وَثَمُودُ وَقَوْمُ لُوطٍ وَأَصْحَابُ الْأَيْكَةِ ۚ أُولَٰئِكَ الْأَحْزَابُ
dan Tsamud, kaum Lut, serta penduduk Aikah. Mereka itu golongan-golongan yang bersekutu.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَثَمُودُ وَقَوْمُ لُوطٍ وَأَصْحَابُ الْأَيْكَةِwa-tsamuudu wa-qawmu luuthin wa-ashaabu l-aykatidan Tsamud, kaum Lut, serta penduduk Aikah
- أُولَٰئِكَ الْأَحْزَابُulaa'ika l-ahzaabumereka itu golongan-golongan yang bersekutu
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَثَمُودُwa-tsamuududan Tsamud
- وَقَوْمُwa-qawmudan kaum
- لُوطٍluuthinLut
- وَأَصْحَابُwa-ashaabudan penghuni
- الْأَيْكَةِl-aykatiAikah
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- الْأَحْزَابُl-ahzaabugolongan-golongan
Inti bacaan
Susunan (أُولَٰئِكَ الْأَحْزَابُ, ulaa'ika l-ahzaabu) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:13.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَثَمُودُ, wa-tsamuudu) yang berarti "dan Tsamud". Awalan wa- yang berarti "dan" menyambungkannya langsung ke 38:12, tempat kata kerja (كَذَّبَتْ, kadzdzabat) yang berarti "telah mendustakan" berdiri di depan kaum Nuh, Ad, dan Firaun. Ayat 38:13 sendiri tidak memuat kata kerja, jadi nama-nama di dalamnya memakai kata kerja dari ayat sebelumnya. Bentuk wa-tsamuudu tercatat tiga kali, yaitu di 22:42, 38:13, dan 50:12, dan ketiganya berada dalam daftar kaum yang mendustakan. Di 22:42 dan 50:12 kata kerja kadzdzabat ada di ayat yang sama dengan Tsamud, sedangkan di 38:13 jaraknya satu ayat. Rangkaian (كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ, kadzdzabat qablahum qawmu nuuhin) yang berarti "sebelum mereka, kaum Nuh telah mendustakan" tercatat lima kali, yaitu di 22:42, 38:12, 40:5, 50:12, dan 54:9, sehingga daftar di 38:12 dan 38:13 memakai kerangka yang sama dengan empat ayat lain.
Terjemahan menulis "dan Tsamud" tanpa kata "kaum", karena kata Arab (قَوْمُ, qawmu) yang berarti "kaum" tidak berdiri di depan nama itu. Kata qawmu baru muncul di nama berikutnya, (وَقَوْمُ لُوطٍ, wa-qawmu luuthin) yang berarti "dan kaum Lut", sehingga terjemahan memisahkan keduanya menjadi "dan Tsamud, kaum Lut". Rangkaian wa-qawmu luuthin tercatat dua kali, yaitu di 22:43 dan 38:13. Tanpa awalan wa-, rangkaian (قَوْمُ لُوطٍ, qawmu luuthin) tercatat lima kali, yaitu di 11:89, 22:43, 26:160, 38:13, dan 54:33. Di 26:160 dan 54:33 rangkaian itu menjadi pelaku kata kerja kadzdzabat, yaitu (كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ, kadzdzabat qawmu luuthin) yang berarti "kaum Lut telah mendustakan". Daftar serupa di 50:13 memakai kata lain, (وَإِخْوَانُ لُوطٍ, wa-ikhwaanu luuthin) yang berarti "dan saudara-saudara Lut", sedangkan 38:13 memakai qawmu.
Nama terakhir dalam daftar adalah (وَأَصْحَابُ الْأَيْكَةِ, wa-ashaabu l-aykati) yang berarti "dan penduduk Aikah". Kata ashaabu berakar ص-ح-ب, akar yang sama dengan (صَاحِبُكُمْ, shaahibukum) yang berarti "kawan kalian" di 53:2. Bila kata ini disambung dengan nama kaum atau negeri, terjemahan memakai "penduduk", yaitu penduduk Aikah di 15:78, 26:176, 38:13, dan 50:14, penduduk Rass di 25:38 dan 50:12, penduduk Hijr di 15:80, penduduk Madyan di 9:70 dan 22:44, dan penduduk sebuah negeri di 36:13. Kata (الْأَيْكَةِ, l-aykati) tercatat empat kali, yaitu di 15:78, 26:176, 38:13, dan 50:14, dan di keempat ayat itu kata tersebut berdiri tepat sesudah ashaabu. Data morfologi tidak memberi akar untuk kata ini, dan tidak ada dari keempat ayat itu yang menerangkan wujud Aikah. Karena itu terjemahan menulisnya sebagai nama, "Aikah", dan tidak menggantinya dengan kata Indonesia.
Ayat ini ditutup dengan (أُولَٰئِكَ, ulaa'ika) yang berarti "mereka itu", disusul (الْأَحْزَابُ, l-ahzaabu) yang berarti "golongan-golongan yang bersekutu". Pasangan dekat dari ulaa'ika adalah (هَٰؤُلَاءِ, haa'ulaa'i) yang berarti "mereka ini", dan kata itu dipakai di 38:15. Di sini dua kata tersebut berdampingan tanpa kata ganti hum di antaranya, dan susunan ulaa'ika yang langsung disusul kata bersandang al- tercatat tiga kali, yaitu di 13:5, 38:13, dan 56:11. Di ketiganya terjemahan menambahkan akhiran -lah pada penunjuknya, misalnya pada penunjuk di depan (الْمُقَرَّبُونَ, l-muqarrabuuna) yang berarti "yang didekatkan" di 56:11, supaya kalimatnya terbaca sebagai penamaan: pihak yang ditunjuk sama dengan pihak yang disebut sesudahnya.
Kata al-ahzaabu berakar ح-ز-ب dan merupakan bentuk jamak dari hizb yang berarti golongan. Kata jamak ini tercatat sebelas kali di sepuluh ayat pada tujuh surah, yaitu di 11:17, 13:36, 19:37, 33:20 (dua kali), 33:22, 38:11, 38:13, 40:5, 40:30, dan 43:65. Terjemahan memakai "golongan-golongan yang bersekutu" di 38:11, 38:13, 40:5, dan 40:30, dan di 38:13, 40:5, serta 40:30 golongan-golongan itu digambarkan menghadapi rasul bersama-sama. Di 19:37 dan 43:65 mereka berselisih satu sama lain, dan di 11:17 serta 13:36 sebagian dari mereka saja yang mengingkari, sehingga terjemahannya "golongan-golongan" saja. Di 33:20 dan 33:22 terjemahannya "pasukan-pasukan sekutu". Ayat 38:13 tidak menyebut pertemuan atau perjanjian di antara enam kaum itu, jadi kata "bersekutu" di sini menandai satu pihak yang sama, yaitu pihak yang mendustakan, dan tidak menandai persekutuan yang dibuat.
Tafsiran
Ayat ini menyelesaikan daftar yang dimulai di 38:12 dan memberi seluruh isinya satu sebutan, yaitu golongan-golongan yang bersekutu. Dengan ayat ini daftar itu memuat enam nama: kaum Nuh, Ad, Firaun, Tsamud, kaum Lut, dan penduduk Aikah. Daftar di 50:12 sampai 50:14 memuat delapan nama dan berhenti pada putusan, (كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ, kullun kadzdzaba r-rusula) yang berarti "masing-masing mendustakan para rasul", tanpa sebutan bersama. Di 38:13 sebutan bersama datang lebih dulu, dan putusan menyusul di 38:14.
Sebutan itu mengikat 38:13 kembali ke 38:11, yang berbunyi (جُنْدٌ مَا هُنَالِكَ مَهْزُومٌ مِنَ الْأَحْزَابِ, jundun maa hunaalika mahzuumun mina l-ahzaabi) yang berarti "suatu bala tentara di sana akan dikalahkan, dari golongan-golongan yang bersekutu". Di 38:11 golongan-golongan itu belum diberi nama kaum. Teks menyatakan dua hal: bala tentara itu berasal dari golongan-golongan, dan enam kaum di 38:12 dan 38:13 disebut golongan-golongan. Teks tidak menyatakan bahwa bala tentara di 38:11 adalah salah satu dari enam kaum itu, sehingga hubungan keduanya tinggal sebagai kemungkinan bacaan.
Tiga dari keenam kaum itu tidak hidup pada waktu yang sama. Ayat 7:74 berbicara kepada Tsamud (7:73) dan menyebut mereka (خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ, khulafaa'a min ba'di) yang berarti "pengganti-pengganti setelah" kaum Ad, sedangkan Ad sendiri disebut sebagai pengganti sesudah kaum Nuh di 7:69. Satu sebutan untuk kaum Nuh, Ad, dan Tsamud, yang dipisahkan waktu, berarti kesamaan yang dimaksud tidak terletak pada kapan mereka hidup. Ayat 38:14 menyebut kesamaannya: masing-masing tidak lain kecuali mendustakan para rasul.
Surah ini sudah menyebut generasi-generasi terdahulu tanpa nama di 38:3, (كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ, kam ahlaknaa min qablihim min qarnin) yang berarti "betapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan". Ayat 38:12 dan 38:13 memberi nama pada kaum-kaum sebelum mereka. Teks tidak menyatakan bahwa keenam nama itu sama dengan generasi yang dimaksud di 38:3, karena 38:3 menyebut jumlah yang banyak dan 38:13 menyebut enam.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 38:12 dan 38:13 memuat enam nama yang ditutup satu sebutan. Firaun diberi keterangan tambahan, "pemilik pasak-pasak", sedangkan Aikah disebut di empat ayat saja, dan sebutan penutup tidak membedakan keduanya. Ukuran yang menaruh sebuah nama di dalam daftar adalah perbuatan yang disebut di 38:14, dan ukuran itu sama bagi nama yang besar maupun nama yang jarang disebut. Pembaca yang mengingat daftar ini lewat nama yang sudah dikenalnya dapat menimbang apakah ingatannya lebih condong ke nama yang ramai dibicarakan daripada ke perbuatan yang menyatukan semuanya, dan apa yang tersisa dari peringatan itu bila nama yang terkenal saja yang diingat.
- Ayat 38:13 menunjuk daftar ini dengan kata "mereka itu", yaitu kata untuk yang berjarak, dan dua ayat sesudahnya, 38:15, mengganti penunjuknya menjadi "orang-orang ini". Di surah lain, 11:89, seorang rasul berkata kepada kaumnya (وَمَا قَوْمُ لُوطٍ مِنْكُمْ بِبَعِيدٍ, wa-maa qawmu luuthin minkum bi-ba'iidin) yang berarti "dan kaum Lut tidaklah jauh dari kalian". Satu nama yang sama, kaum Lut, ditunjuk jauh di satu ayat dan dinyatakan tidak jauh di ayat lain, dan teks tidak memerinci jauh dalam ukuran waktu, tempat, atau perbuatan. Jauh dalam ukuran apa daftar ini dari seorang pembaca, dan apakah ukuran itu masih berlaku ketika kata yang dipakai berganti dari "itu" menjadi "ini"?
- Tiga dari enam kaum ini muncul dalam daftar yang sama di 40:31, (قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ, qawmi nuuhin wa-'aadin wa-tsamuuda) yang berarti "kaum Nuh, Ad, Tsamud", dan daftar itu berlanjut ke "orang-orang setelah mereka", lalu disusul (وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعِبَادِ, wa-maa llaahu yuriidu zhulman li-l-'ibaadi) yang berarti "dan Allah tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba". Kalimat itu menaruh daftar nama dalam satu penegasan tentang apa yang tidak dikehendaki Allah. Ayat 40:31 tidak menjelaskan bagaimana penegasan itu bertemu dengan akibat yang menimpa kaum-kaum tadi, dan 38:13 tidak mengulangnya. Pembaca dapat menanyakan apakah daftar itu dibacanya sebagai catatan hukuman saja, atau bersama pernyataan di 40:31 bahwa Allah tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba.
- Di balik nama Aikah ada satu percakapan yang dicatat di surah lain. Ayat 26:176 berbunyi bahwa penduduk Aikah telah mendustakan para rasul, lalu 26:177 mencatat ucapan kepada mereka, (أَلَا تَتَّقُونَ, a-laa tattaquuna) yang berarti "tidakkah kalian bertakwa?", dan 26:179 melanjutkan dengan perintah bertakwa kepada Allah dan menaati si pembicara. Dalam 38:13 percakapan itu tidak tampak, dan Aikah hanya tinggal sebagai satu nama di antara enam. Berapa banyak pertanyaan yang pernah diajukan kepada orang-orang yang kini tersisa sebagai nama saja, dan apakah pertanyaan serupa pernah sampai kepada pembaca dalam bentuk yang lain?
- Ayat 7:74 menyebut bahwa Dia menjadikan Tsamud pengganti sesudah Ad, dan ayat yang sama menyuruh mengingat (آلَاءَ اللَّهِ, aalaa'a llaahi) yang berarti "nikmat-nikmat Allah". Dua kaum itu terpisah waktu, namun 38:13 menaruh keduanya di bawah satu sebutan yang diterjemahkan "golongan-golongan yang bersekutu". Teks tidak menyebut perundingan, pertemuan, atau kesepakatan di antara mereka, dan 38:14 hanya menyebut satu kesamaan: mendustakan para rasul. Pembaca dapat bertanya apakah ada barisan yang dimasukinya tanpa pernah menyepakatinya dengan siapa pun, dan sikap mana dalam diri sendiri yang membuat nama barisan itu cocok untuknya.
- Ayat 38:13 tidak memuat satu pun kata kerja. Orang yang mengutipnya sendirian mendapat tiga nama dan satu sebutan, tanpa tuduhan yang membuat daftar itu bermakna, sebab kata kerja kadzdzabat ada di 38:12 dan putusan ada di 38:14. Ayat ini dengan demikian terbaca utuh bila tetangga di kiri dan kanannya ikut terbaca. Memotong satu ayat dari sekelilingnya mengubah daftar peringatan menjadi daftar nama sejarah. Pembaca dapat memeriksa berapa banyak ayat yang pernah dikutipnya dan apakah kata kerjanya ikut terbawa.