إِنَّ هَٰذَا أَخِي لَهُ تِسْعٌ وَتِسْعُونَ نَعْجَةً وَلِيَ نَعْجَةٌ وَاحِدَةٌ فَقَالَ أَكْفِلْنِيهَا وَعَزَّنِي فِي الْخِطَابِ

Sesungguhnya ini saudaraku. Dia mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina, sedangkan aku mempunyai seekor saja. Lalu, dia berkata, ‘Serahkan ia kepadaku!’ Dia mengalahkanku dalam perdebatan.”

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. إِنَّ هَٰذَا أَخِيinna haadzaa akhiisesungguhnya ini saudaraku
  2. لَهُ تِسْعٌ وَتِسْعُونَ نَعْجَةًlahu tis'un wa-tis'uuna na'jatandia mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina
  3. وَلِيَ نَعْجَةٌ وَاحِدَةٌwa-liya na'jatun waahidatunsedangkan aku mempunyai seekor saja
  4. فَقَالَ أَكْفِلْنِيهَاfa-qaala akfilniihaalalu, dia berkata, 'serahkan ia kepadaku'
  5. وَعَزَّنِي فِي الْخِطَابِwa-'azzanii fii l-khithaabidan dia mengalahkanku dalam perdebatan

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. هَٰذَاhaadzaaini
  3. أَخِيakhiisaudaraku
  4. لَهُlahubaginya
  5. تِسْعٌtis'unsembilan
  6. وَتِسْعُونَwa-tis'uunadan sembilan puluh
  7. نَعْجَةًna'jatanekor kambing betina
  8. وَلِيَwa-liyadan bagiku
  9. نَعْجَةٌna'jatunkambing betina
  10. وَاحِدَةٌwaahidatunsatu
  11. فَقَالَfa-qaalalalu ia berkata
  12. أَكْفِلْنِيهَاakfilniihaaserahkanlah ia kepadaku
  13. وَعَزَّنِيwa-'azzaniidan ia mengalahkanku
  14. فِيfiidalam
  15. الْخِطَابِl-khithaabiperkataan

Inti bacaan

Perumpamaan sederhana yang jelas: satu memiliki sembilan puluh sembilan kambing, yang lain hanya satu, namun tetap dituntut, ketidakadilan yang mudah dikenali bahkan dalam skala kecil sekalipun, tanpa perlu argumen rumit.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(Salah seorang berkata,)' tidak dipakai: ayat ini bukan kutipan baru dengan atribusi terpisah, melainkan kelanjutan langsung kutipan yang dibuka di 38:22 (tidak ada 'qaala' baru di awal ayat), menyempit secara alami dari suara 'kami' berdua menjadi penjelasan salah satu pihak. Kutipan bersarang (tanda kutip tunggal) dibuka pada 'fa-qaala akfilniihaa' ('lalu, ia berkata') dan ditutup segera sesudahnya, menandai ucapan langsung saudaranya di dalam ucapan yang lebih besar. Ayat ini menutup keseluruhan kutipan luar yang dibuka di 38:22.

Tafsiran

Ayat ini merinci keluhan salah satu pihak: perbedaan jumlah kambing yang mencolok, disertai permintaan yang dirasa memaksa dan tak berimbang.

Renungan dan Hikmah

  • Perumpamaan yang dibawa ke hadapan Daud memakai angka sembilan puluh sembilan berbanding satu. Ketidakadilannya tidak menuntut perhitungan. Allah memilih gambaran yang jawabannya kelihatan sebelum siapa pun sempat berpikir, dan justru itu yang membuat kelanjutan kisahnya bekerja.
  • Keluhan terakhirnya bukan tentang kambingnya, melainkan bahwa ia kalah berdebat. Yang menyakitkan bukan cuma kehilangan, melainkan tak sanggup membela diri dengan kata-kata. Orang yang benar tetapi kalah bicara memang menanggung dua kekalahan sekaligus.
  • Kalimat pembukanya 'sesungguhnya ini saudaraku'. Hubungan itu disebut lebih dulu, sebelum tuntutannya. Perselisihan yang paling menyakitkan selalu berlangsung di antara orang yang masih menyebut satu sama lain saudara, dan Allah membiarkan sebutan itu berdiri di kalimat pertama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

JANGKAR VERBA: azzanii fii l-khitaab, terjemahan lain sendiri 'Dia mengalahkanku dalam perdebatan' = bukti inti akar 'menang/mengatasi'. Dipertahankan; catatan kolisi: 'mengalahkan' juga wilayah gh-l-b (satu kemunculan, terdokumentasi). Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.