وَإِنَّهُمْ عِنْدَنَا لَمِنَ الْمُصْطَفَيْنَ الْأَخْيَارِ
Dan sesungguhnya mereka di sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang terbaik.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِنَّهُمْ عِنْدَنَاwa-innahum 'indanaadan sesungguhnya mereka di sisi Kami
- لَمِنَ الْمُصْطَفَيْنَ الْأَخْيَارِla-mina l-mushthafayna l-akhyaaribenar-benar termasuk orang-orang pilihan yang terbaik
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَإِنَّهُمْwa-innahumdan sesungguhnya mereka
- عِنْدَنَا'indanaadi sisi Kami
- لَمِنَla-minasungguh termasuk
- الْمُصْطَفَيْنَl-mushthafaynaorang-orang pilihan
- الْأَخْيَارِl-akhyaariorang-orang pilihan
Inti bacaan
Bentuk (الْأَخْيَارِ, l-akhyaari) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:47 dan 38:48.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَإِنَّهُمْ, wa-innahum) yang berarti "dan sesungguhnya mereka". Huruf wa- yang berarti "dan" menyambung ayat ini dengan 38:46, inna yang berarti "sesungguhnya" menegaskan, dan akhiran -hum yang berarti "mereka" menunjuk orang yang sama dengan -hum pada akhlashnaahum di ayat sebelumnya, yaitu Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub di 38:45. Pelaku yang dibicarakan tidak berganti di antara dua ayat itu.
Kata (عِنْدَنَا, 'indanaa) yang berarti "di sisi Kami" tersusun dari 'inda yang berarti "di sisi" dan -naa yang berarti "Kami". Kata ini muncul 8 kali di 6 surah, yaitu 3:156, 15:21, 34:37, 37:168, 38:25, 38:40, 38:47, dan 50:4. Tiga di antaranya langsung disusul la- penguat, yaitu 38:25, 38:40, dan 38:47. Di 38:25 dan 38:40 bunyinya (وَإِنَّ لَهُ عِنْدَنَا لَزُلْفَىٰ وَحُسْنَ مَآبٍ, wa-inna lahu 'indanaa la-zulfaa wa-husna ma'aabin) yang berarti "dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang benar-benar dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang baik". Kerangka wa-inna, 'indanaa, lalu la- itu sama dengan 38:47, dan terjemahan memakai "di sisi Kami" serta "benar-benar" di ketiga ayat berkerangka itu.
Kata (لَمِنَ, la-mina) yang berarti "benar-benar termasuk" tersusun dari la- penguat dan mina yang berarti "termasuk". Kerangka yang sama dipakai untuk Ibrahim di 2:130, (لَمِنَ الصَّالِحِينَ, la-mina sh-shaalihiina) yang berarti "termasuk orang-orang saleh", dalam kalimat "sesungguhnya dia di akhirat termasuk orang-orang saleh". Di 2:130 tempatnya akhirat dan golongannya orang-orang saleh, sedangkan di 38:47 tempatnya sisi Kami dan golongannya disebut dengan dua sebutan sekaligus.
Kata (الْمُصْطَفَيْنَ, l-mushthafayna) yang berarti "orang-orang pilihan" berakar ص-ف-و dan ditandai korpus sebagai bentuk pasif jamak laki-laki, yaitu "yang dipilih". Bentuk pasif ini hanya ada di 38:47. Kata kerja dari akar yang sama dengan pelaku Kami ada, misalnya, di 35:32 dan 2:130. Di 35:32, (اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا, shthafaynaa min 'ibaadinaa) berarti "yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami", dan di 2:130, (وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا, wa-la-qadi shthafaynaahu fii d-dunyaa) berarti "dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia ini". Bentuk pasif di 38:47 tidak menyebut pelakunya, tetapi 'indanaa di kalimat yang sama dan akhlashnaahum di ayat sebelumnya menaruh Kami di sekitarnya. Terjemahan karena itu tetap "orang-orang pilihan" dan tidak menambahkan "yang Kami pilih".
Kata (الْأَخْيَارِ, l-akhyaari) yang berarti "yang terbaik" berakar خ-ي-ر dan ditandai korpus sebagai kata sifat jamak laki-laki dari khayr dengan kata sandang al-. Bentuk ini hanya muncul dua kali, di 38:47 dan 38:48. Karena tidak ada ayat lain yang memakainya, pilihan antara "baik" dan "terbaik" tidak bisa diuji pada ayat lain. Terjemahan memakai "yang terbaik" karena kata ini datang sesudah mina "termasuk" dan kata sandang al-, sehingga terbaca sebagai nama golongan, dan di 38:47 kata ini menjadi sebutan kedua sesudah l-mushthafayna bagi golongan yang sama. Ayat ini tidak membandingkan golongan itu dengan golongan lain, jadi "terbaik" dibaca sebagai mutu golongan itu dan tidak sebagai peringkat di atas kelompok yang disebut.
Tafsiran
Ayat ini menjadi putusan atas tiga ayat tentang Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub. Ayat 38:45 memuat sifat mereka, 38:46 memuat pemurnian oleh Kami, dan 38:47 memuat kedudukan mereka di sisi Kami. Sesudah menyatakan apa yang Kami kerjakan pada mereka, ayat ini menyatakan hasilnya dengan dua penguat dalam satu kalimat, inna di awal dan la- di tengah.
Kerangka kalimatnya sudah dipakai dua kali di surah ini untuk dua tokoh yang disebut masing-masing sendiri. Di 38:25 kedekatan dan tempat kembali yang baik diberikan kepada Daud, dan di 38:40 kepada Sulaiman. Di 38:47 kerangka itu dipakai untuk tiga orang sekaligus, dan isinya sebutan golongan dan tidak kedekatan atau tempat kembali. Sebutan golongan itu dipakai lagi di ayat berikutnya. Ayat 38:48 membuka dengan perintah mengingat tiga nama lain dan menutup dengan sebutan yang sama, sehingga dua kelompok nama yang berurutan dijadikan satu golongan oleh satu kata penutup.
Tempat kembali yang baik muncul lagi di 38:49 dalam kalimat berkerangka mirip, wa-inna lalu la-, kali ini bagi orang-orang yang bertakwa tanpa menyebut nama. Dengan begitu 38:47 berada di antara dua pemakaian kerangka itu, dan tempat kembali yang di 38:25 dan 38:40 dinyatakan bagi satu orang kini dinyatakan bagi sebuah golongan.
Alasan pemilihan dan keberadaan orang di luar golongan itu dibiarkan tanpa jawaban, dan tiga nama itu tidak disusun dalam peringkat. Ketiganya disebut dengan satu sebutan yang sama.
Renungan dan Hikmah
- Penilaian dalam ayat ini diletakkan di sisi Kami, dan penilaian orang lain tentang tiga hamba itu tidak disebut, baik pujian maupun celaan. Orang yang hidup di tengah banyak penilaian dari sekitarnya dapat menimbang seberapa besar penilaian itu mengisi pikirannya dibandingkan dengan penilaian di sisi Allah, yang dalam ayat ini sampai kepada pembaca lewat pernyataan Allah sendiri. Penilaian siapa yang paling sering didengarnya dalam sehari, dan penilaian siapa yang paling jarang?
- Kalimat ini memakai dua penguat sekaligus, sesungguhnya dan benar-benar, sesudah ayat sebelumnya menyatakan pemurnian oleh Kami. Allah tidak menyampaikan kedudukan tiga orang itu sebagai dugaan atau harapan, dan kata semoga atau barangkali tidak ada di dalamnya. Siapa pun yang pernah menyebut kedudukan seseorang dengan kata semoga akan melihat perbedaannya di sini. Kepastian dalam ayat ini berasal dari Kami, dan tidak dialihkan kepada pembaca. Dalam hal apa pembaca merasa berhak memastikan sesuatu yang di ayat ini dipastikan oleh Tuhan sendiri?
- Orang-orang pilihan di ayat ini berbentuk pasif, yaitu mereka dipilih. Di 35:32 dan 2:130, kata kerja dari akar yang sama berpelaku Kami: orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, dan Ibrahim yang Kami pilih di dunia ini. Arah kata kerjanya patut diperhatikan oleh siapa pun yang menyebut dirinya atau orang lain sebagai bagian dari golongan pilihan. Di dua ayat itu Allah yang memilih, dan keduanya tidak menyebut seseorang memasukkan dirinya sendiri ke dalam golongan itu. Bila pemilihan berada di tangan Allah, bagian apa yang tersisa bagi pembaca untuk dikerjakan hari ini?
- Dua sebutan berdampingan di ayat ini. Sebutan pilihan berbicara tentang tindakan terhadap mereka, dan sebutan yang terbaik berbicara tentang mutu mereka. Ayat tidak menyebut urutan sebab di antara keduanya, apakah mereka dipilih karena mutunya atau mutu itu tumbuh sesudah dipilih. Ayat sebelumnya menaruh pemurnian oleh Kami lebih dulu, tanpa menyebut mutu apa yang sudah ada sebelum itu. Pembaca yang menunggu dirinya menjadi baik agar layak dipilih, atau menunggu dipilih agar menjadi baik, mendapati bahwa Allah membiarkan urutan itu terbuka. Mana yang lebih sering ditunggunya dalam hidup, menjadi baik atau dipilih?
- Terjemahan ayat ini memakai kata termasuk, yang menaruh tiga orang itu di dalam sebuah golongan. Ayat tidak menyebut siapa lagi yang berada di dalamnya, sedangkan 38:48 menambahkan tiga nama lain ke golongan yang disebut dengan kata yang sama. Kalimat ini menyebut golongan, dan golongan itu muat lebih dari satu rombongan nama, sehingga membacanya sebagai daftar pendek orang agung melewatkan bentuk kalimatnya. Ayat ini juga tidak menyatakan apakah golongan itu lebih luas daripada nama-nama yang tertulis. Bagaimana pembaca membayangkan kata termasuk itu bila Tuhan menyebut golongan sebelum menyebut siapa saja isinya?
- Ayat ini tidak menyebut pihak yang kurang baik daripada tiga orang itu. Tidak ada kalimat yang berbunyi lebih baik daripada, dan tidak ada kelompok yang dijadikan tolok. Allah di ayat ini menilai tanpa menunjuk siapa pun, dan itu patut dicatat oleh pembaca yang cenderung menilai kebaikan seseorang dengan menunjuk yang lebih buruk. Ayat 38:28 memang menyandingkan orang-orang yang bertakwa dengan para pendurhaka, tetapi itu kalimat lain dengan tujuan lain. Bila pembanding ditarik dari penilaian, kebaikan macam apa yang tersisa dalam cara pembaca menilai dirinya?