وَالشَّيَاطِينَ كُلَّ بَنَّاءٍ وَغَوَّاصٍ
dan setan-setan, semuanya ahli bangunan dan penyelam,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَالشَّيَاطِينَ كُلَّ بَنَّاءٍ وَغَوَّاصٍwa-sy-syayaathiina kulla bannaa'in wa-ghawwaashindan setan-setan, semuanya ahli bangunan dan penyelam
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَالشَّيَاطِينَwa-sy-syayaathiinadan setan-setan
- كُلَّkullasetiap
- بَنَّاءٍbannaa'intukang bangunan
- وَغَوَّاصٍwa-ghawwaashindan penyelam
Inti bacaan
Bentuk (بَنَّاءٍ, bannaa'in) dan (وَغَوَّاصٍ, wa-ghawwaashin) masing-masing muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:37.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَالشَّيَاطِينَ, wa-sy-syayaathiina) yang berarti "dan setan-setan", dari akar ش-ط-ن. Awalan wa- berarti "dan". Bentuk dengan wa- ini ada dua kali, yaitu di 19:68 dan 38:37. Di 19:68, (لَنَحْشُرَنَّهُمْ وَالشَّيَاطِينَ, la-nahsyurannahum wa-sy-syayaathiina) yang berarti "sungguh Kami pasti mengumpulkan mereka bersama setan-setan", kata itu menempel pada kata kerja dan sasaran sebelumnya tanpa kata kerja sendiri. Di 38:37 juga tidak ada kata kerja baru, sehingga setan-setan terbaca sebagai sasaran kata kerja yang sama dengan angin di ayat sebelumnya, (فَسَخَّرْنَا, fa-sakhkharnaa) yang berarti "maka Kami tundukkan". Karena itu terjemahan tidak mengulang "Kami tundukkan" dan menyambung ayat ini dengan koma. Kata (الشَّيَاطِينَ, sy-syayaathiina) bersandang al- ada tujuh kali di lima surah, yaitu di 2:102, 6:121, 7:27, 7:30, 19:68, 19:83, dan 38:37.
Frasa (كُلَّ بَنَّاءٍ وَغَوَّاصٍ, kulla bannaa'in wa-ghawwaashin) memakai kata kulla di depan kata benda tunggal yang tidak bersandang al-. Susunan serupa ada di 50:24, (كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ, kulla kaffaarin 'aniidin) yang berarti "setiap pengingkar yang keras kepala", dan terjemahan memakai "setiap" di sana. Di 38:37 terjemahan memakai "semuanya" karena frasa ini berdiri sesudah kata jamak "setan-setan" dan menyebut tiap anggota kelompok itu. Pembacaan lain ialah "setiap ahli bangunan dan penyelam di antara mereka", yang tidak mengatakan bahwa semua setan itu pembangun atau penyelam. Pembacaan kedua mendapat dukungan dari 21:82, (وَمِنَ الشَّيَاطِينِ مَنْ يَغُوصُونَ لَهُ, wa-mina sy-syayaathiini man yaghuushuuna lahu) yang berarti "dan sebagian setan yang menyelam untuknya", dengan min yang berarti "sebagian", lalu (وَيَعْمَلُونَ عَمَلًا دُونَ ذَٰلِكَ, wa-ya'maluuna 'amalan duuna dzaalika) yang berarti "dan mengerjakan pekerjaan selain itu". Ayat 38:37 tidak menyebut pekerjaan lain itu. Teks tidak memilih di antara kedua pembacaan, dan terjemahan mengikuti kata jamak yang mendahuluinya.
Kata (بَنَّاءٍ, bannaa'in) yang berarti "ahli bangunan" berakar ب-ن-ي, dan (وَغَوَّاصٍ, wa-ghawwaashin) yang berarti "dan penyelam" berakar غ-و-ص. Masing-masing hanya muncul satu kali, yaitu di 38:37. Keduanya kata benda yang menamai pelaku lewat pekerjaannya, sedangkan kata kerja dari akar غ-و-ص dipakai di 21:82, (يَغُوصُونَ, yaghuushuuna). Terjemahan karena itu memakai nama pekerjaan, "ahli bangunan" dan "penyelam". Akar غ-و-ص hanya ada di dua ayat, yaitu 21:82 dan 38:37, dan di dua-duanya terkait setan.
Apa yang dibangun dan apa yang dicari penyelam tidak disebut di 38:37. Hasil kerja dirinci di 34:13, (مِنْ مَحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ, min mahaariiba wa-tamaatsiila) yang berarti "berupa mihrab-mihrab dan patung-patung", untuk pekerja yang di 34:12 disebut (وَمِنَ الْجِنِّ مَنْ يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ, wa-mina l-jinni man ya'malu bayna yadayhi) yang berarti "dan sebagian jin ada yang bekerja di hadapannya". Pekerja Sulaiman disebut jin di 34:12 dan di 27:39, (عِفْرِيتٌ مِنَ الْجِنِّ, 'ifriitun mina l-jinni) yang berarti "ifrit dari golongan jin", dan disebut setan di 21:82 dan 38:37. Ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa kedua nama menunjuk golongan yang sama atau berbeda, dan terjemahan tidak menyamakannya.
Tafsiran
Ayat ini menambahkan golongan kedua ke daftar yang dibuka angin di 38:36: setan-setan, yang disebut lewat dua pekerjaan. Daftar itu terdiri dari tiga bagian yang disambung wa-, yaitu angin di 38:36, setan-setan yang bekerja di 38:37, dan yang lain yang terikat di 38:38, dan ketiganya ditutup dengan penamaan anugerah Kami di 38:39. Ayat 38:37 berada di tengah daftar itu, dan hanya satu kata kerja yang memegang ketiganya.
Kata setan di tempat lain muncul sebagai pihak yang dijadikan wali selain Allah, (اتَّخَذُوا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ, ttakhadzuu sy-syayaathiina awliyaa'a) di 7:30 yang berarti "mereka menjadikan setan-setan sebagai wali", dan sebagai pihak yang diutus kepada orang-orang kafir, (أَرْسَلْنَا الشَّيَاطِينَ عَلَى الْكَافِرِينَ, arsalnaa sy-syayaathiina 'alaa l-kaafiriina) di 19:83 yang berarti "Kami mengutus setan-setan kepada orang-orang kafir". Di 38:37 dan 21:82 kata yang sama dipakai untuk pihak yang bekerja bagi Sulaiman. Penghubung antara kedua keadaan itu tertulis pada kata kerja di awal daftar, Kami menundukkan. Teks menyebut penundukan itu dan tidak menyebut perubahan sifat mereka.
Ayat 21:82 menutup penuturan serupa dengan (وَكُنَّا لَهُمْ حَافِظِينَ, wa-kunnaa lahum haafizhiina) yang berarti "dan Kamilah yang memelihara mereka". Pelaku pemeliharaan itu Kami, dan Sulaiman tidak disebut sebagai pelakunya. Di 34:12, tentang pekerja yang disebut jin, ada ancaman bagi yang menyimpang, (وَمَنْ يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا, wa-man yazigh minhum 'an amrinaa) yang berarti "dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami". Ayat itu menyebut jin, bukan setan, sehingga tidak dipakai untuk menafsirkan 38:37, tetapi ayat itu memperlihatkan bahwa dalam penuturan tentang pekerja Sulaiman, perintah dan pemeliharaan dipegang Kami.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 38:37 menyebut setan-setan lewat dua pekerjaan, ahli bangunan dan penyelam, tanpa satu sifat pun. Di 7:30 dan 19:83 kata yang sama tampil sebagai pihak yang dijadikan wali dan pihak yang diutus menghasut orang-orang kafir. Allah memakai satu kata untuk dua keadaan itu, dan penghubungnya tertulis pada kata kerja di 38:36, Kami menundukkan. Pembaca yang punya sebutan untuk orang yang menyulitkannya dapat memeriksa apakah sebutan itu menunjuk sifat yang dianggap tetap atau pekerjaan yang sedang dilakukan, dan apa yang berubah bila sebutan kedua yang dipakai?
- Penundukan di 38:37 tidak dituturkan sebagai kemenangan Sulaiman. Kata kerjanya dipegang Kami, yaitu Allah, dan 21:82 menutup penuturan serupa dengan (وَكُنَّا لَهُمْ حَافِظِينَ, wa-kunnaa lahum haafizhiina) yang berarti "dan Kamilah yang memelihara mereka". Sulaiman tidak disebut sebagai pemelihara. Pembaca yang menghadapi sesuatu yang di matanya tidak dapat diatur dapat bertanya, siapa yang memegang pengaturan itu menurut ayat-ayat ini, dan apa yang tersisa baginya untuk dikerjakan?
- Kata kulla di 38:37 dapat dibaca "semuanya" atau "setiap ahli bangunan dan penyelam di antara mereka". Perbedaannya halus tetapi menentukan: pembacaan pertama menggolongkan seluruh kelompok, pembacaan kedua hanya yang mengerjakan dua hal itu, dan 21:82 menyebut sebagian dari mereka mengerjakan pekerjaan lain. Pembaca yang pernah menarik kesimpulan tentang sebuah golongan dapat memeriksa kalimat yang dipakainya: apakah kata semua benar-benar ada di sumbernya, atau ditambahkan sendiri ketika menyampaikan ulang?
- Pekerja Sulaiman disebut jin di 34:12 dan 27:39, dan disebut setan di 21:82 dan 38:37. Teks, yang memakai kata Kami untuk pelaku penundukan, tidak merinci hubungan kedua nama itu. Kisah yang sama dituturkan dengan dua nama, dan hubungannya dibiarkan terbuka. Pembaca yang menemukan dua nama bagi sesuatu dapat bertanya, apa yang terjadi bila persamaannya ditahan sampai teks sendiri yang menyatakannya, dan seberapa sering dua nama langsung dianggap satu?
- Di 38:36 hanya ada satu kata kerja, Kami tundukkan, dan sasarannya bertambah di tiap ayat: angin, setan-setan, lalu yang lain yang terikat. Penambahan dilakukan dengan wa- tanpa mengulang kata kerja, dan seluruh daftar di 38:39 disebut anugerah Kami. Pembaca dapat menuliskan apa saja yang berada di bawah tangannya, lalu memeriksa kata kerja mana yang berdiri di kepala daftar itu, kata kerja yang dipilih Allah dalam ayat ini atau kata kerja lain?
- Ayat 38:37 menyebut jenis pekerjaan dan tidak menyebut hasilnya. Di 34:13 hasil kerja kelompok yang disebut jin dirinci, berupa mihrab-mihrab, patung-patung, dan lain-lain. Kedua ayat menyangkut kelompok yang mungkin berbeda, sehingga tidak disamakan. Ayat ini memperkenalkan keahlian, dan hasilnya dibiarkan tidak terlihat. Pembaca yang biasa menilai orang dari hasil yang tampak dapat bertanya, bagaimana menilai seseorang yang baru dikenal keahliannya?