جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا فَبِئْسَ الْمِهَادُ

Jahanam, mereka memasukinya; maka, seburuk-buruk hamparan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَاjahannama yashlawnahaaJahanam, mereka memasukinya
  2. فَبِئْسَ الْمِهَادُfa-bi'sa l-mihaadumaka, seburuk-buruk hamparan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. جَهَنَّمَjahannamaJahanam
  2. يَصْلَوْنَهَاyashlawnahaamereka memasukinya
  3. فَبِئْسَfa-bi'samaka seburuk-buruk
  4. الْمِهَادُl-mihaaduhamparan

Inti bacaan

Rangkaian (جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا, jahannama yashlawnahaa) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 14:29 dan 38:56, dan penutupnya berlainan: (وَبِئْسَ الْقَرَارُ, wa-bi'sa l-qaraaru) di 14:29 dan (فَبِئْسَ الْمِهَادُ, fa-bi'sa l-mihaadu) di 38:56.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan nama (جَهَنَّمَ, jahannama) yang berarti "Jahanam", dan nama itu diletakkan sebelum kata kerjanya. Kata kerja (يَصْلَوْنَهَا, yashlawnahaa) yang berarti "mereka memasukinya" memuat akhiran (هَا, -haa), yang oleh morfologi ditandai sebagai kata ganti tunggal perempuan, dan akhiran itu menunjuk kembali kepada Jahanam. Nama disebut lebih dulu, lalu kata kerja mengulang rujukannya. Rangkaian (جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا, jahannama yashlawnahaa) dalam bentuk persis ini muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 14:29 dan 38:56. Dengan akhiran nama yang berbeda, (جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَهَا, jahannamu yashlawnahaa) ada di 58:8, sehingga rangkaiannya terbaca di tiga surah. Kata kerja yashlawnahaa sendiri muncul empat kali di empat surah, yaitu 14:29, 38:56, 58:8, dan 82:15, dan terjemahan memakai "memasuki" di keempatnya.

Akar kata kerja itu dipakai juga di ayat-ayat lain. Di 38:59, (صَالُو النَّارِ, shaaluu n-naari) yang berarti "mereka akan masuk api" memakai bentuk pelaku dari akar yang sama, dan di 4:56, (نُصْلِيهِمْ, nushliihim) yang berarti "Kami masukkan mereka" memakai bentuk yang menyebut pihak yang memasukkan. Di 38:56 pelakunya adalah mereka yang memasuki, dan pihak lain tidak ditulis.

Bagian kedua ayat, (فَبِئْسَ الْمِهَادُ, fa-bi'sa l-mihaadu), tersusun dari (فَ, fa) yang berarti "maka", kata kerja (بِئْسَ, bi'sa) yang berarti "seburuk-buruk", dan (الْمِهَادُ, l-mihaadu). Rangkaian fa-bi'sa muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 3:187, 38:56, 38:60, 39:72, 40:76, 43:38, dan 58:8. Lima di antaranya menyebut nama tempat bagi penghuni Jahanam, dengan empat nama berbeda: mihaad di 38:56, (الْقَرَارُ, l-qaraaru) yang berarti "tempat menetap" di 38:60, (مَثْوَى, matswaa) yang berarti "tempat tinggal" di 39:72 dan 40:76, dan (الْمَصِيرُ, l-mashiiru) yang berarti "tempat kembali" di 58:8. Di 14:29 penutup serupa memakai wa-bi'sa dengan (الْقَرَارُ, l-qaraaru). Jahanam di 14:29, 38:56, dan 58:8 dengan begitu mendapat tiga nama tempat berbeda, yaitu tempat menetap, hamparan, dan tempat kembali.

Kata mihaad berakar م-ه-د dan muncul di tujuh ayat pada enam surah: 2:206, 3:12, 3:197, 7:41, 13:18, 38:56, dan 78:6. Di 78:6, (مِهَادًا, mihaadan) diterjemahkan "hamparan" bagi bumi. Di 7:41, (مِهَادٌ, mihaadun) diterjemahkan "alas" dan berpasangan dengan (غَوَاشٍ, ghawaasyin) yang berarti "selubung" di atas mereka. Di 3:12, penutup yang sama dengan ayat ini, (وَبِئْسَ الْمِهَادُ, wa-bi'sa l-mihaadu), diterjemahkan "hamparan". Terjemahan 38:56 memakai "hamparan", sama dengan arti dasar di kata per kata, 3:12, dan 78:6. Kata "tempat tinggal" tidak dipakai karena kata itu sudah menjadi padanan (مَأْوَاهُمْ, ma'waahum) yang berarti "tempat tinggal mereka" di 3:197 dan 13:18, dan masing-masing ayat itu memuat bi'sa l-mihaad di ayat yang sama.

Tafsiran

Ayat ini menyebut isi dari tempat kembali yang buruk di 38:55. Nama Jahanam diletakkan tepat sesudah ayat yang menyebut tempat kembali itu tanpa isi, sehingga dapat dibaca sebagai rincian dari kalimat sebelumnya. Susunan yang sama terbaca di sisi lain. Ayat 38:49 menyebut tempat kembali yang baik, lalu 38:50 menyebut (جَنَّاتِ عَدْنٍ, jannaati 'adnin) yang berarti "taman-taman Adn". Di kedua bagian, ayat yang membuka dengan kerangka wa-inna diikuti ayat yang menamai tempatnya: taman di 38:50 dan Jahanam di 38:56.

Bedanya ada pada cara masing-masing tempat disebut. Ayat 38:50 sampai 38:54 mendeskripsikan taman: pintu yang terbuka, sikap bersandar, buah dan minuman, pendamping, dan rezeki. Tak satu pun dari ayat-ayat itu memuat penilaian seperti (نِعْمَ, ni'ma) yang berarti "sebaik-baik". Ayat 38:56 menutup dengan penilaian, bi'sa, dan penilaian itu muncul lagi di 38:60. Di 38:50 sampai 38:54 taman digambarkan, dan di 38:56 Jahanam digambarkan lalu dinilai. Perbedaan perlakuan itu terbaca pada teksnya.

Penilaian itu diucapkan dua kali, dengan pembicara yang berbeda. Di 38:56 kalimat itu berada di dalam penuturan, dan di 38:60 kalimat itu diucapkan oleh orang-orang yang sudah berada di sana, "maka, seburuk-buruk tempat menetap". Nama tempatnya berganti dari mihaad ke qaraar, dan bentuk penilaiannya tetap. Ayat 38:57 berikutnya beralih dari tempat ke apa yang dirasakan penghuninya, dan 38:59 menyebut rombongan yang akan masuk dengan akar yang sama dengan yashlawnahaa. Ayat 38:56 dengan begitu berdiri di tengah rangkaian: sesudah arah tujuan di 38:55, sebelum rincian rasa dan percakapan.

Renungan dan Hikmah

  • Di 38:51 penghuni taman digambarkan bersandar dan meminta buah-buahan, sedangkan di 38:56 Jahanam disebut sebagai hamparan, yaitu sesuatu yang terbentang di bawah tubuh. Ayat 7:41 melengkapi gambar itu dengan alas di bawah dan selubung di atas mereka, lalu menyebut bahwa demikianlah Kami membalas orang-orang yang zalim. Kedua tempat dibicarakan lewat kata yang berhubungan dengan sikap tubuh: bersandar di satu sisi, terhampar di sisi lain. Pembaca dapat membayangkan apa yang sekarang menjadi alas tempatnya berbaring setiap malam, lalu bertanya apakah alas itu pernah dipikirkan sebagai bagian dari sebuah tujuan, dan tidak hanya sebagai perabot?
  • Di 14:29 Jahanam disebut tempat menetap, di 38:56 hamparan, dan di 58:8 tempat kembali. Ayat 14:28 menaruh Jahanam sesudah orang-orang yang menukar nikmat Allah dengan kekufuran dan menempatkan kaum mereka di negeri kebinasaan. Tiga ayat itu memiliki konteks yang berbeda, dan tiap ayat menyebut tempat yang sama dengan nama yang menyorot satu segi: menetap, terhampar, kembali. Pembaca yang menamai tempat tinggalnya sendiri pun memilih satu segi, misalnya rumah, kampung, atau kos. Nama apa yang dipakai pembaca untuk tempat yang paling lama ditinggalinya, dan segi mana yang terlewat oleh nama itu?
  • Penilaian seburuk-buruk di 38:56 diulang di 38:60, kali ini diucapkan oleh orang-orang yang sudah berada di sana, dengan nama tempat yang berbeda. Sesudah itu 38:61 memuat ucapan mereka kepada Tuhan, "Tuhan kami, siapa yang mendatangkan ini bagi kami, tambahkanlah kepadanya azab yang berlipat ganda di dalam api." Penilaian yang tadinya dituturkan kini keluar dari mulut mereka sendiri, dan dari mulut yang sama keluar pula permintaan kepada Tuhan. Pembaca dapat bertanya kapan terakhir ia memberi penilaian terhadap sesuatu dengan kata-kata yang sama dengan yang pernah dituturkan orang lain tentang hal itu, dan siapa yang mendengar penilaian itu?
  • Di 58:8 sekelompok orang berkata dalam diri mereka, "Mengapa Allah tidak mengazab kita atas apa yang kita katakan?" dan ayat itu menjawab bahwa cukuplah bagi mereka Jahanam yang akan mereka masuki, maka seburuk-buruk tempat kembali. Ayat 38:56 memuat rangkaian yang sama untuk Jahanam tanpa percakapan, dan kelompok yang dibicarakannya berbeda dari kelompok di 58:8. Dari 58:8 terbaca bahwa pertanyaan tentang azab yang belum datang bisa muncul di dalam hati tanpa diucapkan kepada siapa pun, dan jawabannya dituliskan dalam ayat yang sama. Apakah akibat yang belum datang pernah dibaca pembaca sebagai jawaban atas pertanyaan seperti di 58:8?
  • Di 38:56 kata kerjanya memuat pelaku yang memasuki, yaitu mereka, tanpa pihak lain yang menyebabkan. Di 4:56 kata kerja dari akar yang sama menyebut pihak lain yang memasukkan, "kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka", dan ayat itu ditutup dengan bahwa Allah digdaya lagi penuh hikmah. Bentuk pertama menyorot pelakunya, dan bentuk kedua menyorot pihak yang memasukkan. Keduanya berada di ayat yang berbeda dan tidak saling meniadakan. Pembaca dapat memperhatikan bagaimana peristiwa yang menimpa dirinya diceritakan, apakah dengan kata kerja yang dilakukannya sendiri atau dengan kata kerja yang dilakukan orang lain kepadanya, dan apa yang tersisa dari tanggung jawab dalam kedua cara bercerita itu?
  • Ayat 38:55 menyebut tempat kembali, yaitu arah yang dituju. Ayat 38:56 menyebut hamparan, yaitu permukaan tempat tubuh berada. Ayat 38:57 menyebut apa yang dirasakan mulut. Urutan tiga ayat ini bergerak dari yang paling jauh dari tubuh ke yang paling dekat: arah, alas, lalu rasa. Pembaca yang mengikuti ketiganya satu per satu dibawa mendekat ke pengalaman sebelum diberi tahu apa isinya. Ketika sebuah kabar disampaikan dari jauh ke dekat, pada ayat mana pembaca sendiri mulai berhenti membaca sebagai orang luar?