وَوَهَبْنَا لَهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنَّا وَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Kami anugerahkan kepadanya keluarganya dan yang serupa mereka bersama mereka, sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَوَهَبْنَا لَهُ أَهْلَهُwa-wahabnaa lahu ahlahuKami anugerahkan kepadanya keluarganya
  2. وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْwa-mitslahum ma'ahumdan yang serupa mereka bersama mereka
  3. رَحْمَةً مِنَّا وَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِrahmatan minnaa wa-dzikraa li-ulii l-albaabisebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَوَهَبْنَاwa-wahabnaadan Kami menganugerahkan
  2. لَهُlahubaginya
  3. أَهْلَهُahlahukeluarganya
  4. وَمِثْلَهُمْwa-mitslahumdan seperti mereka
  5. مَعَهُمْma'ahumbersama mereka
  6. رَحْمَةًrahmatanrahmat
  7. مِنَّاminnaadari Kami
  8. وَذِكْرَىٰwa-dzikraadan peringatan
  9. لِأُولِيli-uliibagi orang-orang yang memiliki
  10. الْأَلْبَابِl-albaabiakal

Inti bacaan

Susunan (وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ, wa-mitslahum ma'ahum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 21:84 dan 38:43.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَوَهَبْنَا لَهُ أَهْلَهُ, wa-wahabnaa lahu ahlahu) yang berarti "dan Kami anugerahkan kepadanya keluarganya". Kata kerja (وَهَبْنَا, wahabnaa) berakar و-ه-ب dan tersusun dari wahab yang berarti "menganugerahkan" dan akhiran -naa yang berarti "Kami". Terjemahan memakai "anugerahkan" untuk akar ini, seperti di 38:30, (وَوَهَبْنَا لِدَاوُودَ سُلَيْمَانَ, wa-wahabnaa li-daawuuda sulaymaana) yang berarti "dan Kami anugerahkan kepada Daud, Sulaiman". Pola (وَوَهَبْنَا لَهُ, wa-wahabnaa lahu) dipakai untuk memberi orang: Ishaq dan Ya'qub kepada Ibrahim di 6:84, 21:72, dan 29:27, Harun kepada Musa di 19:53, dan Yahya kepada Zakaria di 21:90. Penuturan Ayyub di 21:84 memakai kata kerja lain, yaitu (وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ, wa-aataynaahu ahlahu) yang berarti "dan Kami berikan kepadanya keluarganya", dari aataa yang berarti "memberi". Kata (أَهْلَهُ, ahlahu) yang berarti "keluarganya" berakar أ-ه-ل. Terjemahan tidak menambahkan "istri" atau "anak" karena kata ahl di ayat ini tidak memerinci anggotanya.

Rangkaian (وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ, wa-mitslahum ma'ahum) yang berarti "dan yang serupa mereka bersama mereka" muncul dua kali, yaitu di 21:84 dan 38:43. Kata (مِثْلَهُمْ, mitslahum) sendiri muncul empat kali, yaitu di 17:99, 21:84, 36:81, dan 38:43. Di 17:99 dan 36:81 bunyinya (يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ, yakhluqa mitslahum) yang berarti "menciptakan yang serupa mereka", dalam kalimat tentang kuasa Allah menciptakan makhluk yang menyerupai. Di 3:13 bentuk lain, (مِثْلَيْهِمْ, mitslayhim), diterjemahkan "dua kali lipat" karena berakhiran bentuk dua. Di 38:43 bentuknya tunggal, mitslahum, sehingga terjemahan memakai "yang serupa" dan tidak menulis "dua kali lipat" atau "lipat ganda". Angka tidak ada di ayat ini.

Rangkaian (رَحْمَةً مِنَّا, rahmatan minnaa) yang berarti "sebagai rahmat dari Kami" muncul empat kali di empat surah, yaitu di 19:21, 36:44, 38:43, dan 41:50. Kata (رَحْمَةً, rahmatan) berakar ر-ح-م, tanpa kata sandang, dan menerangkan pemberian yang disebut di depannya, sehingga terjemahan memakai "sebagai". Penuturan Ayyub di 21:84 memakai (رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا, rahmatan min 'indinaa), yaitu "rahmat dari sisi Kami", dengan kata 'inda yang berarti "di sisi" di antara min dan -naa.

Kata (وَذِكْرَىٰ, wa-dzikraa) yang berarti "dan pelajaran" berakar ذ-ك-ر, akar yang sama dengan (وَاذْكُرْ, wa-dzkur) di 38:41. Rangkaian (وَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِ, wa-dzikraa li-ulii l-albaabi) muncul dua kali, yaitu di 38:43 dan 40:54. Di 21:84 kata dzikraa dipakai dengan sasaran lain, yaitu (وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ, wa-dzikraa li-l-'aabidiina), "bagi orang-orang yang menyembah". Kata (الْأَلْبَابِ, l-albaabi) muncul enam belas kali di sepuluh surah, yaitu di 2:179, 2:197, 2:269, 3:7, 3:190, 5:100, 12:111, 13:19, 14:52, 38:29, 38:43, 39:9, 39:18, 39:21, 40:54, dan 65:10, dan di enam belas kemunculan itu selalu didahului ulii atau uluu yang berarti "yang mempunyai". Terjemahan memakai "berpikiran sehat" untuk rangkaian ini.

Ayat ini tidak menyebut kapan keluarga itu dianugerahkan dan tidak menyebut apa yang terjadi pada mereka sebelumnya.

Tafsiran

Ayat ini untuk pertama kalinya dalam kisah Ayyub menyebut orang lain. Di 38:41 dan 38:42 hanya ada Ayyub, setan, dan Tuhannya. Ayat ini menambahkan keluarga Ayyub, lalu sesudah pemberian itu menyebut dua tujuan sekaligus, yaitu rahmat dan pelajaran. Urutan di dalam ayat adalah pemberian, nama bagi pemberian itu, dan guna pemberian itu.

Perintah (وَاذْكُرْ, wa-dzkur) di 38:41 dan kata (وَذِكْرَىٰ, wa-dzikraa) di 38:43 berasal dari akar yang sama, sehingga kisah ini dibuka dengan perintah mengingat dan, di ayat ketiganya, menyatakan untuk siapa ingatan itu. Surah ini sudah memuat kalimat tujuan serupa di 38:29, yaitu (وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ, wa-li-yatadzakkara uluu l-albaabi), dengan kata kerja dari akar yang sama dan pihak yang sama, yaitu yang mempunyai akal. Kisah Ayyub dapat dibaca sebagai salah satu isi dari tujuan yang dinyatakan di 38:29.

Akar و-ه-ب dipakai di empat ayat surah ini, yaitu 38:9, 38:30, 38:35, dan 38:43. Di 38:9 dan 38:35 akar itu menjadi sebutan bagi Allah, (الْوَهَّابِ, l-wahhaabi) di 38:9 dan (الْوَهَّابُ, l-wahhaabu) di 38:35. Sementara itu, 38:30 dan 38:43 memuat kata kerja dengan orang sebagai yang dianugerahkan: Sulaiman bagi Daud, dan keluarga bagi Ayyub. Doa Sulaiman di 38:35, (وَهَبْ لِي مُلْكًا, wa-hab lii mulkan) yang berarti "dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan", memakai akar yang sama untuk sebuah kerajaan. Akar yang sama karena itu menjangkau kerajaan, seorang tokoh, dan keluarga dalam satu surah.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 38:41 dan 38:42 hanya memuat Ayyub, setan, dan Tuhannya, lalu 38:43 menyebut keluarganya sebagai bagian dari yang dianugerahkan Allah. Pembaca yang sedang sakit dapat memperhatikan bahwa kisah ini bergeser dari tubuh yang menderita ke orang-orang di sekitarnya. Siapa yang disebut pembaca ketika menghitung apa yang akan membuat keadaannya pulih, dan apakah orang-orang di rumahnya ikut dalam hitungan itu?
  • Ayat ini menulis "yang serupa" dan tidak menulis angka. Pembaca yang terbiasa mengukur pemberian dengan hitungan dapat memperhatikan bahwa kata yang dipilih Allah menyebut kesamaan jenis, dan tidak menyebut jumlah atau cara memperolehnya. Ayat 21:84 memuat kalimat yang sama dan juga tidak memuat angka, jadi tidak ada ayat yang menetapkan jumlahnya. Bagaimana pembaca membaca pemberian yang ditulis dengan kata "serupa", bukan dengan angka yang bisa dicocokkan dengan hitungannya sendiri?
  • Di 41:50 disebut seseorang yang, bila Allah memberinya merasakan rahmat sesudah kesusahan menyentuhnya, akan berkata "ini milikku". Di 38:43 pemberian sesudah kesusahan ditulis oleh Allah sendiri dengan kata "rahmat dari Kami". Dua ayat itu berbicara tentang orang yang berbeda dengan kesimpulan yang berbeda, dan tidak saling menafsirkan. Pembaca dapat memperhatikan dua kata yang dipakai untuk satu keadaan yang sama, yaitu kelegaan sesudah kesusahan. Kata mana yang lebih dulu keluar dari mulut pembaca ketika kelegaan datang, "milikku" atau "dari-Nya"?
  • Ayat ini memberi alamat pada pemberiannya, yaitu sebagai rahmat dan sebagai pelajaran bagi orang yang berpikiran sehat. Ayyub tidak disebut sebagai penerima pelajaran itu, dan isi pelajarannya tidak dirumuskan di ayat ini. Pembaca yang menganggap kesulitannya urusan pribadi dapat memperhatikan bahwa satu pemberian dari Allah bisa memiliki dua alamat, yaitu orang yang menerimanya dan orang yang membaca kisahnya. Pelajaran apa yang kira-kira dibaca orang dari satu musim sulit milik pembaca, dan sudahkah pembaca sendiri membacanya?
  • Kata kerja yang dipakai untuk keluarga Ayyub dipakai juga untuk Ishaq dan Ya'qub bagi Ibrahim, Harun bagi Musa, dan Yahya bagi Zakaria. Dalam semua ayat itu, orang menjadi isi pemberian, dan pemberinya Allah. Pembaca yang menyebut orang-orang terdekatnya dengan kata "milik" atau "tanggungan" dapat memperhatikan kata yang dipilih ayat-ayat itu. Siapa dalam hidup pembaca yang pantas disebut anugerah dari Allah, dan apa yang berubah dalam cara pembaca memperlakukan mereka bila kata itu yang dipakai?
  • Ayat 38:43 tidak menyebut kapan keluarga itu dianugerahkan dan berapa lama Ayyub berada dalam keadaan di 38:41 sebelum itu. Allah menjelaskan asal pemberian dan gunanya dalam ayat ini, tetapi tidak menulis kalender. Pembaca yang sedang menunggu dapat memperhatikan bahwa waktu dibiarkan terbuka, sedangkan bentuk pemberian dan tujuannya ditulis jelas. Apa yang membuat pembaca sanggup menunggu bila ia diberi tahu apa yang akan datang dan untuk apa, tetapi tidak diberi tahu kapan?