وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ
Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya dengan sia-sia; itulah sangkaan orang-orang yang kufur. Maka, celakalah orang-orang yang kufur karena api.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًاwa-maa khalaqnaa s-samaa'a wa-l-ardha wa-maa baynahumaa baathilandan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya dengan sia-sia
- ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُواdzaalika zhannu lladziina kafaruuitulah sangkaan orang-orang yang kufur
- فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِfa-waylun li-lladziina kafaruu mina n-naarimaka, celakalah orang-orang yang kufur karena api
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- خَلَقْنَاkhalaqnaaKami ciptakan
- السَّمَاءَs-samaa'alangit
- وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
- وَمَاwa-maadan apa yang
- بَيْنَهُمَاbaynahumaaantara keduanya
- بَاطِلًاbaathilansia-sia
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- ظَنُّzhannusangkaan
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- فَوَيْلٌfa-waylunmaka celaka
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- مِنَminadari
- النَّارِn-naariapi
Inti bacaan
Penegasan tujuan penciptaan yang bermakna: 'Kami tidak menciptakan. dengan sia-sia', pandangan bahwa alam semesta tanpa tujuan adalah 'sangkaan orang-orang yang kufur', bukan kesimpulan netral yang bisa diterima begitu saja.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(mereka masuk)' tidak dipakai: 'mina n-naari' ('karena/dari neraka') dibiarkan sesuai preposisi Arabnya sendiri. 'Dzaalika' (demonstrativa jauh) benar diterjemahkan 'itulah'.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan tujuan penciptaan sebagai bantahan terhadap anggapan bahwa alam semesta diciptakan tanpa maksud: sebuah sangkaan yang secara eksplisit dikaitkan dengan kekufuran.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut dugaan itu milik pihak yang mengingkari. Diberi pemilik. Yang terdengar sebagai pendapat bebas ternyata punya alamat.
- Yang dibantah bukan adanya langit dan bumi, melainkan bahwa keduanya dibuat tanpa guna. Bukan wujudnya. Yang dipersoalkan untuk apa keduanya ada.
- Allah menutup dengan ancaman api. Keras. Perkara yang terdengar seperti perdebatan diberi akibat yang tak main-main.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar kh-l-q, s-m-w, a-r-d, b-y-n, b-t-l, zh-n-n, k-f-r, n-w-r): maa khalaqnaa s-samaa' wa l-ard…baatilan diterjemahkan 'Kami tidak menciptakan langit & bumi dengan sia-sia' (akar kh-l-q + akar b-t-l, penciptaan bermaksud, cf. 21:16, 23:115, 3:191); zhann alladhiina kafaruu diterjemahkan 'sangkaan orang kafir' (akar zh-n-n, kafir MENYANGKA kosmos tanpa maksud); wayl diterjemahkan 'celaka'. Selaras.