وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ أَتْرَابٌ
Dan di sisi mereka ada yang menahan pandangannya, sebaya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِwa-'indahum qaashiraatu th-tharfidan di sisi mereka ada yang menahan pandangannya
- أَتْرَابٌatraabunsebaya
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَعِنْدَهُمْwa-'indahumdan di sisi mereka
- قَاصِرَاتُqaashiraatuyang membatasi
- الطَّرْفِth-tharfipandangan
- أَتْرَابٌatraabunsebaya
Inti bacaan
Rangkaian (وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ, wa-'indahum qaashiraatu th-tharfi) ada dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:48 dan 38:52, dan kata yang menutup masing-masing berbeda, 'iinun di 37:48 dan atraabun di 38:52.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَعِنْدَهُمْ, wa-'indahum) yang berarti "dan di sisi mereka". Kata (عِنْدَ, 'inda) menunjuk tempat yang dekat, dan akhiran -hum yang berarti "mereka" menunjuk orang-orang bertakwa di 38:49 serta mereka yang bersandar di 38:51. Susunan wa-'indahum yang disusul qaashiraatu th-tharfi muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:48 dan 38:52. Di 37:48 kata sesudahnya adalah (عِينٌ, 'iinun) yang berarti "bermata indah", sedangkan di 38:52 kata sesudahnya adalah (أَتْرَابٌ, atraabun) yang berarti "sebaya".
Kata (قَاصِرَاتُ, qaashiraatu) berakar ق-ص-ر, dan morfologi menandainya sebagai pelaku jamak perempuan. Kata per kata menyimpan arti dasarnya, "yang membatasi", sedangkan terjemahan memakai "yang menahan pandangannya" dengan pandangan sebagai benda yang dibatasi. Arti dasar itu terbaca dari pemakaian akarnya untuk memendekkan. Di 4:101, (تَقْصُرُوا, taqshuruu) dipakai untuk memendekkan salat, dan di 48:27, (وَمُقَصِّرِينَ, wa-muqashshiriina) yang berarti "dan memendekkannya" dipakai bagi rambut. Bentuk lain dari akar yang sama, (مَقْصُورَاتٌ, maqshuuraatun) di 55:72, berarti "yang terpelihara". Di sana mereka dibatasi atau dijaga tanpa disebut oleh siapa, sedangkan di 38:52 mereka sendiri yang menahan. Susunan (قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ, qaashiraatu th-tharfi) muncul tiga kali, yaitu di 37:48, 38:52, dan 55:56, dan terjemahan memakai "yang menahan pandangannya" di ketiganya. Kata benda bagi qaashiraatu tidak tertulis di ayat ini, sehingga terjemahan juga tidak menambahkannya dan cukup berbunyi "ada yang menahan".
Kata (الطَّرْفِ, th-tharfi) yang berarti "pandangan" berakar ط-ر-ف dan memakai kata sandang al-. Tanpa kata sandang, kata yang sama muncul di tiga ayat, yaitu (طَرْفُهُمْ, tharfuhum) di 14:43, (طَرْفُكَ, tharfuka) di 27:40, dan (طَرْفٍ, tharfin) di 42:45. Bersama tiga ayat yang memakai al-, kata ini ada di enam ayat: 14:43, 27:40, 37:48, 38:52, 42:45, dan 55:56. Di 14:43 dan 27:40 kata itu dipakai bersama kata kerja (يَرْتَدُّ, yartaddu) yang berarti "kembali". Kedipan mata orang-orang tidak kembali kepada mereka di 14:43, dan di 27:40 sesuatu tiba sebelum mata berkedip. Dua ayat itu diterjemahkan dengan "kedipan" dan "berkedip". Di 42:45, (مِنْ طَرْفٍ خَفِيٍّ, min tharfin khafiyyin) yang berarti "dengan pandangan yang tersembunyi" diterjemahkan dengan "pandangan", dan 38:52 mengikuti 42:45 karena sasaran kata kerja menahan di sini adalah arah mata memandang.
Kata (أَتْرَابٌ, atraabun) yang berarti "sebaya" berakar ت-ر-ب. Bentuk jamak ini muncul di tiga ayat, yaitu 38:52, (أَتْرَابًا, atraaban) di 56:37 dan di 78:33. Di 56:37 kata itu mengikuti (عُرُبًا, 'uruban) dalam urutan "yang penuh cinta lagi sebaya", dan di 78:33 mengikuti (وَكَوَاعِبَ, wa-kawaa'iba) dalam urutan "dan gadis-gadis sebaya". Terjemahan 38:52 memakai "sebaya" saja, sama dengan dua ayat itu. Terjemahan tidak menambahkan kata "umurnya", karena ayat ini tidak memuat kata Arab untuknya, dan "sebaya" sudah memuat arti sama umur. Pembanding kesebayaan itu terbuka: sebaya satu sama lain atau sebaya dengan mereka yang di sisinya ada, dan terjemahan tidak memilih salah satunya.
Tafsiran
Ayat 38:52 menambah satu unsur pada gambaran yang dibangun sejak 38:49. Ayat 38:49 menyebut tempat kembali yang baik, 38:50 menyebut taman Adn dengan pintu yang terbuka, dan 38:51 menyebut mereka bersandar sambil meminta buah dan minuman. Ketiganya berbicara tentang tempat, sikap duduk, dan makanan. Ayat 38:52 untuk pertama kalinya menyebut pihak lain yang ada bersama mereka. Ayat ini juga tidak memuat kata kerja. Ayat 38:51 penuh dengan gerak, yaitu bersandar dan meminta, sedangkan 38:52 menyatakan keberadaan saja.
Urutan yang serupa terbaca di surah 37. Ayat 37:41 sampai 37:47 menyebut rezeki, buah-buahan, taman, dipan, dan gelas minuman, lalu 37:48 membuka dengan susunan yang sama dengan 38:52. Di kedua surah, minuman disebut lebih dulu dan yang di sisi mereka menyusul. Perbedaannya ada di sesudahnya. Ayat 37:49 membuat perumpamaan, (كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَكْنُونٌ, ka-annahunna baydhun maknuunun) yang berarti "seakan-akan mereka telur yang tersimpan", sedangkan 38:53 meninggalkan gambaran itu dan beralih ke janji. Ayat 55:56 memakai (قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ, qaashiraatu th-tharfi) lagi dan menyambungnya dengan keterangan bahwa manusia dan jin belum pernah menjamah mereka. Tiga ayat memakai susunan yang sama, dan tiap ayat menutupnya dengan keterangan yang berlainan: bermata indah, sebaya, dan belum dijamah.
Ayat 38:52 karena itu terbaca sebagai bagian dari gambaran yang tersebar. Pembaca yang hanya memegang 38:52 mendapat dua sifat, yaitu menahan pandangan dan sebaya. Pembaca yang membawa 37:48 dan 55:56 mendapat sifat tambahan, tetapi tambahan itu berasal dari ayat lain dan tidak menjadi bagian dari 38:52 sendiri. Ayat 38:53 memulai dengan kata yang berarti "ini" dan memberi nama pada seluruh yang baru dipaparkan sebagai sesuatu yang dijanjikan, sehingga 38:52 dapat dibaca berada di ujung rangkaian yang disebut janji itu.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 38:52 menaruh orang lain di sisi mereka sesudah 38:51 selesai menyebut makanan dan minuman. Ayat 3:14 menyebut kecintaan manusia pada perempuan, anak-anak, emas, perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang sebagai kesenangan hidup di dunia, lalu menutup dengan bahwa di sisi Allah ada tempat kembali yang baik. Dua ayat itu membicarakan hal berbeda: 3:14 menimbang kesenangan di dunia, sedangkan 38:52 menggambarkan isi sebuah janji. Meski begitu, keduanya sama-sama memakai kata "di sisi" untuk menunjuk apa yang dekat dengan seseorang. Pembaca dapat menghitung siapa dan apa saja yang sekarang berada di sisinya, lalu bertanya apakah ada ruang di daftar itu bagi apa yang menurut 3:14 berada di sisi Allah?
- Ayat 27:40 memakai kata pandangan atau kedipan sebagai ukuran waktu yang sangat singkat, sebab sesuatu dapat tiba sebelum mata berkedip. Dalam ayat 38:52 kata yang sama menunjuk arah pandang yang ditahan oleh pemiliknya sendiri. Ayat 24:30 menyebut menjaga pandangan sebagai perintah kepada orang-orang beriman, dengan kata yang berbeda dari qaashiraat, lalu ayat itu ditutup dengan Allah waskita terhadap apa yang mereka perbuat. Dua ayat itu tidak disamakan, karena yang satu perintah dan yang lain gambaran. Ayat 24:30 menaruh pandangan yang dijaga dalam pengetahuan Allah, sedangkan 38:52 menaruh pandangan yang ditahan dalam gambaran balasan. Kapan terakhir sebuah pandangan sempat ditahan sebelum menjadi perbuatan, dan siapa yang tahu?
- Ayat 56:37 dan 78:33 memakai kata sebaya setelah menyebut sifat lain, sedangkan 38:52 menaruhnya sendirian di ujung ayat. Kata itu menunjuk kesamaan masa, tanpa menunjuk siapa yang lebih tua, lebih berpengalaman, atau lebih berkuasa. Pembaca dapat menengok lingkaran orang di sekelilingnya dan memeriksa siapa yang sebaya dengannya dan siapa yang tidak, lalu bertanya bagaimana perasaan seseorang yang dikelilingi orang seusia dibandingkan orang yang selalu menjadi yang termuda atau yang tertua di ruangan. Ayat ini tidak menjawab pertanyaan itu, tetapi menaruh kesebayaan di antara hal yang disebut dalam gambaran janji. Siapa di antara orang sebaya pembaca yang belum pernah dihitungnya sebagai bagian dari kebahagiaannya?
- Ayat 38:51 memuat dua kata kerja, bersandar dan meminta, sedangkan 38:52 tidak memuat satu pun. Permintaan di sana mencakup buah-buahan dan minuman saja. Pihak yang berada di sisi mereka tidak disebut diminta, dan tidak disebut melakukan apa pun. Ayat ini hanya mengatakan mereka ada di sisinya. Pembaca dapat memeriksa orang-orang di sisinya sendiri dan menimbang bagian mana dari kedekatan itu terbentuk karena permintaan dan bagian mana karena ada saja. Dalam daftar kebutuhan hari ini, di mana kehadiran yang tak diminta ditempatkan?
- Susunan (قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ, qaashiraatu th-tharfi) berdiri di tiga surah, dan tiap surah melengkapinya dengan cara sendiri: mata yang indah di 37:48, kesebayaan di 38:52, dan keterangan belum dijamah di 55:56. Pembaca yang menjumpai satu ayat saja membawa gambaran yang sebagian, sebab gambaran yang lebih lengkap tersebar di tiga surah. Cara membaca ini dapat dibawa ke gambaran yang dimiliki pembaca tentang seseorang. Gambaran pembaca tentang seseorang dibentuk dari satu pertemuan atau lebih, dan apa pada dirinya yang terlewat karena hanya dibaca dari satu pertemuan?
- Di 27:40 orang yang melihat sesuatu tersedia di sisinya berkata, "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur ataukah berbuat kufur." Ayat 27:40 membicarakan peristiwa lain, dan di 38:52 tidak ada kata ujian. Meski begitu, dua ayat ini memakai kata yang sama untuk sesuatu yang berada di sisi seseorang, dan pembicara di 27:40 menyebut apa yang di sisinya sebagai sesuatu yang berasal dari Tuhannya. Pembaca dapat membawa cara bicara itu ke hidupnya sendiri: apa yang sekarang ada di sisinya, dan apakah kata yang dipakainya untuk menyebutnya adalah milik atau karunia dari Tuhan? Bila dibaca seperti 27:40, ujian apa yang tersembunyi di dalam apa yang dekat dengannya?