وَقَالُوا رَبَّنَا عَجِّلْ لَنَا قِطَّنَا قَبْلَ يَوْمِ الْحِسَابِ

Dan mereka berkata, “Tuhan kami, segerakanlah untuk kami bagian kami sebelum hari perhitungan.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَقَالُوا رَبَّنَاwa-qaaluu rabbanaadan mereka berkata, Tuhan kami
  2. عَجِّلْ لَنَا قِطَّنَا'ajjil lanaa qiththanaasegerakanlah untuk kami bagian kami
  3. قَبْلَ يَوْمِ الْحِسَابِqabla yawmi l-hisaabisebelum hari perhitungan

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  2. رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
  3. عَجِّلْ'ajjilsegerakanlah
  4. لَنَاlanaabagi kami
  5. قِطَّنَاqiththanaabagian kami
  6. قَبْلَqablasebelum
  7. يَوْمِyawmiHari
  8. الْحِسَابِl-hisaabiperhitungan

Inti bacaan

Bentuk perintah (عَجِّلْ, 'ajjil) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:16.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَقَالُوا رَبَّنَا, wa-qaaluu rabbanaa) yang berarti "dan mereka berkata, Tuhan kami". Kata kerja qaaluu berakar ق-و-ل dan memakai pelaku jamak laki-laki yang tidak dinamai, sehingga "mereka" menyambung langsung ke "orang-orang ini" di 38:15. Rangkaian wa-qaaluu rabbanaa tercatat tiga kali, yaitu di 4:77, 33:67, dan 38:16. Di 4:77 isi ucapannya adalah pertanyaan, (لَوْلَا أَخَّرْتَنَا, lawlaa akhkhartanaa) yang berarti "mengapa tidak Engkau tangguhkan kami". Di 33:67 isinya pengakuan, (إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا, innaa atha'naa saadatanaa) yang berarti "sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin kami". Di 38:16 isinya permintaan, dan permintaan itu berbentuk perintah kepada pihak yang dipanggil rabbanaa.

Perintah itu adalah (عَجِّلْ, 'ajjil) yang berarti "segerakanlah". Kata ini berakar ع-ج-ل, berbentuk kedua, dan bentuk perintahnya tercatat satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:16. Bentuk kedua dari akar yang sama dipakai dengan pihak yang menyegerakan sebagai pelaku, yaitu Allah di 10:11, 18:58, dan 48:20, serta kata ganti Kami di 17:18. Di 14:44 ada rangkaian yang bentuknya sejajar tetapi arahnya berlawanan, (رَبَّنَا أَخِّرْنَا, rabbanaa akhkhirnaa) yang berarti "Tuhan kami, tangguhkanlah kami", dan rangkaian itu tercatat satu kali. Di 14:44 permintaan menunda diucapkan pada hari azab datang kepada mereka, sedangkan di 38:16 permintaan menyegerakan diucapkan sebelum hari perhitungan. Permintaan menyegerakan di ayat lain memakai kata kerja bentuk kesepuluh, (يَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ, yasta'jiluunaka bi-l-'adzaabi) yang berarti "mereka meminta kepadamu agar azab disegerakan", yaitu di 22:47, 29:53, dan 29:54, dan ditujukan kepada seorang rasul dengan azab sebagai sasaran yang disebut. Di 38:16 sasarannya tidak disebut azab.

Sasaran itu adalah (قِطَّنَا, qiththanaa) yang berarti "bagian kami", dengan akhiran -naa yang berarti "kami". Bersama kata sebelumnya, (لَنَا قِطَّنَا, lanaa qiththanaa) yang berarti "untuk kami bagian kami", akhiran -naa dipakai dua kali, jadi bagian itu dinyatakan sebagai milik mereka. Kata qiththanaa tercatat satu kali di Al-Qur'an, dan data morfologi mencatat akarnya, ق-ط-ط, hanya di sini. Karena tidak ada kata sekerabat di ayat lain, maknanya tidak dapat diuji dengan pemakaian lain, dan terjemahan "bagian" mengikuti urutan ucapan: sesuatu milik mereka yang diminta disegerakan sebelum hari perhitungan. Kata lain yang diterjemahkan "bagian" di 2:202 adalah (نَصِيبٌ, nashiibun), dan bentuk itu tercatat di enam ayat, yaitu 2:202, 4:7, 4:32, 4:53, 4:85, dan 4:141. Ayat 38:16 tidak menyebut apakah bagian itu kebaikan atau keburukan, dan terjemahan tidak menambahkan keterangan apa pun.

Ayat ini ditutup dengan (قَبْلَ يَوْمِ الْحِسَابِ, qabla yawmi l-hisaabi) yang berarti "sebelum hari perhitungan". Rangkaian yawmi l-hisaabi dan yawma l-hisaabi tercatat empat kali, yaitu di 38:16, 38:26, 38:53, dan 40:27, dan terjemahan memakai "hari perhitungan" di keempatnya. Rangkaian qabla yawmi l-hisaabi tercatat satu kali, di 38:16. Kata (الْحِسَابِ, l-hisaabi) berakar ح-س-ب dan tercatat empat belas kali, yaitu di 2:202, 3:19, 3:199, 5:4, 13:18, 13:21, 13:41, 14:51, 24:39, 38:16, 38:26, 38:53, 40:17, dan 40:27. Delapan di antaranya berbunyi (سَرِيعُ الْحِسَابِ, sarii'u l-hisaabi) yang berarti "cepat perhitungan-Nya", yaitu 2:202, 3:19, 3:199, 5:4, 13:41, 14:51, 24:39, dan 40:17, dan di semuanya pemilik perhitungan itu adalah Allah atau Dia.

Tafsiran

Ayat ini mengutip ucapan mereka sesudah 38:15 menyatakan teriakan tanpa sela. Ucapan itu memanggil rabbanaa, lalu meminta sesuatu disegerakan. Nadanya, sungguh-sungguh atau menantang, tidak tertulis. Ayat 8:32 mengutip ucapan yang bentuknya serupa, yaitu (اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَٰذَا هُوَ الْحَقَّ, llaahumma in kaana haadzaa huwa l-haqqa) yang berarti "Ya Allah, jika ini adalah kebenaran", lalu meminta hujan batu atau azab yang pedih. Perbedaannya, 8:32 menamai sasaran permintaannya, sedangkan 38:16 hanya menyebut bagian mereka.

Permintaan di 38:16 berada di sisi lain dari permintaan di 14:44. Di 14:44 orang-orang yang zalim meminta penundaan sesudah azab datang, dan di 38:16 orang-orang yang tidak dinamai meminta penyegeraan sebelum hari perhitungan datang. Keduanya memanggil rabbanaa, dan keduanya berbicara tentang jarak waktu. Yang satu ingin jarak itu diperpanjang ketika sudah terlambat, dan yang lain ingin jarak itu dipendekkan ketika masih ada.

Dalam rangkaian ayat, 38:16 memuat ucapan terdekat sebelum perintah di 38:17: (اصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ, ishbir 'alaa maa yaquuluuna) yang berarti "bersabarlah atas apa yang mereka katakan". Kata ganti mereka di 38:17 tidak dirinci, sehingga ucapan di 38:16 dapat dibaca sebagai bagian dari apa yang harus disabari, bersama ucapan yang dikutip di 38:4 sampai 38:8. Pembacaan ini tinggal kemungkinan, karena 38:17 tidak menyebut ucapan mana yang dimaksud.

Renungan dan Hikmah

  • Delapan ayat menyebut Allah cepat perhitungan-Nya, di antaranya 2:202 dan 40:17, dan ayat 38:16 memuat permintaan agar sesuatu disegerakan sebelum hari perhitungan. Kecepatan yang disebut di delapan ayat itu adalah sifat pemilik perhitungan, sedangkan permintaan di 38:16 datang dari pihak yang diperhitungkan. Dikabulkan atau tidaknya permintaan itu tidak diceritakan. Orang yang meminta sesuatu disegerakan sedang menaruh kecepatan di tangannya sendiri, padahal delapan ayat tadi menaruh kecepatan itu pada pihak lain.
  • Dua permintaan memakai pembuka yang sama, rabbanaa, dan arahnya berlawanan. Di 14:44 orang-orang yang zalim meminta Tuhan mereka menangguhkan sesudah azab datang, dan di 38:16 pihak yang lain meminta penyegeraan sebelum hari perhitungan. Keduanya mengakui ada jarak waktu dan ingin mengubah panjangnya. Teks 14:44 menambahkan bahwa mereka berjanji menjawab seruan bila ditangguhkan, sedangkan 38:16 tidak menambahkan janji apa pun. Pembaca yang berdoa dapat memeriksa apakah doanya lebih sering meminta waktu ditambah atau waktu dipotong, dan apakah Tuhan dipanggilnya dengan cara yang sama ketika hasilnya belum terlihat dan ketika sudah terlihat?
  • Di 8:32 permintaan itu menyebut isinya dengan nama: hujan batu atau azab yang pedih, dan pembukanya adalah panggilan "Ya Allah". Di 38:16 yang diminta hanya bagian mereka, tanpa nama dan tanpa sifat. Pihak yang berbicara menyebut rabbanaa dan -naa dua kali, tetapi tidak menyebut apa yang mereka maksud. Kekosongan itu tidak diisi oleh teks. Pembaca dapat memeriksa doa-doa yang pernah diucapkannya dan bertanya berapa di antaranya yang menyebut isi dengan jelas, dan apakah isi itu siap diterimanya bila yang datang tepat sebagaimana diminta.
  • Dalam surah yang sama 38:5 mengutip keberatan terhadap gagasan bahwa tuhan-tuhan dijadikan Tuhan yang satu, dan keberatan itu disebut sesuatu yang mengherankan. Di 38:16 ucapan mereka memakai rabbanaa, "Tuhan kami", sebagai alamat permintaannya. Apakah pembicara kedua ayat itu pihak yang sama tidak dinyatakan. Dengan memanggil rabbanaa, pembicara di 38:16 menaruh satu pihak sebagai tempat meminta. Pembaca dapat menimbang apakah sebutan yang dipakainya untuk Tuhan ketika meminta sama dengan sebutan yang dipakainya ketika menjelaskan apa yang dipercayainya.
  • Ayat 38:16 memakai -naa dua kali dalam tiga kata: untuk kami, bagian kami. Bagian itu diucapkan sebagai milik pembicara. Ayat 2:202 memakai kata lain untuk bagian, nashiib, dan menyebutnya sebagai bagian dari apa yang mereka usahakan, lalu menyambung kalimat dengan Allah cepat perhitungan-Nya. Dua ayat itu menghubungkan bagian dengan perhitungan dalam cara yang berbeda: di 2:202 bagian itu berasal dari usaha, di 38:16 asal bagian itu tidak disebut. Apa yang disebut pembaca sebagai bagiannya sendiri, dan dari mana bagian itu diterimanya sebelum hari perhitungan datang?
  • Ayat 38:16 mengutip ucapan mereka lengkap dengan alamat dan isinya, tanpa komentar tentang nadanya. Ayat 38:17 yang menyusul memerintahkan bersabar atas apa yang mereka katakan dan tidak membantah isi ucapan itu. Dengan begitu ucapan tersebut tinggal di teks sebagaimana diucapkan, termasuk kekosongannya tentang apa yang diminta. Kalimat mana dari ucapan pembaca hari ini yang tetap tegak bila dikutip utuh tanpa konteks yang membelanya?