan 29:50, harta di 11:12. Di 38:8 pertanyaannya terbalik arah, karena yang dipersoalkan adalah apa yang sudah diturunkan, yaitu (الذِّكْرُ, dz-dzikru) yang berarti "peringatan". Kata dz-dzikru dengan tulisan persis seperti ini muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 15:6, 38:8, dan 54:25, dan ketiganya berada dalam ucapan para penolak. Di 15:6 kata kerjanya (نُزِّلَ, nuzzila) yang juga berarti "diturunkan", dan di 54:25 (أُلْقِيَ, ulqiya) yang berarti "dilemparkan", sehingga tiga ucapan itu memakai tiga kata kerja berbeda untuk menyebut sampainya peringatan kepada seseorang.

Frasa (مِنْ بَيْنِنَا, min bayninaa) muncul empat kali di empat surah, yaitu 6:53, 38:8, 41:5, dan 54:25. Di 41:5 artinya lain, karena (وَمِنْ بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ حِجَابٌ, wa-min bayninaa wa-baynika hijaabun) menyebut tabir antara pembicara dan lawan bicaranya. Di tiga lainnya frasa ini berarti "di antara kita" dan dipakai untuk menunjuk satu pihak yang terpilih dari kelompok pembicara: orang-orang yang diberi anugerah di 6:53, dan penerima peringatan di 38:8 dan 54:25. Dua kemunculan terakhir memiliki bunyi yang sama sampai (مِنْ بَيْنِنَا بَلْ, min bayninaa bal), yang muncul dua kali, di 38:8 dan 54:25. Di 54:25 kata sesudah bal masih berada dalam ucapan penanya dan menuduh orangnya, (هُوَ كَذَّابٌ, huwa kadzdzaabun) yang berarti "dia pendusta". Di 38:8 kata sesudah bal sudah berada di luar ucapan penanya.

Pergantian suara itu terlihat pada (ذِكْرِي, dzikrii) yang berarti "peringatan-Ku". Kata ini muncul enam kali di empat surah, yaitu 18:101, 20:14, 20:42, 20:124, 23:110, dan 38:8. Di 20:124, (عَنْ ذِكْرِي, 'an dzikrii) diterjemahkan "dari peringatan-Ku" seperti di 38:8, sedangkan di 18:101 dan 23:110 terjemahan memakai "mengingat-Ku". Di 38:8 kata dz-dzikru dan dzikrii berada dalam satu ayat dan terjemahan menyamakan keduanya sebagai "peringatan". Bagian kedua berbicara tanpa nama pembicara. Kata ganti pertama yang menyertai (عَذَابِ, 'adzaabi) di ayat yang sama menyambungkannya dengan 14:7, tempat (إِنَّ عَذَابِي, inna 'adzaabii) yang berarti "sesungguhnya azab-Ku" diucapkan oleh (رَبُّكُمْ, rabbukum) yang berarti "Tuhan kalian" yang disebut di awal ayat itu. Pembacaan bahwa suara di 38:8 adalah suara Tuhan bersandar pada pemakaian itu dan pada 7:156, (قَالَ عَذَابِي, qaala 'adzaabii) yang berarti "Dia berfirman, azab-Ku".

Frasa (بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ, bal hum fii syakkin) yang berarti "bahkan, mereka dalam keraguan" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 27:66, 38:8, dan 44:9. Susunan (فِي شَكٍّ, fii syakkin) secara umum muncul empat belas kali di sebelas surah, yaitu 4:157, 10:94, 10:104, 11:62, 11:110, 14:9, 27:66, 34:21, 34:54, 38:8, 40:34, 41:45, 42:14, dan 44:9. Di 11:62 dan 14:9 para pembicara menyatakan sendiri keadaan itu dengan (لَفِي شَكٍّ, la-fii syakkin) yang berarti "benar-benar dalam keraguan". Di 27:66, 38:8, dan 44:9 keraguan itu disebut oleh suara yang menggambarkan mereka. Kata (مِنْ ذِكْرِي, min dzikrii) menyebut keraguan itu tentang peringatan, sebagaimana (مِنْهَا, minhaa) yang berarti "tentangnya" di 27:66 menyebut keraguan tentang akhirat.

Bagian terakhir, (لَمَّا يَذُوقُوا, lammaa yadzuuquu) yang berarti "belum merasakan", memakai lammaa dan bukan lam. Terjemahan memberi "belum" pada lammaa yang diikuti kata kerja, misalnya di 2:214, 3:142, dan 49:14, dan memberi "belum" juga di sini. Kata kerja yadzuuquu berakar ذ-و-ق dan bentuk (يَذُوقُوا, yadzuuquu) muncul dua kali, di 4:56 dan 38:8. Kata (عَذَابِ, 'adzaabi) yang berarti "azab-Ku" menyertakan akhiran -ii yang tidak tertulis sebagai huruf yaa. Kata dengan akhiran itu muncul sepuluh kali di lima surah, yaitu 7:156, 14:7, 15:50, 38:8, 54:16, 54:18, 54:21, 54:30, 54:37, dan 54:39, dan sembilan lainnya menulis (عَذَابِي, 'adzaabii) dengan yaa. Dua dari sembilan itu memakai kata kerja yang sama dalam bentuk perintah, (فَذُوقُوا عَذَابِي, fa-dzuuquu 'adzaabii) yang berarti "maka rasakanlah azab-Ku", di 54:37 dan 54:39.

Tafsiran

Ayat ini menutup ucapan para penolak dengan pertanyaan tentang pilihan, lalu menjawab dengan dua pernyataan tentang keadaan mereka sendiri, dan tidak menjelaskan alasan pilihan itu. Pertanyaan di bagian pertama berbentuk pemilihan: dari antara mereka, mengapa penerimanya orang itu. Jawaban di bagian kedua tidak menyebut kelebihan penerima dan tidak membahas alasan pemilihan, tetapi menyebut bahwa mereka berada dalam keraguan tentang peringatan itu. Bagian ketiga, dengan bal yang kedua, menyebut bahwa mereka belum merasakan azab. Dua pernyataan itu ditaruh berdampingan, dan teks tidak mengatakan bahwa keraguan itu akan hilang bila azab dirasakan.

Ayat 38:8 terletak di antara dua titik waktu yang disebut surah ini. Di 38:3 betapa banyak generasi sebelum mereka telah dibinasakan, lalu mereka berteriak ketika sudah tidak ada jalan untuk melepaskan diri. Di 38:12 sampai 38:14 daftar kaum yang mendustakan para rasul ditutup dengan (فَحَقَّ عِقَابِ, fa-haqqa 'iqaabi) yang berarti "maka berlaku hukuman-Ku". Dengan lammaa, ayat ini menempatkan mereka di antara dua titik itu: mereka belum merasakan azab, sedangkan yang disebut di 38:3 dan 38:14 sudah. Di 54:37 dan 54:39 kata azab-Ku yang sama disebut dengan perintah merasakan, sehingga "belum" di 38:8 menandai ruang yang di dua ayat itu sudah terisi.

Perubahan suara di tengah ayat menandai bahwa keberatan para penolak tidak dibalas dengan pembelaan tentang penerimanya. Ayat 54:25 memakai kerangka yang sama sampai bal, tetapi lanjutan sesudahnya tetap berada di mulut penanya. Di 38:8 lanjutannya diambil alih oleh suara yang menyebut peringatan itu miliknya. Ayat berikutnya, 38:9, kembali memakai pertanyaan, kali ini dari suara yang sama kepada mereka, jadi 38:8 adalah engsel antara keberatan yang dikutip dan pertanyaan yang diajukan balik.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian min bayninaa bal muncul di 54:25 dan di 38:8, dengan lanjutan yang berbeda. Di 54:25 penanya sendiri yang melanjutkan, dan lanjutannya menunjuk orangnya, yaitu pendusta lagi sombong. Di 38:8 lanjutan datang dari suara lain dan menunjuk keadaan penanya, yaitu keraguan tentang peringatan dan azab yang belum dirasakan. Dua lanjutan itu memperlihatkan arah telunjuk: dari penanya ke orang lain, atau dari suara lain kembali ke penanya. Ketika sebuah keberatan diucapkan, pembaca dapat menanyai dirinya sendiri, apakah kata sesudah bahkan menunjuk kepada orang yang ditolak atau kepada keadaan dirinya?
  • Keberatan tentang siapa yang terpilih tidak hanya ada di 38:8. Di 6:53 pembicara bertanya, "Apakah mereka ini yang diberi anugerah oleh Allah di antara kita?", dan ayat itu menjawab dalam kalimat berikutnya, "Bukankah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur?" Jawaban itu menyebut pengetahuan Allah tentang orang-orang yang bersyukur, tanpa membahas kedudukan. Ayat 6:53 dan 38:8 membicarakan hal yang berbeda, anugerah kepada orang-orang di 6:53 dan peringatan di 38:8, sehingga keduanya tidak disamakan. Bagi pembaca yang pernah merasa sesuatu seharusnya jatuh ke tangannya, pertanyaan apa tentang rasa syukur yang sudah diajukan kepada diri sendiri sebelum pertanyaan tentang kedudukan?
  • Ayat 38:4 sampai 38:7 memuat sebutan yang tegas, yaitu penyihir, pendusta, dan rekaan. Ayat 38:8 menyebut keadaan di balik sebutan itu sebagai keraguan. Di 11:62 dan 14:9 ada kelompok yang menyatakan sendiri bahwa mereka benar-benar dalam keraguan, dan ayat 14:9 itu juga menyebut bahwa tidak ada yang mengetahui kaum-kaum tersebut selain Allah. Dua pemakaian itu memperlihatkan bahwa keraguan dapat diakui oleh pelakunya atau disebutkan oleh pihak lain. Sebuah kalimat yang tegas dapat dibaca bersama keadaan yang tidak diucapkannya. Bila kalimat tegas yang pernah diucapkan dibaca ulang, apakah di baliknya ada keraguan yang belum diberi nama?
  • Para penolak berbicara tentang peringatan yang diturunkan kepada seseorang, dan jawaban memakai kata ganti pertama untuk peringatan itu. Percakapan bergeser dari siapa penerimanya ke siapa pemiliknya. Di 14:7 kata ganti pertama yang sama dipakai pada azab oleh Tuhan yang disebut di awal ayat, dan 38:8 memakai bentuk yang sama pada peringatan. Penerima tidak ikut dibahas pada bagian itu. Bila peringatan itu milik Tuhan, ukuran siapa yang pantas menerimanya dipegang oleh pemiliknya, dan pihak di luar tidak memegangnya. Apa yang tersisa dari sebuah keberatan terhadap penerima, ketika pembaca teringat bahwa penerima bukan pemilik?
  • Kata belum merasakan azab di 38:8 dan perintah rasakanlah azab di 54:37 dan 54:39 memakai kata kerja dari akar yang sama dan kata yang sama untuk azab. Bedanya letak waktunya: di 38:8 sesuatu belum terjadi, dan di 54 sesuatu sudah terjadi. Ayat 14:7 memuat azab-Ku dan janji menambah bagi orang yang bersyukur dalam satu ayat, dan keduanya diucapkan oleh Tuhan. Antara belum dan sudah ada jarak yang di ayat ini tidak diberi ukuran. Pembaca dapat menimbang bagaimana jarak semacam itu dipakai dalam hidupnya sendiri, dan apakah ketiadaan peristiwa berarti keraguan sudah terjawab, atau jawabannya belum datang?
  • Di 6:8, 10:20, 11:12, 13:7, 13:27, dan 29:50 para penolak menuntut sesuatu diturunkan kepadanya: malaikat, tanda, atau harta. Di 38:8 mereka mempersoalkan apa yang sudah diturunkan. Dua bentuk ucapan itu muncul dari pembicara yang berbeda dan tidak saling menjelaskan. Di 10:20 tuntutan tanda dijawab, "Sungguh, yang gaib hanya milik Allah. Maka tunggulah!", dan di 11:12 serta 13:7 dijawab dengan pernyataan bahwa penerimanya pemberi peringatan. Jawaban-jawaban itu tidak memenuhi tuntutan. Pembaca dapat menanyai diri sendiri apakah ada sesuatu yang sudah diterimanya dan kurang dihargai karena ada hal lain yang sedang ia minta, dan apakah yang diminta itu akan mengubah cara ia menimbang?