وَوَهَبْنَا لِدَاوُودَ سُلَيْمَانَ ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ
Dan Kami anugerahkan kepada Daud, Sulaiman; sebaik-baik hamba; sesungguhnya ia selalu kembali.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَوَهَبْنَا لِدَاوُودَ سُلَيْمَانَwa-wahabnaa li-daawuuda sulaymaanadan Kami anugerahkan kepada Daud, Sulaiman
- نِعْمَ الْعَبْدُni'ma l-'abdusebaik-baik hamba
- إِنَّهُ أَوَّابٌinnahu awwaabunsesungguhnya ia selalu kembali
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَوَهَبْنَاwa-wahabnaadan Kami menganugerahkan
- لِدَاوُودَli-daawuudabagi Dawud
- سُلَيْمَانَsulaymaanaSulaiman
- نِعْمَni'masebaik-baik
- الْعَبْدُl-'abduhamba
- إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
- أَوَّابٌawwaabunyang banyak kembali
Inti bacaan
Penegasan status 'sebaik-baik hamba' bagi Sulaiman, pujian eksplisit dan tegas atas kualitas karakternya sejak diperkenalkan, bukan pujian kabur tanpa dasar konkret.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(kepada Allah)' tidak dipakai, mengikuti pola koreksi yang sama persis dengan 38:17 dan 38:19 untuk kata 'awwaabun'.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian dengan memperkenalkan Sulaiman, putra Daud, disertai pujian singkat yang menandai kualitas dirinya sejak awal: kisahnya akan berlanjut pada ayat-ayat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah memuji Sulaiman sebelum kisahnya diceritakan. Bukan sesudah dibuktikan. Penilaiannya diberikan di depan.
- Yang dipuji sifat kembalinya, bukan kerajaannya. Bukan kekayaan. Kebiasaan berbalik kepada-Nya.
- Kata yang sama dipakai Allah untuk ayahnya. Daud juga disebut begitu. Sifatnya diwariskan, bukan takhtanya saja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar w-h-b, n-'-m, '-b-d, a-w-b): ni'ma l-'abd diterjemahkan 'sebaik-baik hamba' (akar n-'-m + akar '-b-d, Sulaiman hamba teladan, abada); awwaab diterjemahkan 'selalu kembali (bertobat)' (akar '-w-b). gloss '(anak bernama)' dibuang.