جَنَّاتِ عَدْنٍ مُفَتَّحَةً لَهُمُ الْأَبْوَابُ

taman-taman Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. جَنَّاتِ عَدْنٍ مُفَتَّحَةً لَهُمُ الْأَبْوَابُjannaati 'adnin mufattahatan lahumu l-abwaabutaman-taman Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. جَنَّاتِjannaatitaman-taman
  2. عَدْنٍ'adninAdn
  3. مُفَتَّحَةًmufattahatanyang terbuka
  4. لَهُمُlahumubagi mereka
  5. الْأَبْوَابُl-abwaabupintu-pintu

Inti bacaan

Bentuk (مُفَتَّحَةً, mufattahatan) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:50.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (جَنَّاتِ عَدْنٍ, jannaati 'adnin) yang berarti "taman-taman Adn". Kata jannaati adalah bentuk jamak perempuan dari jannah, yang berakar ج-ن-ن, dan terjemahan memakai "taman" untuk jannah yang menunjuk balasan, seperti pada bentuk ganda di 55:46, 55:54, dan 55:62. Kata 'adnin dipakai sebagai nama, dan korpus morfologi tidak memberi akar untuknya, sehingga terjemahan menuliskannya apa adanya, Adn. Rangkaian jannaat 'adn muncul sebelas kali, yaitu 9:72, 13:23, 16:31, 18:31, 19:61, 20:76, 35:33, 38:50, 40:8, 61:12, dan 98:8, dan di kesebelasnya kata jannah berbentuk jamak. Bentuk persis jannaati 'adnin ada di lima ayat, yaitu 9:72, 19:61, 38:50, 40:8, dan 61:12. Korpus menandai jannaati di ayat ini dan husna di 38:49 dengan kedudukan akhir yang sama.

Kata (مُفَتَّحَةً, mufattahatan) yang berarti "yang terbuka" berakar ف-ت-ح dan ditandai korpus sebagai bentuk pasif perempuan tunggal dengan huruf tengah digandakan. Al-Qur'an memuat dua kata berbentuk begitu, yaitu mufattahatan di sini dan (لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ, laa tufattahu lahum abwaabu s-samaa'i) di 7:40 yang berarti "tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit". Susunan lahum disusul abwaab ada di kedua ayat itu, yang satu menolak dan yang satu membuka. Terjemahan 7:40 memakai kata kerja "dibukakan", sedangkan mufattahatan di 38:50 diterjemahkan "terbuka" karena bentuknya menyatakan keadaan sesudah dibuka. Kata kerja dari akar yang sama dipakai di 39:73, (وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا, wa-futihat abwaabuhaa) yang berarti "dan pintu-pintunya dibuka", dalam kalimat yang didahului (حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا, hattaa idzaa jaa'uuhaa) yang berarti "hingga, apabila mereka sampai kepadanya". Di 38:50 tidak ada kata sampai. Di 54:11, (فَفَتَحْنَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ, fa-fatahnaa abwaaba s-samaa'i) yang berarti "maka Kami membuka pintu-pintu langit", pembuka pintu disebut, sedangkan di 7:40, 39:73, dan 38:50 pembukanya tidak disebut.

Kata (لَهُمُ, lahumu) yang berarti "bagi mereka" tersusun dari li- yang berarti "bagi" dan -hum yang berarti "mereka", dengan bunyi -u di ujungnya. Terjemahan memakai "bagi" untuk li-, sama dengan lahum di 7:40. Kata -hum menyambung dari orang-orang yang bertakwa di 38:49, karena ayat ini tidak memuat nama lain.

Kata (الْأَبْوَابُ, l-abwaabu) yang berarti "pintu-pintu" berakar ب-و-ب dan berbentuk jamak. Arabnya tidak memuat akhiran kepunyaan, sedangkan terjemahan menulis "pintu-pintunya" karena pintu-pintu itu milik taman-taman yang baru disebut. Hubungan yang sama dinyatakan dengan akhiran -haa di 39:73, abwaabuhaa, dan juga di 39:71.

Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 38:51.

Tafsiran

Ayat ini merinci tempat kembali yang baik dari 38:49 lewat satu gambaran, yaitu pintu. Tidak ada kata penghubung di antara dua ayat itu, dan taman-taman Adn dapat dibaca sebagai penjelasan atas tempat kembali yang baik, karena korpus menandai kedua kata dengan kedudukan akhir yang sama.

Di antara sebelas ayat yang memuat taman-taman Adn, enam menyebut sungai yang mengalir di bawahnya, yaitu 9:72, 16:31, 18:31, 20:76, 61:12, dan 98:8. Dua menyebut pintu, yaitu 13:23 dan ayat ini, dan sisanya menyebut janji atau perhiasan, yaitu 19:61, 35:33, dan 40:8. Ayat 38:50 menyebut pintu sebelum apa pun yang ada di dalam taman, sedangkan ayat lain dalam kelompok itu memuat sungai, perhiasan, atau janji. Di 13:23 pintu muncul sebagai jalan masuk malaikat kepada para penghuni, dan di 38:50 sebagai sesuatu yang terbuka bagi para penghuni sendiri.

Ayat ini juga berhadapan dengan 7:40. Bentuk kata yang sama dipakai di sana untuk pintu langit yang tidak dibukakan bagi orang-orang yang mendustakan tanda-tanda Kami dan menyombongkan diri, dan di sini untuk pintu taman yang terbuka bagi orang-orang yang bertakwa. Dua ayat itu berbeda tempat, langit dan taman, sehingga keduanya dibandingkan sebagai pasangan bentuk kata dan tidak sebagai ayat yang sama.

Ayat 38:50 tidak memuat kata kerja dan tidak menyebut apa yang dilakukan para penghuni. Kegiatan mereka baru muncul di ayat berikutnya. Karena itu ayat ini membaca seperti ambang: gambaran tentang tempat itu berhenti pada pintunya sebelum masuk ke dalam.

Renungan dan Hikmah

  • Di 39:73 pintu taman dibuka sesudah orang-orang yang bertakwa tiba, dan para penjaganya menyapa mereka dengan salam. Di 38:50 pintu-pintu itu sudah dalam keadaan terbuka, tanpa kata tiba, tanpa penjaga, dan tanpa salam. Ayat ini menggambarkan keadaan pintu tanpa permohonan, dan hal itu menyentuh pembaca yang membayangkan tempat kembali sebagai tempat yang harus dimohon masuk. Allah tidak menyebut seorang pun yang menunggu di luar. Apa yang berubah pada cara pembaca membayangkan tempat tujuan bila pintunya digambarkan sudah terbuka?
  • Bentuk kata untuk pintu yang dibukakan dipakai dua kali. Di 7:40 bentuk itu dipakai untuk pintu langit yang tidak dibukakan bagi orang-orang yang mendustakan tanda-tanda Kami dan menyombongkan diri, dan di 38:50 untuk pintu taman yang terbuka bagi orang-orang yang bertakwa menurut ayat sebelumnya. Langit di 7:40 dan taman di 38:50 adalah tempat yang berbeda. Keduanya menjelaskan siapa yang dituju dengan sifat dan tidak dengan nama. Allah memakai sifat sebagai alamat pintu, dan sifat itu dapat ditimbang oleh pembaca yang bertanya di pihak mana dirinya berdiri. Sifat mana dari dua daftar itu yang lebih sering mengisi hari-harinya?
  • Taman Adn disebut sebagai janji di beberapa ayat. Di 19:61 taman-taman Adn dijanjikan Ar-Rahman kepada hamba-hamba-Nya secara gaib, dan di 40:8 sebuah doa menyebut taman-taman Adn sebagai yang telah dijanjikan kepada mereka. Di 38:50 taman itu digambarkan lewat pintu yang sudah terbuka, dan gambaran itu diberikan kepada pembaca yang belum pernah melihatnya. Kata secara gaib di 19:61 menyebut keadaan itu apa adanya, dan hal ini relevan bagi pembaca yang hidup dengan janji yang tempatnya belum pernah dilihat. Janji apa yang sedang dijalani pembaca tanpa pernah melihat tempatnya?
  • Sebelas ayat menyebut taman-taman Adn. Enam di antaranya menyebut sungai yang mengalir di bawahnya, dan sebagian lain menyebut perhiasan atau pakaian. Ayat 38:50 menyebut pintu, dan di antara sebelas ayat itu hanya 13:23 yang menyebut pintu selain ayat ini. Di sini Allah memberi gambaran jalan masuk lebih dulu, sebelum isi tempat itu. Ketika pembaca membayangkan tempat tujuannya, apakah yang lebih dulu tergambar, isinya atau cara masuk ke dalamnya?
  • Di 54:11 pelaku yang membuka pintu langit disebut, yaitu Kami. Di 7:40, 39:73, dan 38:50 pintu terbuka tanpa menyebut siapa yang membukanya. Dari ayat ini saja pembuka itu tidak terbaca, dan 54:11 menyangkut pintu yang lain. Ayat ini menyebut keadaan terbuka dan tidak menyebut pembukanya, dan hal itu terasa bagi pembaca yang menerima sesuatu yang sudah terbuka, seperti kesempatan, kesehatan, atau pintu yang tidak lagi terkunci. Apakah pembaca pernah berhenti untuk menanyakan siapa yang telah membukakan sesuatu yang kini sudah terbuka baginya, dan apakah Tuhan termasuk dalam jawabannya?
  • Kata pintu di ayat ini berbentuk jamak. Di 13:23 para malaikat masuk kepada penghuni taman Adn dari setiap pintu. Ayat 38:50 tidak menyebut berapa pintu itu, pintu mana yang dipakai siapa, atau urutan masuknya. Pembaca yang menginginkan satu jalan pasti menuju tempat tujuannya menghadapi gambaran yang lain di ayat ini, karena pintunya banyak dan semuanya terbuka. Allah tidak menyebut pintu yang tertutup di antaranya. Apakah pembaca lebih sering mencari satu pintu yang benar daripada memperhatikan pintu yang sudah terbuka?