إِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِالْعَشِيِّ الصَّافِنَاتُ الْجِيَادُ

ketika dipertunjukkan kepadanya pada waktu petang, yang jinak lagi cepat,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِالْعَشِيِّidz 'uridha 'alayhi bi-l-'asyiyyiketika dipertunjukkan kepadanya pada waktu petang
  2. الصَّافِنَاتُ الْجِيَادُash-shaafinaatu l-jiyaaduyang jinak lagi cepat

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. إِذْidzketika
  2. عُرِضَ'uridhaditampakkan
  3. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  4. بِالْعَشِيِّbi-l-'asyiyyipada petang hari
  5. الصَّافِنَاتُash-shaafinaatuyang jinak
  6. الْجِيَادُl-jiyaadulagi cepat

Inti bacaan

Bentuk 'uridha (عُرِضَ) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:31.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِذْ, idz) yang berarti "ketika", kata penanda waktu bagi sesuatu yang sudah disebut. Dengan kata ini 38:31 menjadi keterangan waktu bagi ayat sebelumnya, yang berakhir dengan sifat "selalu kembali", sehingga terjemahan menutup ayat ini dengan koma dan membiarkan kalimatnya mengalir ke 38:32. Kata yang sama membuka bagian kisah di tempat lain dalam surah ini, yaitu (إِذْ تَسَوَّرُوا الْمِحْرَابَ, idz tasawwaruu l-mihraaba) di 38:21, (إِذْ دَخَلُوا عَلَىٰ دَاوُودَ, idz dakhaluu 'alaa daawuuda) di 38:22, dan (إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ, idz naadaa rabbahu) di 38:41.

Kata kerja (عُرِضَ, 'uridha) berakar ع-ر-ض dan berarti "dipertunjukkan", dalam bentuk pasif yang tidak menyebut siapa yang mempertunjukkan. Bentuk persis ini hanya muncul di 38:31. Bentuk pasif lain dari kata kerja yang sama muncul di tujuh ayat, yaitu 11:18, 18:48, 40:46, 42:45, 46:20, 46:34, dan 69:18, dan di ketujuhnya manusia yang dihadapkan. Di 11:18, (يُعْرَضُونَ عَلَىٰ رَبِّهِمْ, yu'radhuuna 'alaa rabbihim) berarti "mereka dihadapkan kepada Tuhan mereka", di 46:20, (يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ, yu'radhu lladziina kafaruu 'alaa n-naari) berarti "orang-orang yang kufur dihadapkan pada api", dan di 18:48, (وَعُرِضُوا عَلَىٰ رَبِّكَ صَفًّا, wa-'uridhuu 'alaa rabbika shaffan) berarti "dan mereka dihadapkan kepada Tuhanmu dengan berbaris". Di 38:31 arahnya berbalik: sesuatu dipertunjukkan kepada seorang manusia, yang ditandai (عَلَيْهِ, 'alayhi), "kepadanya". Terjemahan memakai "dipertunjukkan" untuk arah itu dan "dihadapkan" untuk manusia yang dibawa ke hadapan Tuhan atau api.

Kata (بِالْعَشِيِّ, bi-l-'asyiyyi) berarti "pada waktu petang". Bentuk persis ini muncul empat kali, yaitu di 3:41, 38:18, 38:31, dan 40:55. Di tiga tempat, 3:41, 38:18, dan 40:55, petang adalah waktu bertasbih. Di 38:18 bunyinya (يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ, yusabbihna bi-l-'asyiyyi wa-l-isyraaqi) yang berarti "yang bertasbih pada waktu petang dan pagi", tentang gunung-gunung yang ditundukkan bersama Daud, dan di 40:55 bunyinya (وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ, wa-sabbih bi-hamdi rabbika bi-l-'asyiyyi wa-l-ibkaari) yang berarti "dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi". Di 38:31 petang adalah waktu sesuatu dipertunjukkan, dan tidak ada kata tasbih atau zikir di ayat ini. Kata yang menyebut petang tanpa awalan bi-, (عَشِيًّا, 'asyiyyan), muncul di 40:46 bersama kata kerja pasif yang sama dengan 38:31, (يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا, yu'radhuuna 'alayhaa ghuduwwan wa-'asyiyyan), "mereka dihadapkan kepadanya pagi dan petang". Ayat 38:31 dan 40:46 tidak berbicara tentang peristiwa yang sama, tetapi petang dan kata kerja itu bertemu di keduanya.

Dua sifat di ujung ayat, (الصَّافِنَاتُ الْجِيَادُ, ash-shaafinaatu l-jiyaadu), diterjemahkan "yang jinak lagi cepat". Kata (الصَّافِنَاتُ, ash-shaafinaatu) berakar ص-ف-ن dan kata (الْجِيَادُ, l-jiyaadu) berakar ج-و-د, dan kedua akar itu tidak muncul di ayat lain, sehingga tidak ada pemakaian kedua yang dapat dibandingkan. Pilihan "jinak" dan "cepat" karena itu bertumpu pada bentuk kedua kata dan susunannya di ayat ini, bukan pada kebiasaan Al-Qur'an. Keduanya berbentuk jamak dan memberi sifat pada sesuatu yang tidak disebut namanya. Kata Arab untuk kuda, khayl, ada di lima ayat, yaitu (وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ, wa-l-khayli l-musawwamati) di 3:14, (رِبَاطِ الْخَيْلِ, ribaathi l-khayli) di 8:60, (وَالْخَيْلَ, wa-l-khayla) di 16:8, (بِخَيْلِكَ, bi-khaylika) di 17:64, dan (خَيْلٍ, khaylin) di 59:6, dan kata itu tidak ada di 38:31. Terjemahan karena itu menyebut dua sifat tanpa kata benda, seperti 100:1 yang menerjemahkan (وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا, wa-l-'aadiyaati dhabhan) menjadi "demi yang berlari kencang terengah" tanpa menyebut pelakunya. Ayat ini tidak menyatakan apa yang dipertunjukkan itu, dan pembaca tidak perlu mengisinya.

Tafsiran

Ayat ini membuka sebuah kisah tanpa memuat tindakan siapa pun. Kata kerjanya hanya satu, bentuk pasif (عُرِضَ, 'uridha), dan Sulaiman muncul sebagai penerima: sesuatu dipertunjukkan kepadanya. Tindakan Sulaiman baru muncul di 38:32 lewat ucapan dan di 38:33 lewat perintah dan gerakan. Ayat ini menyiapkan ketiganya dengan mengatur waktu, yaitu petang, penerima, yaitu Sulaiman, dan benda, yaitu dua sifat tanpa nama.

Kata ketika di awal ayat menautkan peristiwa ini pada 38:30, yang menyebut Sulaiman sebagai sebaik-baik hamba dan selalu kembali. Peristiwa di ayat ini dengan demikian dibaca sebagai waktu ketika sifat itu berlaku, dan pembaca membawa pujian dari 38:30 ke dalam adegan. Ayat ini tidak menyatakan bahwa pertunjukan itu ujian. Ayat 38:34 menyebut bahwa Kami menguji Sulaiman, tetapi teksnya tidak menghubungkan pengujian itu dengan 38:31 sampai 38:33 secara tertulis, sehingga hubungan keduanya tetap terbuka.

Waktu petang yang sama dipakai di 38:18 untuk gunung-gunung yang bertasbih bersama Daud. Ayat 38:31 tidak menyatakan bahwa petang itu juga waktu zikir bagi Sulaiman, dan 38:32 menyebut zikir tanpa menyebut waktunya. Kedua ayat dapat dibaca berdampingan, tetapi teksnya tidak menghubungkan keduanya. Perbedaannya terletak pada isi petang itu: di 38:18 petang berisi tasbih, di 38:31 petang berisi pertunjukan.

Dua sifat yang menutup ayat diberikan tanpa nama benda, dan itu menentukan cara 38:32 dan 38:33 dibaca. Dalam 38:32 Sulaiman menyebut kecintaannya pada yang baik, dan dalam 38:33 Sulaiman memerintahkan agar sesuatu dibawa kembali lalu mengusap bagian-bagiannya. Selama nama bendanya tidak disebut, yang tersisa bagi pembaca adalah sifatnya, jinak dan cepat, dan sikap Sulaiman terhadapnya. Kisah ini dengan begitu bergerak dari apa yang dipertunjukkan ke apa yang dilakukan Sulaiman, dan tidak berhenti pada identitas yang dipertunjukkan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut Sulaiman sebaik-baik hamba di 38:30, lalu 38:31 membuka adegan dengan kata ketika. Pembaca membawa pujian itu ke dalam adegan dan membaca apa yang terjadi kemudian dalam cahayanya. Seseorang yang menilai orang lain dari satu peristiwa dapat memperhatikan urutan ini: kitab menaruh penilaian atas pribadi lebih dulu, baru peristiwa yang menyusul. Bila pujian Allah atas seseorang ditempatkan sebelum kesalahannya diceritakan, apakah penilaian pembaca sendiri datang dalam urutan sebaliknya, kesalahan lebih dulu, baru sisanya?
  • Kata kerja di ayat ini pasif, dan Sulaiman hanya menerima. Teks tidak mencatat bahwa Sulaiman mencari, meminta, atau berbuat apa pun, sampai ayat berikutnya. Sesuatu yang sampai kepada pembaca tanpa dicari, lewat jadwal, tawaran, atau kebetulan, berada dalam kedudukan yang sama dengan Sulaiman di ayat ini. Pembaca dapat bertanya apa saja yang dipertunjukkan kepadanya pada akhir hari, ketika tenaga paling sedikit, dan siapa yang mengatur pertunjukan itu: dirinya, orang lain, atau keadaan? Ayat ini tidak menjawab pertanyaan itu bagi Sulaiman, dan karena itu pembaca bebas mengajukannya bagi dirinya sendiri.
  • Di 3:41, 38:18, dan 40:55 petang adalah waktu bertasbih, sedangkan di 38:31 petang berisi sesuatu yang dipertunjukkan. Teks tidak menyatakan bahwa Sulaiman meninggalkan tasbih untuk itu, jadi pembaca tidak diberi kesimpulan. Yang diberikan adalah perbandingan antara dua isi untuk jam yang sama. Seseorang dapat menandai jam-jam yang di tempat lain disebut sebagai waktu menyebut Tuhan, lalu melihat apa yang biasanya mengisinya dalam hidupnya sendiri, dan apakah isi itu pernah dipilihnya atau datang begitu saja?
  • Ayat ini memberi dua sifat, jinak dan cepat, dan tidak memberi nama bendanya. Pembaca cenderung mengisi nama itu dari ingatan atau dugaan, padahal Allah tidak menuliskannya. Cara pembaca mengisi bagian yang kosong memperlihatkan apa yang sudah ada di kepalanya. Dua sifat itu sendiri tidak mengandung keburukan apa pun. Apakah sesuatu yang paling menarik bagi pembaca selalu punya nama, atau kadang hanya berupa sifat yang membuat pikirannya berhenti, dan kepada apa pikirannya menunjuk lebih dulu ketika dua sifat itu disebut tanpa nama?
  • Kata kerja pasif dan petang bertemu di dua ayat yang sangat berbeda. Di 38:31 sesuatu dipertunjukkan kepada Sulaiman pada waktu petang, dan di 40:46 sekelompok orang dihadapkan pada api pagi dan petang. Kata kerja yang sama dipakai untuk dua isi: yang satu dipertunjukkan kepada seorang hamba yang dipuji Allah, yang lain dihadapkan kepada manusia yang menuju azab. Dari kata kerjanya saja pembaca tidak tahu isi mana yang datang. Kapan terakhir sesuatu dihadapkan kepada pembaca pada petang hari, dan apakah isinya ditimbang lebih dulu sebelum diterima?
  • Terjemahan ayat ini ditutup dengan koma, dan kalimatnya selesai di ayat berikutnya, yang dibuka dengan ucapan Sulaiman. Pembaca yang berhenti di 38:31 memegang pertunjukan tanpa tanggapan, dan pujian dari 38:30 tanpa apa pun yang menguji pujian itu. Kitab ini menaruh tanggapan Sulaiman di ayat sesudahnya, bukan di ayat ini. Kapan pembaca menghentikan penilaian atas orang lain di koma, dan kapan membiarkan kalimat mereka sampai ke titiknya, termasuk bagian yang memuat pengakuan di hadapan Tuhan?