وَإِنَّ لَهُ عِنْدَنَا لَزُلْفَىٰ وَحُسْنَ مَآبٍ
Dan sesungguhnya ia mempunyai kedudukan yang benar-benar dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang baik.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِنَّ لَهُ عِنْدَنَا لَزُلْفَىٰ وَحُسْنَ مَآبٍwa-inna lahu 'indanaa la-zulfaa wa-husna ma'aabindan sesungguhnya ia mempunyai kedudukan yang benar-benar dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang baik
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- لَهُlahubaginya
- عِنْدَنَا'indanaadi sisi Kami
- لَزُلْفَىٰla-zulfaabenar-benar kedekatan
- وَحُسْنَwa-husnadan sebaik-baik
- مَآبٍma'aabintempat kembali
Inti bacaan
Susunan (حُسْنَ مَآبٍ, husna ma'aabin) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:25, 38:40, dan 38:49.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَإِنَّ لَهُ, wa-inna lahu) yang berarti "dan sesungguhnya ia mempunyai". Huruf (وَ, wa) yang berarti "dan" menyambungnya dengan 38:39, ayat yang menyebut anugerah Kami kepada Sulaiman, dan kata ganti pada (لَهُ, lahu) yang berarti "baginya" menunjuk orang yang sama. Dari kata (عِنْدَنَا, 'indanaa) sampai akhir ayat, bunyinya sama dengan bagian kedua 38:25, yaitu penutup kisah Daud. Rangkaian utuh (وَإِنَّ لَهُ عِنْدَنَا لَزُلْفَىٰ وَحُسْنَ مَآبٍ, wa-inna lahu 'indanaa la-zulfaa wa-husna ma'aabin) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:25 dan 38:40.
Kata (لَزُلْفَىٰ, la-zulfaa) tersusun dari huruf penegas (لَ, la-), yang terjemahan tuangkan sebagai "benar-benar", dan kata benda (زُلْفَىٰ, zulfaa) yang berarti "kedudukan yang dekat". Akarnya ز-ل-ف dipakai di sepuluh ayat, yaitu 11:114, 26:64, 26:90, 34:37, 38:25, 38:40, 39:3, 50:31, 67:27, dan 81:13. Di tiga di antaranya, 26:90, 50:31, dan 81:13, surga disebut sebagai benda yang didekatkan, seperti pada (وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ, wa-uzlifati l-jannatu) di 26:90 dan 50:31. Bentuk zulfaa sendiri muncul empat kali di tiga surah, yaitu di 34:37, 38:25, 38:40, dan 39:3. Di 34:37 bunyinya (تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفَىٰ, tuqarribukum 'indanaa zulfaa) yang berarti "yang mendekatkan kalian kepada Kami sedekat-dekatnya", dan di 39:3 bunyinya (إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ, illaa li-yuqarribuunaa ilaa llaahi zulfaa) yang berarti "kecuali agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Di dua ayat itu zulfaa menerangkan cara mendekat, dan di sebelahnya ada kata kerja "mendekatkan". Di 38:25 dan 38:40 tidak ada kata kerja itu. Zulfaa berdiri sendiri sebagai benda yang dimiliki, dengan lahu di depannya, sehingga terjemahan memakai kata benda "kedudukan".
Kata 'indanaa tersusun dari (عِنْدَ, 'inda) yang berarti "di sisi" dan akhiran (نَا, -naa) yang berarti "Kami". Kata 'indanaa dan zulfaa bertemu di tiga ayat, yaitu 34:37, 38:25, dan 38:40. Kata yang sama dipakai di 38:47 untuk kedudukan tiga hamba berikutnya, (وَإِنَّهُمْ عِنْدَنَا, wa-innahum 'indanaa) yang berarti "dan sesungguhnya mereka di sisi Kami".
Kata (مَآبٍ, ma'aabin) yang berarti "tempat kembali" berakar أ-و-ب, akar yang sama dengan (أَوَّابٌ, awwaabun) di 38:44, yang diuraikan di sana. Kata ma'aab muncul sembilan kali di empat surah, yaitu di 3:14, 13:29, 13:36, 38:25, 38:40, 38:49, 38:55, 78:22, dan 78:39. Kata ini tidak membawa penilaian baik atau buruk. Penilaiannya datang dari kata di sebelahnya. Di 3:14, 13:29, 38:25, 38:40, dan 38:49 kata ini dipasangkan dengan (حُسْنَ, husna) yang berarti "kebaikan", dengan akhiran i'rab yang berbeda di 3:14 dan 13:29, sedangkan di 38:55 bunyinya (لَشَرَّ مَآبٍ, la-syarra ma'aabin) yang berarti "benar-benar tempat kembali yang buruk". Di 78:22 bunyinya (لِلطَّاغِينَ مَآبًا, li-th-thaaghiina ma'aaban) yang berarti "bagi orang-orang yang melampaui batas sebagai tempat kembali", sebagai bagian dari ayat-ayat tentang Jahanam. Di 13:36 kata ini dipakai tanpa penilaian, (وَإِلَيْهِ مَآبِ, wa-ilayhi ma'aabi) yang berarti "dan kepada-Nya tempat kembaliku". Dua kata benda berurutan pada (حُسْنَ مَآبٍ, husna ma'aabin) diterjemahkan "tempat kembali yang baik".
Ayat ini tidak menyebut waktu kapan kedudukan itu dimiliki dan tidak merinci seperti apa tempat kembali yang baik itu. Keduanya hanya dinyatakan sebagai milik Sulaiman di sisi Allah.
Tafsiran
Ayat 38:40 menutup kisah Sulaiman dengan kalimat yang sudah menutup kisah Daud, sehingga dua kisah yang berurutan di surah ini selesai dengan bunyi yang sama. Keduanya juga memuat pujian yang sepadan di bagian awalnya, yaitu (إِنَّهُ أَوَّابٌ, innahu awwaabun) di 38:17 untuk Daud dan (نِعْمَ الْعَبْدُ, ni'ma l-'abdu) di 38:30 untuk Sulaiman. Letak kalimat itu di dalam kisah masing-masing berbeda. Di 38:25 kalimat itu datang tepat sesudah (فَغَفَرْنَا لَهُ ذَٰلِكَ, fa-ghafarnaa lahu dzaalika) yang berarti "maka Kami mengampuni hal itu baginya". Di 38:40 kalimat itu datang sesudah daftar anugerah di 38:36 sampai 38:39, dan dalam daftar itu tidak ada kalimat "Kami mengampuni". Doa Sulaiman di 38:35 memuat dua permintaan, ampunan dan kerajaan, lalu 38:36 dibuka dengan (فَسَخَّرْنَا لَهُ الرِّيحَ, fa-sakhkharnaa lahu r-riiha) yang berarti "maka Kami tundukkan kepadanya angin". Jawaban yang tertulis berupa pemberian, dan ayat ini menyusulkan hal yang tidak diminta di dalam doa itu.
Daftar di 38:36 sampai 38:39 menyebut angin, setan-setan yang membangun dan menyelam, dan yang terikat dalam belenggu, dan ditutup (هَٰذَا عَطَاؤُنَا, haadzaa 'athaa'unaa) yang berarti "ini anugerah Kami" dengan (بِغَيْرِ حِسَابٍ, bi-ghayri hisaabin) yang berarti "tanpa perhitungan". Semua yang disebut di sana bekerja untuk Sulaiman. Ayat 38:40 mengalihkan perhatian ke tempat lain, yaitu "di sisi Kami", tempat yang pemiliknya Allah sendiri.
Ayat 38:49 mengulang tempat kembali yang baik untuk golongan lain, (لِلْمُتَّقِينَ, li-l-muttaqiina) yang berarti "bagi orang-orang yang bertakwa", dengan bunyi (لَحُسْنَ مَآبٍ, la-husna ma'aabin). Kata yang menutup kisah Sulaiman di sini sama dengan kata yang disebut bagi orang bertakwa pada umumnya. Ayat 38:40 tidak memberi Sulaiman sebutan tempat kembali yang lain.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 38:36 sampai 38:39 menghitung apa yang ada di tangan Sulaiman: angin, setan-setan yang membangun dan menyelam, dan yang terikat dalam belenggu. Sesudah daftar yang panjang itu, 38:40 menyebut sesuatu yang letaknya di tempat lain, yaitu di sisi Allah, dengan kalimat yang pendek. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kisahnya ditutup oleh kalimat pendek itu. Orang yang biasa menghitung miliknya, mulai dari rumah, jabatan, sampai nama baik, dapat bertanya berapa baris dari daftarnya yang masih tersisa bila hanya yang berada di sisi Allah yang dihitung?
- Daud diuji dan memohon ampun di 38:24, sedangkan Sulaiman meminta kerajaan di 38:35, dan hidup keduanya tampak berbeda di ayat-ayat itu. Kalimat penutupnya sama kata demi kata. Allah tidak memakai kalimat yang lebih tinggi bagi Sulaiman yang diberi kerajaan sebesar itu. Pembaca yang terbiasa menimbang hidupnya dengan hidup orang lain dapat memperhatikan bahwa ukuran yang tertulis di sini tidak bertingkat menurut besarnya kerajaan. Apakah ukuran yang dipakai pembaca untuk menilai dirinya sepanjang dan setinggi ukuran yang dipakai penutup ini?
- Di 39:3 ada orang-orang yang berkata bahwa mereka mengabdi kepada pelindung selain Allah agar pelindung itu mendekatkan mereka kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Kata yang dipakai untuk kedekatan itu sama dengan kata di 38:40. Di 38:40 kedekatan itu disebut oleh Allah dengan kalimat "di sisi Kami", tidak oleh pemiliknya dan tidak lewat perantara. Dua ayat itu berbicara tentang keadaan yang berbeda, dan 39:3 tidak membahas Sulaiman. Pembaca dapat memperhatikan siapa yang menyatakan kedekatan dalam dua ayat itu. Bagaimana pembaca membedakan kedekatan yang dinyatakan Allah dari kedekatan yang dinyatakan sendiri atau oleh pihak lain?
- Di 34:37 Allah menyatakan bahwa harta dan anak-anak tidak mendekatkan orang kepada-Nya, kecuali orang yang beriman dan beramal saleh. Ayat 38:40 muncul sesudah kerajaan yang tidak ada bandingannya, tetapi kerajaan tidak disebut sebagai sebab kedekatan itu. Ayat 34:37 berbicara kepada orang banyak, bukan tentang Sulaiman. Seorang pembaca dapat menanyai catatan hidupnya sendiri. Apa yang disebut pembaca sebagai sebab kedekatan dengan Allah, dan apakah sebab itu sama dengan yang ditulis di ayat-ayat ini?
- Kata tempat kembali dipakai untuk Sulaiman di 38:40, untuk orang-orang bertakwa di 38:49, dan untuk orang-orang yang melampaui batas di 38:55, dengan penilaian yang berlawanan di dua ayat terakhir. Ketiga ayat itu tidak menanyakan apakah seseorang akan kembali. Dari satu ayat ke ayat lain, sifat tempatnya yang berganti. Pembaca yang biasanya membahas jalan menuju sebuah tujuan dapat memperhatikan bahwa ketiga ayat ini menimbang tujuannya lebih dulu. Kapan terakhir pembaca memikirkan sifat tempat kembalinya sendiri, dan kata apa yang dipilih pembaca untuk mendahuluinya, seperti baik atau buruk?
- Doa Sulaiman di 38:35 berisi dua permintaan, yaitu ampunan dan kerajaan yang tidak patut bagi orang lain sesudahnya. Ayat 38:40 menyebut dua hal lain yang tidak ada di dalam doa itu, yaitu kedudukan yang dekat dan tempat kembali yang baik. Pembaca yang biasa menyusun daftar permintaannya dapat memperhatikan bahwa daftar Sulaiman berhenti di dua hal, sedangkan jawaban Allah memuat hal yang tidak ia sebut. Apa yang belum pernah masuk dalam daftar permintaan pembaca, padahal Allah menyebutnya sebagai sesuatu yang dapat dimiliki seseorang di sisi-Nya?