وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ
Dan ingatlah hamba Kami, Ayyub, ketika ia menyeru Tuhannya, “Sesungguhnya setan telah menyentuhku dengan penderitaan dan siksaan.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَwa-dzkur 'abdanaa ayyuubadan ingatlah hamba Kami, Ayyub
- إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُidz naadaa rabbahuketika ia menyeru Tuhannya
- أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍannii massaniya sy-syaythaanu bi-nushbin wa-'adzaabinsesungguhnya setan telah menyentuhku dengan penderitaan dan siksaan
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَاذْكُرْwa-dzkurdan sebutlah
- عَبْدَنَا'abdanaahamba Kami
- أَيُّوبَayyuubaAyyub
- إِذْidzketika
- نَادَىٰnaadaamenyeru
- رَبَّهُrabbahuTuhannya
- أَنِّيanniibahwa Aku
- مَسَّنِيَmassaniyamenimpaku
- الشَّيْطَانُsy-syaythaanusetan
- بِنُصْبٍbi-nushbindengan kepayahan
- وَعَذَابٍwa-'adzaabindan azab
Inti bacaan
Ayyub menyeru dalam penderitaan: 'setan telah menyentuhku dengan penderitaan dan siksaan', kejujuran mengungkapkan penderitaan secara terbuka kepada Tuhan tanpa menutup-nutupi kesulitan yang dialami.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini membuka kisah Ayyub: seruannya sendiri kepada Tuhannya dikutip langsung, ditandai partikel 'annii' yang berfungsi sejajar dengan penanda ucapan.
Tafsiran
Ayat ini membuka kisah Ayyub dengan keluhannya yang jujur atas penderitaan yang menimpanya: sebuah seruan yang segera dijawab pada ayat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Ayyub mengadu tanpa ditegur. Allah merekam kalimatnya utuh. Mengadu tidak dianggap kurang sabar.
- Yang disebut penyebabnya setan, bukan Tuhannya. Aduannya diarahkan ke atas. Tuduhannya tidak.
- Ia dipanggil hamba Kami sebelum keluhannya dikutip. Allah menyebut kedudukannya dahulu. Yang mengeluh tetap disebut hamba.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar dz-k-r, '-b-d, n-d-w, r-b-b, m-s-s, sh-t-n, n-s-b, '-dz-b): abdanaa ayyuub diterjemahkan 'hamba Kami Ayyub' (akar '-b-d, Ayyub hamba Allah); naadaa rabbahu diterjemahkan 'menyeru Tuhannya' (akar n-d-w); massaniya sh-shaytaan diterjemahkan 'setan menyentuhku' (akar m-s-s); nusb wa adhaab diterjemahkan 'penderitaan & siksaan' (akar n-s-b + akar '-dz-b). gloss '(rasa sakit)' dibuang.