وَالطَّيْرَ مَحْشُورَةً ۖ كُلٌّ لَهُ أَوَّابٌ

dan burung-burung yang dikumpulkan; masing-masing selalu kembali kepadanya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَالطَّيْرَ مَحْشُورَةًwa-th-thayra mahsyuuratandan burung-burung yang dikumpulkan
  2. كُلٌّ لَهُ أَوَّابٌkullun lahu awwaabunmasing-masing selalu kembali kepadanya

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَالطَّيْرَwa-th-thayradan burung
  2. مَحْشُورَةًmahsyuuratanyang dikumpulkan
  3. كُلٌّkullunmasing-masing
  4. لَهُlahubaginya
  5. أَوَّابٌawwaabunyang banyak kembali

Inti bacaan

Bentuk (مَحْشُورَةً, mahsyuuratan) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:19, sedangkan (أَوَّابٌ, awwaabun) muncul empat kali, semuanya di surah 38.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini tidak mempunyai kata kerja sendiri, sehingga kata pertamanya, (وَالطَّيْرَ, wa-th-thayra) yang berarti "dan burung-burung", bergantung pada ayat sebelumnya. Kata itu diawali wa yang berarti "dan" dan memakai akhiran bunyi a yang sama dengan (الْجِبَالَ, l-jibaala) "gunung-gunung" di 38:18, dan gunung-gunung itu menjadi sasaran kata kerja "Kami tundukkan" di ayat tersebut. Burung-burung karena itu ikut menjadi sasaran kata kerja yang sama, dan terjemahan menyambung ayat ini dengan 38:18 tanpa mengulang "Kami tundukkan". Bentuk (وَالطَّيْرَ, wa-th-thayra) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 21:79, 34:10, dan 38:19, dan di ketiganya burung disebut sesudah gunung-gunung yang menyertai Daud. Di 21:79 bunyinya (الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ, l-jibaala yusabbihna wa-th-thayra) yang berarti "gunung-gunung yang bertasbih, dan burung-burung", dan di 34:10 bunyinya (أَوِّبِي مَعَهُ وَالطَّيْرَ, awwibii ma'ahu wa-th-thayra) yang berarti "bertasbihlah berulang bersamanya, dan burung-burung".

Kata (مَحْشُورَةً, mahsyuuratan) yang berarti "yang dikumpulkan" berakar ح-ش-ر dan berbentuk sesuatu yang dikenai pengumpulan. Burung-burung itu menjadi sasaran pengumpulan, dan tidak ada kata di ayat ini yang menyatakan mereka berkumpul atas kemauan sendiri. Bentuk ini muncul satu kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 38:19. Kata kerja dari akar yang sama dipakai untuk burung di 27:17, (وَحُشِرَ, wa-husyira) yang berarti "dan dikumpulkanlah", dalam kalimat tentang bala tentara Sulaiman dari jin, manusia, dan burung. Di kedua tempat itu pengumpulnya tidak disebut, sehingga terjemahan 38:19 tidak menambahkan siapa yang mengumpulkan.

Dua kata terakhir dibuka oleh (كُلٌّ, kullun) yang berarti "masing-masing". Kata itu berdiri sendiri tanpa kata benda sesudahnya, sehingga terbaca sebagai tiap-tiap burung yang baru disebut, dan teksnya tidak menyatakan apakah gunung-gunung di 38:18 ikut tercakup. Susunan (كُلٌّ لَهُ, kullun lahu) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 2:116, 30:26, dan 38:19. Di 2:116 dan 30:26 bunyi lengkapnya (كُلٌّ لَهُ قَانِتُونَ, kullun lahu qaanituuna) yang berarti "semuanya tunduk kepada-Nya", dan kata ganti -hu di sana menunjuk Allah, yang pada kalimat sebelumnya disebut memiliki apa yang ada di langit dan di bumi. Di 38:19 kata ganti -hu pada ayat-ayat di sekitarnya menunjuk Daud: (إِنَّهُ أَوَّابٌ, innahu awwaabun) di 38:17, (مَعَهُ, ma'ahu) di 38:18, lalu (مُلْكَهُ, mulkahu) dan (وَآتَيْنَاهُ, wa-aataynaahu) di 38:20. Ayat ini sendiri tidak menandai apakah (لَهُ, lahu) menunjuk Daud atau Allah, sehingga terjemahan memakai "kepadanya" dengan huruf kecil, mengikuti pola kata ganti di sekitarnya, dan tidak menulis "kepada-Nya" dengan huruf kapital.

Kata (أَوَّابٌ, awwaabun) yang berarti "selalu kembali" berakar أ-و-ب. Unsur ulangan dalam terjemahan "selalu" diambil dari perintah (أَوِّبِي, awwibii) di 34:10, dari akar yang sama, yang diterjemahkan "bertasbihlah berulang". Bentuk persis ini muncul empat kali, semuanya di surah 38, yaitu di 38:17, 38:19, 38:30, dan 38:44. Di tiga tempat, yaitu (إِنَّهُ أَوَّابٌ, innahu awwaabun) di 38:17, 38:30, dan 38:44, sifat itu diucapkan tentang seorang hamba: Daud, Sulaiman, dan Ayyub. Pemakaiannya untuk burung hanya ada di 38:19, dan di ketiga tempat lainnya tidak ada kata yang menyebut ke mana mereka kembali. Dua bentuk lain dari kata yang sama muncul di 17:25, (لِلْأَوَّابِينَ, li-l-awwaabiina), dan di 50:32, (لِكُلِّ أَوَّابٍ, li-kulli awwaabin), sehingga kata ini seluruhnya muncul enam kali di tiga surah. Dari akar yang sama datang pula (مَآبٍ, ma'aabin) yang berarti "tempat kembali" di 38:25, tempat yang dibahas pada ayat itu.

Tafsiran

Ayat ini menambahkan burung-burung kepada gunung-gunung yang Kami tundukkan bersama Daud, dan dengan itu rangkaian 38:17 sampai 38:19 menutup satu lingkaran. Rangkaian itu dibuka dengan perintah bersabar, lalu menyebut Daud dengan dua keterangan, yaitu mempunyai kekuatan dan selalu kembali (38:17). Gunung-gunung menyusul dengan waktu tasbihnya, petang dan pagi (38:18), lalu burung-burung dengan dua keterangan pula, yaitu dikumpulkan dan selalu kembali (38:19). Kata (أَوَّابٌ, awwaabun) menutup 38:17 dan menutup 38:19, sehingga sifat yang pertama kali dikenakan pada Daud dikenakan pula pada tiap burung di ujung rangkaian.

Keadaan dikumpulkan ditulis tanpa pelaku, sedangkan selalu kembali ditulis sebagai sifat tiap burung sendiri. Pelaku yang tertulis untuk gunung dan burung hanya Kami di 38:18, dan perbuatannya menundukkan. Pengumpulan burung tidak diberi pelaku, baik di sini maupun di 27:17, dan kembali tidak diberi tujuan yang tegas.

Tiga ayat yang menyebut burung bersama Daud membagi peran burung dengan cara yang berlainan. Di 21:79 burung tersusun dalam kalimat tentang tasbih, di 34:10 burung disebut sesudah seruan kepada gunung-gunung, dan di 38:19 burung hanya diberi dua keterangan tanpa kata kerja. Ayat ini tidak mencatat bahwa burung bertasbih. Gunung-gunung di 38:18 mendapat waktu, petang dan pagi, sedangkan burung di 38:19 tidak mendapat waktu apa pun.

Ayat sesudahnya, 38:20, memindahkan perhatian dari makhluk di sekitar Daud ke apa yang diberikan kepadanya sendiri, yaitu kerajaan yang dikuatkan dan hikmah. Urutan dalam rangkaian ini dengan demikian bergerak dari yang di luar Daud, yaitu gunung dan burung, ke yang diberikan kepada Daud. Rangkaian ini tidak menyatakan hubungan sebab antara perintah bersabar di 38:17 dan apa yang menyusulnya, jadi hubungan itu hanya terbaca dari urutan, tanpa ditegaskan teksnya.

Renungan dan Hikmah

  • Burung-burung di ayat ini disebut dikumpulkan, dan tidak ada kata yang menamai pengumpulnya, sama seperti di 27:17 untuk burung dalam bala tentara Sulaiman. Di 38:18 Allah berfirman dengan kata Kami bahwa Kami menundukkan gunung-gunung, dan burung-burung ikut menjadi sasarannya, sedangkan pengumpulan burung tidak diberi pelaku. Pembaca dapat melihat kelompok di sekitar hidupnya, seperti keluarga, rekan kerja, atau tetangga, lalu menimbang berapa dari mereka yang hadir karena pembaca sendiri memanggil dan berapa yang hadir tanpa diketahui sebabnya. Bila ditanya siapa yang menghimpun semua itu di sekelilingnya, nama siapa yang pertama disebut?
  • Setelah menyebut burung dalam bentuk jamak, ayat ini berpindah ke kata masing-masing, dan sifat selalu kembali dikenakan pada tiap-tiap burung. Burung yang dikumpulkan bersama banyak burung lain tetap dihitung satu per satu. Di 19:95 kata semuanya dipakai untuk manusia pada hari Kiamat, dan ayat itu menambahkan bahwa semuanya datang kepada-Nya dalam keadaan sendiri-sendiri. Ayat itu berbicara tentang hari yang lain dan tentang manusia, sehingga keduanya tidak disamakan. Kesamaannya terbatas pada arah bicara, dari yang banyak ke yang satu per satu. Orang yang terbiasa bekerja atau beribadah di tengah kelompok dapat memeriksa apakah kebiasaan baik yang disebut milik kelompoknya juga tampak pada diri sendiri bila kelompok itu tidak ada. Bila kerumunan bubar, apa yang tinggal padanya?
  • Kata selalu kembali berdiri di 38:19 tanpa tujuan yang tertulis, seperti di 38:17, 38:30, dan 38:44. Kata ganti di dekatnya tidak ditandai oleh ayat ini sebagai Daud atau Allah. Di 38:25 Allah menyebut bagi Daud kedekatan di sisi-Nya dan tempat kembali yang baik, dan kata tempat kembali itu berasal dari akar yang sama dengan kata selalu kembali. Dari tempat tertulis itu pembaca dapat menengok kebiasaannya sendiri: ketika lelah, tersinggung, atau bingung, ke mana pembaca kembali lebih dulu? Apakah kepada orang tertentu, kepada tempat tertentu, atau kepada Dia yang di 38:25 menyebut tempat kembali yang baik bagi Daud?
  • Sifat selalu kembali ditulis untuk seorang raja yang disebut mempunyai kekuatan di 38:17, untuk dua hamba lain di 38:30 dan 38:44, dan untuk tiap burung di 38:19. Besar kecilnya pelaku tidak mengubah kata yang dipakai. Allah memakai satu kata yang sama bagi seorang raja dan bagi burung-burung. Orang yang terbiasa menilai sifat seseorang dari kedudukannya dapat bertanya apakah kebiasaan kembali itu dikenali pada orang kecil dengan perhatian yang sama seperti pada orang besar. Siapa di sekelilingnya yang selalu kembali tanpa pernah disebut?
  • Mereka dikumpulkan, artinya sesuatu terjadi pada mereka, dan mereka selalu kembali, artinya sesuatu mereka lakukan sendiri. Di 38:18 Allah yang berfirman dengan kata Kami menundukkan mereka, dan di ayat ini kedua keadaan itu diletakkan pada burung yang sama tanpa kata yang mempertentangkannya. Pembaca dapat menyusun hidupnya menjadi dua daftar: hal-hal yang menimpanya tanpa diminta, dan hal-hal yang diulanginya dengan kemauan sendiri. Adakah satu hari dalam hidupnya yang memuat isi kedua daftar itu sekaligus, dan mana yang lebih ia ingat?
  • Gunung-gunung di 38:18 diberi tasbih dan waktu, petang dan pagi, tetapi burung-burung di 38:19 hanya diberi dua keterangan, dikumpulkan dan selalu kembali. Ayat ini tidak mencatat perbuatan besar yang mereka lakukan. Allah tetap menyebut mereka dalam rangkaian tentang Daud, dan menyebut sifat mereka dengan kata yang sama dengan yang dipakai untuk Daud. Orang yang merasa perannya kecil dapat memperhatikan bahwa kehadiran yang ditulis hanya dengan dikumpulkan dan selalu kembali sudah mendapat tempat di rangkaian ini. Adakah pekerjaan dalam hidup pembaca yang, bila ditulis seperti ayat ini, hanya akan berbunyi hadir dan kembali?