وَشَدَدْنَا مُلْكَهُ وَآتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ

Kami menguatkan kerajaannya serta menganugerahkan hikmah kepadanya dan keputusan dalam perdebatan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَشَدَدْنَا مُلْكَهُwa-syadadnaa mulkahuKami menguatkan kerajaannya
  2. وَآتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِwa-aataynaahu l-hikmata wa-fashla l-khithaabiserta menganugerahkan hikmah kepadanya dan keputusan dalam perdebatan

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. وَشَدَدْنَاwa-syadadnaadan Kami menguatkan
  2. مُلْكَهُmulkahukerajaan-Nya
  3. وَآتَيْنَاهُwa-aataynaahudan Kami memberinya
  4. الْحِكْمَةَl-hikmatahikmah
  5. وَفَصْلَwa-fashladan keputusan
  6. الْخِطَابِl-khithaabiperkataan

Inti bacaan

Bentuk (الْخِطَابِ, l-khithaabi) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:20 dan 38:23, sedangkan (فَصْلَ, fashla) hanya muncul di 38:20.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja pertama, (وَشَدَدْنَا, wa-syadadnaa) yang berarti "dan Kami menguatkan", berakar ش-د-د dan berakhiran -naa yang berarti "Kami". Bentuk persis ini muncul dua kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 38:20 dan 76:28. Di 76:28 bunyinya (وَشَدَدْنَا أَسْرَهُمْ, wa-syadadnaa asrahum) yang berarti "dan Kami menguatkan persendian mereka", sehingga kata kerja yang sama menguatkan tubuh manusia di sana dan kerajaan di sini. Kata (مُلْكَهُ, mulkahu) yang berarti "kerajaannya" juga muncul dua kali, yaitu di 2:247 dan 38:20. Di 2:247 bunyinya (يُؤْتِي مُلْكَهُ, yu'tii mulkahu) yang berarti "memberikan kerajaan-Nya", dan akhiran -hu di sana menunjuk Allah. Di 38:20 akhiran itu menunjuk Daud, karena ayat-ayat di sekitarnya, 38:17 sampai 38:19, memakai -hu untuk Daud, sehingga terjemahan menulis "kerajaannya" dengan huruf kecil.

Kata kerja kedua, (وَآتَيْنَاهُ, wa-aataynaahu) yang berarti "dan Kami menganugerahkan kepadanya", tersusun dari wa "dan", kata kerja memberi, akhiran -naa "Kami", dan akhiran -hu "-nya". Bentuk persis ini muncul sembilan kali di sembilan surah, yaitu 5:46, 16:122, 18:84, 19:12, 21:84, 28:76, 29:27, 38:20, dan 57:27. Benda pertama yang diberikan ialah (الْحِكْمَةَ, l-hikmata) yang berarti "hikmah". Bentuk ini muncul di dua belas ayat dalam tujuh surah. Delapan di antaranya bergandengan dengan Kitab, yaitu (الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ, l-kitaaba wa-l-hikmata) di 2:129, 2:151, 3:48, 3:164, 4:54, 4:113, 5:110, dan 62:2. Dua lagi bergandengan dengan kerajaan tanpa Kitab, yaitu di 2:251 dan 38:20. Bunyi 2:251 adalah (وَآتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ, wa-aataahu llaahu l-mulka wa-l-hikmata) yang berarti "dan Allah memberinya kerajaan dan hikmah", dan ayat itu juga tentang Daud. Dua sisanya berdiri sendiri, yaitu di 2:269 dan 31:12.

Kata (فَصْلَ, fashla) yang berarti "keputusan" berakar ف-ص-ل dan, bersama kata sesudahnya, membentuk satu sebutan. Bentuk persis dengan akhiran a ini muncul satu kali, di 38:20. Kata (الْفَصْلِ, l-fashli) dari akar yang sama muncul tujuh kali di lima surah, enam di antaranya untuk hari keputusan (37:21, 44:40, 77:13, 77:14, 77:38, 78:17) dan satu untuk ketetapan pemisah (42:21). Di 86:13 kata itu menerangkan sebuah ucapan, (لَقَوْلٌ فَصْلٌ, la-qawlun fashlun) yang berarti "benar-benar perkataan pemutus", sehingga kata ini bersanding dengan ucapan di 86:13 dan dengan pembicaraan di 38:20.

Kata (الْخِطَابِ, l-khithaabi) yang berarti "perdebatan" berakar خ-ط-ب dan muncul dua kali, yaitu di 38:20 dan 38:23. Bentuk tanpa kata sandang, (خِطَابًا, khithaaban), muncul satu kali di 78:37 dan diterjemahkan "pembicaraan". Akar yang sama memberi kata lain, (خَطْبُكُمْ, khathbukum) yang berarti "urusan kalian", di 15:57 dan 51:31, dan kata itu tidak sama dengan khithab. Terjemahan 38:20 karena itu tidak memakai "perkara", yang terbaca sebagai urusan, dan tidak memakai "kemampuan", sebab tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkan keduanya. Di 38:23 kata yang sama berdampingan dengan (وَعَزَّنِي, wa-'azzanii) yang berarti "dan dia mengalahkanku", kata kerja yang menjadikan pembicaraan itu tempat menang dan kalah. Terjemahan 38:23 memakai "perdebatan", dan terjemahan 38:20 memakai padanan yang sama supaya dua kemunculan kata ini dalam satu surah terbaca sebagai kata yang sama. Di 78:37 kata itu diterjemahkan "pembicaraan", yaitu makna dasarnya sebagai ucapan yang ditujukan kepada seseorang, dan "perdebatan" dipakai bila ucapan itu menjadi ajang menang dan kalah seperti di 38:23.

Tafsiran

Ayat ini mencatat tiga pemberian kepada Daud, dan dua perbuatan yang berbeda membagi ketiganya. Kerajaan dikuatkan, sedangkan hikmah dan keputusan dalam perdebatan dianugerahkan, dan pelaku keduanya Kami. Ayat 38:17 sudah menyebut Daud sebagai hamba Kami yang mempunyai kekuatan, sehingga kekuatan muncul dua kali dalam rangkaian ini, sebagai sifat Daud di 38:17 dan sebagai keadaan kerajaannya di 38:20. Dua ayat itu memakai kata yang berbeda untuk kekuatan, dan ayat ini tidak menghubungkan keduanya.

Kerajaan dan hikmah juga disebut berdampingan untuk Daud di 2:251, sesudah Daud membunuh Jalut. Di sana keduanya diberikan, sedangkan di 38:20 kerajaan dikuatkan dan hikmah diberikan. Dua ayat itu menulis kerajaan Daud dengan dua kata kerja berbeda dan tidak menyatakan urutan waktunya, jadi pembaca tidak perlu menyusun satu pun dari keduanya sebagai kelanjutan yang lain.

Pemberian ketiga mengarahkan ayat-ayat berikutnya. Keputusan dalam perdebatan adalah bidang yang dimasuki dua pihak yang mendatangi Daud di 38:21 dan 38:22. Di 38:23 salah satu dari mereka menyebut kekalahannya dengan kata yang sama, dalam perdebatan. Ayat 38:24 menyebut bahwa Daud meyakini dirinya diuji. Dengan urutan itu 38:20 berfungsi sebagai pembuka cerita: kisah yang menyusul berlangsung di bidang yang sama dengan pemberian ketiga, dan bidang itu di 38:23 menjadi tempat seorang penuntut merasa kalah. Ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa Daud kurang dalam bidang tersebut, dan tidak menyatakan apa isi ujiannya.

Renungan dan Hikmah

  • Dua kata kerja membagi isi ayat ini. Kerajaan dikuatkan, sedangkan hikmah dan keputusan dalam perdebatan dianugerahkan, dan pelaku keduanya adalah Kami, yaitu Allah yang berfirman. Pembaca dapat mendaftar apa yang ada dalam hidupnya, seperti rumah tangga, pekerjaan, dan nama baik, lalu memisahkan mana yang dikuatkan lewat kerja yang berulang dan mana yang datang sebagai pemberian yang tidak disusunnya sendiri. Di daftar mana pembaca meletakkan kemampuannya memutuskan, bila orang lain datang meminta pertimbangan?
  • Kerajaan dan hikmah ditulis berdampingan untuk satu orang di dua surah, yaitu untuk Daud di 2:251 dan 38:20. Pembaca yang memegang wewenang, sekecil apa pun, seperti memimpin rapat, mengasuh anak, atau mengurus kampung, dapat bertanya apakah hikmah menyertai wewenangnya dan dari mana hal itu diketahui. Di 2:269 Dia menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki, dan ayat itu tidak menyebut jabatan sebagai syaratnya. Apakah wewenang yang dipegang pembaca pernah menjadi alasan untuk menganggap hikmah sudah ada padanya?
  • Keputusan dalam perdebatan disebut dianugerahkan oleh Allah dengan kata Kami kepada Daud, dan ayat ini tidak menyebut bahwa Daud mencapainya sendiri lewat belajar. Ayat ini berbicara tentang Daud, sehingga pembaca tidak dijanjikan kemampuan yang sama. Meski begitu, orang yang sering dimintai putusan, sebagai atasan, orang tua, atau penengah, dapat memperhatikan cara memandang kemampuannya sendiri. Apakah kemampuan itu diperlakukan sebagai milik yang dibanggakan, atau sebagai sesuatu yang perlu ditimbang ulang setiap kali orang datang membawa persoalannya?
  • Kata perdebatan di 38:20 menyebut apa yang diberikan kepada Daud, dan kata yang sama di 38:23 menyebut tempat seorang penuntut merasa kalah. Bidang yang sama itu membawa dua nasib berbeda dalam satu surah. Orang yang pandai berbantah dapat bertanya siapa yang kalah ketika dirinya menang, dan apakah pihak yang kalah itu kalah karena kurang benar atau karena kurang fasih berbicara.
  • Ayat ini memakai kata kerja menguatkan untuk kerajaan Daud, dan tidak memakai kata kerja yang menyatakan perluasan. Kata kerja yang sama di 76:28 dipakai untuk persendian manusia, bagian tubuh yang menahan bagian lain tetap tersambung. Pembaca yang mengurus sebuah lembaga, usaha kecil, atau rumah tangga dapat memeriksa apakah perhatiannya lebih banyak tertuju pada membuatnya lebih besar atau pada hal-hal yang menahannya tetap tersambung. Apa yang akan terlepas pertama kali bila ditekan?
  • Ayat ini mendaftar tiga pemberian dan tidak menulis alasan Daud menerimanya. Kata Kami, yaitu firman Allah, menjadi keterangan tentang siapa yang memberi, dan ayat-ayat di sekitarnya tidak merinci jasa Daud sebelum pemberian itu. Orang yang terbiasa mencari sebab bagi setiap kelebihan yang dimilikinya, entah kecerdasan, jabatan, atau kesehatan, dapat memperhatikan bahwa daftar ini mencatat pemberian lebih dulu daripada pembenarannya. Apakah ada kelebihan dalam hidup pembaca yang sebabnya tidak ditemukan, dan bagaimana kelebihan itu disebut?