وَهَلْ أَتَاكَ نَبَأُ الْخَصْمِ إِذْ تَسَوَّرُوا الْمِحْرَابَ
Dan apakah telah sampai kepadamu berita orang-orang yang berselisih, ketika mereka memanjat dinding mihrab?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَهَلْ أَتَاكَ نَبَأُ الْخَصْمِwa-hal ataaka naba'u l-khashmidan apakah telah sampai kepadamu berita orang-orang yang berselisih
- إِذْ تَسَوَّرُوا الْمِحْرَابَidz tasawwaruu l-mihraabaketika mereka memanjat dinding mihrab
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَهَلْwa-haldan apakah
- أَتَاكَataakadatang kepadamu
- نَبَأُnaba'uberita
- الْخَصْمِl-khashmiperkara
- إِذْidzketika
- تَسَوَّرُواtasawwaruumereka memanjat
- الْمِحْرَابَl-mihraabamihrab
Inti bacaan
Susunan (وَهَلْ أَتَاكَ, wa-hal ataaka) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 20:9 yang disusul (حَدِيثُ, hadiitsu) dan di 38:21 yang disusul (نَبَأُ, naba'u).
Penjelasan pilihan kata
Pertanyaan pembuka, (وَهَلْ أَتَاكَ, wa-hal ataaka) yang berarti "dan apakah telah sampai kepadamu", tersusun dari wa "dan", hal "apakah", kata kerja ataa "datang", dan akhiran -ka "-mu" untuk seorang pendengar laki-laki. Susunan (هَلْ أَتَاكَ, hal ataaka) muncul enam kali di enam surah, yaitu di 20:9, 38:21, 51:24, 79:15, 85:17, dan 88:1, dan dengan awalan wa muncul dua kali, yaitu di 20:9 dan 38:21. Di lima tempat selain 38:21 kata sesudahnya adalah (حَدِيثُ, hadiitsu) yang diterjemahkan "tuturan", misalnya tuturan Musa di 20:9 dan tuturan tentang tamu Ibrahim di 51:24. Di 38:21 kata sesudahnya berbeda, yaitu (نَبَأُ, naba'u) yang diterjemahkan "berita".
Kata (نَبَأُ, naba'u) muncul empat kali, yaitu di 9:70, 14:9, 38:21, dan 64:5. Di tiga tempat yang lain kata itu didahului pertanyaan penyangkalan, misalnya (أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَأُ, a-lam ya'tikum naba'u) yang berarti "apakah belum sampai kepada kalian berita" di 14:9 dan 64:5, dan isinya tentang orang-orang yang hidup sebelum para pendengar. Di 38:21 pertanyaannya menanyakan sampai atau belum, tanpa penyangkalan, dan isi beritanya tentang dua pihak yang berselisih.
Kata (الْخَصْمِ, l-khashmi) yang berarti "orang-orang yang berselisih" berakar خ-ص-م dan menyebut pihak dalam sebuah perselisihan. Bentuk persis ini muncul satu kali, di 38:21. Bentuk dua pihaknya, (خَصْمَانِ, khashmaani), muncul dua kali, yaitu di 22:19 dan 38:22. Di 22:19 kata itu disusul kata kerja jamak (اخْتَصَمُوا, khtashamuu) yang berarti "mereka bertengkar", dan di 38:21 kata (الْخَصْمِ, l-khashmi) yang berbentuk tunggal disusul kata kerja jamak (تَسَوَّرُوا, tasawwaruu) "mereka memanjat". Terjemahan memakai bentuk jamak "orang-orang yang berselisih" mengikuti kata kerja yang menyertainya. Ayat 38:22 kemudian menyebut bentuk dua pihaknya, dan 38:23 menunjukkan bahwa kedua pihak itu masing-masing satu orang, karena salah satunya berkata (أَخِي, akhii) yang berarti "saudaraku".
Kata kerja (تَسَوَّرُوا, tasawwaruu) yang berarti "mereka memanjat" muncul satu kali di seluruh Al-Qur'an, sehingga tidak ada ayat lain yang menjadi pembanding langsung. Akarnya س-و-ر juga memberi kata (بِسُورٍ, bi-suurin) yang berarti "dengan tembok" di 57:13. Akar yang sama dipakai juga untuk "surah" di 24:1 dan "gelang" di 18:31, sehingga arti "dinding" dalam terjemahan bersandar pada 57:13 dan pada sasaran kata kerjanya, yaitu mihrab, tidak pada akar itu saja.
Kata (الْمِحْرَابَ, l-mihraaba) yang berarti "mihrab" menjadi sasaran langsung kata kerja tanpa kata depan. Bentuk persis ini muncul dua kali, yaitu di 3:37 dan 38:21. Di 3:37 kata kerjanya (دَخَلَ, dakhala) yang berarti "masuk", yaitu Zakaria masuk ke mihrab menemui Maryam, sedangkan di 38:21 kata kerjanya "memanjat". Sebagai kata benda, mihrab dan bentuk jamaknya muncul di lima ayat, yaitu 3:37, 3:39, 19:11, 34:13, dan 38:21. Teksnya tidak menyebut apa yang dikerjakan Daud di dalam mihrab.
Tafsiran
Ayat ini memulai cerita dengan pertanyaan kepada pendengar, dan jawabannya baru tertulis di ayat-ayat sesudahnya. Dalam rangkaian tentang Daud, pendengar sudah sekali diajak mengingat lewat perintah di 38:17, dan di sini pendengar diajak untuk kedua kalinya lewat pertanyaan. Perintah di 38:17 diarahkan kepada seorang pendengar tunggal, dan akhiran -ka di 38:21 menunjuk pendengar tunggal yang sama, dan nama pendengar itu tidak tertulis.
Pertanyaan ini memuat dua keterangan sebelum ceritanya sendiri dimulai. Keterangan pertama ialah isi beritanya, yaitu orang-orang yang berselisih, dan keterangan kedua ialah cara mereka masuk, yaitu memanjat. Dengan dua keterangan itu pendengar sudah mengetahui bahwa kisah yang menyusul adalah kisah tentang perselisihan, dan bahwa pihak-pihaknya datang dengan memanjat. Ayat ini tidak menilai cara itu. Kata-kata yang tertulis hanya memanjat, dan penilaian apa pun baru terbaca dari ayat-ayat berikutnya, tempat Daud terkejut tetapi mereka sempat berbicara.
Ayat ini juga menempatkan kisahnya sesudah 38:20, tempat Daud diberi hikmah dan keputusan dalam perdebatan. Urutan itu membuat pertanyaan di 38:21 terbaca sebagai pintu dari apa yang diberikan ke apa yang dihadapi.
Dua kata benda yang dipilih ayat ini, perselisihan dan mihrab, saling berhadapan. Perselisihan menunjuk dua pihak yang bertentangan, sedangkan mihrab menunjuk ruang yang di 3:39 menjadi tempat Zakaria berdiri dan di 19:11 menjadi tempat Zakaria keluar menuju kaumnya. Ayat ini mempertemukan keduanya dalam satu kalimat.
Renungan dan Hikmah
- Allah membuka kisah ini dengan pertanyaan yang memberi pendengar kesempatan menjawab sudah atau belum, sebelum cerita sendiri dituturkan. Pembukaan semacam itu terbaca memperlakukan pendengar sebagai pihak yang ikut menimbang. Orang yang sering bercerita kepada anak, kolega, atau pembaca dapat memperhatikan cara membuka ceritanya sendiri. Apakah ada ruang bagi lawan bicara untuk berkata belum, sebelum seluruh isi cerita dituangkan?
- Pendengar di rangkaian ini diajak dua kali, sekali dengan perintah ingatlah di 38:17 dan sekali dengan pertanyaan apakah telah sampai di 38:21. Perintah memberinya tugas, sedangkan pertanyaan memberinya ruang untuk menjawab. Keduanya datang dari Allah, yang berfirman dengan kata Kami di ayat sekitarnya, dan keduanya diarahkan kepada orang yang sama. Orang yang pernah dibimbing dengan dua cara itu, lewat perintah pada satu waktu dan lewat pertanyaan pada waktu lain, dapat mengingat cara mana yang lebih membuatnya mendengar. Cara mana yang lebih sering dipakainya kepada orang lain?
- Cara datang mereka, yaitu memanjat, dicatat tanpa vonis, dan mereka tetap sempat berbicara kepada Daud di ayat sesudahnya. Pembaca yang pernah didatangi orang dengan cara yang tidak lazim, entah di luar jam, lewat jalur yang salah, atau membawa persoalan yang belum waktunya, dapat bertanya mana yang lebih dulu dinilai: caranya datang atau persoalan yang dibawanya. Apakah persoalan itu sempat didengar sampai selesai?
- Isi berita ini adalah orang-orang yang berselisih, dan Allah menyebutnya berita. Perselisihan antara dua orang mendapat tempat dalam kitab, dan pertanyaan pembuka sudah menyebutnya sebelum satu pihak pun berbicara. Pembaca dapat membayangkan perselisihannya sendiri dengan kerabat atau rekan kerja dituturkan oleh pihak ketiga dari awal sampai akhir. Pihak mana yang akan terdengar lebih dulu, dan bagian mana dari kisah itu yang paling sulit diakui pembaca sebagai miliknya?
- Mihrab di 3:37 adalah tempat Zakaria masuk menemui Maryam, dan di 38:21 mihrab adalah ruang yang dipanjat. Apa yang dikerjakan Daud di dalamnya tidak tertulis, sehingga ruang itu tetap tertutup bagi pembaca walau sudah dimasuki orang lain. Setiap orang mempunyai ruang yang dijaga dari gangguan, seperti jam tenang di pagi hari atau tempat khusus untuk beribadah. Siapa yang diizinkan masuk ke ruang itu, dan siapa yang tidak, walau datang membawa persoalan yang sungguh-sungguh?
- Ayat ini berakhir sebagai pertanyaan, dan jawabannya diberikan oleh ayat-ayat sesudahnya, yaitu seluruh kisah yang menyusul. Pertanyaan itu tidak ditutup dengan jawaban pada tempatnya. Pendengar menunggu satu ayat demi satu ayat sebelum mengetahui apa yang terjadi. Pembaca yang sedang menunggu kejelasan atas sebuah persoalan, hasil pemeriksaan, jawaban, atau keputusan orang lain, dapat memperhatikan bahwa menunggu juga bagian dari cara cerita ini dituturkan. Apa yang dikerjakan pembaca selama menunggu?