ارْكُضْ بِرِجْلِكَ ۖ هَٰذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ
Entakkanlah kakimu; ini air sejuk untuk mandi dan untuk minum.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ارْكُضْ بِرِجْلِكَirkudh bi-rijlikaentakkanlah kakimu
- هَٰذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌhaadzaa mughtasalun baaridun wa-syaraabunini air sejuk untuk mandi dan untuk minum
Terjemahan per kata (6 kata)
- ارْكُضْirkudhhentakkanlah
- بِرِجْلِكَbi-rijlikadengan kakimu
- هَٰذَاhaadzaaini
- مُغْتَسَلٌmughtasaluntempat mandi
- بَارِدٌbaaridunyang sejuk
- وَشَرَابٌwa-syaraabundan minuman
Inti bacaan
Bentuk perintah (ارْكُضْ, irkudh) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:42.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (ارْكُضْ بِرِجْلِكَ, irkudh bi-rijlika) yang berarti "entakkanlah kakimu". Kata (ارْكُضْ, irkudh) berakar ر-ك-ض dan berbentuk perintah untuk satu orang. Akar ini dipakai di tiga ayat, yaitu 21:12, 21:13, dan 38:42. Di 21:12 bunyinya (يَرْكُضُونَ, yarkudhuuna) yang berarti "mereka berlari", dan di 21:13 bunyinya (لَا تَرْكُضُوا, laa tarkudhuu) yang berarti "janganlah kalian berlari", dua-duanya tentang orang banyak yang berlari dari azab yang mereka sadari. Bentuk perintah irkudh hanya ada di 38:42. Di 21:12 dan 21:13 tidak ada alat gerak yang disebut, sedangkan di 38:42 ayat menyebut (بِرِجْلِكَ, bi-rijlika) yang berarti "dengan kakimu". Huruf (بِ, bi-) menjadikan kaki sebagai alat, dan kata rijl di sini berbentuk tunggal. Untuk dua kaki Al-Qur'an memakai bentuk lain, yaitu (رِجْلَيْنِ, rijlayni) di 24:45, pada kalimat tentang makhluk yang berjalan dengan dua kaki. Satu kaki sebagai alat cocok dengan "mengentak" dan tidak cocok dengan "berlari", sehingga terjemahan memakai "entakkanlah". Apa yang dikenai kaki itu tidak ditulis.
Kata (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini" menunjuk benda yang disebut sesudahnya. Kata (مُغْتَسَلٌ, mughtasalun) berakar غ-س-ل, akar yang dipakai di empat ayat, yaitu 4:43, 5:6, 38:42, dan 69:36. Bentuk mughtasalun hanya muncul di 38:42. Kata kerja dengan pola yang sama, (تَغْتَسِلُوا, taghtasiluu) di 4:43, berarti "kalian mandi" dan menyebut orang yang membersihkan dirinya sendiri, sehingga terjemahan memakai "untuk mandi". Ayat ini tidak memuat kata Arab untuk air. Terjemahan menulis "air" sebagai nama benda bagi tiga ciri yang tertulis di ayat, yaitu dipakai mandi, sejuk, dan diminum. Dari mana benda itu keluar dan seperti apa munculnya tidak diterangkan.
Kata (بَارِدٌ, baaridun) yang berarti "sejuk" berakar ب-ر-د dan muncul dua kali, yaitu di 38:42 dan di 56:44 dalam bentuk (لَا بَارِدٍ, laa baaridin) yang berarti "tidak sejuk". Akar yang sama dipakai juga di 21:69, 24:43, dan 78:24. Di 78:24 bunyinya (بَرْدًا وَلَا شَرَابًا, bardan wa-laa syaraaban) yang berarti "kesejukan dan tidak pula minuman", dalam ayat tentang orang-orang yang melampaui batas di Jahanam menurut 78:21 sampai 78:23. Kesejukan dan minuman karena itu disebut berdampingan di dua ayat, dengan penyangkalan di 78:24 dan tanpa penyangkalan di 38:42. Kata (وَشَرَابٌ, wa-syaraabun) yang berarti "dan minuman" berasal dari kata syaraab yang muncul sebelas kali di sembilan surah, yaitu di 2:259, 6:70, 10:4, 16:10, 16:69, 18:29, 35:12, 38:42, 38:51, 76:21, dan 78:24. Di 38:51 minuman disebut bersama buah-buahan bagi orang yang bersandar di taman-taman Adn menurut 38:50. Terjemahan menulis "untuk minum" agar sejajar dengan "untuk mandi", karena keduanya sama-sama menyebut kegunaan benda yang ditunjuk.
Tafsiran
Ayat ini menyapa Ayyub langsung untuk pertama kalinya dalam kisahnya, dengan akhiran -ka pada kata kakimu. Ayat 38:41 hanya memuat ucapan Ayyub dan keterangan tentang dirinya. Ayat 38:42 dibuka dengan perintah, tanpa kata penghubung dan tanpa pemberitahuan bahwa seruan dikabulkan seperti (فَاسْتَجَبْنَا لَهُ, fa-stajabnaa lahu) di 21:84. Pembicaranya tidak diberi kata kerja ucapan, dan terjemahan tidak menambahkannya.
Isi ayat terbagi dua, yaitu satu perintah dan satu pernyataan yang menyebut tiga ciri. Pernyataan itu berhenti pada kegunaan, mandi dan minum. Kata kerja yang menyatakan penyakit dilenyapkan, (فَكَشَفْنَا, fa-kasyafnaa) di 21:84, tidak ada di 38:42, 38:43, maupun 38:44. Surah 38 karena itu tidak menyatakan kesembuhan dengan kata kerja itu. Ayat 38:42 menuliskan apa yang disediakan, dan 38:43 menuliskan apa yang dianugerahkan.
Perintah dengan alat yang ditandai bi-, disusul air, juga ada dalam kisah Musa. Di 2:60 perintah (اضْرِبْ بِعَصَاكَ, dhrib bi-'ashaaka) yang berarti "pukullah dengan tongkatmu" disusul (فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا, fa-nfajarat minhu itsnataa 'asyrata 'aynan) yang berarti "maka memancarlah darinya dua belas mata air". Di 2:60 tongkat memukul batu, sedangkan di 38:42 benda yang dikenai kaki tidak ditulis. Alatnya kaki, geraknya mengentak, dan sesudahnya tertulis pernyataan tentang mandi, sejuk, dan minuman. Kata kerja memancar tidak ada di 38:42.
Renungan dan Hikmah
- Seruan Ayyub di 38:41 berisi laporan keadaan, dan jawabannya di 38:42 berisi satu gerakan yang harus dikerjakan Ayyub sendiri, tanpa penjelasan mengapa ia tertimpa kesusahan itu. Ayat 38:43 dan 38:44 juga tidak memuat penjelasan semacam itu. Orang yang menunggu alasan sebelum mau melangkah dapat memperhatikan bahwa jawaban yang tertulis di sini tidak memuat alasan. Berapa kali pembaca menunggu penjelasan dari Tuhannya sebelum menggerakkan sesuatu yang sudah ada dalam jangkauannya, dan apa yang terjadi bila penjelasan itu tidak pernah datang?
- Ayat ini hanya menyebut satu alat, yaitu kaki Ayyub sendiri, dengan huruf bi- yang menandai alat. Tidak ada benda dari luar yang diminta dibawa, dan tidak ada orang yang diminta datang. Pemiliknya disebut lewat akhiran -ka, "kakimu", sehingga alat itu milik Ayyub sendiri. Pembaca yang sedang mencari bantuan dapat memperhatikan bahwa langkah yang tertulis memakai apa yang sudah melekat pada penerimanya. Apa yang sudah ada pada pembaca tetapi belum pernah dipakai sebagai alat untuk keluar dari kesusahannya, dan mungkinkah itu bagian dari jawaban yang menunggu?
- Satu pernyataan menyebut dua kegunaan, mandi dan minum, yang satu bekerja di luar tubuh dan yang lain di dalamnya, dan ayat tidak menyebut mana yang lebih dulu dibutuhkan Ayyub. Seruannya di 38:41 tidak merinci kebutuhan apa pun, tetapi jawaban yang tertulis menyebut dua. Pembaca yang biasa meminta satu jenis kelegaan dapat memperhatikan bahwa jawaban di sini lebih luas daripada laporan yang mendahuluinya. Kelegaan apa yang belum pernah disebut pembaca dalam doanya kepada Allah, dan mengapa belum?
- Kesejukan dan minuman disangkal bagi penghuni Jahanam di 78:24 dan disebut tanpa penyangkalan di 38:42. Ayat 78:24 menyebut keduanya dalam satu kalimat penyangkalan, dan 38:42 menyebutnya dalam satu kalimat pernyataan. Dua ayat itu berbicara tentang keadaan yang sangat berbeda, dan tidak ada yang menafsirkan yang lain. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kedua benda sehari-hari itu tertulis di dua ayat itu, di 78:24 sebagai ketiadaan dan di 38:42 sebagai kelegaan. Kapan terakhir pembaca menyebut kesejukan dan minuman sebagai pemberian, dan apakah ucapan terima kasihnya sampai kepada Allah?
- Perintah di ayat ini satu gerakan, dan sesudahnya ayat langsung menyebut hasilnya dengan kata tunjuk. Tidak ada syarat tambahan yang tertulis, seperti jumlah entakan, waktu yang tepat, atau tempat khusus. Pembaca yang menunda langkah pertama sampai persiapannya lengkap dapat memperhatikan ukuran perintah ini. Seberapa besar langkah pertama yang ditunggu pembaca, dan apakah ukurannya sama dengan ukuran perintah yang diterima Ayyub dari Tuhannya?
- Ayat 38:42 tidak memuat kata teguran atas keluhan di 38:41, dan 38:43 serta 38:44 pun tidak. Urutan yang tertulis adalah keluhan di 38:41, perintah di 38:42, anugerah di 38:43, lalu pujian di 38:44. Pembaca yang cemas bahwa menyebut sakitnya kepada Allah akan dijawab dengan teguran dapat membaca urutan itu dengan teliti. Apa yang lebih dulu ditunggu pembaca ketika menyebut sakitnya kepada Allah, teguran atau jawaban?