وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلَا تَحْنَثْ ۗ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ
Dan ambillah dengan tanganmu seikat, lalu, pukullah dengannya, dan janganlah engkau berdosa. Sesungguhnya Kami dapati ia seorang yang sabar; sebaik-baik hamba; sesungguhnya ia selalu kembali.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًاwa-khudz bi-yadika dhightsandan ambillah dengan tanganmu seikat
- فَاضْرِبْ بِهِ وَلَا تَحْنَثْfa-dhrib bihi wa-laa tahnatslalu, pukullah dengannya, dan janganlah engkau berdosa
- إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًاinnaa wajadnaahu shaabiransesungguhnya Kami dapati ia seorang yang sabar
- نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌni'ma l-'abdu innahu awwaabunsebaik-baik hamba; sesungguhnya ia selalu kembali
Terjemahan per kata (14 kata)
- وَخُذْwa-khudzdan ambillah
- بِيَدِكَbi-yadikadi tangan-Mu
- ضِغْثًاdhightsanseikat
- فَاضْرِبْfa-dhribmaka pukullah
- بِهِbihidengannya
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَحْنَثْtahnatsengkau berdosa
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- وَجَدْنَاهُwajadnaahuKami mendapatinya
- صَابِرًاshaabiranorang yang sabar
- نِعْمَni'masebaik-baik
- الْعَبْدُl-'abduhamba
- إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
- أَوَّابٌawwaabunyang banyak kembali
Inti bacaan
Bentuk (تَحْنَثْ, tahnats) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:44, dan akarnya hanya dipakai lagi di 56:46.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا, wa-khudz bi-yadika dhightsan) yang berarti "dan ambillah dengan tanganmu seikat". Kata (ضِغْثًا, dhightsan) berakar ض-غ-ث dan bentuk ini muncul satu kali. Akarnya dipakai di tiga ayat, yaitu 12:44, 21:5, dan 38:44. Di 12:44 dan 21:5 bunyinya (أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ, adhghaatsu ahlaamin), bentuk jamak untuk mimpi yang diterjemahkan "mimpi-mimpi yang kacau" di 12:44 dan "mimpi-mimpi kosong" di 21:5. Di 38:44 bentuk tunggalnya menyebut benda yang digenggam di tangan. Terjemahan memakai "seikat" untuk satu kumpulan yang dipegang, tanpa menambahkan "rumput" atau "ranting".
Kata (فَاضْرِبْ بِهِ, fa-dhrib bihi) yang berarti "lalu, pukullah dengannya" memakai huruf (فَ, fa) yang berarti "lalu" untuk menyambung perintah ini dengan "ambillah" di depannya, dan (بِهِ, bihi) yang berarti "dengannya" menunjuk seikat itu sebagai alat. Perintah memukul dengan alat yang ditandai huruf bi- ada juga di kisah Musa, yaitu (اضْرِبْ بِعَصَاكَ, dhrib bi-'ashaaka) yang berarti "pukullah dengan tongkatmu" di 2:60, 7:160, dan 26:63. Di tiga ayat itu yang dipukul disebut: batu di 2:60 dan 7:160, laut di 26:63. Di 38:44 yang dipukul tidak ditulis.
Kata (تَحْنَثْ, tahnats) berakar ح-ن-ث dan bentuk (وَلَا تَحْنَثْ, wa-laa tahnats) yang berarti "dan janganlah engkau berdosa" muncul satu kali. Akarnya hanya ada di dua ayat, yaitu 38:44 dan 56:46, tempat bunyinya (يُصِرُّونَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيمِ, yushirruuna 'alaa l-hintsi l-'azhiimi) yang berarti "mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang agung". Terjemahan 38:44 memakai "berdosa" mengikuti kata benda di 56:46. Kata "sumpah" tidak tertulis di 38:44, sehingga terjemahan tidak menambahkannya. Perintah memukul dan larangan berdosa dirangkai oleh huruf (وَ, wa) yang berarti "dan", sehingga perintah memukul dapat dibaca sebagai jalan agar tidak berdosa, meskipun ayat tidak menulisnya dengan kata "agar".
Kalimat (إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا, innaa wajadnaahu shaabiran) yang berarti "sesungguhnya Kami dapati ia seorang yang sabar" memakai (وَجَدْنَاهُ, wajadnaahu) yang berarti "Kami dapati dia", dari akar و-ج-د. Penilaian sabar di sini dinyatakan sebagai hasil menemukan oleh Allah. Kata (صَابِرًا, shaabiran) muncul dua kali, yaitu di 18:69 dan 38:44. Di 18:69 bunyinya (سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ صَابِرًا, sa-tajidunii in syaa'a llaahu shaabiran) yang berarti "engkau akan mendapatiku, jika Allah menghendaki, sebagai orang yang sabar", yaitu janji seseorang tentang dirinya sendiri. Di 38:44 penilaian itu keluar dari pihak yang mendapati.
Kalimat (نِعْمَ الْعَبْدُ, ni'ma l-'abdu) yang berarti "sebaik-baik hamba" muncul dua kali, yaitu di 38:30 dan 38:44. Kalimat (إِنَّهُ أَوَّابٌ, innahu awwaabun) yang berarti "sesungguhnya ia selalu kembali" muncul tiga kali, yaitu di 38:17, 38:30, dan 38:44. Kata (أَوَّابٌ, awwaabun) berakar أ-و-ب, akar yang sama dengan ma'aab di 38:40, dan muncul enam kali di tiga surah, yaitu di 17:25, 38:17, 38:19, 38:30, 38:44, dan 50:32. Di 38:19 kata itu dipakai untuk burung-burung, (كُلٌّ لَهُ أَوَّابٌ, kullun lahu awwaabun) yang berarti "masing-masing selalu kembali kepada-Nya", dan di 50:32 bunyinya (لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ, li-kulli awwaabin hafiizhin) yang berarti "bagi setiap orang yang selalu kembali dan menjaga". Kata lahu hanya ada di 38:19. Di 38:44 tujuan kembali tidak ditulis, dan terjemahan tidak menambahkan "kepada Allah".
Tafsiran
Ayat 38:44 menutup kisah Ayyub dengan dua bagian yang berbeda jenisnya, yaitu tiga kata kerja yang ditujukan kepada Ayyub, lalu penilaian atas dirinya. Tiga kata kerja itu adalah (وَخُذْ, wa-khudz), (فَاضْرِبْ, fa-dhrib), dan (وَلَا تَحْنَثْ, wa-laa tahnats), dan semuanya menyusul perintah di 38:42. Dalam empat ayat kisahnya, Ayyub berbicara hanya di 38:41. Di tiga ayat sesudahnya Ayyub diperintah, dianugerahi, lalu dinilai, dan tidak ada ucapannya yang dikutip lagi.
Akar ص-ب-ر dipakai di tiga ayat surah ini, yaitu 38:6, 38:17, dan 38:44. Akar itu berupa perintah di 38:6 dan 38:17, yaitu (وَاصْبِرُوا, wa-shbiruu) dan (اصْبِرْ, ishbir), lalu menjadi penilaian atas seorang tokoh di 38:44. Hanya Ayyub yang disebut sabar di surah ini, dan penilaian itu datang sesudah keluhan di 38:41. Perintah bersabar di 38:17 diikuti kisah Daud, dan sebutan sabar bagi seorang tokoh baru tertulis di kisah Ayyub.
Tiga tokoh mendapat kalimat yang bersambung. Daud mendapat (إِنَّهُ أَوَّابٌ, innahu awwaabun) di 38:17, Sulaiman mendapat (نِعْمَ الْعَبْدُ, ni'ma l-'abdu) dan kalimat yang sama di 38:30, dan Ayyub mendapat kedua kalimat Sulaiman ditambah penilaian sabar di 38:44. Kisah Ayyub paling pendek, yaitu empat ayat, dibandingkan sepuluh ayat untuk Daud dan sebelas ayat untuk Sulaiman. Rumusan penutupnya sama dengan yang diberikan kepada Sulaiman. Ayat 38:45 kemudian beralih ke tiga nama lain.
Renungan dan Hikmah
- Jalan keluar yang tertulis di ayat ini berukuran satu genggaman, dan perintahnya bertahap: ambil, pukul, jangan berdosa. Ayat yang sama memuat penilaian Allah, "Kami dapati ia seorang yang sabar". Pembaca yang menunggu jalan keluar berukuran besar dapat memperhatikan ukuran yang ditulis di sini. Seberapa besar jalan keluar yang dibayangkan pembaca, dan adakah yang sebesar genggaman yang terlewat karena tidak tampak seperti jalan keluar?
- Larangan di ayat ini tidak berdiri sendiri. Larangan itu dirangkai dengan perintah memukul oleh satu huruf sambung, dan tangan disebut lebih dulu, "dengan tanganmu", sebelum larangan menyusul. Pembaca yang pernah berhenti di sebuah larangan tanpa memeriksa apa yang ada di tangannya dapat memperhatikan urutan itu. Kapan terakhir pembaca berhenti pada kata "jangan" tanpa bertanya kepada Allah apa yang sudah disediakan di tangannya?
- Di 18:69 seseorang berjanji akan didapati sabar, dan di 38:44 Allah menyatakan bahwa Dia mendapati Ayyub sabar. Janji dan temuan ada di dua ayat yang tidak saling membahas. Pembaca yang menyebut dirinya sabar kepada orang lain dapat memperhatikan perbedaan arah kedua kalimat itu: yang pertama keluar dari pembicaranya sendiri, yang kedua datang dari pihak yang menilai. Dalam catatan siapa pembaca ingin didapati sabar, dalam janjinya sendiri atau dalam temuan Allah?
- Kalimat yang menutup kisah Ayyub sama dengan kalimat untuk Sulaiman di 38:30, padahal 38:35 sampai 38:39 menuturkan kerajaan yang tidak ada duanya, sedangkan kisah Ayyub memuat keluhan, perintah, dan anugerah keluarga. Allah memakai dua kalimat yang sama untuk dua hidup yang bentuknya jauh berbeda. Pembaca yang membandingkan hidupnya dengan hidup orang yang tampak jauh lebih ringan atau jauh lebih berat dapat memperhatikan bahwa penilaian ini tidak mengikuti besar kecilnya apa yang dimiliki. Ukuran apa yang dipakai pembaca untuk menimbang hidup orang lain, dan apakah ukuran itu sama dengan ukuran Allah di sini?
- Kata penutup bagi Ayyub menunjuk gerak, yaitu kembali, dan ayat tidak menyebut dari mana Ayyub kembali. Sebutan yang sama diberikan kepada Daud di 38:17, kepada Sulaiman di 38:30, dan kepada burung-burung di 38:19. Pembaca yang menganggap kegagalan terakhirnya sebagai tanda bahwa ia belum pantas dapat memperhatikan bahwa pujian Allah di ayat ini memakai kata yang menunjuk arah gerak. Ke arah mana langkah terakhir pembaca bergerak, dan apakah arah itu yang ditunjuk kata penutup ini?
- Tiga perintah di ayat ini ditulis tanpa rincian, yaitu seikat apa, memukul siapa atau apa, dan berdosa dalam hal apa. Tidak ada ucapan Ayyub yang dikutip sebagai jawaban, dan yang menyusul langsung adalah penilaian atas dirinya. Pembaca yang menunggu penjelasan lengkap sebelum bertindak dapat memperhatikan bahwa Allah menaruh penilaian sesudah perintah, tidak sesudah pertanyaan. Seberapa banyak rincian yang disyaratkan pembaca sebelum mengerjakan perintah yang bentuknya sudah jelas?