مُتَّكِئِينَ فِيهَا يَدْعُونَ فِيهَا بِفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ وَشَرَابٍ
mereka bersandar di dalamnya, sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مُتَّكِئِينَ فِيهَاmuttaki'iina fiihaamereka bersandar di dalamnya
- يَدْعُونَ فِيهَا بِفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ وَشَرَابٍyad'uuna fiihaa bi-faakihatin katsiiratin wa-syaraabinsambil meminta di dalamnya buah-buahan yang banyak dan minuman
Terjemahan per kata (7 kata)
- مُتَّكِئِينَmuttaki'iinabersandar
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- يَدْعُونَyad'uunamereka menyeru
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- بِفَاكِهَةٍbi-faakihatindengan buah
- كَثِيرَةٍkatsiiratinyang banyak
- وَشَرَابٍwa-syaraabindan minuman
Inti bacaan
Rangkaian (يَدْعُونَ فِيهَا بِ, yad'uuna fiihaa bi-) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:51 dan 44:55.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (مُتَّكِئِينَ, muttaki'iina) yang berarti "mereka bersandar". Kata ini berakar و-ك-أ dan ditandai korpus sebagai bentuk pelaku jamak laki-laki. Dalam bentuk itu ia muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 18:31, 38:51, 52:20, 55:54, 55:76, 56:16, dan 76:13. Terjemahan memakai "bersandar" di ketujuhnya. Enam dari tujuh ayat itu menyebut apa yang disandari: (مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ, muttaki'iina fiihaa 'alaa l-araa'iki) di 18:31 dan 76:13 yang berarti "bersandar di dalamnya di atas dipan-dipan", (مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ سُرُرٍ, muttaki'iina 'alaa sururin) di 52:20, (مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ فُرُشٍ, muttaki'iina 'alaa furusyin) di 55:54, (مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ رَفْرَفٍ, muttaki'iina 'alaa rafrafin) di 55:76, dan (مُتَّكِئِينَ عَلَيْهَا, muttaki'iina 'alayhaa) di 56:16. Di 38:51 dua kata pembukanya sama dengan 18:31 dan 76:13, muttaki'iina fiihaa, tetapi tidak disusul keterangan tentang sandarannya. Terjemahan karena itu tidak menambahkan "di atas dipan-dipan", sebab tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.
Kata (يَدْعُونَ, yad'uuna) yang berarti "mereka meminta" berakar د-ع-و dan ditandai korpus sebagai kata kerja untuk orang ketiga jamak laki-laki. Rangkaian (يَدْعُونَ فِيهَا بِ, yad'uuna fiihaa bi-) muncul dua kali, di 38:51 dan 44:55. Di 44:55, (يَدْعُونَ فِيهَا بِكُلِّ فَاكِهَةٍ, yad'uuna fiihaa bi-kulli faakihatin) berarti "mereka meminta di dalamnya segala macam buah-buahan". Akar yang sama dipakai di 36:57, (وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ, wa-lahum maa yadda'uuna) yang berarti "dan bagi mereka apa yang mereka minta". Terjemahan memakai "meminta" di ketiga ayat taman itu. Di luar taman, 17:11 memuat (وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ, wa-yad'u l-insaanu bi-sy-syarri) yang berarti "dan manusia berdoa untuk keburukan", dan di sana benda yang diserukan juga ditandai bi-. Di 38:51 dan 44:55 tidak ada kata yang menyebut kepada siapa seruan itu ditujukan.
Kata (بِفَاكِهَةٍ, bi-faakihatin) yang berarti "buah-buahan" berakar ف-ك-ه. Bentuk tunggal faakihah muncul sebelas kali, yaitu 36:57, 38:51, 43:73, 44:55, 52:22, 55:11, 55:52, 55:68, 56:20, 56:32, dan 80:31, dan terjemahan memakai "buah-buahan" di sepuluh dari sebelas ayat itu. Di 55:52 kata itu didahului kulli yang berarti "setiap", dan terjemahannya "buah". Kata (كَثِيرَةٍ, katsiiratin) yang berarti "yang banyak" ditandai korpus sebagai kata sifat perempuan tunggal, sama dengan faakihatin, sedangkan (شَرَابٍ, syaraabin) ditandai laki-laki tunggal. Karena itu "yang banyak" menerangkan buah-buahan, dan minuman tidak diberi keterangan jumlah. Rangkaian faakihah disusul katsiirah ada tiga kali, yaitu (فَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ, faakihatin katsiiratin) di 38:51 dan 56:32, serta (فَاكِهَةٌ كَثِيرَةٌ, faakihatun katsiiratun) di 43:73.
Kata (وَشَرَابٍ, wa-syaraabin) yang berarti "dan minuman" berakar ش-ر-ب. Kata syaraab ada di sebelas ayat, yaitu 2:259, 6:70, 10:4, 16:10, 16:69, 18:29, 35:12, 38:42, 38:51, 76:21, dan 78:24. Salah satunya ada di surah yang sama, 38:42, (وَشَرَابٌ, wa-syaraabun) yang berarti "dan untuk minum" dalam "air sejuk untuk mandi dan untuk minum".
Kata fiihaa yang berarti "di dalamnya" muncul dua kali di ayat ini, sesudah muttaki'iina dan sesudah yad'uuna, dan keduanya menunjuk taman-taman Adn di 38:50. Terjemahan menulis "di dalamnya" sekali, di awal, karena kedua kata itu menunjuk tempat yang sama.
Tafsiran
Ayat ini memberi penghuni taman kegiatan pertama dalam rangkaian 38:49 sampai 38:51. Dalam terjemahan, ketiga ayat itu satu kalimat yang tersambung koma: janji tempat kembali yang baik di 38:49, taman-taman Adn dengan pintunya di 38:50, dan keadaan penghuni di 38:51. Dua ayat pertama memuat kata benda dan keterangan, dan kata kerja baru muncul di sini, yaitu yad'uuna, "mereka meminta". Perbuatan pertama yang digambarkan tentang penghuni adalah sebuah permintaan, dan keadaan bersandar menyertainya.
Ayat ini berhenti pada permintaan. Perbuatan makan dan minum tidak ada di sini, sedangkan 43:73 memuat (مِنْهَا تَأْكُلُونَ, minhaa ta'kuluuna) yang berarti "sebagiannya kalian makan". Dua ayat itu melengkapi rincian yang berbeda, 38:51 menyebut permintaan buah-buahan dan minuman, 43:73 menyebut buah-buahan yang banyak dengan sebagian yang dimakan, dan keduanya tidak disamakan.
Dua keadaan penghuni dalam ayat ini, bersandar dan meminta, dihubungkan oleh kata sambil dalam terjemahan, sehingga permintaan diucapkan tanpa perpindahan tempat. Teks tidak memuat gerakan bangkit atau pergi mengambil. Ayat 38:51 menutup kalimat tiga ayat itu dengan titik. Ayat berikutnya, 38:52, membuka dengan wa- dan menyebut yang ada di sisi mereka, sehingga gambaran penghuni berlanjut dari satu kalimat ke kalimat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerja meminta di ayat ini tidak disertai penyebutan kepada siapa permintaan itu ditujukan, sama seperti di 44:55, dan di 36:57 penghuni taman mendapat apa yang mereka minta tanpa pihak yang diminta disebut. Teks tidak memuat nama pihak yang mendengarnya, sehingga pembaca tidak dapat mengisinya dari ayat ini saja. Gambaran ini menyebut permintaan tanpa alamat, sehingga pembaca yang biasa memikirkan lebih dulu siapa yang cocok dimintai tidak menemukan petunjuk di sini. Kepada siapa pembaca paling sering menyeru ketika menginginkan sesuatu, dan apakah Allah ada dalam daftar itu?
- Enam dari tujuh ayat yang memuat kata bersandar dalam bentuk ini menyebut apa yang disandari, dan ayat ini tidak. Pintu-pintu dan dipan tempat bersandar juga disebut di 43:33 sampai 43:34, dalam pengandaian tentang rumah orang-orang yang kufur, lalu 43:35 menyebut semua itu kesenangan hidup dunia dan menaruh akhirat di sisi Tuhan bagi orang-orang yang bertakwa. Gambaran bersandar di ayat ini tidak bergantung pada perabot yang disebut, dan pembaca yang menunda beristirahat sampai semua perabot yang diinginkannya lengkap dapat membandingkannya dengan kebiasaannya sendiri. Perabot mana yang selama ini dianggap pembaca sebagai syarat bagi ketenangannya?
- Kata minuman di ayat ini sama dengan kata di 38:42 yang dipakai untuk air sejuk yang Ayyub terima sesudah diperintah mengentakkan kakinya. Di 38:42 minuman itu menyusul sebuah gerakan, dan di 38:51 menyusul sebuah permintaan. Teks tidak mengaitkan dua ayat itu. Satu kata yang sama dipakai untuk air yang diterima di tengah derita dan minuman yang diminta di taman, dan hal itu dapat terdengar lain bagi pembaca yang pernah mengalami kehausan yang panjang. Apa yang paling sering diminta pembaca ketika sedang tenang, dan apakah isinya berbeda dari yang diminta ketika sedang kesulitan?
- Buah-buahan di ayat ini disebut banyak. Di 56:32 sampai 56:33 buah-buahan yang banyak disusul keterangan tidak berhenti dan tidak terlarang. Ayat 38:51 sendiri menyebut banyak tanpa dua keterangan itu, dan kedua ayat tidak disamakan. Gambaran taman di dua ayat itu memakai kata banyak untuk buah-buahan, dan pembaca yang menghitung apa yang dimilikinya karena takut habis dapat membandingkannya dengan cara dirinya menghitung. Allah tidak menyebut jatah atau takaran di ayat ini. Apa yang paling sering dihitung pembaca dengan cemas, dan apa yang akan berubah bila hitungan itu tidak diperlukan?
- Terjemahan menghubungkan dua keadaan itu dengan kata sambil, sehingga penghuni bersandar dan meminta pada saat yang sama. Dalam gambaran itu keinginan hadir bersama ketenangan, dan ayat tidak menyebut keinginan yang mengganggu sandaran. Allah menaruh keduanya berdampingan di ayat ini, tanpa kata yang menyatakan permintaan itu menyusahkan, sehingga pembaca yang menganggap ingin sebagai tanda tidak tenang berhadapan dengan gambaran yang berbeda dari anggapannya. Bagaimana pembaca membedakan keinginan yang mengusik dari keinginan yang diucapkan sambil bersandar?
- Makanan sampai kepada penghuni taman dengan cara berbeda di ayat yang berbeda. Di 43:71 piring-piring emas diedarkan kepada mereka, di 52:22 Kami menambahkan buah-buahan dan daging kepada mereka, di 56:20 buah-buahan itu yang mereka pilih, dan di 38:51 serta 44:55 mereka meminta. Ayat-ayat itu tidak saling menggantikan, dan masing-masing menyebut satu cara. Pembaca dapat menandai, di antara yang diterimanya dalam hidup, mana yang diedarkan kepadanya, mana yang ditambahkan, mana yang dipilihnya sendiri, dan mana yang diminta. Dari empat cara itu, mana yang paling sering dialami pembaca, dan mana yang jarang diakuinya sebagai pemberian Allah?