وَشَدَدْنَا مُلْكَهُ وَآتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ
Kami menguatkan kerajaannya serta menganugerahkan hikmah kepadanya dan kemampuan menyelesaikan perkara.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَشَدَدْنَا مُلْكَهُwa-syadadnaa mulkahuKami menguatkan kerajaannya
- وَآتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِwa-aataynaahu l-hikmata wa-fashla l-khithaabiserta menganugerahkan hikmah kepadanya dan kemampuan menyelesaikan perkara
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَشَدَدْنَاwa-syadadnaadan Kami menguatkan
- مُلْكَهُmulkahukerajaan-Nya
- وَآتَيْنَاهُwa-aataynaahudan Kami memberinya
- الْحِكْمَةَl-hikmatahikmah
- وَفَصْلَwa-fashladan keputusan
- الْخِطَابِl-khithaabiperkataan
Inti bacaan
Kombinasi kekuatan politik dan kualitas kebijaksanaan: kerajaan dikuatkan sekaligus dianugerahkan 'hikmah dan kemampuan menyelesaikan perkara', kepemimpinan efektif memerlukan baik otoritas struktural maupun kearifan substantif, bukan salah satu saja tanpa yang lain.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(kenabian)' tidak dipakai: 'al-hikmata' ('hikmah') dibiarkan bermakna netral tanpa kualifikasi tambahan yang tidak eksplisit dalam teks Arab.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian dengan tiga pemberian bagi Daud: kerajaan yang kuat, hikmah, dan kemampuan memutus perkara dengan adil.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tiga pemberian: kerajaan yang dikuatkan, hikmah, dan kemampuan menyelesaikan perkara. Ketiganya. Kekuasaan disebut bersama yang mengendalikannya.
- Kata yang dipakai Kami menguatkan kerajaannya. Bukan memberikan. Yang sudah ada diperkukuh, bukan diserahkan dari nol.
- Allah menyebut yang ketiga kemampuan menyelesaikan perkara. Bukan kepandaian. Yang diberikan bukan pengetahuan, melainkan sanggup mengakhiri sengketa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan).