وَمَا يَنْظُرُ هَٰؤُلَاءِ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً مَا لَهَا مِنْ فَوَاقٍ

Dan orang-orang ini tidak menunggu selain satu teriakan yang tidak ada selanya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا يَنْظُرُ هَٰؤُلَاءِwa-maa yanzhuru haa'ulaa'idan orang-orang ini tidak menunggu
  2. إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً مَا لَهَا مِنْ فَوَاقٍillaa shayhatan waahidatan maa lahaa min fawaaqinselain satu teriakan yang tidak ada selanya

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. يَنْظُرُyanzhurumemperhatikan
  3. هَٰؤُلَاءِhaa'ulaa'imereka ini
  4. إِلَّاillaakecuali
  5. صَيْحَةًshayhatansuara keras
  6. وَاحِدَةًwaahidatansatu
  7. مَاmaatidaklah
  8. لَهَاlahaabaginya
  9. مِنْmindari
  10. فَوَاقٍfawaaqinjeda

Inti bacaan

Kesederhanaan mekanisme kehancuran 'satu teriakan yang tidak ada selanya', proses instan tanpa jeda sebagai pengingat akan kerapuhan waktu yang tersisa bagi siapa pun yang menunda perbaikan diri.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian acuan dengan peringatan langsung kepada kaum penerima wahyu saat itu: nasib yang sama menanti mereka, hanya dengan satu teriakan tanpa jeda.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka sedang menunggu, padahal merasa tidak. Yang ditunggu satu teriakan. Tanpa jeda.
  • Frasa tidak ada selanya ditambahkan. Bukan sekali lalu berhenti. Tanpa jarak untuk bernapas.
  • Kalimat ini menutup deretan kaum terdahulu. Allah memindahkan sasarannya. Dari mereka ke yang mendengar sekarang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-zh-r, s-y-h, w-h-d, f-w-q): yanzhuru diterjemahkan 'menunggu' (akar n-zh-r); sayhah waahidah diterjemahkan 'satu teriakan' (akar s-y-h); fawaaq diterjemahkan 'sela (jeda)' (akar f-w-q). Selaras.