هَٰذَا فَلْيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ
Ini; maka, biarlah mereka merasakannya: air mendidih dan nanah,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- هَٰذَا فَلْيَذُوقُوهُhaadzaa fa-l-yadzuuquuhuini, maka, biarlah mereka merasakannya
- حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌhamiimun wa-ghassaaqunair mendidih dan nanah
Terjemahan per kata (4 kata)
- هَٰذَاhaadzaaini
- فَلْيَذُوقُوهُfa-l-yadzuuquuhumaka hendaklah mereka merasakannya
- حَمِيمٌhamiimunair mendidih
- وَغَسَّاقٌwa-ghassaaqundan nanah
Inti bacaan
Kata (وَغَسَّاقٌ, wa-ghassaaqun) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:57 dan dengan bentuk (وَغَسَّاقًا, wa-ghassaaqan) di 78:25, dan di keduanya mengikuti kata hamiim.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini", lalu langsung disusul (فَلْيَذُوقُوهُ, fa-l-yadzuuquuhu) yang tersusun dari empat bagian: (فَ, fa) yang berarti "maka", (لْ, li) yang oleh morfologi ditandai sebagai penanda perintah, kata kerja yadzuuquu yang berarti "mereka merasakan" dan berakar ذ-و-ق, serta (هُ, -hu) yang berarti "-nya". Terjemahan memakai "biarlah mereka merasakannya" karena kata kerjanya berbentuk orang ketiga, sehingga perintah itu dibicarakan tentang mereka dan tidak ditujukan kepada mereka. Bentuk persis fa-l-yadzuuquuhu muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:57.
Perbandingan dengan ayat lain memperlihatkan perbedaannya. Di 54:48, (ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ, dzuuquu massa saqara) yang berarti "Rasakanlah sentuhan Saqar!" memakai kata kerja yang sama dalam bentuk perintah kepada orang yang diajak bicara. Di 4:56, (لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ, li-yadzuuquu l-'adzaaba) yang berarti "agar mereka merasakan azab" memakai li sebagai penanda tujuan. Di 38:8, (لَمَّا يَذُوقُوا عَذَابِ, lammaa yadzuuquu 'adzaabi) yang berarti "belum merasakan azab-Ku" memakai kata kerja yang sama untuk keadaan yang belum terjadi. Di 44:56, (لَا يَذُوقُونَ فِيهَا الْمَوْتَ, laa yadzuuquuna fiihaa l-mawta) yang berarti "mereka tidak merasakan kematian di dalamnya" memakai kata kerja ini untuk penghuni taman. Kata kerja merasakan karena itu tidak menunjuk ke satu arah; objeknya yang menentukan.
Kata (حَمِيمٌ, hamiimun) berakar ح-م-م dan muncul di sembilan belas ayat pada lima belas surah, yaitu 6:70, 10:4, 22:19, 26:101, 37:67, 38:57, 40:18, 40:72, 41:34, 44:46, 44:48, 47:15, 55:44, 56:42, 56:54, 56:93, 69:35, 70:10, dan 78:25. Di empat belas ayat artinya air mendidih, dan di lima ayat artinya teman akrab, yaitu 26:101, 40:18, 41:34, 69:35, dan 70:10. Bentuk persis hamiimun ada di empat ayat, yaitu 38:57, 41:34, 69:35, dan 70:10. Dari keempatnya, 38:57 berarti air mendidih dan tiga lainnya berarti teman akrab. Arti itu terbaca dari ayat sekitarnya. Di 44:46, (كَغَلْيِ الْحَمِيمِ, ka-ghalyi l-hamiimi) yang berarti "seperti mendidihnya air yang sangat panas" memakai kata ghaly yang berarti mendidih, dan di 55:44, (حَمِيمٍ آنٍ, hamiimin aanin) menambahkan "yang sangat panas". Di 38:57 tidak ada kata tambahan semacam itu, dan terjemahan memakai "air mendidih" saja.
Kata (وَغَسَّاقٌ, wa-ghassaaqun) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:57 dan, dengan bentuk (وَغَسَّاقًا, wa-ghassaaqan), di 78:25. Di keduanya kata itu langsung mengikuti hamiim dan berdiri sebagai pasangannya. Di 78:24, (لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا, laa yadzuuquuna fiihaa bardan wa-laa syaraaban) yang berarti "mereka tidak merasakan di dalamnya kesejukan dan tidak pula minuman" mendahului 78:25, sehingga hamiim dan ghassaaq muncul sebagai pengganti kesejukan dan minuman. Akar غ-س-ق di tempat lain dipakai untuk gelap malam, yaitu (غَسَقِ اللَّيْلِ, ghasaqi l-layli) di 17:78 dan (غَاسِقٍ, ghaasiqin) di 113:3. Tidak ada ayat yang merinci zat ghassaaq. Terjemahan memakai "nanah" sebagai nama cairan yang buruk, dan padanan itu tidak diturunkan dari akarnya yang di 17:78 dan 113:3 menyangkut gelap.
Tafsiran
Ayat 38:57 memindahkan penggambaran Jahanam dari tempat ke apa yang dirasakan penghuninya. Ayat 38:55 menyebut tempat kembali, 38:56 menyebut Jahanam sebagai hamparan, dan 38:57 menyebut dua cairan. Pada sisi taman terdapat urutan yang sejajar: 38:50 menyebut taman Adn, 38:51 menyebut buah dan minuman yang diminta. Di 38:57 minuman muncul lagi, tetapi tidak diminta. Kata kerja di 38:51 adalah (يَدْعُونَ, yad'uuna) yang berarti "mereka meminta", dan kata kerja di 38:57 adalah yadzuuquu yang berarti "mereka merasakan". Ayat 44:55 dan 44:56 memuat pasangan kata kerja yang sama untuk taman: meminta buah-buahan lalu tidak merasakan kematian. Di 38:51 dan 38:57 pasangan itu terpecah: penghuni taman memegang kata kerja yang pertama, dan penghuni Jahanam muncul dengan kata kerja yang kedua.
Ayat ini juga memakai bentuk yang berbeda dari 38:55 dan 38:56. Ayat 38:55 dan 38:56 menuturkan keadaan, sedangkan 38:57 memuat penanda perintah li pada kata kerja orang ketiga. Siapa yang memerintah tidak tertulis. Kalimat ini terdengar seperti suara di luar penuturan, tetapi ayat tidak menunjuk pembicaranya.
Ayat 38:58 sesudahnya memuat (وَآخَرُ مِنْ شَكْلِهِ أَزْوَاجٌ, wa-aakharu min syaklihi azwaajun) yang berarti "dan yang lain dari jenisnya, bermacam-macam". Dengan begitu 38:57 dapat dibaca sebagai pembuka sebuah daftar yang tidak ditutup: dua cairan disebut, lalu ayat berikutnya menambahkan yang lain dari jenis yang sama. Ayat ini berhenti pada nama kedua cairan dan tidak menjelaskan rasa, jumlah, atau asalnya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 44:56 memakai kata kerja merasakan untuk penghuni taman: mereka tidak merasakan kematian di sana kecuali kematian yang pertama, dan Dia melindungi mereka dari azab neraka yang menyala-nyala. Ayat 38:57 memakai kata kerja yang sama bagi penghuni Jahanam, dengan air mendidih dan nanah sebagai objeknya. Dua ayat itu berasal dari dua surah dan tidak saling menerangkan. Satu kata kerja dapat membawa pembaca ke dua arah yang berlawanan, dan pembedanya adalah apa yang dirasakan serta siapa yang melindungi. Pembaca dapat memperhatikan rasa apa saja yang dikenalinya dalam sehari, lalu bertanya, rasa mana yang terasa seperti lindungan dan rasa mana yang terasa seperti beban?
- Ayat 47:15 membandingkan dua minuman secara langsung. Di taman ada sungai air yang tidak payau, susu, khamar yang lezat bagi peminumnya, dan madu yang murni, lalu disusul ampunan dari Tuhan mereka. Pada pihak yang kekal dalam api, mereka diberi air mendidih yang memotong-motong usus mereka. Ayat 38:57 menyebut air mendidih dan nanah, dan tidak membandingkannya dengan minuman taman di 38:51. Dua ayat itu menaruh minuman di dua tempat yang berlawanan, dan keduanya tidak dicampur. Di taman, daftar minuman disusul ampunan, sedangkan di api, minuman disusul usus yang terpotong. Pembaca dapat bertanya apa yang menyertai tegukan-tegukannya sendiri, dan apakah ada sesuatu yang menyertainya sama sekali?
- Ayat 38:8 menyebut orang-orang yang dalam keraguan tentang peringatan, lalu memakai kata kerja merasakan untuk sesuatu yang belum terjadi pada mereka: mereka belum merasakan azab. Ayat 38:57 memakai kata kerja yang sama dengan penanda perintah dan memberi isi pada rasa itu, yaitu air mendidih dan nanah. Kedua ayat ada di surah yang sama, sehingga pembaca surah ini bertemu keraguan di bagian awal dan rasa yang diberi isi di bagian sesudahnya. Pembaca dapat memeriksa urusan apa yang masih ditundanya sampai merasakan sendiri akibatnya, dan apa yang sebenarnya ditunggu dalam penundaan itu?
- Ayat 6:70 menyebut jiwa yang tidak punya pelindung dan pemberi syafaat selain Allah, dan menyebut orang-orang yang menjadikan pertanggungjawaban mereka sebagai permainan sebagai pihak yang mendapat minuman dari air yang mendidih. Ayat 38:57 menyebut air mendidih tanpa menyebut sebabnya, sedangkan 6:70, yang konteksnya berbeda, memuat sebab itu. Dalam 6:70 minuman dari air mendidih dan tiadanya pelindung selain Allah disebut di satu ayat. Pembaca dapat bertanya kepada dirinya sendiri, siapa yang selama ini dianggapnya sebagai pelindung, dan apakah ada yang disebutnya pelindung tanpa pernah memeriksa hubungannya dengan Allah?
- Ayat 78:24 menyebut dulu apa yang tidak dirasakan, yaitu kesejukan dan minuman, lalu 78:25 menyebut pengecualiannya: air mendidih dan nanah. Ayat 38:57 menyebut yang dirasakan langsung, tanpa daftar kehilangan di depannya. Pembaca yang membaca keduanya berurutan menemukan dua cara menyampaikan benda yang sama: dengan kehilangan lebih dulu, atau dengan isi lebih dulu. Ketika kabar buruk sampai kepada pembaca, mana yang lebih dulu terasa, apa yang hilang atau apa yang datang menggantikannya?
- Ayat 38:57 menyebut dua cairan. Cairan pertama diberi sifat lewat ayat-ayat lain, yaitu mendidih. Cairan kedua, yang diterjemahkan nanah, tidak dirinci zatnya oleh ayat mana pun, dan akarnya di dua ayat lain menyangkut gelap malam. Teks memberi nama tanpa merincinya. Batas itu berlaku juga bagi pembaca: ayat berhenti pada nama, dan bayangan sesudah itu berasal dari pembaca sendiri. Ketika sebuah kata tidak dijelaskan oleh teks, bagian mana dari bayangan pembaca yang berasal dari ayat, dan bagian mana yang berasal dari tempat lain?