هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِيَوْمِ الْحِسَابِ
Ini apa yang dijanjikan kepada kalian untuk hari perhitungan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- هَٰذَا مَا تُوعَدُونَhaadzaa maa tuu'aduunaini apa yang dijanjikan kepada kalian
- لِيَوْمِ الْحِسَابِli-yawmi l-hisaabiuntuk hari perhitungan
Terjemahan per kata (5 kata)
- هَٰذَاhaadzaaini
- مَاmaaapa yang
- تُوعَدُونَtuu'aduunadijanjikan kepada kalian
- لِيَوْمِli-yawmiuntuk hari
- الْحِسَابِl-hisaabiperhitungan
Inti bacaan
Rangkaian (هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ, haadzaa maa tuu'aduuna) ada dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:53 dan 50:32, dan lanjutannya berlainan: waktu (لِيَوْمِ الْحِسَابِ, li-yawmi l-hisaabi) di 38:53 dan penerima (لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ, li-kulli awwaabin hafiizhin) di 50:32.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini", kata penunjuk yang ditandai morfologi sebagai bentuk tunggal laki-laki. Dari empat belas ayat antara 38:49 dan 38:62, kata ini ada di tujuh ayat, yaitu 38:49, 38:53, 38:54, 38:55, 38:57, 38:59, dan 38:61. Di 38:49 kata itu disusul (ذِكْرٌ, dzikrun) yang berarti "suatu peringatan", dan di 38:59 disusul (فَوْجٌ, fawjun) yang berarti "rombongan". Di 38:53 tidak ada kata benda sesudahnya. Penjelas bagi kata ini adalah bagian ayat berikutnya, yaitu apa yang dijanjikan.
Kata (مَا, maa) yang berarti "apa yang" disusul (تُوعَدُونَ, tuu'aduuna) yang berarti "dijanjikan kepada kalian". Kata kerjanya berakar و-ع-د, berbentuk pasif, dan ditujukan kepada orang kedua jamak. Bentuk tuu'aduuna muncul dua belas kali di sepuluh surah, yaitu 6:134, 21:103, 21:109, 23:36, 36:63, 38:53, 41:30, 50:32, 51:5, 51:22, 72:25, dan 77:7. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 21 dan surah 51 memuatnya dua kali. Kata ini sendiri tidak membawa arah baik atau buruk. Di 41:30, (بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ, bi-l-jannati llatii kuntum tuu'aduuna) menyebut taman yang dijanjikan, dan di 36:63, (هَٰذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ, haadzihi jahannamu llatii kuntum tuu'aduuna) menyebut Jahanam. Karena itu terjemahan 38:53 memakai "dijanjikan" dan membiarkan arahnya terbaca dari kalimat di sekitarnya, yaitu gambaran di 38:49 sampai 38:52.
Rangkaian (هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ, haadzaa maa tuu'aduuna) ada dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:53 dan 50:32. Lanjutannya berlainan. Di 50:32 rangkaian itu disambung dengan penerima, (لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ, li-kulli awwaabin hafiizhin) yang berarti "bagi setiap orang yang selalu kembali dan menjaga". Di 38:53 rangkaian itu disambung dengan waktu, (لِيَوْمِ الْحِسَابِ, li-yawmi l-hisaabi) yang berarti "untuk hari perhitungan".
Huruf (لِ, li) pada li-yawmi berarti "untuk", dan bentuk persis (لِيَوْمِ, li-yawmi) muncul empat kali: 21:47, 38:53, 64:9, dan 77:13. Di 21:47 kata itu menempel pada (الْقِيَامَةِ, l-qiyaamati) yang berarti "hari Kiamat", di 64:9 pada (الْجَمْعِ, l-jam'i) yang berarti "berhimpun", dan di 77:13 pada (الْفَصْلِ, l-fashli) yang berarti "Keputusan". Hanya di 38:53 kata itu disusul l-hisaabi. Kata (الْحِسَابِ, l-hisaabi) yang berarti "perhitungan" berakar ح-س-ب, dan kata al-hisaab ada di delapan belas ayat pada sepuluh surah, yaitu 2:202, 3:19, 3:199, 5:4, 10:5, 13:18, 13:21, 13:40, 13:41, 14:41, 14:51, 17:12, 24:39, 38:16, 38:26, 38:53, 40:17, dan 40:27. Gabungan yawm dan hisaab, yaitu "hari perhitungan", ada di empat ayat pada dua surah: 38:16, 38:26, 38:53, dan 40:27. Terjemahan memakai "hari perhitungan" di keempatnya.
Ayat 38:49 sampai 38:52 memakai akhiran -hum yang berarti "mereka", misalnya pada wa-'indahum di 38:52, sedangkan kata kalian baru ada di 38:53. Morfologi menandai tuu'aduuna sebagai orang kedua jamak, dan ayat tidak memberi nama pada yang disapa. Terjemahan mempertahankan "kepada kalian" tanpa menambahkan siapa.
Tafsiran
Ayat ini mengubah arah bicara dari mereka ke kalian. Ayat 38:49 sampai 38:52 membicarakan orang-orang bertakwa dengan akhiran -hum, seperti pada "di sisi mereka" dan "pintu-pintunya terbuka bagi mereka". Ayat 38:53 menyapa dengan tuu'aduuna, tanpa menyebut siapa yang disapa. Dapat dibaca bahwa sapaan itu ditujukan kepada orang-orang yang tadi disebut mereka, dan dapat dibaca pula bahwa pembaca ikut berada dalam jangkauan kata kalian. Ayat tidak memutuskan di antara dua bacaan itu.
Ayat ini juga memberi nama pada gambaran yang baru selesai dipaparkan. Di 38:49 kata haadzaa menunjuk peringatan, dan di 38:53 kata yang sama menunjuk sesuatu yang dijanjikan. Penambat janji itu adalah hari perhitungan, yang sudah disebut di surah ini dalam dua konteks lain. Di 38:16 orang-orang berkata, "Tuhan kami, segerakanlah untuk kami bagian kami sebelum hari perhitungan." Di 38:26 azab yang keras disebut bagi orang yang sesat dari jalan Allah, karena mereka melupakan hari perhitungan. Di 38:53 hari yang sama muncul sebagai waktu sebuah janji. Surah ini memakai ungkapan itu untuk tiga hal: permintaan yang tergesa, peringatan tentang lupa, dan janji.
Ayat 38:54 sesudahnya menyambung dengan (لَرِزْقُنَا, la-rizqunaa) yang berarti "benar-benar rezeki dari Kami". Janji di 38:53 berbentuk pasif dan tidak menyebut siapa yang menjanjikan, sedangkan 38:54 memuat kata Kami pada rezeki yang ditunjuk. Dua ayat ini dibaca berurutan: 38:53 menyebut apa yang dijanjikan dan kapan, lalu 38:54 menyebut apa yang ditunjuk dan milik siapa.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 38:49 sampai 38:52 membicarakan orang-orang bertakwa dengan kata mereka, lalu 38:53 berpindah ke kalian tanpa menyebut siapa yang disapa. Pembaca yang mengikuti gambaran taman dari ayat ke ayat berada di luar gambaran itu, sebagai orang yang menonton sesuatu yang terjadi pada pihak lain. Ayat 38:53 memutus jarak itu dengan satu kata ganti. Pada kata kalian, pembaca ditunjuk. Pada bacaan mana sebuah kalimat pernah berpindah dari menceritakan orang lain menjadi menyapa pembacanya, dan apakah perpindahan itu terasa sebelum atau sesudah kalimatnya selesai dibaca?
- Ayat 51:22 menaruh rezeki dan apa yang dijanjikan dalam satu ayat, lalu 51:23 bersumpah demi Tuhan langit dan bumi bahwa semua itu benar-benar hak. Di surah 38 kedua hal itu dipisah menjadi dua ayat yang bersebelahan, janji di 38:53 dan rezeki di 38:54. Konteks dua tempat itu berbeda: 51:22 berbicara tentang langit, sedangkan 38:53 tentang hari perhitungan. Keduanya tetap menaruh dua kata itu berdampingan. Pembaca dapat memperhatikan apa saja yang disebutnya rezeki dalam hidupnya, lalu bertanya bagaimana jadinya bila setiap rezeki itu dibaca bersama sebuah janji yang menunggunya, dan apakah ada rezeki yang tidak bersebelahan dengan janji apa pun?
- Ayat 40:40 menyebut orang beriman yang masuk taman diberi rezeki di dalamnya tanpa perhitungan, sedangkan 38:53 menyebut janji untuk hari perhitungan. Dua ayat ini tidak menjelaskan hubungan antara hari yang disebut perhitungan dan rezeki yang diberikan tanpa perhitungan, dan hubungannya dibiarkan terbuka. Satu bacaan dapat dicoba: kata perhitungan dalam dua ayat itu menunjuk dua keadaan berbeda, yaitu waktu ketika segala sesuatu dihitung dan keadaan ketika yang diberikan tak perlu lagi dihitung. Apa yang terasa lebih berat bagi pembaca, menunggu hari yang menghitung atau membayangkan pemberian yang tidak dihitung?
- Ayat 38:26 menyebut azab yang keras bagi orang-orang yang sesat dari jalan Allah, karena mereka melupakan hari perhitungan. Dalam ayat itu hari tersebut disebut lewat apa yang menimpa orang yang melupakannya. Ayat 38:53 menyebut hari yang sama lewat apa yang dijanjikan kepada kalian. Dua ayat itu tidak dicampur, karena satu berbicara kepada Daud dan satu berbicara kepada kalian. Satu hari yang sama dapat dibaca dari dua arah: sebagai sesuatu yang bila dilupakan membawa akibat, dan sebagai sesuatu yang bila diingat memuat janji. Seandainya seseorang mengingat hari itu setiap kali menghitung untung dan rugi, apa yang berubah dalam hitungannya?
- Di 38:16 orang-orang berkata, "Tuhan kami, segerakanlah untuk kami bagian kami sebelum hari perhitungan." Permintaan itu menaruh bagian di depan hari, sedangkan 38:53 menaruh janji di dalam hari. Dua ayat itu berbicara tentang pihak yang berbeda, dan yang satu tidak menjawab yang lain. Meski begitu, urutan waktunya terbaca: yang satu meminta sebelum hari itu, dan yang lain menyebut janji untuk hari itu. Pembaca dapat bertanya kepada dirinya sendiri, bagian apa yang pernah diminta lebih dulu dari Tuhan, dan apakah ada bagian yang lebih tenang bila menunggu hari yang disebut dalam janji itu?
- Di 40:27 Musa berkata bahwa ia berlindung kepada Tuhannya dan Tuhan kalian dari setiap orang yang sombong, yang tidak beriman kepada hari perhitungan. Ayat 21:47 menyebut timbangan yang tepat diletakkan untuk hari Kiamat dengan kata Kami, dan menutup bahwa cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan. Hari itu ditolak oleh orang sombong di 40:27, disebut punya pembuat perhitungan di 21:47, dan menjadi waktu janji di 38:53. Di sisi mana pembaca mendapati dirinya berdiri sekarang?