وَاذْكُرْ إِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَذَا الْكِفْلِ ۖ وَكُلٌّ مِنَ الْأَخْيَارِ

Dan ingatlah Ismail, Ilyasa, dan Zulkifli; dan semuanya termasuk orang-orang yang terbaik.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَاذْكُرْ إِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَذَا الْكِفْلِwa-dzkur ismaa'iila wa-l-yasa'a wa-dzaa l-kiflidan ingatlah Ismail, Ilyasa, dan Zulkifli
  2. وَكُلٌّ مِنَ الْأَخْيَارِwa-kullun mina l-akhyaaridan semuanya termasuk orang-orang yang terbaik

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَاذْكُرْwa-dzkurdan sebutlah
  2. إِسْمَاعِيلَismaa'iilaIsmail
  3. وَالْيَسَعَwa-l-yasa'adan Ilyasa
  4. وَذَاwa-dzaadan yang mempunyai
  5. الْكِفْلِl-kifliKifl
  6. وَكُلٌّwa-kullundan masing-masing
  7. مِنَminadari
  8. الْأَخْيَارِl-akhyaariorang-orang pilihan

Inti bacaan

Bentuk (وَالْيَسَعَ, wa-l-yasa'a) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:86 dan 38:48.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَاذْكُرْ, wa-dzkur) yang berarti "dan ingatlah". Bentuk ini tersusun dari wa- yang berarti "dan" dan perintah untuk satu orang dari akar ذ-ك-ر. Susunan wa-dzkur muncul 14 kali di 7 surah, yaitu 3:41, 7:205, 18:24, 19:16, 19:41, 19:51, 19:54, 19:56, 33:34, 38:17, 38:41, 38:45, 38:48, dan 46:21. Di Surah 38 perintah itu ada empat kali. Tiga yang pertama disusul sebutan hamba: (وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ, wa-dzkur 'abdanaa ayyuuba) di 38:41 yang berarti "dan ingatlah hamba Kami, Ayyub", serupa dengan "hamba Kami, Daud" di 38:17, dan (وَاذْكُرْ عِبَادَنَا, wa-dzkur 'ibaadanaa) di 38:45 yang berarti "dan ingatlah hamba-hamba Kami". Di 38:48 perintah itu langsung disusul nama. Terjemahan karena itu tidak menambahkan "hamba Kami" di ayat ini, sebab tidak ada kata Arab yang melahirkannya.

Nama pertama dan kedua, (إِسْمَاعِيلَ, ismaa'iila) dan (وَالْيَسَعَ, wa-l-yasa'a), dipakai sebagai nama diri, dan korpus morfologi tidak memberi akar untuk keduanya. Keduanya bersebelahan di satu ayat lain, 6:86, (وَإِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًا, wa-ismaa'iila wa-l-yasa'a wa-yuunusa wa-luuthan) yang berarti "dan Ismail, Ilyasa, Yunus, dan Lut". Terjemahan memakai ejaan yang sama di 6:86 dan 38:48. Bentuk al-yasa' hanya muncul di dua ayat, 6:86 dan 38:48.

Nama ketiga, (وَذَا الْكِفْلِ, wa-dzaa l-kifli), tersusun dari wa- yang berarti "dan", dzaa yang berarti "yang mempunyai", dan al-kifl dengan kata sandang. Akar ك-ف-ل pada kata kifl dipakai sebagai kata biasa di dua ayat lain. Di 4:85, (يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا, yakun lahu kiflun minhaa) berarti "ia menanggung bagian darinya", dan di 57:28, (كِفْلَيْنِ مِنْ رَحْمَتِهِ, kiflayni min rahmatihi) berarti "dua bagian dari rahmat-Nya". Susunan wa-dzaa l-kifli hanya ada dua kali, di 21:85 dan 38:48. Terjemahan memakai bentuk nama yang sama di kedua ayat itu, Zulkifli, dan tidak menerjemahkan "yang mempunyai bagian", karena kedua ayat tidak menjelaskan bagian apa yang dimiliki orang ini.

Kata (وَكُلٌّ مِنَ الْأَخْيَارِ, wa-kullun mina l-akhyaari) yang berarti "dan semuanya termasuk orang-orang yang terbaik" memuat kullun yang berarti "semuanya" dan mina yang berarti "termasuk". Rangkaian kullun mina muncul tiga kali, yaitu (كُلٌّ مِنَ الصَّالِحِينَ, kullun mina sh-shaalihiina) di 6:85, (كُلٌّ مِنَ الصَّابِرِينَ, kullun mina sh-shaabiriina) di 21:85, dan 38:48. Ketiganya menutup daftar nama dan menaruh tiap nama dalam satu golongan. Terjemahan 38:48 memakai "semuanya" seperti di 6:85, sedangkan 21:85 memakai "masing-masing" untuk kata yang sama. Di 38:48 kullun didahului wa-, sehingga menyambung nama-nama di depannya dengan penilaian. Bentuk l-akhyaari sama dengan yang di 38:47, jadi arti "yang terbaik" dan batas pembuktiannya berlaku sama di sini.

Tafsiran

Ayat ini menutup daftar tokoh di Surah 38 dengan tiga nama yang disebut tanpa kisah. Panjang pembicaraan tiap tokoh berbeda-beda dan menyusut menjelang akhir daftar: Daud dibicarakan di 38:17 sampai 38:26 (sepuluh ayat), Sulaiman di 38:30 sampai 38:40 (sebelas ayat), Ayyub di 38:41 sampai 38:44 (empat ayat), Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub di 38:45 sampai 38:47 (tiga ayat), dan tiga nama di sini hanya dalam satu ayat. Daftar yang menyusut itu berhenti di 38:49, yang dapat dibaca menamai seluruh rangkaian tadi sebagai peringatan.

Sebutan yang dipakai di sini sudah dipakai di ayat sebelumnya. Di 38:47 sebutan terbaik diberikan kepada kelompok pertama, dan 38:48 memakainya lagi lewat wa-kullun, sehingga dua kelompok nama yang berurutan menjadi satu golongan tanpa perlu ayat tambahan. Kelompok pertama disebut bersama dua sifat, tangan-tangan dan penglihatan di 38:45, sedangkan kelompok kedua tidak diberi sifat apa pun.

Ismail dan Zulkifli disebut dengan penilaian lain di 21:85, yaitu orang-orang yang sabar, dan Ismail serta Ilyasa disebut di 6:86 dengan penilaian bahwa masing-masing dilebihkan atas seisi alam. Tiga penilaian itu, yang sabar, yang dilebihkan, dan yang terbaik, berada di ayat yang berbeda dan tidak dikaitkan satu sama lain. Tidak satu pun menyatakan bahwa penilaian itu membatasi penilaian di ayat lain, sehingga ketiganya dapat dibaca saling melengkapi.

Perintah mengingat di ayat ini menjadi yang keempat di surah ini. Ayat 38:17 memberi satu tokoh, 38:41 satu tokoh, 38:45 tiga tokoh, dan 38:48 tiga tokoh lagi. Sesudah itu 38:49 beralih dari tokoh bernama kepada golongan tanpa nama, yaitu orang-orang yang bertakwa.

Renungan dan Hikmah

  • Daud dibicarakan sepuluh ayat di surah ini, Sulaiman sebelas ayat, dan Ayyub empat ayat, dan masing-masing dinilai di dalam kisahnya, misalnya sebaik-baik hamba untuk Sulaiman di 38:30 dan untuk Ayyub di 38:44. Tiga nama di ayat ini disebut dalam satu baris tanpa kisah, tanpa tempat, dan tanpa ucapan yang dikutip, lalu langsung digolongkan oleh Allah. Penggolongan itu tidak menunggu cerita, sehingga orang yang menimbang nilai hidup seseorang dari panjangnya cerita tentang orang itu dapat menimbang ulang ukurannya. Seandainya hidup pembaca hanya sempat tertulis sebagai nama dan satu penilaian, penilaian apa yang diharapkannya dari Allah?
  • Ilyasa disebut dua kali di seluruh Al-Qur'an, di 6:86 dan 38:48, dan Zulkifli dua kali, di 21:85 dan 38:48. Di ketiga ayat itu isinya daftar nama dan sebuah penilaian, tanpa cerita tentang diri mereka. Tuhan menaruh penilaian pada dua nama yang kisahnya tidak diberikan kepada pembaca, dan itu patut ditimbang oleh siapa pun yang merasa mengenal seseorang hanya bila sudah mendengar kisahnya. Berapa banyak penilaian pembaca atas orang-orang di sekitarnya yang bersandar pada cerita yang tidak pernah didengarnya sendiri?
  • Ismail disebut orang yang sabar di 21:85, dilebihkan atas seisi alam di 6:86, dan termasuk yang terbaik di 38:48. Ilyasa dilebihkan di 6:86 dan termasuk yang terbaik di 38:48, sedangkan Zulkifli disebut sabar di 21:85 dan terbaik di 38:48. Allah menyebut nama yang sama dengan kata yang berbeda di tempat yang berbeda, dan tidak ada ayat yang menyatakan satu kata sudah cukup, sehingga hal itu menyentuh pembaca yang cenderung meringkas seseorang dengan satu kata. Kata apa yang selama ini dipakai pembaca untuk meringkas orang yang paling dekat dengannya, dan apa yang tidak tertampung oleh kata itu?
  • Perintah mengingat di ayat ini adalah yang keempat di surah yang sama, dan setiap kali objeknya adalah orang lain, bukan diri penerima perintah. Allah tidak menyuruh penerimanya mengingat jasa dirinya, kesulitannya, atau kebaikannya. Surah ini mengulang perintah itu empat kali dalam rentang 38:17 sampai 38:48, dan hal itu dapat menjadi cermin bagi pembaca yang jarang mengingat orang lain tanpa disuruh. Siapa yang terakhir diingatnya tanpa ada yang menyuruh, dan apa yang disebutnya tentang orang itu?
  • Kelompok pertama di 38:45 diberi dua sifat, tangan-tangan dan penglihatan, sedangkan kelompok kedua di 38:48 tidak diberi sifat apa pun. Keduanya menerima sebutan yang sama sesudahnya. Dari ayat ini tidak terbaca bahwa sebutan itu menunggu daftar sifat, dan ayat juga tidak menyatakan sebaliknya. Hal itu bermakna bagi pembaca yang merasa kebaikannya belum dicatat oleh siapa pun, karena Allah di ayat ini menaruh sebutan tanpa menunjukkan sifat sebagai syaratnya. Bila semua sifat yang dibanggakan pembaca dihapus dari catatan, penilaian apa yang masih dapat dipertahankannya di hadapan Tuhan?
  • Ismail dan Ishaq disebut bersama di 14:39 sebagai dua anugerah yang diterima Ibrahim pada usia tua. Di surah ini keduanya diletakkan di daftar yang berbeda, Ishaq di 38:45 bersama Ibrahim dan Ya'qub, Ismail di 38:48 bersama Ilyasa dan Zulkifli, lalu diberi sebutan yang sama oleh Allah. Ayat ini tidak menyusun dua anak itu dalam peringkat, dan 14:39 menyebut keduanya dalam satu pujian kepada Tuhan; hal itu terasa bagi pembaca yang pernah dibandingkan dengan saudaranya. Bila dua orang yang sedekat itu menerima sebutan yang sama tanpa perbandingan, bagian mana dari kebiasaan membanding-bandingkan yang masih tersisa pada pembaca?