وَوَهَبْنَا لِدَاوُودَ سُلَيْمَانَ ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ

Dan Kami anugerahkan kepada Daud, Sulaiman; sebaik-baik hamba; sesungguhnya ia selalu kembali.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَوَهَبْنَا لِدَاوُودَ سُلَيْمَانَwa-wahabnaa li-daawuuda sulaymaanadan Kami anugerahkan kepada Daud, Sulaiman
  2. نِعْمَ الْعَبْدُni'ma l-'abdusebaik-baik hamba
  3. إِنَّهُ أَوَّابٌinnahu awwaabunsesungguhnya ia selalu kembali

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. وَوَهَبْنَاwa-wahabnaadan Kami menganugerahkan
  2. لِدَاوُودَli-daawuudabagi Dawud
  3. سُلَيْمَانَsulaymaanaSulaiman
  4. نِعْمَni'masebaik-baik
  5. الْعَبْدُl-'abduhamba
  6. إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
  7. أَوَّابٌawwaabunyang banyak kembali

Inti bacaan

Rangkaian ni'ma l-'abdu (نِعْمَ الْعَبْدُ) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:30 dan 38:44.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَوَهَبْنَا لِدَاوُودَ سُلَيْمَانَ, wa-wahabnaa li-daawuuda sulaymaana) yang berarti "dan Kami anugerahkan kepada Daud, Sulaiman". Kata kerja (وَهَبْنَا, wahabnaa) berakar و-ه-ب dan berarti "Kami anugerahkan", dengan pemberi "Kami", penerima yang ditandai li, dan benda yang diberikan sesudahnya. Bentuk (وَوَهَبْنَا, wa-wahabnaa) muncul delapan kali di lima surah, yaitu di 6:84, 19:50, 19:53, 21:72, 21:90, 29:27, 38:30, dan 38:43. Di 19:50 benda yang diberikan berupa rahmat, dan di tujuh ayat lain berupa orang: Ishaq dan Ya'qub di 6:84, 21:72, dan 29:27, Harun di 19:53, Yahya di 21:90, keluarga di 38:43, dan Sulaiman di 38:30. Rangkaian (وَوَهَبْنَا لِدَاوُودَ, wa-wahabnaa li-daawuuda) hanya ada di ayat ini. Sebagian ayat itu mencatat apa yang mendahului pemberian, misalnya 21:90 yang berbunyi "maka Kami mengabulkan doanya" sebelum Yahya diberikan, dan 38:43 yang menyebut pemberian itu "rahmat dari Kami". Ayat 38:30 tidak mencatat permintaan atau sebutan semacam itu, sehingga alasan pemberiannya tidak dinyatakan.

Nama (سُلَيْمَانَ, sulaymaana) hanya disebut dua kali di surah ini, yaitu di 38:30 dan 38:34, sehingga ayat ini adalah tempat pertama pembaca surah bertemu dengan namanya. Nama ayahnya sudah disebut berkali-kali sebelumnya, di 38:17, 38:22, 38:24, dan 38:26.

Kata (نِعْمَ, ni'ma) adalah kata kerja pujian, dan (الْعَبْدُ, al-'abdu) berakar ع-ب-د dan berarti "hamba". Bersama-sama, (نِعْمَ الْعَبْدُ, ni'ma l-'abdu) berarti "sebaik-baik hamba". Di ayat lain kata ni'ma memuji pahala, seperti (وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ, wa-ni'ma ajru l-'aamiliina) di 3:136, memuji negeri, seperti (وَلَنِعْمَ دَارُ الْمُتَّقِينَ, wa-la-ni'ma daaru l-muttaqiina) di 16:30, dan memuji Allah sebagai pelindung, seperti (نِعْمَ الْمَوْلَىٰ, ni'ma l-mawlaa) di 8:40. Rangkaian (نِعْمَ الْعَبْدُ, ni'ma l-'abdu) hanya muncul dua kali, yaitu di 38:30 dan 38:44, dan di keduanya pujian itu jatuh pada seorang hamba. Hamba di 38:44 adalah Ayyub, yang disebut (وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ, wa-dzkur 'abdanaa ayyuuba) di 38:41. Daud pun disebut dengan (وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُودَ, wa-dzkur 'abdanaa daawuuda) di 38:17. Sulaiman tidak disebut dengan "hamba Kami", tetapi langsung dengan pujian sebaik-baik hamba.

Kata (أَوَّابٌ, awwaabun) berakar أ-و-ب dan terjemahan memakai "selalu kembali". Bentuk persis ini muncul empat kali, semuanya di surah ini, yaitu di 38:17 untuk Daud, 38:19 untuk burung-burung yang berkumpul, 38:30 untuk hamba yang dipuji di ayat ini, dan 38:44 untuk Ayyub. Di 38:19 bunyinya (كُلٌّ لَهُ أَوَّابٌ, kullun lahu awwaabun) yang berarti "masing-masing selalu kembali kepada-Nya". Dengan harakat akhir yang berbeda, kata ini juga ada di 50:32, (لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ, li-kulli awwaabin hafiizhin) yang berarti "bagi setiap orang yang selalu kembali dan menjaga", dan dalam bentuk jamak di 17:25, (لِلْأَوَّابِينَ, li-l-awwaabiina) yang berarti "bagi orang-orang yang bertobat". Di 38:17, 38:30, dan 38:44 kata awwaabun berdiri tanpa kata yang menyebut kembali kepada siapa, dan terjemahan tidak menambahkannya.

Akar yang sama membentuk kata (مَآبٍ, ma'aabin) yang berarti "tempat kembali". Kata itu muncul di lima ayat, yaitu 13:29, 38:25, 38:40, 38:49, dan 38:55, dan empat di antaranya ada di surah ini. Di 38:25 dan 38:40 bunyinya (وَحُسْنَ مَآبٍ, wa-husna ma'aabin), "dan tempat kembali yang baik", untuk Daud dan Sulaiman. Di 38:49 bunyinya (لَحُسْنَ مَآبٍ, la-husna ma'aabin) untuk orang-orang yang bertakwa, dan di 38:55 bunyinya (لَشَرَّ مَآبٍ, la-syarra ma'aabin), "tempat kembali yang buruk", untuk orang-orang yang melampaui batas. Orang yang selalu kembali dan tempat kembali karena itu bertemu pada satu akar dalam surah yang sama.

Tafsiran

Ayat ini membawa pembaca dari urusan umum kembali ke keluarga Daud. Tiga ayat sebelumnya berbicara tentang penciptaan, pertanyaan tentang perbedaan manusia, dan kitab, lalu 38:30 mulai dengan Kami yang memberikan Sulaiman kepada Daud. Ayat itu memuat tiga bagian: pemberian, pujian, dan sifat. Pujian "sebaik-baik hamba" dan sifat "selalu kembali" diletakkan sebelum kisah Sulaiman dimulai, sebab ayat sesudahnya dibuka dengan kata (إِذْ, idz) yang berarti "ketika". Pembaca sudah tahu bagaimana Sulaiman dinilai sebelum mengetahui apa yang diuji.

Urutan semacam itu tidak selalu sama. Pada Daud, pernyataan (إِنَّهُ أَوَّابٌ, innahu awwaabun) di 38:17 juga mendahului kisah ujiannya, sampai ke 38:24 yang memuat (وَأَنَابَ, wa-anaaba) yang berarti "dan ia bertobat". Pada Sulaiman, 38:34 memuat (ثُمَّ أَنَابَ, tsumma anaaba), "kemudian ia bertobat", sesudah ayat ini. Pada Ayyub, pujian yang sama menutup kisahnya di 38:44, sesudah ujiannya berlalu. Jadi tiga tokoh memakai dua kata yang sama di tiga titik yang berbeda: sebelum cobaan pada dua tokoh dan sesudahnya pada satu tokoh. Ayat ini tidak menyatakan alasan perbedaan urutan itu.

Ayat ini juga menyiapkan hubungan antara Allah sebagai pemberi dan Sulaiman sebagai orang yang diberi. Akar و-ه-ب yang membuka ayat ini muncul lagi di 38:35, ketika Sulaiman berdoa (وَهَبْ لِي مُلْكًا, wa-hab lii mulkan) yang berarti "dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan" lalu menyebut Allah (الْوَهَّابُ, al-wahhaabu), "Sang Pemberi". Dalam 38:30 Sulaiman adalah yang diberikan, dan dalam 38:35 Sulaiman adalah penerima yang meminta. Kerajaan belum disebut di 38:30. Pujian pertama bagi Sulaiman dengan demikian diberikan tanpa menyebut kerajaannya, dan kerajaan baru muncul sebagai permintaan sesudah masa ujian yang disebut di 38:34.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memberi Sulaiman pujian sebelum kisahnya diceritakan, sehingga pembaca membaca episode berikutnya dengan penilaian itu sudah di tangan. Penilaian yang diberikan lebih dulu mengubah cara membaca ayat-ayat sesudahnya: kelemahan yang muncul kemudian terbaca di dalam bingkai orang yang sudah dinyatakan selalu kembali. Pembaca dapat bertanya bagaimana pembaca memakai bingkai serupa untuk orang-orang di sekitarnya, dan apakah pernah memberi pujian sebelum bukti terkumpul, atau selalu sesudahnya? Ayat ini tidak menyatakan bahwa semua pujian harus mendahului bukti, dan hanya memperlihatkan bahwa dalam kitab ini penilaian dapat datang lebih dulu.
  • Ayat 21:90 mencatat doa yang dikabulkan sebelum Yahya diberikan, dan 38:43 menyebut keluarga Ayyub sebagai rahmat. Ayat 38:30 tidak mencatat doa atau sebutan semacam itu, jadi pembaca tidak tahu apa yang mendahului pemberian Sulaiman kepada Daud. Pembaca dapat memperhatikan hal-hal dalam hidupnya yang sampai kepadanya tanpa diingatnya pernah diminta, misalnya orang tertentu, kesempatan tertentu, atau pelajaran tertentu. Bila Allah memberikan sesuatu tanpa permintaan yang tercatat, bagaimana pembaca membedakan antara anugerah yang diterimanya dan hasil yang disangkanya diusahakan sendiri?
  • Orang yang selalu kembali dan tempat kembali berasal dari satu akar, dan empat di antara kemunculan akar itu ada dalam surah yang sama: Daud, Sulaiman, orang-orang bertakwa, dan orang-orang yang melampaui batas, masing-masing dengan tempat kembalinya. Kebiasaan kembali dan tempat tujuan dengan demikian diikat oleh bahasa yang sama. Pembaca dapat membayangkan kebiasaannya sendiri, yaitu ke mana pembaca kembali setiap kali pekerjaannya selesai atau pikirannya lelah. Apakah arah kembali yang berulang itu menyiapkannya bagi tempat kembali yang baik seperti yang disebut di 38:49, atau tidak menuju ke sana sama sekali?
  • Dua kata yang sama, sebaik-baik hamba dan selalu kembali, dipakai bagi Sulaiman dan Ayyub, dan kata selalu kembali dipakai juga bagi Daud. Ketiganya hidup dalam keadaan yang sangat berbeda. Daud disebut mempunyai kekuatan di 38:17, Sulaiman meminta kerajaan di 38:35, dan Ayyub disebut sabar di 38:44. Sifat selalu kembali tidak terikat pada kedudukan tertentu, dan Allah memakainya kepada orang kuat, orang berkuasa, dan orang yang diuji. Seseorang dapat bertanya dalam keadaan hidupnya sekarang, apakah kata itu terasa lebih mudah diucapkan tentang dirinya ketika kuat, saat berkuasa, atau saat diuji?
  • Dalam ayat ini Sulaiman dikenal dengan kata hamba, dan kerajaannya belum disebut. Kerajaan baru muncul di 38:35 sebagai sesuatu yang diminta Sulaiman dari Allah. Urutan itu memperlihatkan bahwa sebutan yang pertama kali diberikan kepada Sulaiman di surah ini ialah sebutan yang menyangkut hubungannya dengan Tuhan, bukan kedudukannya di antara manusia. Pembaca yang mengenal dirinya lewat jabatan, gelar, atau pekerjaan dapat menimbang apa yang tersisa bila semua sebutan itu dilepas dan satu kata saja dipakai Allah untuk menyebutnya. Kata apa yang akan tertulis di sana, dan apakah kata itu hamba?
  • Daud disebut selalu kembali di 38:17 dan Sulaiman di 38:30, dan keduanya diperkenalkan dengan kata yang sama. Ayat ini tidak mengatakan bahwa sifat itu diturunkan dari ayah kepada anak, dan juga tidak mengatakan bahwa Sulaiman belajar dari ayahnya. Teks memuat kata yang sama bagi keduanya, dalam kisah yang diletakkan berdampingan dalam satu surah. Pembaca yang menjadi orang tua atau anak dapat memperhatikan sifat apa dalam dirinya yang paling mungkin dikenali orang lain sebagai kemiripan, dan apakah sifat itu disebut karena pembaca sendiri yang membentuknya, atau karena sifat itu mewarisi kebiasaan rumah tempat tumbuhnya?