ارْكُضْ بِرِجْلِكَ ۖ هَٰذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ

Entakkanlah kakimu; inilah air sejuk untuk mandi dan untuk minum.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ارْكُضْ بِرِجْلِكَirkudh bi-rijlikaentakkanlah kakimu
  2. هَٰذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌhaadzaa mughtasalun baaridun wa-syaraabuninilah air sejuk untuk mandi dan untuk minum

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. ارْكُضْirkudhhentakkanlah
  2. بِرِجْلِكَbi-rijlikadengan kakimu
  3. هَٰذَاhaadzaaini
  4. مُغْتَسَلٌmughtasaluntempat mandi
  5. بَارِدٌbaaridunyang sejuk
  6. وَشَرَابٌwa-syaraabundan minuman

Inti bacaan

Solusi konkret dan praktis: 'entakkanlah kakimu; inilah air sejuk untuk mandi dan minum', respons terhadap penderitaan tidak selalu berupa penjelasan filosofis panjang, kadang berupa tindakan praktis dan langsung.

Penjelasan pilihan kata

Tanda kutip yang dipakai draf awal untuk ayat ini tidak dipertahankan, mengikuti pola konsisten 38:17/38:26/38:39: perintah langsung Allah kepada Ayyub tanpa 'qaala' diterjemahkan sebagai suara narator baku. 'Haadzaa' benar diterjemahkan 'inilah'.

Tafsiran

Ayat ini menjawab seruan Ayyub dengan perintah konkret: sebuah mata air yang menjadi jalan pemulihannya, baik untuk membersihkan diri maupun untuk diminum.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menjawab keluhannya dengan perintah, bukan penjelasan. Entakkanlah kakimu. Yang menderita diberi sesuatu untuk dikerjakan.
  • Yang keluar dipakai untuk dua hal: mandi dan minum. Luar dan dalam. Penyembuhannya menyentuh keduanya.
  • Allah menyuruhnya mengentak tanah tempat ia berbaring. Di bawah kakinya sendiri. Yang dicari jauh ternyata ada di tempat ia terbaring.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-k-d, r-j-l, gh-s-l, b-r-d, sh-r-b): urkud bi-rijlika diterjemahkan 'entakkanlah kakimu' (akar r-k-d + akar r-j-l); mughtasal baarid diterjemahkan 'air sejuk untuk mandi' (akar gh-s-l + akar b-r-d); sharaab diterjemahkan 'minuman' (akar sh-r-b). gloss '(Allah berfirman,)/(ke bumi)' dibuang.