وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلَا تَحْنَثْ ۗ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ
Dan ambillah dengan tanganmu seikat, lalu, pukullah dengannya, dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati ia seorang yang sabar; sebaik-baik hamba; sesungguhnya ia selalu kembali.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًاwa-khudz bi-yadika dhightsandan ambillah dengan tanganmu seikat
- فَاضْرِبْ بِهِ وَلَا تَحْنَثْfa-dhrib bihi wa-laa tahnatslalu, pukullah dengannya, dan janganlah engkau melanggar sumpah
- إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًاinnaa wajadnaahu shaabiransesungguhnya Kami dapati ia seorang yang sabar
- نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌni'ma l-'abdu innahu awwaabunsebaik-baik hamba; sesungguhnya ia selalu kembali
Terjemahan per kata (14 kata)
- وَخُذْwa-khudzdan ambillah
- بِيَدِكَbi-yadikadi tangan-Mu
- ضِغْثًاdhightsanseikat
- فَاضْرِبْfa-dhribmaka pukullah
- بِهِbihidengannya
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَحْنَثْtahnatsengkau melanggar sumpah
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- وَجَدْنَاهُwajadnaahuKami mendapatinya
- صَابِرًاshaabiranorang yang sabar
- نِعْمَni'masebaik-baik
- الْعَبْدُl-'abduhamba
- إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
- أَوَّابٌawwaabunyang banyak kembali
Inti bacaan
Instruksi kreatif menjaga sumpah: 'ambillah seikat rumput, lalu pukullah dengannya, janganlah engkau melanggar sumpah', solusi cerdas yang tetap menghormati komitmen verbal sambil menunjukkan kasih sayang, ditutup pengakuan 'Kami dapati ia seorang yang sabar'.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(rumput)' dan '(kepada Allah)' tidak dipakai. Tanda kutip yang dipakai draf awal untuk paruh pertama ayat ini tidak dipertahankan, konsisten dengan 38:42: instruksi Allah kepada Ayyub tanpa 'qaala' diterjemahkan sebagai narator baku, bukan kutipan bertanda petik.
Tafsiran
Ayat ini menutup kisah Ayyub dengan solusi bagi sumpahnya yang tak terpenuhi karena sakitnya, sekaligus penegasan pujian atas kesabarannya yang telah terbukti.
Renungan dan Hikmah
- Allah memberi Ayyub jalan menunaikan sumpahnya dengan seikat ranting. Sumpahnya tetap ditunaikan. Yang dicari bukan pembatalan, melainkan cara memenuhinya tanpa merusak.
- Perintah yang menyertainya jangan melanggar sumpah. Ikatannya dijaga. Kelonggaran yang diberikan tidak dengan menghapus kewajiban, melainkan dengan menunjukkan jalan lain.
- Allah menyebut Dia mendapatinya sabar, sebaik-baik hamba, dan selalu kembali. Tiga pujian. Yang dipuji bukan ketahanannya saja, melainkan bahwa ia terus berbalik kepada-Nya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-kh-dz, y-d-y, d-gh-ts, d-r-b, h-n-ts, w-j-d, s-b-r, n-'-m, '-b-d, a-w-b): khudh dighthan diterjemahkan 'ambillah seikat' (akar '-kh-dz + akar d-gh-ts); idrib bihi diterjemahkan 'pukullah dengannya' (akar d-r-b); laa tahnath diterjemahkan 'jangan langgar sumpah' (akar h-n-ts); saabiran diterjemahkan 'sabar' (akar s-b-r); ni'ma l-'abd diterjemahkan 'sebaik-baik hamba' (akar n-'-m + akar '-b-d, seiring 38:30); awwaab diterjemahkan 'selalu kembali' (akar '-w-b). gloss '(istrimu)/(Ayyub)/(dan sangat taat kepadanya)' dibuang.