أَمْ نَجْعَلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَالْمُفْسِدِينَ فِي الْأَرْضِ أَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِينَ كَالْفُجَّارِ

Ataukah Kami menjadikan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Ataukah Kami menjadikan orang-orang yang bertakwa sama dengan para pendurhaka?

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَمْ نَجْعَلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِam naj'alu lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaatiataukah Kami menjadikan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh
  2. كَالْمُفْسِدِينَ فِي الْأَرْضِka-l-mufsidiina fii l-ardhisama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi
  3. أَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِينَ كَالْفُجَّارِam naj'alu l-muttaqiina ka-l-fujjaariataukah Kami menjadikan orang-orang yang bertakwa sama dengan para pendurhaka

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. أَمْamataukah
  2. نَجْعَلُnaj'aluKami menjadikan
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. وَعَمِلُواwa-'amiluudan beramal
  6. الصَّالِحَاتِsh-shaalihaatikebajikan
  7. كَالْمُفْسِدِينَka-l-mufsidiinaseperti orang-orang yang berbuat kerusakan
  8. فِيfiidi
  9. الْأَرْضِl-ardhibumi
  10. أَمْamataukah
  11. نَجْعَلُnaj'aluKami menjadikan
  12. الْمُتَّقِينَl-muttaqiinaorang-orang yang bertakwa
  13. كَالْفُجَّارِka-l-fujjaariseperti orang-orang durhaka

Inti bacaan

Bentuk ka-l-fujjaari (كَالْفُجَّارِ) dan ka-l-mufsidiina (كَالْمُفْسِدِينَ) masing-masing hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:28.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini terdiri atas dua pertanyaan, dan keduanya dibuka dengan (أَمْ, am) yang berarti "ataukah", di awal ayat dan di tengahnya. Kata kerjanya (نَجْعَلُ, naj'alu) berarti "Kami menjadikan", dari akar ج-ع-ل, dalam bentuk yang menandai perbuatan belum selesai, sehingga pertanyaan itu terarah pada apa yang akan Kami lakukan. Bentuk naj'alu muncul di lima ayat, yaitu 18:94, 28:35, 28:83, 38:28, dan 68:35. Di 18:94, 28:35, dan 28:83 kata itu berarti memberikan atau menetapkan sesuatu bagi seseorang, sedangkan di 38:28 dan 68:35 kata itu disusul awalan ka-, "seperti", yang membandingkan dua kelompok. Di 68:35 bunyinya (أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ, a-fa-naj'alu l-muslimiina ka-l-mujrimiina) yang berarti "maka apakah Kami menjadikan orang-orang yang berserah diri seperti orang-orang yang berdosa".

Awalan (كَ, ka-) pada (كَالْمُفْسِدِينَ, ka-l-mufsidiina) berarti "seperti", dan terjemahan memakai "sama dengan" karena pertanyaan ini menyangkut kedudukan dua kelompok. Pembacaan itu ditopang oleh 45:21, yang memakai susunan sejenis, (أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, an naj'alahum ka-lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati), lalu menyambungnya dengan (سَوَاءً مَحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ, sawaa'an mahyaahum wa-mamaatuhum) yang berarti "sama kehidupan dan kematian mereka". Di 45:21 penyamaan itu dinyatakan oleh kata sawaa'an, sedangkan di 38:28 kata itu tidak ada, sehingga "sama dengan" di sini adalah terjemahan bagi ka- yang bergantung pada kata kerja naj'alu.

Kelompok pertama disebut (الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati) yang berarti "orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh". Kata (الصَّالِحَاتِ, sh-shaalihaati) berakar ص-ل-ح. Dalam surah ini rangkaian itu muncul dua kali, yaitu di 38:24 dan 38:28. Di 38:24, (إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, illaa lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati) berarti "kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh", yaitu pengecualian dari banyak orang berserikat yang (لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ, la-yabghii ba'dhuhum 'alaa ba'dhin) "saling merugikan satu sama lain". Di 38:28 kelompok yang sama tidak lagi dikecualikan dari apa pun, melainkan ditanyakan kedudukannya.

Kelompok pembandingnya disebut (الْمُفْسِدِينَ فِي الْأَرْضِ, al-mufsidiina fii l-ardhi), "orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi", dari akar ف-س-د. Akar ini dan akar ص-ل-ح saling berhadapan di tempat lain. Di 2:220, (وَاللَّهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ, wa-llaahu ya'lamu l-mufsida mina l-mushlihi) berarti "dan Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dari orang yang berbuat perbaikan". Di 10:81, (إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ, inna llaaha laa yushlihu 'amala l-mufsidiina) berarti "sesungguhnya Allah tidak memperbaiki perbuatan orang-orang yang berbuat kerusakan". Gandengan mufsidiin dengan "di bumi" juga muncul dalam larangan di lima ayat, yaitu 2:60, 7:74, 11:85, 26:183, dan 29:36. Contohnya 2:60, (وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ, wa-laa ta'tsaw fii l-ardhi mufsidiina) yang berarti "dan janganlah kalian berbuat kejahatan di bumi dengan membuat kerusakan".

Pertanyaan kedua memakai nama kelompok, bukan perbuatan. Kata (الْمُتَّقِينَ, l-muttaqiina) berarti "orang-orang yang bertakwa", dan (كَالْفُجَّارِ, ka-l-fujjaari) berarti "sama dengan para pendurhaka", dari akar ف-ج-ر. Bentuk al-fujjaar muncul di tiga ayat, yaitu 38:28, 82:14, dan 83:7. Di 82:14, (وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ, wa-inna l-fujjaara la-fii jahiimin) berarti "dan sesungguhnya orang-orang durhaka benar-benar dalam neraka yang menyala-nyala", dan di 83:7, (إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ لَفِي سِجِّينٍ, inna kitaaba l-fujjaari la-fii sijjiinin) berarti "sesungguhnya catatan orang-orang durhaka benar-benar dalam Sijjin". Bentuk persis (كَالْفُجَّارِ, ka-l-fujjaari) hanya muncul di ayat ini, dan bentuk (كَالْمُفْسِدِينَ, ka-l-mufsidiina) juga hanya di sini.

Tafsiran

Ayat ini mengajukan dua pertanyaan tentang kedudukan dua kelompok manusia, dan keduanya tidak dijawab di tempatnya. Pertanyaan pertama menyebut kelompok baik lewat apa yang mereka kerjakan, yaitu beriman dan beramal saleh, dan kelompok lawannya lewat tempat perbuatannya, yaitu bumi. Pertanyaan kedua menyebut kedua kelompok lewat nama, yaitu orang-orang yang bertakwa dan para pendurhaka. Dua cara menyebut itu menempatkan pertanyaan pada dua tingkat: apa yang dilakukan seseorang, lalu siapa dia jadinya.

Ayat ini terhubung dengan 38:26 lewat kata kerja yang sama dan tempat yang sama. Di 38:26 Allah berfirman (إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ, innaa ja'alnaaka khaliifatan fii l-ardhi) kepada Daud, yang berarti "sesungguhnya Kami menjadikanmu khalifah di bumi", dan melarangnya mengikuti hawa nafsu. Di 38:28 kata kerja itu kembali dalam pertanyaan "ataukah Kami menjadikan", dan bumi kembali sebagai tempat para perusak. Susunan serupa ada di 7:74, yang menyebut (إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ, idz ja'alakum khulafaa'a), "ketika Dia menjadikan kalian pengganti-pengganti", lalu melarang berbuat kerusakan di bumi. Urutan yang sejajar sampai ke pertanyaan ada di 45:18 sampai 45:21: Allah berfirman (ثُمَّ جَعَلْنَاكَ, tsumma ja'alnaaka), "kemudian Kami jadikan engkau", disusul larangan mengikuti hawa nafsu orang yang tidak mengetahui, lalu 45:21 bertanya tentang penyamaan orang yang berbuat keburukan dengan orang yang beriman. Di 38:26 sampai 38:28 urutannya sama, yaitu Kami menjadikan, larangan mengikuti hawa nafsu, lalu pertanyaan tentang penyamaan.

Pertanyaan itu bersandar pada 38:27. Bila langit, bumi, dan apa di antara keduanya tidak diciptakan dengan sia-sia, maka penyamaan antara pelaku baik dan pelaku rusak berarti menjadikan penciptaan itu tanpa pembedaan, dan ayat ini menolak hal itu dengan bertanya, bukan dengan menerangkan. Surah ini kemudian menjawab dalam bentuk yang sebangun. Di 38:49, (وَإِنَّ لِلْمُتَّقِينَ لَحُسْنَ مَآبٍ, wa-inna li-l-muttaqiina la-husna ma'aabin) berarti "dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar ada tempat kembali yang baik", dan di 38:55, (وَإِنَّ لِلطَّاغِينَ لَشَرَّ مَآبٍ, wa-inna li-th-thaaghiina la-syarra ma'aabin) berarti "dan sesungguhnya bagi orang-orang yang melampaui batas benar-benar ada tempat kembali yang buruk". Jawaban itu memakai kelompok yang tidak persis sama, karena 38:55 memakai penyebutan orang yang melampaui batas, bukan para pendurhaka, sehingga hubungannya dibaca sebagai kesejajaran dan bukan sebagai jawaban kata demi kata.

Renungan dan Hikmah

  • Allah mengajukan dua pertanyaan dan tidak menaruh jawaban di dalam ayat yang sama. Pembaca terpaksa menjawab sendiri lebih dulu, sebelum surah ini sampai ke 38:49 dan 38:55 yang memuat bentuk jawabannya. Jarak antara pertanyaan dan jawaban itu ditempuh pembaca dengan pendapatnya sendiri. Pembaca yang membuka 38:28 ketika sedang kecewa melihat orang yang rusak hidup nyaman, atau melihat orang baik tertinggal, mendapati dirinya di tengah jarak itu. Apakah jawabannya tenang karena pembaca tahu Siapa yang bertanya, atau gelisah karena pertanyaan itu terasa menunggu bukti hari ini?
  • Perusak dalam ayat ini diberi tempat, yaitu bumi, dan tempat yang sama dipakai di 38:26 untuk kedudukan seorang khalifah. Bumi karena itu disebut sebagai tempat dua hal yang berlawanan: kedudukan yang diberikan Allah dan kerusakan yang dilakukan manusia. Pembaca ikut berada di tempat yang sama, dan dalam satu hari pembaca dapat menjadi pengemban kedudukan sekaligus pelaku kerusakan kecil yang tak dihitungnya. Apakah ada bagian dari hari-harinya yang bila ditaruh di samping 38:28 membuat pertanyaan Allah terasa ditujukan kepadanya, dan bagian yang mana?
  • Pertanyaan pertama menyebut orang dari apa yang dikerjakannya, pertanyaan kedua menyebutnya dari nama yang melekat. Dua cara itu memberi pembaca dua kaca. Lewat kaca pertama pembaca menilai dirinya dari perbuatan yang bisa dihitung, dan lewat kaca kedua dari nama yang diharapkannya dilekatkan Allah kepadanya. Kedua kaca bisa memberi gambar yang berlainan tentang orang yang sama. Pembaca dapat bertanya nama apa yang paling mungkin melekat pada diri sendiri bila yang dihitung hanya daftar perbuatan selama sepekan terakhir?
  • Kata kerja dalam ayat ini adalah menjadikan, dan pelakunya Kami. Penyamaan kedudukan antara yang baik dan yang rusak, bila terjadi, adalah sesuatu yang dijadikan oleh Allah, bukan sesuatu yang terjadi dengan sendirinya. Dengan begitu pembaca tidak dapat menganggap kesamaan nasib sebagai keadaan alamiah yang tinggal diterima. Ayat ini menaruh urusan itu di tangan yang bertanya dan membiarkan pembaca merasakan betapa janggalnya kemungkinan itu. Bila penyamaan harus dijadikan lebih dulu, apa yang tampak sama di mata pembaca hari ini belum tentu sama di sisi Dia yang menjadikan?
  • Dalam 38:26 Allah memberi kedudukan dan larangan kepada Daud, dalam 38:27 Allah menyatakan penciptaan tidak sia-sia, dan dalam 38:28 Allah bertanya tentang penyamaan. Pembaca yang membaca ketiganya berurutan merasakan satu gerak yang menyempit: dari seorang khalifah, ke seluruh langit dan bumi, ke dua kelompok manusia. Gerak itu berakhir pada pertanyaan yang menunggu dijawab. Orang yang menutup mushaf sesudah 38:27 membawa pernyataan tentang maksud penciptaan tanpa membawa pertanyaan yang mengikutinya. Seberapa sering pernyataan besar diterima, sedangkan pertanyaan yang lahir darinya ditinggalkan?
  • Kelompok pertama dalam ayat ini disebut dengan dua kata kerja yang bergandengan, beriman dan mengerjakan amal saleh, dan keduanya disatukan dalam satu pertanyaan. Allah tidak bertanya tentang orang yang beriman saja atau orang yang beramal saja. Pembaca yang menimbang dirinya dapat melihat apakah hanya salah satunya yang dibawanya ke dalam pertanyaan itu. Mungkin ia mendapati imannya terasa lebih ringan daripada amalnya, atau sebaliknya. Bila kedua kata kerja itu disebut bersama oleh Tuhan, apa arti memiliki yang satu dan tidak yang lain?