Ayat 38:49

هَٰذَا ذِكْرٌ ۚ وَإِنَّ لِلْمُتَّقِينَ لَحُسْنَ مَآبٍ

Ini adalah suatu peringatan; dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar ada tempat kembali yang baik,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. هَٰذَا ذِكْرٌhaadzaa dzikrunini adalah suatu peringatan
  2. وَإِنَّ لِلْمُتَّقِينَ لَحُسْنَ مَآبٍwa-inna li-l-muttaqiina la-husna ma'aabindan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar ada tempat kembali yang baik

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. هَٰذَاhaadzaaini
  2. ذِكْرٌdzikrunperingatan
  3. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  4. لِلْمُتَّقِينَli-l-muttaqiinabagi orang-orang yang bertakwa
  5. لَحُسْنَla-husnasungguh sebaik-baik
  6. مَآبٍma'aabintempat kembali

Inti bacaan

Rangkaian (لِلْمُتَّقِينَ, li-l-muttaqiina) muncul 18 kali di Al-Qur'an (2:2, 2:66, 3:133, 3:138, 5:46, 7:128, 11:49, 21:48, 24:34, 25:74, 26:90, 28:83, 38:49, 43:35, 50:31, 68:34, 69:48, 78:31), dan hanya di 38:49 ia didahului wa-inna.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (هَٰذَا ذِكْرٌ, haadzaa dzikrun) yang berarti "ini adalah suatu peringatan". Kata (ذِكْرٌ, dzikrun) yang berarti "peringatan" berakar ذ-ك-ر, akar yang sama dengan perintah (وَاذْكُرْ, wa-dzkur) di ayat-ayat sebelumnya. Arabnya tidak memuat kata kerja "adalah", dan terjemahan menambahkannya supaya kalimat Indonesia lengkap, serta menambahkan "suatu" karena dzikrun berbentuk tak tentu. Bentuk dzikrun muncul sepuluh kali di delapan surah, yaitu 7:63, 7:69, 12:104, 21:50, 36:69, 38:49, 38:87, 43:44, 68:52, dan 81:27. Terjemahan memakai "peringatan" di sembilan ayat dan "pelajaran" di 36:69. Susunan haadzaa dzikrun muncul dua kali, di 21:50 dan 38:49. Di 21:50, (وَهَٰذَا ذِكْرٌ مُبَارَكٌ, wa-haadzaa dzikrun mubaarakun) yang berarti "dan ini adalah peringatan yang diberkahi" memberi dzikrun sebuah sifat. Di 38:87, (إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ, in huwa illaa dzikrun li-l-'aalamiina) yang berarti "tidak lain kecuali peringatan bagi seisi alam" dan di 43:44, (وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَكَ وَلِقَوْمِكَ, wa-innahu la-dzikrun laka wa-li-qawmika) yang berarti "dan sesungguhnya itu benar-benar peringatan bagimu dan bagi kaummu", dzikrun disusul penerimanya. Di 38:49 tidak ada sifat dan tidak ada penerima.

Kata (لِلْمُتَّقِينَ, li-l-muttaqiina) yang berarti "bagi orang-orang yang bertakwa" tersusun dari li- yang berarti "bagi", kata sandang al-, dan muttaqiina, bentuk pelaku jamak laki-laki dari akar و-ق-ي. Rangkaian li-l-muttaqiina muncul 18 kali di 16 surah, yaitu 2:2, 2:66, 3:133, 3:138, 5:46, 7:128, 11:49, 21:48, 24:34, 25:74, 26:90, 28:83, 38:49, 43:35, 50:31, 68:34, 69:48, dan 78:31. Susunan yang lebih panjang, (وَإِنَّ لِلْمُتَّقِينَ, wa-inna li-l-muttaqiina), hanya ada di 38:49. Terjemahan memakai "orang-orang yang bertakwa" di seluruh ayat itu. Bentuk tanpa li- sudah muncul di surah yang sama, 38:28, (الْمُتَّقِينَ, l-muttaqiina) yang berarti "orang-orang yang bertakwa" dalam kalimat tanya yang menyandingkan mereka dengan para pendurhaka.

Kata (مَآبٍ, ma'aabin) yang berarti "tempat kembali" berakar أ-و-ب, akar yang bermakna kembali. Kata ma'aab muncul sembilan kali di empat surah, yaitu 3:14, 13:29, 13:36, 38:25, 38:40, 38:49, 38:55, 78:22, dan 78:39. Terjemahan memakai "tempat kembali" di 3:14, 13:29, 38:25, 38:40, 38:49, 38:55, dan 78:22. Frasa (حُسْنَ مَآبٍ, husna ma'aabin) muncul tiga kali, semuanya di Surah 38, yaitu 38:25, 38:40, dan 38:49. Di 3:14 dan 13:29 bunyinya memakai bentuk husnu, (حُسْنُ الْمَآبِ, husnu l-ma'aabi) di 3:14, dan terjemahan di kelima ayat itu sama, "tempat kembali yang baik". Di Surah 38 akar أ-و-ب dipakai delapan kali: (أَوَّابٌ, awwaabun) yang berarti "selalu kembali" di 38:17, 38:19, 38:30, dan 38:44, dan ma'aab di 38:25, 38:40, 38:49, dan 38:55. Akar lain, أ-و-ي, membentuk (جَنَّةُ الْمَأْوَىٰ, jannatu l-ma'waa) di 53:15 yang berarti "taman tempat tinggal". Terjemahan membedakan dua akar itu: "tempat tinggal" untuk ma'waa dan "tempat kembali" untuk ma'aab.

Kata (لَحُسْنَ, la-husna) tersusun dari la- penguat dan husna dari akar ح-س-ن. Terjemahan memakai "benar-benar ada tempat kembali yang baik". Kata "ada" tidak punya padanan Arab, karena kalimatnya tidak memakai kata kerja, dan "benar-benar" mewakili la-. Susunan yang sama dengan terjemahan yang sama dipakai di 38:55, (وَإِنَّ لِلطَّاغِينَ لَشَرَّ مَآبٍ, wa-inna li-th-thaaghiina la-syarra ma'aabin) yang berarti "dan sesungguhnya bagi orang-orang yang melampaui batas benar-benar ada tempat kembali yang buruk".

Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 38:50.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian tokoh dan membuka gambaran balasan. Kalimat pertamanya menamai deretan tokoh tadi dzikrun, dan kalimat keduanya menyebut tempat kembali bagi orang-orang yang bertakwa. Akar ذ-ك-ر yang dipakai tiga kali sebagai perintah di 38:41, 38:45, dan 38:48 kini menjadi nama bagi apa yang diperintahkan untuk diingat.

Ayat ini tidak menyatakan apa yang ditunjuk haadzaa. Dua pembacaan cocok dengan teks, yaitu deretan tokoh dari 38:41 sampai 38:48, atau hanya 38:48. Pembacaan pertama dipakai di sini karena akar yang sama menjadi isi semua perintah dalam deretan itu.

Dua kalimat berkerangka sama membagi bagian akhir surah ini. Ayat 38:49 memuat haadzaa dzikrun, lalu wa-inna li-l-muttaqiina, lalu la-husna ma'aabin. Ayat 38:55 memuat haadzaa, lalu wa-inna li-th-thaaghiina, lalu la-syarra ma'aabin. Kerangkanya sama sampai la-, dan perbedaannya ada pada siapa yang disebut dan bagaimana tempat kembalinya, di samping kata dzikrun yang hanya ada di 38:49. Di 38:28 Kami bertanya apakah orang-orang yang bertakwa akan dijadikan sama dengan para pendurhaka, dan tidak ada jawaban berbentuk kata tidak. Jawabannya berbentuk dua tempat yang berbeda, yang baik bagi orang-orang yang bertakwa di sini dan yang buruk bagi orang-orang yang melampaui batas di 38:55.

Perubahan lain terletak pada pihak yang dituju. Sampai 38:48 ayat-ayat menyebut tokoh bernama, dan 38:49 menyebut golongan tanpa nama. Tempat kembali yang baik juga pernah disebut untuk dua tokoh di 38:25 dan 38:40; di sini tempat itu dinyatakan bagi sebuah golongan yang dikenali lewat satu sifat dan tanpa nama.

Renungan dan Hikmah

  • Kata peringatan di ayat ini tidak disusul sifat dan tidak disusul penerima. Di 21:50 peringatan itu diberkahi, di 38:87 ditujukan kepada seisi alam, dan di 43:44 kepada penerima ayat dan kaumnya. Di 38:49 Allah menyebutnya tanpa tambahan itu. Karena penerimanya tidak disebut, ayat ini tidak memberi pembaca nama orang lain yang dapat dijadikan alamatnya, dan itu penting bagi pembaca yang biasa menganggap sebuah peringatan ditujukan kepada orang lain. Kapan terakhir kali pembaca menerima sebuah peringatan sebagai miliknya sendiri, tanpa mencari orang yang lebih pantas menerimanya?
  • Di surah ini beberapa tokoh disifati selalu kembali, yaitu Daud, Sulaiman, dan Ayyub, dan burung-burung yang menyertai Daud. Tempat kembali yang baik disebut untuk Daud di 38:25 dan Sulaiman di 38:40. Ayat 38:49 menyebutnya lagi, kali ini bagi orang-orang yang bertakwa. Sifat selalu kembali dan tempat kembali berasal dari satu akar, dan keduanya berada di surah yang sama. Urutan di surah ini menaruh tempat kembali sesudah kembali itu sendiri, baik pada Daud (38:17, lalu 38:25) maupun pada Sulaiman (38:30, lalu 38:40). Ke arah mana pembaca paling sering kembali sepulang dari kesibukannya?
  • Di 3:14 tempat kembali yang baik berada di sisi-Nya, dan di 13:36 tempat kembali itu ditujukan kepada-Nya, yaitu kepada Allah. Ayat 38:49 tidak menyebut sisi siapa pun untuk tempat kembali itu, tetapi ayat 38:47 sebelumnya menaruh tiga hamba di sisi Kami. Ketiganya menyebut kedekatan dengan Allah dalam kalimat yang berbeda-beda, dan 38:49 sendiri tidak menyebutnya. Bila tempat kembali itu dibayangkan sebagai sebuah tempat, siapa yang dibayangkan pembaca berada di sana, sebelum membayangkan isinya?
  • Kalimat 38:49 dan kalimat 38:55 berkerangka sama. Di 38:49 orang-orang yang bertakwa disebut dengan tempat kembali yang baik, dan di 38:55 orang-orang yang melampaui batas disebut dengan tempat kembali yang buruk. Bentuk kalimat itu sendiri tidak menentukan isinya, dan hal ini penting bagi pembaca yang cenderung membaca peringatan sebagai ancaman, atau sebagai kabar gembira. Golongan yang disebut menentukan isinya. Di antara dua sebutan golongan itu, mana yang lebih dekat dengan cara pembaca menyebut dirinya sendiri?
  • Selama tujuh nama bergantian, ayat-ayat memberi pembaca nama untuk diingat. Di 38:49 daftar nama berhenti dan sebuah golongan mulai, yaitu orang-orang yang bertakwa, tanpa satu nama pun. Allah tidak menyebut siapa saja yang masuk, dan ayat ini tidak menyatakan syarat selain sebutannya sendiri. Pembaca yang membaca tujuh nama itu sebagai kisah orang lain tidak menemukan nama di kalimat ini untuk ditunjuk sebagai orang lain. Dengan nama apa pembaca ingin dicatat bila tidak ada nama yang disebut?
  • Di 6:69 kata peringatan disusul harapan agar mereka bertakwa, dan di 38:49 peringatan disusul orang-orang yang bertakwa. Dua ayat itu berbeda konteks, dan tidak ada yang menyatakan bahwa peringatan di 38:49 menjadi sebab takwa. Kedua ayat menaruh kata peringatan dan kata takwa berdekatan, dan 6:69 menyebut hubungan itu sebagai harapan. Bagian mana dari bacaan terakhir pembaca yang dibacanya sebagai peringatan?

Ayat 38:50

جَنَّاتِ عَدْنٍ مُفَتَّحَةً لَهُمُ الْأَبْوَابُ

taman-taman Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. جَنَّاتِ عَدْنٍ مُفَتَّحَةً لَهُمُ الْأَبْوَابُjannaati 'adnin mufattahatan lahumu l-abwaabutaman-taman Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. جَنَّاتِjannaatitaman-taman
  2. عَدْنٍ'adninAdn
  3. مُفَتَّحَةًmufattahatanyang terbuka
  4. لَهُمُlahumubagi mereka
  5. الْأَبْوَابُl-abwaabupintu-pintu

Inti bacaan

Bentuk (مُفَتَّحَةً, mufattahatan) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:50.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (جَنَّاتِ عَدْنٍ, jannaati 'adnin) yang berarti "taman-taman Adn". Kata jannaati adalah bentuk jamak perempuan dari jannah, yang berakar ج-ن-ن, dan terjemahan memakai "taman" untuk jannah yang menunjuk balasan, seperti pada bentuk ganda di 55:46, 55:54, dan 55:62. Kata 'adnin dipakai sebagai nama, dan korpus morfologi tidak memberi akar untuknya, sehingga terjemahan menuliskannya apa adanya, Adn. Rangkaian jannaat 'adn muncul sebelas kali, yaitu 9:72, 13:23, 16:31, 18:31, 19:61, 20:76, 35:33, 38:50, 40:8, 61:12, dan 98:8, dan di kesebelasnya kata jannah berbentuk jamak. Bentuk persis jannaati 'adnin ada di lima ayat, yaitu 9:72, 19:61, 38:50, 40:8, dan 61:12. Korpus menandai jannaati di ayat ini dan husna di 38:49 dengan kedudukan akhir yang sama.

Kata (مُفَتَّحَةً, mufattahatan) yang berarti "yang terbuka" berakar ف-ت-ح dan ditandai korpus sebagai bentuk pasif perempuan tunggal dengan huruf tengah digandakan. Al-Qur'an memuat dua kata berbentuk begitu, yaitu mufattahatan di sini dan (لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ, laa tufattahu lahum abwaabu s-samaa'i) di 7:40 yang berarti "tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit". Susunan lahum disusul abwaab ada di kedua ayat itu, yang satu menolak dan yang satu membuka. Terjemahan 7:40 memakai kata kerja "dibukakan", sedangkan mufattahatan di 38:50 diterjemahkan "terbuka" karena bentuknya menyatakan keadaan sesudah dibuka. Kata kerja dari akar yang sama dipakai di 39:73, (وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا, wa-futihat abwaabuhaa) yang berarti "dan pintu-pintunya dibuka", dalam kalimat yang didahului (حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا, hattaa idzaa jaa'uuhaa) yang berarti "hingga, apabila mereka sampai kepadanya". Di 38:50 tidak ada kata sampai. Di 54:11, (فَفَتَحْنَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ, fa-fatahnaa abwaaba s-samaa'i) yang berarti "maka Kami membuka pintu-pintu langit", pembuka pintu disebut, sedangkan di 7:40, 39:73, dan 38:50 pembukanya tidak disebut.

Kata (لَهُمُ, lahumu) yang berarti "bagi mereka" tersusun dari li- yang berarti "bagi" dan -hum yang berarti "mereka", dengan bunyi -u di ujungnya. Terjemahan memakai "bagi" untuk li-, sama dengan lahum di 7:40. Kata -hum menyambung dari orang-orang yang bertakwa di 38:49, karena ayat ini tidak memuat nama lain.

Kata (الْأَبْوَابُ, l-abwaabu) yang berarti "pintu-pintu" berakar ب-و-ب dan berbentuk jamak. Arabnya tidak memuat akhiran kepunyaan, sedangkan terjemahan menulis "pintu-pintunya" karena pintu-pintu itu milik taman-taman yang baru disebut. Hubungan yang sama dinyatakan dengan akhiran -haa di 39:73, abwaabuhaa, dan juga di 39:71.

Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 38:51.

Tafsiran

Ayat ini merinci tempat kembali yang baik dari 38:49 lewat satu gambaran, yaitu pintu. Tidak ada kata penghubung di antara dua ayat itu, dan taman-taman Adn dapat dibaca sebagai penjelasan atas tempat kembali yang baik, karena korpus menandai kedua kata dengan kedudukan akhir yang sama.

Di antara sebelas ayat yang memuat taman-taman Adn, enam menyebut sungai yang mengalir di bawahnya, yaitu 9:72, 16:31, 18:31, 20:76, 61:12, dan 98:8. Dua menyebut pintu, yaitu 13:23 dan ayat ini, dan sisanya menyebut janji atau perhiasan, yaitu 19:61, 35:33, dan 40:8. Ayat 38:50 menyebut pintu sebelum apa pun yang ada di dalam taman, sedangkan ayat lain dalam kelompok itu memuat sungai, perhiasan, atau janji. Di 13:23 pintu muncul sebagai jalan masuk malaikat kepada para penghuni, dan di 38:50 sebagai sesuatu yang terbuka bagi para penghuni sendiri.

Ayat ini juga berhadapan dengan 7:40. Bentuk kata yang sama dipakai di sana untuk pintu langit yang tidak dibukakan bagi orang-orang yang mendustakan tanda-tanda Kami dan menyombongkan diri, dan di sini untuk pintu taman yang terbuka bagi orang-orang yang bertakwa. Dua ayat itu berbeda tempat, langit dan taman, sehingga keduanya dibandingkan sebagai pasangan bentuk kata dan tidak sebagai ayat yang sama.

Ayat 38:50 tidak memuat kata kerja dan tidak menyebut apa yang dilakukan para penghuni. Kegiatan mereka baru muncul di ayat berikutnya. Karena itu ayat ini membaca seperti ambang: gambaran tentang tempat itu berhenti pada pintunya sebelum masuk ke dalam.

Renungan dan Hikmah

  • Di 39:73 pintu taman dibuka sesudah orang-orang yang bertakwa tiba, dan para penjaganya menyapa mereka dengan salam. Di 38:50 pintu-pintu itu sudah dalam keadaan terbuka, tanpa kata tiba, tanpa penjaga, dan tanpa salam. Ayat ini menggambarkan keadaan pintu tanpa permohonan, dan hal itu menyentuh pembaca yang membayangkan tempat kembali sebagai tempat yang harus dimohon masuk. Allah tidak menyebut seorang pun yang menunggu di luar. Apa yang berubah pada cara pembaca membayangkan tempat tujuan bila pintunya digambarkan sudah terbuka?
  • Bentuk kata untuk pintu yang dibukakan dipakai dua kali. Di 7:40 bentuk itu dipakai untuk pintu langit yang tidak dibukakan bagi orang-orang yang mendustakan tanda-tanda Kami dan menyombongkan diri, dan di 38:50 untuk pintu taman yang terbuka bagi orang-orang yang bertakwa menurut ayat sebelumnya. Langit di 7:40 dan taman di 38:50 adalah tempat yang berbeda. Keduanya menjelaskan siapa yang dituju dengan sifat dan tidak dengan nama. Allah memakai sifat sebagai alamat pintu, dan sifat itu dapat ditimbang oleh pembaca yang bertanya di pihak mana dirinya berdiri. Sifat mana dari dua daftar itu yang lebih sering mengisi hari-harinya?
  • Taman Adn disebut sebagai janji di beberapa ayat. Di 19:61 taman-taman Adn dijanjikan Ar-Rahman kepada hamba-hamba-Nya secara gaib, dan di 40:8 sebuah doa menyebut taman-taman Adn sebagai yang telah dijanjikan kepada mereka. Di 38:50 taman itu digambarkan lewat pintu yang sudah terbuka, dan gambaran itu diberikan kepada pembaca yang belum pernah melihatnya. Kata secara gaib di 19:61 menyebut keadaan itu apa adanya, dan hal ini relevan bagi pembaca yang hidup dengan janji yang tempatnya belum pernah dilihat. Janji apa yang sedang dijalani pembaca tanpa pernah melihat tempatnya?
  • Sebelas ayat menyebut taman-taman Adn. Enam di antaranya menyebut sungai yang mengalir di bawahnya, dan sebagian lain menyebut perhiasan atau pakaian. Ayat 38:50 menyebut pintu, dan di antara sebelas ayat itu hanya 13:23 yang menyebut pintu selain ayat ini. Di sini Allah memberi gambaran jalan masuk lebih dulu, sebelum isi tempat itu. Ketika pembaca membayangkan tempat tujuannya, apakah yang lebih dulu tergambar, isinya atau cara masuk ke dalamnya?
  • Di 54:11 pelaku yang membuka pintu langit disebut, yaitu Kami. Di 7:40, 39:73, dan 38:50 pintu terbuka tanpa menyebut siapa yang membukanya. Dari ayat ini saja pembuka itu tidak terbaca, dan 54:11 menyangkut pintu yang lain. Ayat ini menyebut keadaan terbuka dan tidak menyebut pembukanya, dan hal itu terasa bagi pembaca yang menerima sesuatu yang sudah terbuka, seperti kesempatan, kesehatan, atau pintu yang tidak lagi terkunci. Apakah pembaca pernah berhenti untuk menanyakan siapa yang telah membukakan sesuatu yang kini sudah terbuka baginya, dan apakah Tuhan termasuk dalam jawabannya?
  • Kata pintu di ayat ini berbentuk jamak. Di 13:23 para malaikat masuk kepada penghuni taman Adn dari setiap pintu. Ayat 38:50 tidak menyebut berapa pintu itu, pintu mana yang dipakai siapa, atau urutan masuknya. Pembaca yang menginginkan satu jalan pasti menuju tempat tujuannya menghadapi gambaran yang lain di ayat ini, karena pintunya banyak dan semuanya terbuka. Allah tidak menyebut pintu yang tertutup di antaranya. Apakah pembaca lebih sering mencari satu pintu yang benar daripada memperhatikan pintu yang sudah terbuka?