إِنْ كُلٌّ إِلَّا كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ عِقَابِ
Masing-masing tidak lain kecuali mendustakan para rasul, maka, berlaku hukuman-Ku.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنْ كُلٌّ إِلَّا كَذَّبَ الرُّسُلَin kullun illaa kadzdzaba r-rusulamasing-masing tidak lain kecuali mendustakan para rasul
- فَحَقَّ عِقَابِfa-haqqa 'iqaabimaka, berlaku hukuman-Ku
Terjemahan per kata (7 kata)
- إِنْintidaklah
- كُلٌّkullunmasing-masing
- إِلَّاillaakecuali
- كَذَّبَkadzdzabamendustakan
- الرُّسُلَr-rusulapara rasul
- فَحَقَّfa-haqqamaka pastilah
- عِقَابِ'iqaabihukuman-Ku
Inti bacaan
Rangkaian (إِنْ كُلٌّ إِلَّا, in kullun illaa) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:14.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنْ كُلٌّ إِلَّا, in kullun illaa) yang berarti "masing-masing tidak lain kecuali". Kata in di sini berarti "tidak", sama seperti pada (إِنْ هُوَ إِلَّا, in huwa illaa) yang diterjemahkan "tidak lain" di sebelas ayat, yaitu 6:90, 7:184, 12:104, 23:25, 23:38, 34:46, 36:69, 38:87, 43:59, 53:4, dan 81:27. Rangkaian in kullun illaa tercatat satu kali, yaitu di 38:14. Penyangkalan yang disusul pengecualian ini membuat kalimatnya tidak menyisakan satu nama pun di luar sifat yang disebut, sehingga terjemahan menjaga kedua kata itu menjadi "tidak lain kecuali". Kata (كُلٌّ, kullun) berdiri tanpa kata benda di belakangnya dan menunjuk kembali ke enam nama di 38:12 dan 38:13. Kata kerjanya, (كَذَّبَ, kadzdzaba) yang berarti "mendustakan", berbentuk tunggal laki-laki, sedangkan di 38:12 kata kerja untuk kaum sebagai kelompok adalah (كَذَّبَتْ, kadzdzabat) yang berbentuk tunggal perempuan.
Kata (الرُّسُلَ, r-rusula) yang berarti "para rasul" tercatat lima kali, yaitu di 5:109, 14:44, 25:37, 38:14, dan 50:14. Rangkaian (كَذَّبَ الرُّسُلَ, kadzdzaba r-rusula) yang berarti "mendustakan para rasul" hanya ada di 38:14 dan 50:14. Bentuk jamak itu dipakai untuk tiap kaum, termasuk kaum Nuh di 25:37, (كَذَّبُوا الرُّسُلَ, kadzdzabuu r-rusula) yang berarti "mereka mendustakan para rasul". Di surah 26 lima dari enam nama di daftar ini muncul dengan kata kerja mendustakan dan (الْمُرْسَلِينَ, l-mursaliina) yang berarti "para rasul", yaitu kaum Nuh di 26:105, Ad di 26:123, Tsamud di 26:141, kaum Lut di 26:160, dan penduduk Aikah di 26:176. Ayat yang menyusul tiap-tiapnya, yaitu 26:106, 26:124, 26:142, 26:161, dan 26:177, menyebut satu nama yang berbicara kepada kaum itu: Nuh, Hud, Salih, Lut, dan Syu'aib. Jadi jamak "para rasul" dipakai untuk kaum yang di sana hanya disebut satu pembicara. Firaun tidak ada dalam deretan itu di surah 26.
Kata (فَحَقَّ, fa-haqqa) tersusun dari awalan fa- yang berarti "maka" dan haqqa yang berakar ح-ق-ق. Bentuk fa-haqqa tercatat empat kali, yaitu di 17:16, 37:31, 38:14, dan 50:14. Di 17:16, (فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ, fa-haqqa 'alayhaa l-qawlu) yang berarti "maka pastilah berlaku atasnya ketetapan", dan di 37:31, (فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَا, fa-haqqa 'alaynaa qawlu rabbinaa) yang berarti "maka berlaku atas kita perkataan Tuhan kita", kata kerja ini disusul 'alaa yang menyebut siapa yang terkena. Di 38:14 dan 50:14 tidak ada 'alaa, dan yang berlaku disebut langsung, yaitu 'iqaabi di 38:14 dan (وَعِيدِ, wa'iidi) yang berarti "ancaman-Ku" di 50:14. Terjemahan memakai "berlaku" di keempat ayat itu.
Kata (عِقَابِ, 'iqaabi) berakar ع-ق-ب, dan bunyi i di ujungnya menandai "-ku" dengan huruf ya yang tidak ditulis; data morfologi mencatatnya sebagai akhiran orang pertama. Bentuk ini tercatat tiga kali tanpa kata sandang, yaitu di 13:32, 38:14, dan 40:5, dan terjemahan memakai "hukuman-Ku" di ketiganya. Di 13:32 dan 40:5 kata ini berada dalam (فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ, fa-kayfa kaana 'iqaabi) yang berarti "maka bagaimana hukuman-Ku", dan di 13:32 pertanyaan itu didahului kata kerja orang pertama (أَخَذْتُهُمْ, akhadztuhum) yang berarti "Aku ambil mereka". Dengan kata sandang dan pemilik yang disebut jelas, (شَدِيدُ الْعِقَابِ, syadiidu l-'iqaabi) yang berarti "keras hukuman-Nya" tercatat empat belas kali di tujuh surah, yaitu di 2:196, 2:211, 3:11, 5:2, 5:98, 8:13, 8:25, 8:48, 8:52, 13:6, 40:3, 40:22, 59:4, dan 59:7. Di 8:13 dan 59:4 pemiliknya disebut dengan nama, yaitu Allah.
Tafsiran
Ayat ini menutup 38:12 dan 38:13 dengan satu kalimat yang berisi dua bagian, yaitu sifat bersama dan akibat bersama. Sifatnya mendustakan para rasul, dan akibatnya hukuman yang berlaku. Daftar di 50:12 sampai 50:14 berakhir dengan kalimat yang hampir sama, (كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ, kullun kadzdzaba r-rusula fa-haqqa wa'iidi) yang berarti "masing-masing mendustakan para rasul, maka berlaku ancaman-Ku". Perbedaan 38:14 ada pada awalnya. Kalimat ini membuka dengan penyangkalan yang diikuti pengecualian, dan 50:14 menyatakan hal yang sama tanpa penyangkalan.
Yang berlaku di 38:14 adalah hukuman yang dinamai dengan -Ku, dan pembicara tidak menyebut namanya di ayat ini. Di 13:32 dan 40:5 kata hukuman-Ku datang sebagai pertanyaan, sesudah pembicara memakai orang pertama untuk perbuatannya sendiri. Ayat 38:14 menaruh jawabannya dalam bentuk pernyataan, dan tidak memerinci bentuk hukuman itu. Bentuk hukuman bagi kaum tertentu dituturkan di ayat lain, misalnya (صَيْحَةً وَاحِدَةً, shayhatan waahidatan) yang berarti "satu suara menggelegar" di 54:31, sehingga 38:14 hanya memuat putusannya.
Dalam rangkaian 38:11 sampai 38:15, ayat ini menjadi titik putaran. Ayat 38:11 menyebut bala tentara yang akan dikalahkan, 38:12 dan 38:13 mendaftar kaum-kaum, dan 38:14 menyatakan putusan yang berlaku atas kaum-kaum itu. Ayat 38:15 kemudian beralih ke (هَٰؤُلَاءِ, haa'ulaa'i) yang berarti "mereka ini". Dapat dibaca bahwa daftar tadi menjadi bahan pembanding bagi pihak yang disebut di 38:15, karena putusan di 38:14 sudah dinyatakan berlaku sebelum pihak itu disebut. Teks tidak menyatakan hubungan itu secara langsung.
Renungan dan Hikmah
- Firaun diberi sebutan tambahan di 38:12, yaitu pemilik pasak-pasak, sedangkan Tsamud, kaum Lut, dan penduduk Aikah hanya disebut namanya, dan 38:14 tetap menilai semuanya dengan satu kalimat yang sama. Tidak ada kaum yang diperiksa dengan ukuran lain karena nama atau sebutannya lebih panjang. Pembaca yang terbiasa menimbang sesuatu menurut kebesarannya akan menemukan di ayat ini ukuran yang berbeda: satu perbuatan, yaitu mendustakan para rasul, dan satu akibat. Pembaca dapat menanyakan ukuran mana yang selama ini dipakainya untuk menilai orang lain dan diri sendiri, dan apakah ukuran itu masih terpakai bila yang dinilai punya sebutan sebesar milik Firaun.
- Ayat 38:14 tidak berbicara tentang hukuman yang berjalan sendiri. Kata -Ku di ujung ayat menaruh hukuman itu pada seorang pembicara, dan di 8:13 serta 59:4 pemilik hukuman disebut dengan nama: sesungguhnya Allah keras hukuman-Nya, tepat sesudah ayat menyebut orang yang menentang Allah. Orang yang membaca ayat peringatan sebagai kabar tentang hukum alam tanpa pemilik akan melihat bahwa teks memakai kata ganti pribadi untuk pemiliknya. Teks tidak menjelaskan mengapa pemilik itu tidak dinamai di 38:14 sendiri. Pembaca dapat menimbang apakah peringatan lebih mudah diterima bila pemiliknya tidak disebut, dan apa yang berubah dalam dirinya ketika nama pemilik itu ada.
- Kata kerja yang dipakai 38:14 untuk hukuman, fa-haqqa, juga diucapkan oleh pihak yang terkena di 37:31. Di sana orang-orang yang saling menyalahkan berkata bahwa atas mereka berlaku perkataan Tuhan mereka, lalu mereka mengakui bahwa mereka benar-benar akan merasakannya. Kata yang sama dipakai oleh pembicara yang menjatuhkan putusan di 38:14 dan oleh pihak yang menerimanya di 37:31, dengan sudut pandang yang berlainan. Ayat 37:31 memuat pengakuan dan tidak memuat penolakan. Dari sisi mana pembaca membaca kata berlaku: sisi pembicara yang menyatakan atau sisi yang menerima dan apakah pernah dicobanya membaca dari sisi yang kedua sebelum ada yang memaksa?
- Ayat 5:109 menggambarkan hari ketika Allah mengumpulkan para rasul lalu bertanya apa yang dijawabkan kepada mereka, dan para rasul menjawab bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan. Ayat 38:14 tidak memuat laporan para rasul. Ayat itu memuat jawaban enam kaum yang menerima pesan mereka, dan jawaban itu ditulis dalam satu kalimat. Pertanyaan di 5:109 dan kalimat di 38:14 berada di ayat yang berbeda dan tidak dihubungkan oleh teks, sehingga hubungannya tinggal sebagai kemungkinan bacaan. Bila pertanyaan itu suatu hari diajukan tentang pesan yang sampai kepada pembaca, jawaban apa yang akan tercatat sebagai jawabannya, dan apakah jawaban itu akan dikenalinya sebagai miliknya?
- Kata kullun di 38:14 dipakai untuk enam kaum yang semuanya mendustakan, dan kata yang sama dipakai di 38:19, (كُلٌّ لَهُ أَوَّابٌ, kullun lahu awwaabun) yang berarti "masing-masing selalu kembali kepada-Nya", untuk burung-burung yang berkumpul. Dua ayat itu berjarak lima ayat dan memakai satu kata untuk dua pihak yang arahnya berlawanan, yang satu menjauh dari pesan dan yang lain kembali. Kata itu sendiri tidak menentukan arah. Arahnya ditentukan oleh kata kerja yang menyertainya, mendustakan atau kembali. Pembaca dapat melihat dirinya sebagai salah satu dari kullun, dan bertanya kata kerja mana yang kini menyertai namanya.
- Di 13:32 dan 40:5 hukuman-Ku muncul sebagai pertanyaan, yaitu bagaimana hukuman-Ku, dan pertanyaan itu menunggu pembaca menjawabnya dari daftar yang baru saja dibaca. Di 38:14 jawabannya berbentuk pernyataan, dan tidak disertai gambaran apa pun tentang rupa hukuman itu. Orang yang menunggu gambaran akan menemukan kalimat yang pendek, berlaku, tanpa perincian. Gambaran yang muncul di benak pembaca ketika membaca kata berlaku berasal dari bacaannya sendiri.