فَقَالَ إِنِّي أَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ عَنْ ذِكْرِ رَبِّي حَتَّىٰ تَوَارَتْ بِالْحِجَابِ
Maka, dia berkata, “Sesungguhnya aku mencintai kesenangan terhadap yang baik sehingga aku lalai mengingat Tuhanku, sampai ia bersembunyi di balik tabir,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَقَالَ إِنِّي أَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِfa-qaala innii ahbabtu hubba l-khayrimaka, dia berkata, sesungguhnya aku mencintai kesenangan terhadap yang baik
- عَنْ ذِكْرِ رَبِّي'an dzikri rabbiisehingga aku lalai mengingat Tuhanku
- حَتَّىٰ تَوَارَتْ بِالْحِجَابِhattaa tawaarat bi-l-hijaabisampai ia bersembunyi di balik tabir
Terjemahan per kata (11 kata)
- فَقَالَfa-qaalamaka ia berkata
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- أَحْبَبْتُahbabtuaku mencintai
- حُبَّhubbakecintaan
- الْخَيْرِl-khayrikebaikan
- عَنْ'andari
- ذِكْرِdzikriperingatan
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- حَتَّىٰhattaasampai
- تَوَارَتْtawaaratterbenam
- بِالْحِجَابِbi-l-hijaabidengan tabir
Inti bacaan
Kejujuran mengakui kelalaian sendiri: 'aku mencintai kesenangan terhadap yang baik. sehingga aku lalai mengingat Tuhanku', pengakuan terbuka atas kelalaian pribadi bahkan oleh figur besar sekalipun, kejujuran yang jarang ditemukan dalam narasi kepemimpinan.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(kuda)', '(matahari atau kuda itu)', dan '(hilang dari pandangan)' tidak dipakai sepenuhnya: ketiganya tidak ada padanan eksplisit dalam teks Arab. Subjek 'tawaarat' (bersembunyi, verba feminin tunggal) dibiarkan sesuai ambiguitasnya sendiri dalam teks Arab (bisa merujuk pada kuda-kuda maupun matahari), tidak diperjelas dengan tambahan berkurung. Kutipan ini berlanjut ke 38:33: tidak ada 'qaala' baru yang memisahkan refleksi ini dari perintah mengembalikan kuda sesudahnya, keduanya satu ucapan yang sama.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan momen kesadaran Sulaiman: kecintaannya pada kuda-kuda tersebut sempat melalaikannya dari mengingat Tuhannya, sebuah pengakuan jujur yang segera direspons dengan tindakan korektif.
Renungan dan Hikmah
- Yang diakuinya melalaikan adalah 'kesenangan terhadap yang baik'. Bukan hal buruk, bukan maksiat. Yang menjauhkan seseorang dari mengingat Allah sering justru sesuatu yang tak punya cacat sedikit pun, dan karena itu tak pernah menimbulkan curiga.
- Yang mengucapkan pengakuan ini seorang nabi sekaligus raja, dan ucapannya direkam apa adanya. Tak ada usaha melindungi citranya. Kitab yang menyimpan kelalaian orang-orang besarnya sendiri sedang mengatakan sesuatu tentang untuk apa kisah-kisah itu dituliskan.
- Kesadarannya tidak berhenti sebagai penyesalan di hadapan Allah; ayat berikutnya menyebut tindakan. Jarak antara menyadari dan mengerjakan sesuatu di sini sangat pendek. Penyesalan yang dibiarkan terlalu lama tanpa satu pun langkah biasanya berubah jadi kebiasaan tersendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan., sampai ia lenyap di balik tirai: ' h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).