أَمْ لَهُمْ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ فَلْيَرْتَقُوا فِي الْأَسْبَابِ
Ataukah mereka memiliki kerajaan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya? Kalau begitu, biarlah mereka menaiki tangga-tangga.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَمْ لَهُمْ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَاam lahum mulku s-samaawaati wa-l-ardhi wa-maa baynahumaaataukah mereka memiliki kerajaan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya
- فَلْيَرْتَقُوا فِي الْأَسْبَابِfa-l-yartaquu fii l-asbaabikalau begitu, biarlah mereka menaiki tangga-tangga
Terjemahan per kata (10 kata)
- أَمْamataukah
- لَهُمْlahumbagi mereka
- مُلْكُmulkukerajaan
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
- وَمَاwa-maadan apa yang
- بَيْنَهُمَاbaynahumaaantara keduanya
- فَلْيَرْتَقُواfa-l-yartaquumaka hendaklah mereka naik
- فِيfiipada
- الْأَسْبَابِl-asbaabijalan-jalan
Inti bacaan
Kata kerja (فَلْيَرْتَقُوا, fa-l-yartaquu) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:10.
Penjelasan pilihan kata
Pertanyaan ayat ini dibuka dengan (أَمْ لَهُمْ, am lahum) yang berarti "ataukah mereka memiliki". Rangkaian am lahum muncul sepuluh kali di sembilan surah, yaitu 4:53, 7:195, 21:43, 35:40, 38:10, 42:21, 46:4, 52:38, 52:43, dan 68:41. Benda yang ditanyakan berbeda-beda: bagian dari kerajaan di 4:53, (شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ, syirkun fii s-samaawaati) yang berarti "andil di langit" di 35:40 dan 46:4, sekutu-sekutu di 42:21 dan 68:41, tuhan di 21:43 dan 52:43, anggota tubuh di 7:195, tangga di 52:38, dan seluruh kerajaan langit dan bumi di 38:10. Tiga di antaranya disusul tantangan yang dibuka dengan fa dan lam perintah, yaitu (فَلْيَرْتَقُوا, fa-l-yartaquu) di 38:10, (فَلْيَأْتِ, fa-l-ya'ti) di 52:38, dan (فَلْيَأْتُوا, fa-l-ya'tuu) di 68:41.
Kata (مُلْكُ, mulku) yang berarti "kerajaan" dalam bunyi (مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا, mulku s-samaawaati wa-l-ardhi wa-maa baynahumaa) muncul empat kali di tiga surah, yaitu 5:17, 5:18, 38:10, dan 43:85. Di 5:17 dan 5:18 bunyi itu didahului (وَلِلَّهِ, wa-li-llaahi) yang berarti "dan milik Allahlah", dan di 43:85 didahului (لَهُ, lahu) yang berarti "bagi-Nya". Di 38:10 yang mendahuluinya (لَهُمْ, lahum) yang berarti "bagi mereka". Akhiran -humaa pada (بَيْنَهُمَا, baynahumaa) berbentuk dual, yaitu menunjuk dua pihak, dan di sini kedua pihak itu adalah langit dan bumi. Frasa (وَمَا بَيْنَهُمَا, wa-maa baynahumaa) yang berarti "serta apa yang di antara keduanya" muncul dua puluh satu kali di enam belas surah, yaitu 5:17, 5:18, 15:85, 19:65, 20:6, 21:16, 25:59, 26:24, 26:28, 30:8, 32:4, 37:5, 38:10, 38:27, 38:66, 43:85, 44:7, 44:38, 46:3, 50:38, dan 78:37. Tiga di antaranya ada di surah ini, yaitu 38:10, 38:27, dan 38:66.
Kata kerja (فَلْيَرْتَقُوا, fa-l-yartaquu) yang berarti "biarlah mereka naik" muncul satu kali, di 38:10. Akar kata ini, ر-ق-ي, muncul di tiga ayat, yaitu 17:93, 38:10, dan 75:27, dan bentuk yang dipakai di 38:10 tidak muncul di dua ayat lain. Di 17:93, (تَرْقَىٰ فِي السَّمَاءِ, tarqaa fii s-samaa'i) yang berarti "engkau naik ke langit" termasuk permintaan para penolak kepada orang yang membawa peringatan. Terjemahan 38:10 tidak menambahkan "ke langit", sebab (فِي الْأَسْبَابِ, fii l-asbaabi) tidak memuat kata langit.
Kata (الْأَسْبَابِ, l-asbaabi) muncul dalam bentuk jamak bersandang al- di tiga ayat, yaitu 2:166, 38:10, dan 40:36. Di 2:166 terjemahannya "hubungan", dan di 40:36 sampai 40:37 "jalan-jalan", dalam (لَعَلِّي أَبْلُغُ الْأَسْبَابَ, la'allii ablughu l-asbaaba) yang berarti "agar aku sampai ke jalan-jalan" di 40:36, disusul (أَسْبَابَ السَّمَاوَاتِ, asbaaba s-samaawaati) yang berarti "jalan-jalan langit" di 40:37. Bentuk tunggalnya dipakai di 18:84, 18:85, 18:89, dan 18:92, dan di 22:15, (فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ إِلَى السَّمَاءِ, fa-l-yamdud bi-sababin ilaa s-samaa'i) yang berarti "hendaklah merentangkan tali ke langit". Tiga kata kerja menyertai kata itu di tiga tempat: sampai di 40:36, merentangkan di 22:15, dan naik di 38:10. Terjemahan 38:10 memilih "tangga-tangga" karena kata kerjanya naik dan tangga adalah benda yang lazim dinaiki, sedangkan "jalan-jalan" lebih cocok untuk kata kerja sampai di 40:36. Kata lain yang berarti tangga, (سُلَّمًا, sullaman) di 6:35 dan (سُلَّمٌ, sullamun) di 52:38, juga diterjemahkan "tangga". Dua kata Arab yang berbeda itu karena itu berbagi satu padanan Indonesia, dan hanya kutipan Arab yang membedakannya.
Tafsiran
Ayat ini membesarkan pertanyaan 38:9. Di 38:9 pertanyaannya menyangkut perbendaharaan rahmat, dan di 38:10 menyangkut seluruh kerajaan langit dan bumi serta isinya. Urutan 38:8, 38:9, dan 38:10 menaik: dari mengapa orang itu yang menerima, ke siapa yang memegang perbendaharaan, ke siapa yang memiliki segala yang ada. Dapat dibaca bahwa setiap tingkat menyiratkan syarat yang lebih besar bagi pihak yang hendak menentukan penerima.
Sesudah pertanyaan datang tantangan. Di 17:93 sekelompok penolak meminta orang yang membawa peringatan naik ke langit. Di 38:10 kata langit tidak ada, tetapi naik diminta dari para penolak sendiri dengan bentuk perintah, biarlah mereka yang naik, dan teks tidak menyebut kelompok di dua ayat itu sebagai kelompok yang sama. Pola tantangan yang menuntut pihak lawan menunjukkan bukti ada di dua tempat lain, yaitu 52:38 dan 68:41. Ayat ini tidak menuliskan akibat bila mereka mencoba naik, sehingga tantangan itu berhenti pada kalimatnya sendiri.
Jawaban atas pertanyaan tentang pemilik kerajaan itu tertulis di ayat lain, bukan di sini. Di 5:17, 5:18, dan 43:85 bunyi yang sama dinyatakan milik Allah, dan di 38:66, di surah yang sama, Tuhan disebut sebagai (رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا, rabbu s-samaawaati wa-l-ardhi wa-maa baynahumaa) yang berarti "Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya". Frasa itu juga muncul di 38:27 untuk hal lain, yaitu bahwa langit, bumi, dan apa yang di antara keduanya tidak diciptakan dengan sia-sia. Pertanyaan 38:10 karena itu mendapat jawabannya di 38:66, sedangkan 38:11 segera melanjutkan dengan pernyataan tentang bala tentara.
Renungan dan Hikmah
- Bunyi kerajaan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya di 5:18 didahului milik Allahlah, di 43:85 didahului bagi-Nya, dan di 38:10 didahului bagi mereka dalam bentuk pertanyaan. Kata ganti yang menempel pada kerajaan itu berpindah dari Dia kepada mereka, dan perpindahan itu diuji lewat pertanyaan. Dengan susunan kata yang sama, perbedaan antara kalimat yang benar dan klaim yang sedang diuji hanya terletak pada satu kata ganti. Pembaca dapat menanyai diri sendiri tentang kata milik yang sering dipakainya untuk hal-hal yang luas: di belakang kata itu, hak apa yang berdiri, dan hak itu diterima dari siapa?
- Di 17:93 para penolak meminta orang yang membawa peringatan naik ke langit, dan menyatakan tidak akan percaya sebelum itu terjadi. Jawaban pembawa peringatan di ayat itu adalah, "Mahasuci Tuhanku; bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?" Di 38:10 permintaan naik diarahkan kepada para penolak sendiri. Dua ayat itu membicarakan pihak yang berbeda dan tidak dikaitkan satu sama lain oleh teks, tetapi bentuk permintaannya sama dan arahnya berbalik. Bila pembaca sendiri yang diminta melakukan apa yang selama ini dituntutnya dari orang lain, sanggupkah ia memenuhinya?
- Kerajaan yang ditanyakan di 38:10 disebut dengan tiga bagian: langit, bumi, dan apa yang di antara keduanya. Daftar itu tidak menyisakan sudut netral, tempat sebuah keberatan dapat diucapkan dari luar. Ayat 5:17 menyebut kerajaan yang sama sebagai milik Allah, dan 38:66 menyebut Tuhan dari ketiga bagian itu. Keberatan di 38:8 diucapkan dari dalam wilayah yang disebut daftar ini, jadi pembicara berdiri di tempat yang menurut ayat-ayat tadi bukan miliknya. Dari tempat berdiri seperti itu, hak berbicara apa yang dibawa oleh sebuah keberatan, dan di bagian mana dari daftar itu pembaca menaruh dirinya saat berkeberatan?
- Di 38:35 seseorang berdoa, "Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak patut bagi seorang pun sesudahku," dan menutupnya dengan pengakuan bahwa Tuhannya adalah Sang Pemberi. Kerajaan di ayat itu diminta, dan permintaan itu didahului permintaan ampun. Ayat 38:10 menanyakan apakah mereka memiliki kerajaan langit dan bumi. Dua ayat ini membicarakan hal yang berbeda, kerajaan tertentu di 38:35 dan seluruh kerajaan di 38:10. Dari keduanya terlihat dua sikap terhadap sesuatu yang bukan milik sendiri: memohon kepada Tuhan, atau mengandaikan sudah memilikinya. Mana yang lebih sering terdengar dalam kalimat pembaca?
- Tantangan di 38:10, 52:38, dan 68:41 meminta pihak lawan menunjukkan sesuatu: cara naik, keterangan yang nyata, atau sekutu-sekutu yang mereka klaim. Di 68:41 tantangan itu ditutup dengan jika mereka orang-orang yang benar. Permintaan seperti itu memindahkan beban dari yang mendengar ke yang mengklaim. Ketika pembaca sendiri menyatakan sesuatu tentang siapa yang berhak atau tidak berhak, jalan apa yang bisa ditunjukkannya kepada orang yang meminta bukti, dan apakah jalan itu cukup kokoh untuk dinaiki?
- Keberatan di 38:8 terdengar kecil, yaitu mengapa peringatan diturunkan kepadanya di antara mereka. Dapat dibaca bahwa dua ayat sesudahnya menunjukkan ukuran syarat yang tersembunyi di balik keberatan itu: untuk menentukan penerima rahmat, seseorang harus memegang perbendaharaan rahmat, dan untuk memegangnya, seseorang harus memiliki seluruh kerajaan. Ayat 38:10 tidak menyatakan bahwa mereka mengaku demikian, hanya menarik syarat itu sampai ke ujungnya. Dalam keberatan sehari-hari yang diucapkan pembaca tentang pembagian sesuatu, seberapa besar kepemilikan yang diandaikan, dan siapa yang sebenarnya memiliki hal sebesar itu?