Ayat 38:27

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya dengan sia-sia; itulah sangkaan orang-orang yang kufur. Maka, celakalah orang-orang yang kufur karena api.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًاwa-maa khalaqnaa s-samaa'a wa-l-ardha wa-maa baynahumaa baathilandan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya dengan sia-sia
  2. ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُواdzaalika zhannu lladziina kafaruuitulah sangkaan orang-orang yang kufur
  3. فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِfa-waylun li-lladziina kafaruu mina n-naarimaka, celakalah orang-orang yang kufur karena api

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. خَلَقْنَاkhalaqnaaKami ciptakan
  3. السَّمَاءَs-samaa'alangit
  4. وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
  5. وَمَاwa-maadan apa yang
  6. بَيْنَهُمَاbaynahumaaantara keduanya
  7. بَاطِلًاbaathilansia-sia
  8. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  9. ظَنُّzhannusangkaan
  10. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  11. كَفَرُواkafaruukufur
  12. فَوَيْلٌfa-waylunmaka celaka
  13. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  14. كَفَرُواkafaruukufur
  15. مِنَminadari
  16. النَّارِn-naariapi

Inti bacaan

Penegasan tujuan penciptaan yang bermakna: 'Kami tidak menciptakan. dengan sia-sia', pandangan bahwa alam semesta tanpa tujuan adalah 'sangkaan orang-orang yang kufur', bukan kesimpulan netral yang bisa diterima begitu saja.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(mereka masuk)' tidak dipakai: 'mina n-naari' ('karena/dari neraka') dibiarkan sesuai preposisi Arabnya sendiri. 'Dzaalika' (demonstrativa jauh) benar diterjemahkan 'itulah'.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan tujuan penciptaan sebagai bantahan terhadap anggapan bahwa alam semesta diciptakan tanpa maksud: sebuah sangkaan yang secara eksplisit dikaitkan dengan kekufuran.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dugaan itu milik pihak yang mengingkari. Diberi pemilik. Yang terdengar sebagai pendapat bebas ternyata punya alamat.
  • Yang dibantah bukan adanya langit dan bumi, melainkan bahwa keduanya dibuat tanpa guna. Bukan wujudnya. Yang dipersoalkan untuk apa keduanya ada.
  • Allah menutup dengan ancaman api. Keras. Perkara yang terdengar seperti perdebatan diberi akibat yang tak main-main.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar kh-l-q, s-m-w, a-r-d, b-y-n, b-t-l, zh-n-n, k-f-r, n-w-r): maa khalaqnaa s-samaa' wa l-ard…baatilan diterjemahkan 'Kami tidak menciptakan langit & bumi dengan sia-sia' (akar kh-l-q + akar b-t-l, penciptaan bermaksud, cf. 21:16, 23:115, 3:191); zhann alladhiina kafaruu diterjemahkan 'sangkaan orang kafir' (akar zh-n-n, kafir MENYANGKA kosmos tanpa maksud); wayl diterjemahkan 'celaka'. Selaras.

Ayat 38:28

أَمْ نَجْعَلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَالْمُفْسِدِينَ فِي الْأَرْضِ أَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِينَ كَالْفُجَّارِ

Ataukah Kami menjadikan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Ataukah Kami menjadikan orang-orang yang bertakwa sama dengan para pendurhaka?

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَمْ نَجْعَلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِam naj'alu lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaatiataukah Kami menjadikan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh
  2. كَالْمُفْسِدِينَ فِي الْأَرْضِka-l-mufsidiina fii l-ardhisama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi
  3. أَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِينَ كَالْفُجَّارِam naj'alu l-muttaqiina ka-l-fujjaariataukah Kami menjadikan orang-orang yang bertakwa sama dengan para pendurhaka

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. أَمْamatau
  2. نَجْعَلُnaj'aluKami menjadikan
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. وَعَمِلُواwa-'amiluudan beramal
  6. الصَّالِحَاتِsh-shaalihaatikebajikan
  7. كَالْمُفْسِدِينَka-l-mufsidiinaseperti orang-orang yang berbuat kerusakan
  8. فِيfiidi
  9. الْأَرْضِl-ardhibumi
  10. أَمْamatau
  11. نَجْعَلُnaj'aluKami menjadikan
  12. الْمُتَّقِينَl-muttaqiinaorang-orang yang bertakwa
  13. كَالْفُجَّارِka-l-fujjaariseperti orang-orang durhaka

Inti bacaan

Pertanyaan retoris keadilan: 'apakah Kami menjadikan orang beriman sama dengan perusak?', penegasan bahwa keadilan moral memerlukan pembedaan hasil akhir antara pilihan hidup yang berbeda, bukan penyamarataan tanpa dasar.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan penegasan tujuan penciptaan dengan dua pertanyaan retoris paralel: menolak gagasan bahwa keadilan akhirat tidak membedakan antara yang berbuat baik dan yang berbuat rusak.

Renungan dan Hikmah

  • Allah membantah penyamarataan dengan bertanya. Bukan dengan menjelaskan. Dengan menantang.
  • Dua pertanyaan disusun sejajar. Bentuknya sama. Pasangannya berganti.
  • Yang dipersoalkan keadilan, bukan kekuasaan. Allah bisa saja menyamakan. Pertanyaannya apakah itu pantas.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-'-l, a-m-n, '-m-l, s-l-h, f-s-d, a-r-d, w-q-y, f-j-r): naj'alu…ka-l-mufsidiin…al-muttaqiin ka-l-fujjaar diterjemahkan 'menjadikan (mukmin) seperti perusak… bertakwa seperti pendurhaka' (akar s-l-h + akar f-s-d + akar w-q-y + akar f-j-r, keadilan-moral: Allah tak menyamakan saleh & rusak; polaritas ini mendasari keniscayaan akhirat, cf. 45:21, 68:35-36). Selaras.