وَآخَرِينَ مُقَرَّنِينَ فِي الْأَصْفَادِ

dan yang lain, yang terikat dalam belenggu.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَآخَرِينَ مُقَرَّنِينَ فِي الْأَصْفَادِwa-aakhariina muqarraniina fii l-ashfaadidan yang lain, yang terikat dalam belenggu

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَآخَرِينَwa-aakhariinadan yang lain
  2. مُقَرَّنِينَmuqarraniinayang dibelenggu
  3. فِيfiidalam
  4. الْأَصْفَادِl-ashfaadibelenggu

Inti bacaan

Tiga kata (مُقَرَّنِينَ فِي الْأَصْفَادِ, muqarraniina fii l-ashfaadi) muncul persis sama dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 14:49 dan 38:38.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَآخَرِينَ, wa-aakhariina) yang berarti "dan yang lain". Bentuk persis ini ada tiga kali, yaitu di 8:60, 38:38, dan 62:3. Di 8:60, (وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ, wa-aakhariina min duunihim) yang berarti "dan orang-orang selain mereka", dan di 62:3, (وَآخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ, wa-aakhariina minhum lammaa yalhaquu bihim) yang berarti "serta kepada yang lain dari mereka yang belum menyusul mereka", kata itu disusul keterangan yang menyebut siapa yang dimaksud. Di 38:38 keterangan semacam itu tidak ada: sesudah wa-aakhariina langsung datang kata yang menyebut keadaan mereka. Karena itu terjemahan menulis "dan yang lain" tanpa kata benda tambahan, dan tidak menulis "setan-setan" di depannya. Arah rujukannya terbaca dari urutan, sebab 38:37 menyebut setan-setan yang ahli bangunan dan penyelam, dan wa-aakhariina menambah kelompok lain di sampingnya. Apakah kelompok lain itu juga setan tidak dikatakan kata ini; ayat 38:38 menyebut mereka hanya lewat keadaannya, yaitu terikat.

Kata (مُقَرَّنِينَ, muqarraniina) yang berarti "yang terikat" berakar ق-ر-ن dan muncul tiga kali, yaitu di 14:49, 25:13, dan 38:38. Akar yang sama dipakai untuk teman yang menyertai, yaitu (فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ, fa-huwa lahu qariinun) yang berarti "maka ia menjadi teman baginya" di 43:36 dan (وَقَالَ قَرِينُهُ, wa-qaala qariinuhu) yang berarti "dan teman yang menyertainya berkata" di 50:23, sehingga arti dasarnya adalah menyandingkan atau menyertakan. Terjemahan memadankan bentuk di 14:49 dengan "diikat berpasangan", di 25:13 dengan "dibelenggu", dan di 38:38 dengan "terikat". Kata "berpasangan" tidak dipakai di 38:38 karena ayat ini tidak menyebut apakah mereka terikat satu sama lain atau pada sesuatu yang lain. Di 25:13 kata itu berdiri sesudah tempat, (مَكَانًا ضَيِّقًا مُقَرَّنِينَ, makaanan dhayyiqan muqarraniina) yang berarti "tempat yang sempit dalam keadaan dibelenggu", dan di 14:49 sesudah orang-orang berdosa, (وَتَرَى الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ, wa-taraa l-mujrimiina yawma'idzin) yang berarti "dan engkau melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu".

Kata (فِي الْأَصْفَادِ, fii l-ashfaadi) yang berarti "dalam belenggu" berakar ص-ف-د dan hanya ada di dua ayat, yaitu 14:49 dan 38:38. Tiga kata (مُقَرَّنِينَ فِي الْأَصْفَادِ, muqarraniina fii l-ashfaadi) muncul persis sama di kedua ayat itu. Di 14:49 frasa itu menggambarkan orang-orang berdosa pada suatu hari, dan di 38:38 kelompok yang disebut "yang lain" dalam penuturan tentang Sulaiman. Kata Arab lain untuk belenggu, (أَغْلَالًا, aghlaalan), disebut bersama leher, misalnya (فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا, fii a'naaqihim aghlaalan) yang berarti "belenggu di leher mereka" di 36:8, dan susunan serupa ada di 13:5, 34:33, dan 40:71. Terjemahan menulis "belenggu" untuk kedua akar itu. Di 38:38 tidak ada bagian tubuh yang disebut, sehingga tempat belenggu itu tidak diketahui.

Data morfologi korpus menandai angin di 38:36, setan-setan di 38:37, dan wa-aakhariina di 38:38 dengan tanda yang sama, yaitu tanda sasaran kata kerja di 38:36, sedangkan muqarraniina menerangkan wa-aakhariina. Karena itu terjemahan tidak menambah kata kerja baru di ayat ini. Terjemahan berakhir dengan titik, tidak dengan koma seperti di 38:36 dan 38:37, sebab 38:39 membuka kalimat baru dengan (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini".

Tafsiran

Ayat ini menutup daftar yang dibuka angin di 38:36 dengan keadaan terikat. Daftar itu bergerak dari angin yang berembus menurut perintah, ke setan-setan yang bekerja, lalu ke kelompok lain yang berada dalam belenggu. Karena ketiganya disambung wa- tanpa kata kerja baru, keadaan terikat itu terbaca masuk dalam rangkaian hal yang ditundukkan bagi Sulaiman, dan 38:39 menamai rangkaian itu anugerah Kami bila (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini" dibaca menunjuk ke atas.

Alasan keterikatan itu tidak tertulis. Di 14:49 frasa yang sama dipakai untuk orang-orang berdosa pada suatu hari, sedangkan 38:38 tidak memuat dosa siapa pun, dan sambungan kedua ayat tidak ditulis. Di 34:12 ada penuturan tentang pekerja Sulaiman yang disebut jin, dengan ancaman azab bagi yang menyimpang dari perintah Kami, tanpa kata belenggu. Ketiga ayat itu dibaca sendiri-sendiri, sehingga sebab terikatnya kelompok di 38:38 tetap terbuka.

Ayat ini pendek dan tidak memuat kata kerja, nama, maupun kata ganti. Pembaca hanya mendapat dua keterangan tentang kelompok itu: mereka lain dari yang bekerja, dan mereka terikat. Sesudah 38:36 yang menyebut gerak dan 38:37 yang menyebut pekerjaan, ayat ini menyebut keterbatasan, lalu 38:39 beralih ke bentuk perintah.

Renungan dan Hikmah

  • Kelompok yang terikat disebut dalam daftar yang sama dengan angin dan setan-setan yang bekerja, tanpa kata kerja baru yang memisahkannya. Bila "ini" di 38:39 dibaca menunjuk ke atas, seluruh daftar itu, termasuk yang terikat, disebut anugerah Kami, yaitu pemberian Allah kepada Sulaiman. Pembaca yang menyusun daftar hal yang diterimanya dapat memeriksa apakah ada batas di dalamnya, dan apakah batas itu ikut dihitung sebagai pemberian atau dicoret dari daftar?
  • Ayat 38:38 menyebut kelompok yang terikat tanpa menuliskan sebabnya. Di 34:12 ada ancaman bagi pekerja yang menyimpang dari perintah Kami, tetapi ayat itu tidak menyebut belenggu dan tidak disambungkan ke 38:38. Pembaca yang melihat orang lain dalam keadaan terikat, entah oleh keadaan, utang, atau aturan, dapat memperhatikan seberapa cepat sebabnya terasa diketahui, dan apakah sebab itu datang dari yang terlihat atau dari yang sudah ada dalam pikiran sebelumnya?
  • Kelompok di 38:38 disebut "yang lain", tanpa nama dan tanpa keterangan siapa mereka. Di 8:60 dan 62:3 kata yang sama diikuti keterangan, sedangkan di sini keterangannya hanya keadaan, terikat. Sebuah ayat dapat memberi tempat dalam daftar bagi yang tidak diberi nama. Pembaca dapat bertanya, siapa yang biasanya tidak diberi nama dalam daftar yang ditulis atau dibaca, dan bagaimana ayat ini terbaca bila pembaca sendiri berada di antara yang tidak disebut?
  • Pekerjaan di 38:37 dan keterikatan di 38:38 disebut berdampingan, tanpa penilaian dan tanpa kata kerja yang membedakan perlakuannya. Seluruhnya berada dalam rangkaian yang diawali Kami tundukkan, jadi pembagian antara yang dipekerjakan dan yang diikat tidak ditulis sebagai keputusan Sulaiman. Pembaca yang memegang banyak hal dapat memeriksa mana yang dipekerjakan dan mana yang ditahan, dan apakah pernah muncul pertanyaan siapa yang membagi keduanya menurut ayat-ayat ini, Allah atau diri sendiri?
  • Frasa yang sama dipakai untuk orang-orang berdosa di 14:49 dan untuk kelompok lain di 38:38. Dari luar, keadaannya serupa, tetapi konteks yang mengelilinginya berbeda: yang satu pada suatu hari yang digambarkan di 14:49, yang lain dalam penuturan tentang pemberian kepada Sulaiman. Ayat-ayat itu tidak menyebut hubungan keduanya. Pembaca dapat bertanya bagaimana membedakan dua keadaan yang tampak sama dari luar, dan menurut ayat-ayat ini siapa yang menentukan artinya, Allah yang menyebut Kami atau penilaian pembaca sendiri?
  • Daftar pemberian di 38:36 sampai 38:38 berakhir pada sesuatu yang terikat, dan ayat berikutnya menyapa langsung dengan perintah memberi atau menahan. Urutan itu menaruh batas sebagai hal terakhir yang terlihat sebelum kebebasan disebut. Terjemahan menutup 38:38 dengan titik, sehingga daftar itu selesai. Pembaca dapat bertanya, apakah batas ikut dilihat sebelum menimbang kebebasan untuk memberi atau menahan, dan bagaimana Allah, yang menurut ayat-ayat ini menyebut semuanya anugerah, ikut menjadi bahan penimbangan itu?