وَآخَرُ مِنْ شَكْلِهِ أَزْوَاجٌ

dan yang lain dari jenisnya, bermacam-macam.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَآخَرُ مِنْ شَكْلِهِ أَزْوَاجٌwa-aakharu min syaklihi azwaajundan yang lain dari jenisnya, bermacam-macam

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَآخَرُwa-aakharudan yang lain
  2. مِنْmindari
  3. شَكْلِهِsyaklihijenisnya
  4. أَزْوَاجٌazwaajunpasangan-pasangan

Inti bacaan

Bentuk (شَكْلِهِ, syaklihi) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:58, dan menerangkan apa yang dirasakan penghuni Jahanam.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَآخَرُ, wa-aakharu) yang berarti "dan yang lain". Awalan (وَ, wa-) yang berarti "dan" menyambungnya dengan 38:57, tempat (حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ, hamiimun wa-ghassaaqun) yang berarti "air mendidih dan nanah" disebut sebagai yang harus dirasakan. Ketiga kata itu berakhiran bunyi -u atau -un yang sama, sehingga aakharu dapat dibaca sebagai benda lain dalam daftar yang sudah berjalan. Kata aakharu berbentuk tunggal, sedangkan (أَزْوَاجٌ, azwaajun) di ujung ayat berbentuk jamak, dan di antara keduanya tidak ada kata kerja. Terjemahan mengikuti susunan itu dan tidak menambahkan "ada" atau "menyusul".

Kata (شَكْلِهِ, syaklihi) yang berarti "jenisnya" tersusun dari syakl, "jenis" atau "ragam", dan akhiran -hi yang berarti "-nya". Akhiran itu tunggal dan berjenis lelaki, sama dengan hamiimun dan ghassaaqun, sehingga ayat tidak menunjuk pasti ke air mendidih saja, ke nanah saja, atau ke keduanya. Kata "jenisnya" dalam terjemahan menjaga ketidakpastian itu tanpa menyebut benda apa pun. Bentuk syaklihi muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:58. Akar ش-ك-ل ada juga di 17:84, (شَاكِلَتِهِ, syaakilatihi) yang berarti "pembawaannya", dalam kalimat "setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing". Di 17:84 kata itu menerangkan manusia, sedangkan di 38:58 menerangkan sesuatu yang dirasakan, jadi kedua ayat itu berbicara tentang hal yang berlainan. Padanan "jenis" di 38:58 dipilih karena sambungannya dengan azwaajun yang jamak.

Kata azwaajun adalah bentuk jamak dari zawj dan berakar ز-و-ج, akar yang di banyak tempat diterjemahkan "pasangan". Bentuk azwaajun muncul empat kali di empat surah, yaitu di 2:25, 3:15, 4:57, dan 38:58. Tiga yang pertama diikuti (مُطَهَّرَةٌ, muthahharatun) yang berarti "yang disucikan", sehingga diterjemahkan "pasangan-pasangan yang disucikan". Di 38:58 kata penyerta itu tidak ada, dan kata azwaajun berdampingan dengan min syaklihi, bukan dengan dua pihak yang berpasangan. Karena itu "pasangan-pasangan" tidak dipakai di terjemahan, dan arti dasar itu hanya tinggal di kata per kata.

Bentuk jamak yang lain, (أَزْوَاجًا, azwaajan), menunjukkan bahwa Al-Qur'an memakai akar ini untuk lebih dari satu gagasan. Di 15:88 dan 20:131, (أَزْوَاجًا مِنْهُمْ, azwaajan minhum) diterjemahkan "beberapa golongan". Di 56:7, (أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً, azwaajan tsalaatsatan) diterjemahkan "tiga golongan". Di 20:53, (أَزْوَاجًا مِنْ نَبَاتٍ شَتَّىٰ, azwaajan min nabaatin syattaa) diterjemahkan "beraneka macam tumbuhan yang beragam". Di sana banyaknya ragam ditandai oleh kata syattaa yang berarti "beragam", dan di 38:58 oleh min syaklihi yang berarti "dari jenisnya". Dari semua tempat itu, 20:53 yang paling dekat dengan 38:58, karena azwaajan di sana menyatakan ragam. Terjemahan 38:58 karena itu memakai "bermacam-macam".

Ayat ini tidak memuat kata azab, siksa, ataupun tempat. Isi daftarnya hanya dapat dikenali dari 38:55 sampai 38:57: tempat kembali yang buruk, Jahanam, serta air mendidih dan nanah. Terjemahan tidak mengisi apa "yang lain" itu, karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya, baik di wa-aakharu maupun di azwaajun. Titik di ujung terjemahan mengakhiri kalimat ini sebelum ayat 38:59 membuka ucapan baru.

Tafsiran

Ayat 38:58 melanjutkan daftar yang dimulai di 38:55 dan tidak menutupnya. Daftar itu bergerak dari tempat ke isi: 38:55 menyebut tempat kembali yang buruk, 38:56 menyebut Jahanam beserta hamparannya, 38:57 menyebut air mendidih dan nanah, lalu 38:58 menambahkan "yang lain" dalam banyak ragam. Dengan tambahan itu dua cairan di 38:57 terbaca sebagai contoh dari kelompok yang lebih besar, dan ayat tidak menyebut seberapa besar kelompok itu.

Kata tunjuk (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini" ada di lima ayat antara 38:49 dan 38:57, yaitu 38:49, 38:53, 38:54, 38:55, dan 38:57, baik pada gambaran taman maupun pada gambaran Jahanam. Ayat 38:58 tidak memakainya, dan ayat 38:59 memakainya lagi untuk menunjuk sebuah rombongan.

Susunan ini berbeda dari 78:24 sampai 78:26. Di 78:25, (إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا, illaa hamiiman wa-ghassaaqan) yang berarti "kecuali air mendidih dan nanah" menjadikan keduanya seluruh yang dirasakan, lalu 78:26 menamai semuanya (جَزَاءً وِفَاقًا, jazaa'an wifaaqan) yang berarti "pembalasan yang setimpal". Di surah 38 pasangan cairan yang sama tidak diberi penutup seperti itu, dan 38:58 malah menambahkan. Kedua ayat berada di surah yang berbeda dan menyusun kalimat dengan cara yang berbeda, sehingga tidak ada yang membatalkan yang lain.

Pertanyaan tentang apa "yang lain" itu tidak dijawab di ayat-ayat sesudahnya. Dari 38:59 sampai 38:64 teks beralih ke percakapan para penghuni api, dan daftar benda tidak dilanjutkan.

Renungan dan Hikmah

  • Daftar di 38:55 sampai 38:57 berisi tempat kembali, Jahanam, air mendidih, dan nanah, lalu 38:58 menambahkan "yang lain" tanpa menyebut satu nama pun. Bagian yang kosong itu tidak disertai bahan untuk mengisinya, sehingga setiap isian yang datang ke benak pembaca berasal dari benaknya sendiri. Pembaca dapat memperhatikan gambar apa yang muncul saat membaca "yang lain", lalu menimbang apakah gambar itu bagian dari kabar yang diterima atau tambahan dari benaknya sendiri. Ayat yang berhenti sebelum selesai memberi sebuah ruang kosong. Apakah pembaca sanggup membiarkan ruang itu kosong, atau terburu-buru menutupnya dengan dugaan?
  • Ayat 38:58 menyebut bahwa yang lain itu bermacam-macam, tanpa merinci satu ragam pun. Di 16:8, sesudah daftar kuda, bagal, dan keledai, ada kalimat bahwa Dia menciptakan apa yang tidak diketahui orang-orang yang diajak bicara. Kedua ayat itu membicarakan hal yang berlainan, yaitu ciptaan dan azab, sehingga tidak disamakan. Keduanya sama-sama memperlihatkan bahwa daftar yang dipegang pembaca lebih pendek daripada kenyataan yang disebut ayat. Apakah pembaca sanggup mengakui bahwa pengetahuannya terbatas tanpa merasa kehilangan pegangan?
  • Di beberapa ayat antara 38:49 dan 38:57, kata "ini" menunjuk gambaran taman maupun Jahanam, seakan ada benda yang dapat dilihat dan ditunjuk. Di 38:58 kata itu tidak ada, dan "yang lain" tidak dapat ditunjuk. Pembaca yang menilai sebuah kabar dari seberapa jelas kabar itu dapat dibayangkan akan mendapati bahwa ayat ini tidak memberinya bahan untuk itu. Kabar tentang sesuatu yang belum tampak tetap bisa diterima atau ditolak, hanya saja alasannya tidak lagi bisa berupa kejelasan gambar. Apa yang tersisa sebagai alasan ketika gambar tidak ada?
  • Surah 78 menaruh air mendidih dan nanah di belakang "kecuali" dan menutupnya dengan kata pembalasan yang setimpal. Surah 38 menaruh dua cairan yang sama di depan "dan yang lain", sehingga daftarnya terbuka. Dua kalimat itu tampak mirip bila dibaca cepat, padahal satu kata kecil di dalamnya menentukan apakah daftar itu sudah selesai. Di 78:36 balasan bagi orang-orang bertakwa disebut berasal dari Tuhanmu, sebagai pemberian yang cukup, dan di 78:26 balasan bagi orang-orang yang melampaui batas disebut setimpal. Pembaca yang menaruh dua ayat itu berdampingan dapat belajar memperhatikan kata kecil sebelum menyimpulkan seberapa jauh sebuah kabar telah selesai.
  • Kata Allah tidak ada di 38:55 sampai 38:64, dan sebutan Tuhan hanya ada sekali, di 38:61, dalam ucapan para penghuni api. Di 38:65 sampai 38:66 muncul sebutan lain: Allah Yang Esa, lalu Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Sang Digdaya dan Sang Pengampun. Pembaca yang menempuh surah ini melewati daftar terbuka itu lebih dulu dan baru kemudian bertemu dengan dua sebutan tersebut. Apa yang berubah pada cara pembaca memikirkan daftar itu setelah ia bertemu dengan dua sebutan itu?
  • Kata azwaajun dipakai di 3:15 untuk pasangan-pasangan yang disucikan, berdampingan dengan rida dari Allah, dan di 38:58 untuk ragam yang dirasakan di Jahanam. Di 3:15 kata itu diikuti muthahharatun dan rida dari Allah, sedangkan di 38:58 didahului "dari jenisnya". Pembaca yang menilai sebuah kata dari kesan pertamanya dapat memeriksa lebih dulu apa saja yang menyertai kata itu. Seberapa sering sebuah kata terdengar seperti kabar baik atau ancaman hanya karena pembaca mengabaikan kata-kata di sekitarnya?