اصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُودَ ذَا الْأَيْدِ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ
Bersabarlah atas apa yang mereka katakan, dan ingatlah hamba Kami, Daud, yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya ia selalu kembali.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- اصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَishbir 'alaa maa yaquuluunabersabarlah atas apa yang mereka katakan
- وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُودَ ذَا الْأَيْدِwa-dzkur 'abdanaa daawuuda dzaa l-aydidan ingatlah hamba Kami, Daud, yang mempunyai kekuatan
- إِنَّهُ أَوَّابٌinnahu awwaabunsesungguhnya ia selalu kembali
Terjemahan per kata (11 kata)
- اصْبِرْishbirbersabarlah
- عَلَىٰ'alaaatas
- مَاmaaapa yang
- يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
- وَاذْكُرْwa-dzkurdan sebutlah
- عَبْدَنَا'abdanaahamba Kami
- دَاوُودَdaawuudaDawud
- ذَاdzaayang
- الْأَيْدِl-aydikekuatan
- إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
- أَوَّابٌawwaabunyang banyak kembali
Inti bacaan
Rangkaian (ذَا الْأَيْدِ, dzaa l-aydi) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:17.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (اصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ, ishbir 'alaa maa yaquuluuna) yang berarti "bersabarlah atas apa yang mereka katakan". Kata ishbir berakar ص-ب-ر dan berbentuk perintah untuk satu orang. Seluruh kalimat ini tercatat empat kali, yaitu di 20:130, 38:17, 50:39, dan 73:10. Di tiga ayat lainnya kalimat itu diawali fa- atau wa-, sedangkan di 38:17 berdiri tanpa awalan. Perintah yang menyusulnya berbeda-beda. Di 20:130 dan 50:39 perintah berikutnya bertasbih, (وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ, wa-sabbih bi-hamdi rabbika) yang berarti "dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu". Di 73:10 perintah berikutnya (وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا, wa-hjurhum hajran jamiilan) yang berarti "dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik". Di 38:17 perintah berikutnya mengingat seseorang. Kata kerja yaquuluuna berbentuk perbuatan yang sedang berlangsung, berbeda dari qaaluu di 38:16 yang menandai ucapan yang sudah dikutip, jadi perintah ini dapat dibaca mencakup ucapan yang masih berjalan dan tidak terbatas pada ucapan di ayat sebelumnya. Akar yang sama dan kata depan yang sama dipakai di 38:6, (وَاصْبِرُوا عَلَىٰ آلِهَتِكُمْ, wa-shbiruu 'alaa aalihatikum) yang berarti "dan bersabarlah pada tuhan-tuhan kalian", tetapi di sana perintahnya ditujukan kepada banyak orang dan sasaran kesabarannya tuhan-tuhan mereka.
Perintah kedua adalah (وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُودَ, wa-dzkur 'abdanaa daawuuda) yang berarti "dan ingatlah hamba Kami, Daud". Rangkaian wa-dzkur 'abdanaa tercatat dua kali, yaitu di 38:17 dan 38:41. Kata (عَبْدَنَا, 'abdanaa) berakar ع-ب-د dan berarti "hamba Kami", dan tercatat tiga kali, yaitu di 38:17, 38:41, dan 54:9. Di 38:17 nama Daud datang sesudah kata hamba, di 38:41 nama Ayyub datang sesudah kata itu, dan di 54:9 tidak ada nama sama sekali.
Daud diberi sebutan (ذَا الْأَيْدِ, dzaa l-aydi) yang berarti "yang mempunyai kekuatan". Rangkaian dzaa l-aydi tercatat satu kali, di 38:17. Kata al-aydi berakar أ-ي-د, dan akar ini tercatat sebelas kali di sebelas ayat, yaitu 2:87, 2:253, 3:13, 5:110, 8:26, 8:62, 9:40, 38:17, 51:47, 58:22, dan 61:14. Sembilan di antaranya kata kerja yang diterjemahkan "menguatkan", misalnya (أَيَّدَكَ, ayyadaka) yang berarti "menguatkanmu" di 8:62, dan pada kesembilannya pemberi kekuatan disebut, yaitu Allah, Dia, Kami, atau Aku. Dua lainnya kata benda, yaitu al-aydi di 38:17 dan kata di 51:47 yang diterjemahkan "dengan kekuatan". Kata yang tampak mirip, (الْأَيْدِي, l-aydii) di 38:45, mendapat akar ي-د-ي dalam data morfologi, akar kata tangan, sehingga dihitung sebagai kata lain. Sebutan kepemilikan serupa dipakai untuk Firaun di 38:12, (ذُو الْأَوْتَادِ, dzuu l-awtaadi) yang berarti "pemilik pasak-pasak", dan keduanya sama-sama menyebut sesuatu yang dimiliki.
Ayat ini ditutup dengan (إِنَّهُ أَوَّابٌ, innahu awwaabun) yang berarti "sesungguhnya ia selalu kembali". Kata (أَوَّابٌ, awwaabun) berakar أ-و-ب, dan rangkaian innahu awwaabun tercatat tiga kali, yaitu di 38:17 untuk Daud, 38:30 untuk Sulaiman, dan 38:44 untuk Ayyub. Kata awwaab sendiri tercatat enam kali, yaitu di 17:25, 38:17, 38:19, 38:30, 38:44, dan 50:32. Terjemahan memakai "selalu kembali", sedangkan arti per katanya "yang banyak kembali", dan keduanya menunjuk pengulangan. Tujuan kembali tidak disebut di 38:17. Pada kata sepadan, tujuan kembali ditulis: (مُنِيبِينَ إِلَيْهِ, muniibiina ilayhi) yang berarti "orang-orang yang kembali kepada-Nya" di 30:31 dan 30:33, serta (مُنِيبًا إِلَيْهِ, muniiban ilayhi) di 39:8.
Tafsiran
Ayat ini beralih dari ucapan mereka di 38:16 ke seorang tokoh, dan peralihannya memakai satu kalimat berisi dua perintah. Perintah pertama kepada satu orang untuk bersabar, dan perintah kedua untuk mengingat Daud. Di tiga ayat lain yang memuat kalimat bersabar atas apa yang mereka katakan, perintah kedua adalah tasbih atau meninggalkan mereka. Di sini perintah kedua menghadirkan seorang manusia. Teks tidak menyatakan bahwa Daud contoh kesabaran. Daud diperkenalkan dengan dua sifat, yaitu mempunyai kekuatan dan selalu kembali, sehingga hubungan antara sabar dan Daud tinggal sebagai kemungkinan bacaan.
Firaun di 38:12 disebut pemilik pasak-pasak dan daftarnya berakhir pada mendustakan para rasul. Daud di 38:17 disebut pemilik kekuatan dan keterangannya berakhir pada selalu kembali. Ayat-ayat itu tidak membandingkan keduanya, tetapi penempatannya berdekatan, hanya terpisah lima ayat. Keduanya memiliki sesuatu yang besar, dan yang membedakan adalah arah gerak yang disebut sesudahnya: yang satu mendustakan, yang lain kembali.
Kata kembali di 38:17 tidak berhenti di ayat ini. Akar yang sama membentuk (وَحُسْنَ مَآبٍ, wa-husna ma'aabin) yang berarti "dan tempat kembali yang baik" di 38:25, yaitu di penutup kisah Daud sesudah dua orang yang berselisih datang kepadanya (38:21 sampai 38:24). Ayat 38:19 memakai awwaab untuk burung-burung yang berkumpul, dan 38:30 serta 38:44 memakainya untuk Sulaiman dan Ayyub. Dengan begitu 38:17 membuka satu kata yang dipakai lagi dan lagi sepanjang rangkaian kisah ini, dan tiap pemakaian menambah satu pihak baru yang disebut selalu kembali.
Renungan dan Hikmah
- Akar yang sama dipakai untuk dua perintah bersabar dalam surah ini. Di 38:6 para pemuka kaum mengajak bersabar pada tuhan-tuhan mereka, dan di 38:17 bersabar diperintahkan atas ucapan orang lain. Yang pertama menahan diri supaya tetap berada di tempat semula, dan yang kedua menahan diri supaya tidak membalas ucapan. Satu kata kerja dapat mengikat orang pada kebiasaan lama atau menahannya dari reaksi cepat. Pembaca yang pernah diminta bersabar dapat menanyakan kepada apa kesabarannya diarahkan, dan siapa yang meminta kesabaran itu darinya?
- Ayat 38:17 menyebut Daud selalu kembali dan tidak menyebut ke mana. Di 30:31 dan 30:33 kata sepadannya diikuti kepada-Nya, dan di 39:8 manusia yang ditimpa mudarat menyeru Tuhannya dengan kembali kepada-Nya, lalu ketika nikmat datang manusia itu lupa apa yang dahulu diserukannya. Ayat 38:17 tidak memuat peristiwa seperti itu, dan sifat selalu kembali ditulis tanpa pasangan lupa. Kembali yang tidak menyebut tujuan membuat pembaca menaruh tujuannya sendiri. Ke mana pembaca kembali ketika tekanan reda, dan apakah arah itu sama dengan arah ketika ia sedang tertekan?
- Sembilan kata kerja dari akar yang melahirkan kata kekuatan di 38:17 memiliki pemberi yang disebut. Di 3:13 Allah menguatkan dengan pertolongan-Nya siapa yang Dia kehendaki, di 8:62 Dialah yang menguatkan, dan di 58:22 Allah menetapkan iman di hati sekelompok orang dan menguatkan mereka dengan pertolongan dari-Nya. Kata benda di 38:17 tidak menyebut pemberinya, tetapi akarnya di sembilan tempat lain selalu memuat pemberi itu. Kekuatan Daud dapat dibaca berasal dari pemberi itu, dan pembacaan ini tinggal sebagai kemungkinan karena 38:17 tidak menuliskannya. Orang yang menyebut dirinya kuat dapat menimbang dari mana kekuatan itu datang menurut akar kata yang sama.
- Di 38:17 sebutan hamba Kami datang sebelum nama Daud, dan di 38:41 pola yang sama dipakai untuk Ayyub. Kedudukan sebagai hamba disebut lebih dulu daripada nama, kekuatan, atau kerajaan. Di 54:9 sebutan itu berdiri tanpa nama sama sekali. Perkenalan diri yang dimulai dari nama dan jabatan akan berbeda dari perkenalan yang dimulai dari kedudukan di hadapan pihak yang berkata Kami. Pembaca dapat menanyakan sebutan apa yang akan ditaruhnya di depan namanya bila diperkenalkan dengan cara ayat ini, dan apakah sebutan itu muat di sana.
- Kalimat bersabar atas apa yang mereka katakan disusul tasbih di 20:130 dan 50:39, yaitu bertasbih dengan memuji Tuhanmu, dan disusul meninggalkan mereka di 73:10. Di 38:17 kalimat itu disusul seorang manusia. Tiga susunan itu memberi tiga cara menemani kesabaran: sebuah kegiatan, sebuah jarak, dan sebuah sosok. Teks tidak menyatakan cara mana yang lebih baik, dan tiap ayat memilih satu. Pembaca yang sedang menahan diri dapat menimbang apa yang menemani kesabarannya hari ini, kegiatan yang memuji Tuhan, jarak dari orang yang menyakiti, atau seseorang yang diingat.
- Rangkaian innahu awwaabun dipakai untuk tiga orang dalam satu surah: Daud di 38:17, Sulaiman di 38:30, dan Ayyub di 38:44. Keadaan mereka berlainan. Daud disebut mempunyai kekuatan, Ayyub di 38:41 menyeru Tuhannya karena penderitaan dan siksaan, dan teks tidak menyamakan keadaan itu. Penutupnya sama, yaitu selalu kembali. Keadaan hidup tidak menentukan sifat yang ditulis di ujung. Pembaca yang menilai orang lain dari keadaannya dapat melihat bahwa ayat memilih sifat lain untuk menutup tiga kisah itu.