رُدُّوهَا عَلَيَّ ۖ فَطَفِقَ مَسْحًا بِالسُّوقِ وَالْأَعْنَاقِ
Bawalah ia kembali kepadaku.” Lalu, ia mulai mengusap-usap kaki dan leher.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- رُدُّوهَا عَلَيَّrudduuhaa 'alayyabawalah ia kembali kepadaku
- فَطَفِقَ مَسْحًا بِالسُّوقِ وَالْأَعْنَاقِfa-thafiqa mashan bi-s-suuqi wa-l-a'naaqilalu, ia mulai mengusap-usap kaki dan leher
Terjemahan per kata (6 kata)
- رُدُّوهَاrudduuhaakembalikanlah ia
- عَلَيَّ'alayyaatasku
- فَطَفِقَfa-thafiqamaka mulailah ia
- مَسْحًاmashanmengusap
- بِالسُّوقِbi-s-suuqipada betis
- وَالْأَعْنَاقِwa-l-a'naaqidan leher
Inti bacaan
Rangkaian bi-s-suuqi wa-l-a'naaqi (بِالسُّوقِ وَالْأَعْنَاقِ) hanya muncul di 38:33, dan kata al-a'naaqi (الْأَعْنَاقِ) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 8:12 dan 38:33.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (رُدُّوهَا, rudduuhaa) yang berarti "bawalah ia kembali". Kata kerjanya berakar ر-د-د dan berbentuk perintah untuk banyak orang, dengan akhiran (هَا, -haa) yang berarti "ia" bagi sesuatu yang belum bernama di ayat ini. Bentuk persis rudduuhaa muncul dua kali, yaitu di 4:86 dan 38:33. Di 4:86, (أَوْ رُدُّوهَا, aw rudduuhaa) berarti "atau balaslah ia", tentang penghormatan yang dibalas, jadi sesuatu yang diterima dikembalikan kepada pemberinya. Di 38:33 sesuatu dikembalikan kepada pembicara, yang ditandai (عَلَيَّ, 'alayya) yang berarti "kepadaku". Orang yang diperintah tidak disebut namanya, dan bentuk jamak pada kata Arabnya menunjukkan mereka lebih dari satu.
Kata (فَطَفِقَ, fa-thafiqa) berarti "lalu ia mulai". Kata kerja thafiqa muncul tiga kali, yaitu di 7:22, 20:121, dan 38:33. Di 7:22 bunyinya (وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ, wa-thafiqaa yakhshifaani) yang berarti "dan mulailah keduanya menutupi diri", dan 20:121 memuat rangkaian yang sama. Di kedua ayat itu thafiqa menyusul sesuatu yang baru tampak, yaitu aurat yang terlihat setelah pohon dicicipi, dan kata kerja sesudahnya adalah tindakan pertama keduanya. Di 38:33 thafiqa menyusul ucapan pengakuan di 38:32, dan kata sesudahnya juga tindakan pertama. Terjemahan memakai "mulai" di ketiganya, sehingga ketiga ayat terbaca sebagai gerak awal sesudah seseorang menyadari sesuatu.
Kata (مَسْحًا, mashan) berarti "mengusap", dari akar م-س-ح, dan bentuk persis ini hanya muncul di 38:33. Kata kerja seakar muncul di 5:6 dan 4:43 dalam perintah bersuci, yaitu (وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ, wa-msahuu bi-ru'uusikum) yang berarti "dan usaplah kepala kalian" di 5:6, serta (فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ, fa-msahuu bi-wujuuhikum) yang berarti "maka usaplah wajah kalian" di 4:43 dan 5:6. Susunannya sama dengan 38:33, yaitu kata kerja mengusap diikuti awalan bi- dan bagian tubuh. Untuk leher, Al-Qur'an memakai kata kerja lain di 8:12, (فَاضْرِبُوا فَوْقَ الْأَعْنَاقِ, fa-dhribuu fawqa l-a'naaqi) yang berarti "maka tebaslah bagian atas leher", dan kata kerja memukul itu muncul juga di 38:44, (فَاضْرِبْ بِهِ, fa-dhrib bihi) yang berarti "lalu pukullah dengannya", dalam surah yang sama. Ayat 38:33 memilih kata mengusap dan tidak memilih kata memukul. Terjemahan memakai "mengusap-usap" karena objeknya jamak dan terdiri atas dua bagian. Maksud usapan itu tidak dijelaskan ayat ini, apakah membersihkan, merawat, atau lainnya.
Kata (بِالسُّوقِ, bi-s-suuqi) berakar س-و-ق, dan akar yang sama membentuk (السَّاقُ, as-saaqu) di 75:29 serta (سَاقَيْهَا, saaqayhaa) di 27:44, yang diterjemahkan "betis", dan (سُوقِهِ, suuqihi) di 48:29, yang diterjemahkan "batangnya" untuk tanaman. Terjemahan memakai "kaki", kata yang lebih luas daripada "betis", agar tidak mengandaikan bagian tertentu pada sesuatu yang belum disebut namanya. Kata (وَالْأَعْنَاقِ, wa-l-a'naaqi) berarti "dan leher-leher", dari akar ع-ن-ق. Rangkaian dengan kata sandang ini muncul dua kali, yaitu di 8:12 dan 38:33. Kedua bagian tubuh itu disebut dengan bentuk jamak, sehingga yang diusap lebih dari satu.
Tanda kutip dalam terjemahan ditutup sesudah kata "kepadaku". Kalimat sesudahnya adalah suara narasi tentang apa yang dilakukan Sulaiman, sebab (فَطَفِقَ, fa-thafiqa) memuat pelaku orang ketiga, bukan "aku".
Tafsiran
Ayat ini menyelesaikan ucapan Sulaiman dan memuat gerakan pertamanya. Ucapan di 38:32 berlanjut tanpa kata berkata yang baru, jadi pengakuan dan perintah merupakan satu ucapan. Pengakuan itu tidak berhenti di kata-kata: perintah ditujukan kepada banyak orang, lalu Sulaiman bergerak sendiri. Urutan tiga langkah ini, mengaku, memerintah, lalu bertindak, hanya terbaca bila dua ayat itu dibaca bersama.
Perintah itu berupa membawa kembali kepada pembicara, tidak berupa menyingkirkan atau menghilangkan. Pilihan itu terlihat dari kata kerjanya, radda, yang di 4:86 berarti menjawab sesuatu dengan mengembalikannya kepada pemberi. Bila yang diminta kembali itu sesuatu yang dicintai di 38:32, sesuatu itu didekatkan kembali oleh perintahnya sendiri, tidak dijauhkan. Ayat ini tidak menjelaskan mengapa itu dilakukan, dan pembaca tidak mendapat alasan tertulis.
Tindakan Sulaiman dibuka dengan thafiqa, kata yang di 7:22 dan 20:121 menandai tindakan pertama sesudah sesuatu terlihat. Dalam dua ayat itu tindakan pertamanya menutupi diri, dan di 38:33 tindakan pertamanya mengusap. Polanya sama: sesuatu menjadi jelas, lalu tubuh bergerak sebelum penjelasan apa pun. Ayat 38:33 juga berbeda dari 7:22 dalam hal ini: di 7:22 Tuhan menyeru mereka sesudah gerakan itu, sedangkan di 38:33 ayat berikutnya menyebut ujian dan tobat.
Untuk leher dan kaki ayat ini memilih kata kerja mengusap, padahal kata kerja memukul tersedia di surah yang sama, yaitu di 38:44. Perbedaan itu menutup bacaan bahwa ayat ini bercerita tentang pemukulan, tetapi tidak menutup pertanyaan tentang maksud usapan. Urutan di 38:34 dan 38:35 memperlihatkan bahwa kisah berlanjut: Kami menguji Sulaiman, Sulaiman bertobat, lalu berdoa meminta ampun. Tidak ada kata di antara 38:33 dan 38:34 yang menghubungkan usapan itu dengan ujian.
Renungan dan Hikmah
- Bila yang diminta kembali itu sesuatu yang dicintai di 38:32, Sulaiman memerintahkan agar sesuatu yang telah menjauhkannya dari mengingat Tuhan dibawa kembali kepadanya, dan tidak menyuruh menghilangkannya dari pandangan. Di 38:30 Allah memuji Sulaiman sebagai orang yang selalu kembali, dan di 38:33 kata kembali muncul lagi, kini pada benda yang diperintahkan untuk dikembalikan. Akar kedua kata itu berbeda, tetapi terjemahannya sama, dan pembaca dapat melihat dua arah kembali dalam jarak empat ayat: pribadi yang kembali dan benda yang dikembalikan. Orang yang pernah menjauh dari mengingat Tuhan karena sesuatu dapat bertanya, apakah pembaca berani mendekatkan sesuatu itu kembali supaya dilihat jelas, atau selalu menyingkirkannya sebelum sempat diperiksa?
- Di 7:22 dan 20:121 aurat tampak, lalu keduanya mulai menutupi diri, dan di 7:22 Tuhan menyeru keduanya sesudahnya. Di 38:33 pengakuan disusul tindakan mulai mengusap. Dalam ketiga ayat, kata yang dipilih adalah mulai, bukan selesai. Gerakan pertama sesudah menyadari kekeliruan dipandang sebagai awal. Pembaca yang menunggu saat yang tepat untuk menata ulang sesuatu dapat memperhatikan bahwa kitab mencatat awal gerakan itu, bukan hasil akhirnya. Apakah pembaca sudah punya gerakan pertama setelah menyadari sesuatu yang menjauhkannya dari Tuhan, atau masih mengumpulkan penjelasan?
- Untuk leher, Al-Qur'an memakai kata memukul di 8:12 dan memakai kata mengusap di 38:33, dan kata memukul tersedia di surah yang sama pada 38:44. Pilihan kata kerja itu menentukan sentuhan seperti apa yang terjadi, bila yang disentuh itu benda yang pernah memikat. Pembaca yang pernah terpikat sesuatu dapat memperhatikan bagaimana sentuhannya sesudah sadar: apakah dengan sikap kasar yang mengusirnya, atau dengan gerakan yang mengakui bahwa benda itu tetap ada dan tetap terjangkau? Allah tidak menjelaskan alasan usapan itu, dan karena itu pembaca tidak punya alasan tertulis untuk menjadikannya aturan.
- Perintah di ayat ini ditujukan kepada banyak orang. Sulaiman mengatakan kelalaiannya kepada Tuhannya, tetapi untuk membawa kembali Sulaiman membutuhkan orang lain yang bergerak atas ucapannya. Pengakuan di 38:32 menyebut Tuhanku, sedangkan tindakan di 38:33 melibatkan manusia. Pembaca dapat melihat bahwa memperbaiki kelalaian sering memerlukan tangan orang lain: yang menjaga waktu, yang mengingatkan, yang membawa kembali apa yang tertinggal. Siapa di sekitar pembaca yang pernah diberi perintah semacam itu, dan siapa yang tidak pernah diajak karena pengakuannya tak pernah keluar dari bibir?
- Ucapan Sulaiman tidak berhenti pada kata Tuhanku. Dari 38:32 ke 38:33 Sulaiman mengaku, memerintah, lalu bertindak, dan ketiganya satu ucapan tanpa kata berkata yang baru. Kitab menaruh pengakuan di depan perintah, sehingga pengakuan itu bertindak sebagai pembuka. Seseorang yang mengaku kepada Allah dapat melihat apakah pengakuannya punya kalimat lanjutan, atau berhenti pada diri sendiri. Apakah pembaca punya pengakuan yang sudah lama diucapkan di dalam hati dan belum pernah disusul perintah apa pun, bahkan perintah kecil kepada dirinya sendiri?
- Ayat berikutnya menyebut Kami menguji Sulaiman dan ia bertobat, lalu 38:35 memuat doanya meminta ampun. Gerakan di 38:33 dan tobat di 38:34 disebut sebagai dua hal, dan teks tidak menyatakan salah satunya menggantikan yang lain. Pembaca yang sudah mengerjakan perbaikan cepat dapat bertanya apakah ia memandangnya sebagai penutup perkara atau sebagai awal. Kata mulai di ayat ini condong ke yang kedua. Apakah ada perkara dalam hidup pembaca yang dianggap selesai karena satu tindakan cepat, padahal Tuhan mungkin masih menunggu hal lain darinya?