جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا فَبِئْسَ الْمِهَادُ

Jahanam, mereka memasukinya; maka, seburuk-buruk tempat tinggal.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَاjahannama yashlawnahaaJahanam, mereka memasukinya
  2. فَبِئْسَ الْمِهَادُfa-bi'sa l-mihaadumaka, seburuk-buruk tempat tinggal

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. جَهَنَّمَjahannamaJahanam
  2. يَصْلَوْنَهَاyashlawnahaamereka memasukinya
  3. فَبِئْسَfa-bi'samaka seburuk-buruk
  4. الْمِهَادُl-mihaaduhamparan

Inti bacaan

Gambaran 'seburuk-buruk tempat tinggal', penegasan tanpa basa-basi tentang keburukan konsekuensi bagi yang melampaui batas, bahasa yang jujur tanpa mempermanis kenyataan.

Penjelasan pilihan kata

Kata 'yaitu' diganti tanda koma: apposisi dari 38:55 diterjemahkan lewat tanda baca, bukan kata penghubung tambahan.

Tafsiran

Ayat ini merinci tempat kembali yang buruk tersebut: Jahanam, dengan penegasan langsung betapa buruknya sebagai tempat tinggal.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut namanya, lalu menilainya. Jahanam. Seburuk-buruk tempat tinggal.
  • Frasa tempat tinggal dipakai, bukan tempat siksa. Bahasanya bahasa rumah. Yang menetap tinggal di situ.
  • Penilaiannya diucapkan langsung, tanpa dilembutkan. Allah tidak memperhalus. Buruk disebut buruk.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-l-y, b-a-s, m-h-d): yaslawnahaa diterjemahkan 'mereka masuki (panggang)' (akar s-l-y); mihaad diterjemahkan 'tempat tinggal (hamparan)' (akar m-h-d). gloss '(Yaitu neraka)' dibuang.